Interaksi Sosial

Pengertian Interaksi Sosial
Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial.

Maryati dan Suryawati (2003) menyatakan bahwa, “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok” (p. 22). Pendapat lain dikemukakan oleh Murdiyatmoko dan Handayani (2004), “Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial” (p. 50).
“Interaksi positif hanya mungkin terjadi apabila terdapat suasana saling mempercayai, menghargai, dan saling mendukung” (Siagian, 2004, p. 216).
Berdasarkan definisi di atas maka, dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok.

Macam – Macam Interaksi Sosial
Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu (p. 23) :
1. Interaksi antara individu dan individu
Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi positif, jika jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan).
2. Interaksi antara individu dan kelompok
Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam – macam sesuai situasi dan kondisinya.
3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok
Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek.

Bentuk – Bentuk Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dikategorikan ke dalam dua bentuk, yaitu (p. 49) :
1. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk – bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti :
a. Kerja sama
Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
b. Akomodasi
Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok – kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
c. Asimilasi
Adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
d. Akulturasi
Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur – unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur – unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari
kebudayaan itu sendiri.

2. Interaksi sosial yang bersifat disosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk – bentuk pertentangan atau konflik, seperti :
a. Persaingan
Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.
b. Kontravensi
Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang – terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur – unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.
c. Konflik
Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.

Ciri – Ciri Interaksi Sosial
Menurut Tim Sosiologi (2002), ada empat ciri – ciri interaksi sosial, antara lain (p. 23) :
a. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang
b. Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial
c. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas
d. Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu

Syarat – Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat di bawah ini, yaitu (p. 26) :
a. Kontak sosial
Adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan masing – masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik.
b. Komunikasi
Artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain.

This entry was posted in Sosiologi. Bookmark the permalink.

39 Responses to Interaksi Sosial

  1. Lazarus.timo.olin says:

    kalau kita analisa bahwa suatu peristiwa yang saat ini dialami dan dihadapi oleh kawula muda adalah adanya muncul suatu proses akulturasi interaksi sosial yang sangat berpengaruh terhadap mental yang secara langsung merubah pola hidup mereka yang pada akhirnya harus mengikuti proses tersebut karena kasus interaksi tadi dan sering membawa dampak negatif .yang ingin saya tanyakan….. interaksi sosial seperti apakah yang pantas diberikan dari orangtua sebelum mereka mengalami pada masa kawula mudah mereka…?terima kasih…..mohon Bapak cerahkan pemahaman saya.

    • darmansyah says:

      Akulturasi tidak dapat dibendung, dan sikap yang paling baik menurut saya adalah menjelaskan sebab akibat yang akan diterima apabila melakukan suatu hal, sebagai orang tua sebaiknya memberikan pengarahan tentang sebab akibat dari suatu kegiatan pada putra-putrinya sejak dini, misalnya dimulai dari kegiatan makan, dijelaskan perlunya makan dan apa yg akan terjadi apabila tidak makan serta beberapa aspek lain tentang bagaimana memperoleh makanan, memasaknya hingga tersaji, jika hal ini dilakukan maka putra-putrinya akan melihat, merasakan dan mengetahui kebenaran arahan tsb, dan selanjutnya hal seperti ini akan merupakan benteng kokoh terhadap pengaruh buruk akulturasi.

  2. lestariadhi says:

    seperti yang diberitakan saat ini, banyak tawuran pelajar yang terjadi di beberapa daerah, bahkan ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. sudah tentu hal tersebut merugikan banyak pihak. yang ingin saya tanyakan adalah siapakah yang harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.. apakah pihak sekolah atau orangtua ?? intraksi sosial yang seperti apa yang bisa mengendalikan para pelajar tersebut untuk tidak melakukan hal2 negatif seperti itu??? t
    sebelumnya terima kasih atas kesempatan yang diberikan dan atas jawaban yang bapak berikan…

    • darmansyah says:

      Tawuran pelajar terjadi merupakan tanggung jawab sosial kita bersama, tetapi peran orang tua dan sekolah yg paling dominan.

  3. Ludfi Adi Kurniawan says:

    Saya mau tanya,
    kalau daerah2 urban dan transmigrasi itu kan sering kali terjadi konflik yang menimbulkan korban, apakah proses interaksi sosial itu gagal atau bagaimana ya Pak,,
    terima kasih,,

  4. Susi Yanti says:

    didlm lingkungan sangat perlu sekali interaksi sosial,tp kenapa msh ada aja org yg sombong,merasa dia power ya pak,gemana cara tuk menyadarkan org itu ya pak tlg penjelasannya.terima kasih banyak pak…

  5. kerja sama = kalo menurut saya , misalkan askinya seperti , ada salah satu sekolah dan di sekolah itu sudah memasuki proses ujian , contohnya : seperti kerjasama ketika para siswa sedang melakukan ulangan atau ujian .
    dan reaksinya adalah melakukan Ujian itu dengan tenang dan aman , maksudnya secara bersama sama mengerjakan soal” ujian itu . maksud bersama sama di dalam Ujian ini , para siswa mematuhi peraturan yang di tetapkan .

  6. Maya Agustina says:

    Selama manusia masih dapat menghirup udara akan selalu melakukan interaksi , karena interaksi tidak dapat dipisahkan dari kita manusia, setiap hari, setiap waktu kita melakukan interaksi kepada orang disekitar kita, hanya orang yang sudah meninggal yang tidak dapat melakukan interaksi tersebut. Dan menurut saya interaksi yang dapat membawa kita kepada kahidupan, impian dan cita-cita yang kita mau, karena kita adalah makhluk sosial yang akan selalu membutuhkan orang lain untuk membantu kita mewujudkan segala yang kita harapkan, dari hal itu dapat kita lihat interaksi begitu penting untuk kita.

  7. Julidar Yani says:

    Manusia adalah makhluk sosial, sejak dahulu manusia selalu hidup berkelompok untuk bertahan hidup baik berburu atau mempertahankan diri. Manusia tidak bisa hidup sendiri, mereka saling membutuhkan antara yang satu dan yang lain untuk mencapai tujuannya. Jika manusia itu hidup sendiri dan terkucilkan mungkin dia akan menjadi galau, atau bahkan dia akan bunuh diri (mungkin). Agar tercipta interaksi sosial yang baik, maka harus lah ada tenggang rasa agar tidak terjadi konflik antar manusia itu sendiri. Jika semua dilakukan dengan cinta kasih maka semua hal akan menjadi mudah, alangkah indahnya jika itu semua bisa terjadi, kita tidak usah khawatir lagi akan konflik dan peperangan yang selama ini terjadi di beberapa negara.

  8. Ellis Sumiyati says:

    Pada dasarnya tanpa kita sadari setiap kegiatan atau aktivitas yang kita lakukan selalu berhubungan dengan orang lain. Hubungan tersebut disebut dengan interaksi. Dari interaksi tersebut ada yang memberikan dampak atau pengaruh positif dan negatif untuk masung-masing individu.
    Menurut saya interaksi yang membawa dampak positif seperti teman atau saudara yang mengajak kita bersama-sama untuk pergi ke tempat ibadah, menyumbangkan sebagian harta kita untuk orang yang kurang mampu, dll.
    Sedangkan interaksi yang membawa dampak negatif seperti teman yang mengajarkan kita untuk menggunakan atau memakai narkoba, berzinah, dll.

  9. Denny Eka Saputro (201211147) says:

    Kerja Sama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
    contohnya :
    Aksi : Seorang pelatih sepak bola memberikan intruksi kepada para pemainnya.
    Reaksi : Para pemain menjalankan intruksi pelatih tersebut dengan baik.

    Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok – kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
    contohnya :
    Aksi : Karangtaruna ingin mengadakan perlombaan Adzan antar kampung, namun ada beberapa masalah yaitu salah satunya perbedaan pendapat tentang siapa jurinya.
    Reaksi : Diadakan musyawarah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

    Asimilasi adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
    contohnya :
    Aksi : Misal si A suka tarian Bali. Dan ia berteman baik dengan si B yang suka tarian tradisional Amerika Latin, mereka selalu berbagi ilmu tentang kesukaan tarian mereka masing-masing.
    Reaksi : Dengan mereka selalu berinteraksi mereka menciptakan tarian baru, gabungan antara tarian Bali dengan tarian Amerika Latin.

    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur – unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur – unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
    contohnya :
    Aksi : Orang Sunda pindah ke Jakarta dan orang itu hanya bisa berbahasa sunda.
    Reaksi : Selama dia tinggal di Jakarta dia mendengarkan orang-orang berbahasa Indonesia, sehingga dia dapat berbicara bahasa Indonesia tanpa melupakan bahasa Sunda dia.

  10. Rafa Putri Oktavia (201212113) says:

    Rafa Putri Oktavia
    201212113

    Akomodasi
    Aksi : KDRT yang dilakukan suami terhadap istrinya
    Reaksi : Istrinya meminta bantuan pengacara untuk membantu mencari solusinya
    Akulturasi
    Aksi : Di Masjid diadakan Maulid Nabi
    Reaksi : Banyak masyarakat terutama umat islam yang berpartisipasi atas acara tersebut
    Kerja Sama
    Aksi : Ketua RT mengadakan kerja bakti
    Reaksi : Warga sekitar ikut berpartisipasi
    Asimilasi
    Aksi : Orang barat yang tinggal di Indonesia memperkenalkan kebudayaannya, begitupun sebaliknya.
    Reaksi : Saling mempelajari kebudaan masing-masing

    Persaingan
    Aksi : Antar operator handphone
    Reaksi : Orang-orang lebih memilih mana yang lebih murah
    Kontravensi
    Aksi : Penyebaran isu video porno antara si A dan si B
    Reaksi : Banyak masyarakat yang membicarakan/menjadi buah bibir masyarakat
    Konflik
    Aksi : menolak kenaikan BBM
    Reaksi : Banyak masyarakat yang berdemo

  11. Lutfatul hasanah says:

    lutfatul hasanah
    201212144
    INTERAKSI BERSIFAT ASOSIATIF
    1. Kerjasama adalah suatu usaha bersama antara dua orang atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama
    Contoh: pada saat mitting dikantor manajer menyuruh karyawan untuk mengerjakan proposal
    aksi manajer menyuruh karyawan
    reaksi karyawan mengerjakan proposal
    2. Assimilasi:ketika keluarga Indonesia tinggal di inggris mereka akan menggunakan bahasa inggris dalam kehidupan mereka pasa saat berbicara kepada tetangga mereka,atau rekan kerja mereka.
    3. Alkulturasi: ketika makanan dari barat seperti pizza,humburger,dll datang ke Indonesia tapi masih banyak makanan Indonesia yang masih di gemari missal,nasi uduk ,gado-gado dll.

    Interaksi bersifat disosiatif
    1. persaingan adalah salah satu bentuk interaksi sosial yang melibatkan individu atau kelompok dalam mencapai keuntungan dan tujuan.
    Contoh : persaingan antara dua perusahaan untuk menarik konsumenya.
    2. Kontravensi adalah bentuk proses sosiial yang berada diantara persaaingan dan pertentangan konflik.
    Contoh: pada saat merancang acara 17 agustus pasti ada senior dan junior dan mereka berselisih paham tentang acara tersebut.
    3. Konflik:pada saat pertandingan sepak bola tim yang mengalami kekalahan pasti akan kecewa dan biasanya mereka yang kecewa akan mengajak berkelahi tim yang menang

  12. Mersinta says:

    Nama : Mersinta

    NIM :201212099

    Sosiologi seksi 20

    Interaksi social:

    Kerja sama merupakan bentuk utama dari proses interaksi sosial, karena padadasarnya orang atau kelompok melaksanakan interaksi sosial dalam rangka memenuhikepentingan bersama.Contohnya pada masyarakat pedesaan yang umumnya saling kerjasama untuk kepentingan bersama/sifatnya massal, seperti memperbaiki bendungan perairan, membangun jembatan dll.

    Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan. Di lihat dari pengertian tersebut, kita bisa mengambil contoh bahwa musyawarah adalah salah satu bentuk budaya dalam meredakan pertentangan. Memang pertentangan itu suatu hal yang wajar dalam lingkungan sosial tapi masalahnya bagaimana menyelesaikan pertantangan itu? Oleh sebab itu, ada nya musyawarah untuk meredakan pertentangan tersebut. Mendengarkan dan menggabungkan pendapat yang berbeda dalam bermusyawarah bisa menghasilkan suatu kesepakan yang mufakat. Di Indonesia sendiri, musyawarah sudah menjadi tradisi untuk menyelesaikan masalah, khususnya di lingkungan masyarakat.

    Asimilasi adalah proses yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intesif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran. contohnya ketika sebuah keluarga Indonesia pindah ke Amerika. Walaupun mereka masih berbicara Indonesia pada tiap anggota keluarga namun mau tidak mau mereka pun harus menyesuaikan bahasa di lingkungan baru mereka, yaitu bahasa Inggris. Mungkin beberapa dari mereka menjadi lancar berbahasa Inggris, begitu juga nantinya turunan mereka menjadi billingual dan kemungkinan puluhan taun kemudian ketika mereka sudah mendiami tempatnya begitu lama, lambat laun mereka pun akan semakin jarang berbicara bahasa asli mereka.

    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur – unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur – unsur asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri. contohnya di Indonesia, banyak sekali budaya barat masuk dan ada sebagian diterima namun ada juga beberapa yang tidak diterima karena tidak cocok dengan tradisi adat ketimuran kita. Contoh beberapa makanan barat yang masuk ke Indonesia, ada pizza, fried chicken, humburger, spaghetti dan lain lain. Meskipun begitu banyak restaurant cepat saji atau fast food yang berlebel dari barat namun masih banyak juga rumah rumah makan khas Indonesia yang tentunya menyajikan berbagai masakan Indonesia, seperti rumah makan padang, jawa, sunda dan lainya. Ini menunjukan bahwa memang ada terjadinya akulturasi di Indonesia namun itu tidak mengakibatkan budaya kita sendiri luntur. Budaya kita masih dan akan tetap ada walaupun diserbu beberapa budaya asing yang datang.

    Persaingan adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.contohnya persaingan partai politik mereka bersaing agar di pilih oleh masyarakat, terkadang dari persaingan juga timbul rasa tidak suka sehingga menimbulkan konflik.

    Kontravensi adalah sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan suatu golongan tertentu. Sikap tersembunyi ini bisa berubah menjadi kebencian, akan tetapi tidak menjadi sebuah pertentangan atau konflik. Contoh sikap kita terhadap orang yang tidak disukai, sikap terhadap guru yang tidak disenangi, atau sikap kita terhadap program pemerintah yang tidak sesuai dengan keinginan.

    Pertentangan atau konflik dapat terjadi karena adanya perbedaan paham dan perbedaan kepentingan yang sangat mendasar sehingga menimbulkan jurang pemisah yang mengganggu proses interaksi sosial. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :

    1. adanya perbedaan pendapat mengenai suatu hal yang bersifat mendasar,
    2. adanya benturan kepentingan mengenai suatu objek yang sama, dan
    3. adanya perbedaan sistem nilai dan sistem norma yang dianut.

    Wujud pertentangan atau konflik dapat berbentuk :

    1. konflik antar pribadi, yakni suatu pertentangan yang bersifat perseorangan,
    2. konflik anta kelompok, yakni pertentangan yang terjadi antara dua kelompok,
    3. konflik peranan, yakni suatu pertentangan yang terjadi akibat seseorang atau sekelompok orang berperilaku tidak sama dengan peran seharusnya,
    4. konflik status, yakni suatu pertentangan yang terjadi sebagai akibat dari adanya perbedaan status atau kedudukan dalam masyarakat,
    5. konflik kebudayaan, yakni suatu pertentangan yang terjadi sebagai suatu akibat dari perbedaan kebudayaan

  13. saji says:

    interaksi sosoal :
    Nama : saji
    NIM : 201111029
    interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi, sugesti, simpati, identifikasi dan empati.

    1. Imitasi merupakan suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang.
    2. Sugesti merupakan rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga ia melaksanakan apa yang disugestikan tanpa berfikir rasional.
    3. Simpati merupakan suatu sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain karena penampilan,kebijaksanaan atau pola pikirnya sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.
    4. Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya)
    5. Empati merupakan proses ikut serta merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain. Proses empati biasanya ikut serta merasakan penderitaan orang lain.

    Jika proses interaksi sosial tidak terjadi secara maksimal akan menyebabkan terjadinya kehidupan yang terasing. Faktor yang menyebabkan kehidupan terasing misalnya sengaja dikucilkan dari lingkungannya, mengalami cacat, pengaruh perbedaan ras dan perbedaan budaya.

    Read more: INTERAKSI SOSIAL >> Pengertian Interaksi Sosial

  14. saji says:

    interaksi sosoal :
    Nama : saji
    NIM : 201111029
    interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi, sugesti, simpati, identifikasi dan empati.

    1. Imitasi merupakan suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang.
    2. Sugesti merupakan rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga ia melaksanakan apa yang disugestikan tanpa berfikir rasional.
    3. Simpati merupakan suatu sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain karena penampilan,kebijaksanaan atau pola pikirnya sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.
    4. Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya)
    5. Empati merupakan proses ikut serta merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain. Proses empati biasanya ikut serta merasakan penderitaan orang lain.

    Jika proses interaksi sosial tidak terjadi secara maksimal akan menyebabkan terjadinya kehidupan yang terasing. Faktor yang menyebabkan kehidupan terasing misalnya sengaja dikucilkan dari lingkungannya, mengalami cacat, pengaruh perbedaan ras dan perbedaan budaya.

  15. Daniel Hadi (2011-12-039) says:

    Contoh Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif
    1. Persaingan
    Ajang pencarian bakat di stasiun TV, mereka bersaing berusaha menjadi yang terbaik agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.
    2. Kontravensi
    Partai Oposisi terhadap pemerintah yang bertentangan pendapat dan kebijakan.
    3. Konflik
    Tawuran antar pelajar, antar desa yang dipicu persoalan-persoalan tertentu.

  16. desti prawesti says:

    Nama : Desti Prawesti
    NIM : 2012-12-087
    Tugas Interaksi Sosial

    Bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif
    1. Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang-perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
    Contohnya sekelompok mahasiswa yang bergabung untuk membuat acara penggalangan dana bagi korban banjir. Dari acara penggalangan dana bisa kita jadikan sebagai salah satu contoh kerja sama, karena para mhasiswa tersebut bekerja sama demi terkumpulnya dana yang akan disumbangkan ke korban banjir. Atau contoh lainnya, sekelompok warga yang bersama-sama melakukan kerja bakti demi kebersihan desa.
    2. Akomodasi adalah proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
    Contohnya terjadi penggusuran rumah warga di bantaran kali oleh pihak kepolisian dan akibatnya terjadi pertengkaran antara warga dan pihak kepolisian, maka perlu dilakukan suatu musyawarah oleh pihak pemerintah setempat agar masalah bisa diselesaikan.
    3. Asimilasi adalah proses yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda saling bergaul secara intensif dalam waktu yang lama sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah membentuk suatu kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
    Contohnya suami istri asal Inggris menetap di daerah Yogyakarta, pasangan tersebut dan warga setempat saling bergaul dan saling berinteraksi, lambat laun pun pasangan tersebut mengikuti dan memahami kebudayaan Yogyakarta dan warga setempat pun juga memahami kebudayaan Inggris yang dibawa pasangan tersebut. Mereka saling menyesuaikan diri dan akhirnya kebudayaan mereka pun membaur menjadi suatu kebudayaan campuran.
    4. Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur – unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur – unsur asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
    Contoh akulturasi yang di Indonesia ini, banyak sekali budaya barat masuk dan ada sebagian diterima namun ada juga beberapa yang tidak diterima karena tidak cocok dengan tradisi adat ketimuran kita. Tarulah contoh beberapa makanan barat yang masuk ke Indonesia, ada pizza, fried chicken, humburger, spaghetti dan lain lain. Meskipun begitu banyak restaurant cepat saji atau fast food yang berlebel dari barat namun masih banyak juga rumah rumah makan khas Indonesia yang tentunya menyajikan berbagai masakan Indonesia, seperti rumah makan padang, jawa, sunda dan lainya. Ini menunjukan bahwa memang ada terjadinya akulturasi di Indonesia namun itu tidak mengakibatkan budaya kita sendiri luntur. Budaya kita masih dan akan tetap ada walaupun diserbu beberapa budaya asing yang datang.

    Bentuk interaksi sosial yang bersifat disosiatif
    1. Persaingan adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.
    Contohnya dalam suatu ajang pencarian bakat para kontestan saling bersaing untuk menjadi yang terbaik dan menjadi pemenang.
    2. Kontravensi adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang – terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur – unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.
    Contoh kontravensi sederhana, seperti fitnah dan pencemaran nama baik orang atau kelompok. Contoh kontravensi intensif, seperti penghasutan dan penyebaran desas desus.
    3. Konflik adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.
    Contoh :
    ─ Konflik Vietnam berubah menjadi perang.
    ─ Konflik Timur Tengah merupakan contoh konflik yang tidak terkontrol, sehingga timbul kekerasan. hal ini dapat dilihat dalam konflik Israel dan Palestina.
    ─ Konflik Katolik-Protestan di Irlandia Utara memberikan contoh konflik bersejarah lainnya.
    ─ Banyak konflik yang terjadi karena perbedaan ras dan etnis

  17. agus.setiawan says:

    INTERAKSI SOSIAL,ya semua manusia harus saling berhubungan.antara satu dengan yang lain saling ketergantungan.manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Saling membantu,saling mengisi satu sama lain.

  18. jesika says:

    Pengertian Interkasi sosial menurut beberapa ahli , interaksi adalah hubungan timbal balik anatara dua orang atau lebih, dan masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak yang terlibat melainkan terjadi saling mempengaruhi.
    Jika proses interaksi sosial tidak terjadi secara maksimal akan menyebabkan terjadinya kehidupan yang terasing. Faktor yang menyebabkan kehidupan terasing misalnya sengaja dikucilkan dari lingkungannya, mengalami cacat, pengaruh perbedaan ras dan perbedaan budaya.

  19. Ella Saputri says:

    Interaksi sosial itu dapat dikatakan seperti silaturahmi yang sangat dan sangat dibutuhkan dalam kehidupam, karna dengan interaksi sosial kita bisa saling berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.
    dengan saling berinteraksi antar 1 individu dengan individu lainnya, setidaknya hal tersebut dapat mencegah adanya kesalah pahaman . ^_^

    beberapa contoh check
    Little Skyscraper >> http://ellas.student.esaunggul.ac.id/2013/03/08/interaksi-sosial/

  20. dewi fatma sari says:

    Faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial meliputi 5 (lima) factor yaitu:
    1. Imitasi adalah interaksi sosial yang didasari oleh faktor meniru orang lain. Contoh anak gadis yang meniru menggunakan jilbab sebagaimana ibunya memakai.
    2. Sugesti adalah interaksi sosial yang didasari oleh adanya pengaruh. Biasa terjadi dari yang tua ke yang muda, dokter ke pasien, guru ke murid atau yang kuat ke yang lemah. Atau bisa juga dipengaruhi karena iklan.
    3. Indentifikasi adalah interaksi sosial yang didasari oleh faktor adanya individu yang mengindentikkan (menyadi sama) dengan pihak yang lain. Contoh menyamakan kebiasaan pemain sepakbola idolanya.
    4. Simpati adalah interaksi sosial yang didasari oleh foktor rasa tertarik atau kagum pada orang lain.
    5. Empati adalah interaksi sosial yang disasari oleh faktor dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, lebih dari simpati. Contoh tindakan membantu korban bencana alam.

  21. siti choirunnisa says:

    interaksi sosial sangat penting bagi setiap manusia untuk menjalankan hidupnya agar setiap individu dapat saling berhubungan saru sama lain agar dapat menjalani kehidupan dengan baik. interaksi tak selalu bersifat positif interaksi juga dapat bersifat negatif apabila kita berinteraksi dengan individu yang salah akan membawa kita ke jalan yang salah sepeti membolos karena pengaruh teman.

  22. Wahyu Wijayanto says:

    Interaksi sosial itu adalah seperti dikatakan umumnya yaitu dengan adanya hubungan timbal balik antara individu dengan individu lainnya. dimana kita sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri sehingga untuk memenuhi kebutuhannya itu kita harus berinteraksi dengan makhluk sosial lainnya. dimana bertujuan untuk mencapai apa yang kita inginkan. interaksi sosial juga mengajarkan kita bagaimana memberanikan diriuntuk berkomunikasi dengan lainnya agar apa yang kita mau dapat tercapai, baik kebutuhan individu maupun kelompok

  23. Syarifah Zulfawati says:

    Interaksi Sosial bagi manusia sangatlah penting karena manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya hubungan sosial dengan orang lain, jadi dalam berhubungan sosial seseorang dengan orang lain harus terjalin dengan baik untuk tercapainya suatu tujuan timbal balik yang baik… (-;

  24. Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk sosial. Hampir setiap saat manusia saling berinteraksi, baik antar individu, individu dengan kelompok, atau antar kelompok. Contohnya di lingkungan kampus, kita pasti berinteraksi dengan teman, dosen, bahkan penjual di kantin. Tujuannya agar kita saling berhubungan dan mendapatkan timbal balik yang baik karena manusia hidup itu saling membutuhkan satu sama lainnya.

  25. muhammad Riyaldi says:

    interaksi sosial itu dimana seseorang bertemu masyarakat yang lain sihingga bisa melakukan pembicaraan yang sangat serius sehingga interaksi sosial mengajarkan kita bagaimana bisa berbicara didepan orang banyak untuk tercapainya kerukuanan didalam masyarakat luas.

  26. suci Rachmadhanti says:

    interaksi sosial adalah pada saat manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia.
    Contoh yang berikutnya adalah bagaimana individu berinteraksi dengan kelompok. Ketika kepala sekolah berpidato didepan para siswanya maka kita dapat menyebutnya sebagai hubungan interaksi indovidu dengan kelompok .

  27. Eka Suhardiman (2012 - 12 - 051) says:

    Interaksi sosial adalah pola sosialisasi antar mahluk hidup yang satu dengan yang lainnya sehingga setiap manusia dapat memahami satu sama lain, bener ga pak? :-)

  28. interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial karena tanpa interaksi sosial, tak akan mungkin ada kehidupan bersama . bener engga pak ? :D

  29. Putri Widyastuti says:

    interaksi sosial selalu melekat dalam keseharian manusia ,dalam berbagai aspek kehidupan manusia melakukan interaksi sosial dan selalu menjadi prioritas ,jadi melangkah lah dengan bijak dan gunakanlah kesempatan dengan sebaik mungkin. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>