Jawaban Tugas On-Line Rencana-Usaha

Silahkan masukkan jawaban anda dibawah ini:

Business Graphs and Charts

This entry was posted in Kewirausahaan. Bookmark the permalink.

35 Responses to Jawaban Tugas On-Line Rencana-Usaha

  1. desi says:

    tugas kuliah online nih…kreatif banget deh..selamat dan sukses

    usaha sampingan

  2. Suci Rahayu says:

    Nama : Suci Rahayu
    Nim : 201166120
    Fakultas : Fisioterapi

    Perencanaan bisnis yang saya buat ini tentang bisnis penjualan/penyewaan tanaman hias.

    A. Pendahuluan
    1. Latar belakang
    Pesona tanaman hias seolah-olah tak pernah redup. Setiap saat selalu ada jenis tanaman yang menjadi primadona. Ibarat dunia mode, selalu saja muncul tanaman-tanaman baru, menggantikan tanaman lama yang trennya mulai memudar. Meskipun demikian, tetap saja masing-masing tanaman memiliki penggemar setia.
    Tren tanaman hias yang terus berkibar ini tentunya memunculkan peluang bisnis yang cerah. Apalagi, tanaman hias termasuk komoditas hobi yang pasti banyak diburu orang dan kadang-kadang tanpa memperdulikan harganya.
    Bisnis penyewaan tanaman hias memang tidak pernah sepi, bahkan akhir-akhir ini cenderung semakin ramai. Kehadiran tanaman diruangan public memang semakin dibutuhkan. Hal ini karena kepedulian masyarakat terhadap keindahan dan kenyamanan semakin meningkat.

    2. Pasar dan pelanggan yang menjadi sasaran
    Penyewa tanaman hias saya adalah gedung-gedung perkantoran, apartemen, rumah sakit, event organization pesta-pesta pernikahan, ulang tahun atau acara-acara pesta lainnya.

    3. Trend pertumbuhan bisnis
    Pasar dalam bisnis ini dapat berkembang dengan pesat. Hal ini karena menyewa tanaman hias menjadi pilihan bagi para pengelolah gedung untuk dapat menghadirkan tanaman yang selalu tampil baik. Cara ini dinilai lebih praktis, karena mereka tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli tanaman. Selain itu, mereka tidak perlu repot merawat tanaman tersebut.

    4. Lokasi
    Saya memulai usahanya dengan mendirikan nursery atau show room yang berlokasi dipinggir jalan raya. Sehingga konsumen bisnisnya tidak hanya dari kalangan pemilik gedung saja tetapi dari orang-orang yang menyukai tanaman hias.

    5. Karakteristik produk
    Memelihara tanaman tidak boleh sembarangan. Beberapa sifat tanaman bias menjadi acuan bagaimana memperlakukan tanaman itu. Tanaman yang peka terhadap sinar matahari, cenderung menyukai air, serta menyukai tempat yang lembab.
    Diperlukan pengaturan dan penataan penempatan tanaman sesuai dengan sifat dari tanaman itu sendiri. Maka perlu diperhatikan tentang :
    a. Pencahayaan
    Ada tanaman-tanaman hias tertentu yang hanya memerlukan cahaya matahari tidak lebih dari 50%. Jika demikian maka diletakan didalam rumah. Sebenarnya akan lebih baik ditempatkan diluar ruangan, tetapi menggunakan paranet.
    b. Kelembaban
    Tanaman-tanaman yang memerlukan kelembaban tinggi caranya dengan menyiram air setiap hari, air tidak boleh menggenang dipot karena akan menyebabkan kebusukan batang dan akar tanaman.
    c. Sirkulasi Udara
    Sirkulasi udara menentukan pertumbuhan dan penampilan tanaman. Dapat diatasi dengan penggunaan kipas angina atau ruangan ber ac mulai pukul 08.00-16.00. Selain itu, penempatan tanaman sebaiknya juga tidak terlalu berhimpitan.
    d. Repotting/penggantian pot jika tanaman semakin membesar
    e. Penanggulangan hama dan penyakit

    6. Penentuan Harga
    Harga tanaman hias biasanya berdasarkan kualitas tanaman yang dimiliki, bentuk, dan trend yang sedang berlangsung. Komponen – komponen yang perlu diperhatikan adalah modal pembelian, biaya perawatan, dan keuntungan yang diharapkan.

    7. Distribusi dan Promosi
    Dalam usaha tanaman hias ini beberapa metode promosi yang bias dilakukan :
    a. Pameran
    Sebagai ajang promosi. Saat pameran membawa tanaman-tanaman yang berkualitas, sehingga cepet laku dan membentuk citra yang baik pada konsumen
    b. Kontes
    Tujuannya menciptakan image dikalangan pemain dan konsumen dalam menampilkan barang unggulan. Nilai plus yang didapat jika bias memenangi kontes adalah harga jual barang akan meningkat dan pamor didunia tanaman hias akan semakin dikenal.
    c. Pemasangan Iklan
    Pemasangan promosi dapat dilakukan seperti :
    - Media cetak, seperti Koran, majalah, tabloid.
    - Media elektronik, seperti televise, internet dan radio
    - Mencetak brosur
    - Memasang spanduk

    d. Mouth to mouth
    Merupakan promosi yang sederhana dan murah.
    e. Menjalin Relasi
    Relasi bias didapat dengan cara mengikuti persatuan atau organisasi tanaman hias.

    8. Rencana Keuangan
    Analisis usaha dibuat dengan asumsi sebagai berikut :
    - Menggunakan pekerja sebanyak 1 orang dengan gaji Rp 300.000/bulan
    - Luas lahan 100 m² merupakan lahan sewa selama 2 tahun
    - Harga tanaman Rp 20.000 – Rp 500.000
    - Masa pakai peralatan 3 tahun
    - Masa pakai saung 5 tahun
    - Tingkat penjualan stabil dengan risiko tanaman mati 5%
    a. Biaya Investasi
    Sewa tanah 2 tahun Rp 24.000.000
    Pembuatan gerai Rp 5.000.000
    Peralatan (sprayer,selang dll) Rp 2.000.000
    ——————–+
    Jumlah investasi Rp 31.000.000

    b. Pengeluaran per Bulan
    1. Biaya Operasional
    Pembelian tanaman Rp 9.400.000
    Biaya perawatan (media tanam,pupuk,insektisida) Rp 500.000
    Biaya pegawai 3 orang Rp 900.000
    Biaya listrik,air dan telp Rp 300.000
    ——————-+
    Jumlah Rp 11.100.000

    2. Biaya penyusutan
    Gerai 1/60 x Rp 5.000.000 Rp 83.400
    Sewa tanah 1/24 x Rp 24.000.000 Rp 1.000.000
    Peralatan 1/36 x Rp 2.000.000 Rp 55.600
    ——————+
    Jumlah Rp 1.139.000

    3. Total penyusutan (Operasional + Penyusutan)
    Rp12.239.000

    c. Pendapatan
    Pendapatan rata-rata perbulan diperkirakan sebesar Rp 15.000.000

    d. Keuntungan
    Keuntungan = Pendapatan – Pengeluaran
    = Rp 15.000.000- Rp 12.239.000
    = Rp 2.761.000

    e. Pay Back Period (PBP)
    PBP = (Jumlah Investasi : Keuntungan ) X 1 bulan
    = (Rp 31.000.000 : Rp2.761.000) X 1 bulan
    = 11,2 bulan

    B. Pengorganisasian
    Bisnis penjualan/penyewaan tanaman hias ini merupakan kerja sama antara beberapa orang yang saling membantu satu sama lain dan tidak terpaku pada kedudukannya didalam bisnis ini.
    Dalam masalah pendapatan pun masih disama ratakan karena menimbang kinerja yang dilakukan masih bersam-sama, belum benar-benar terfokus pada posisi yang diberikan pada saat awal pembentukan.
    Bagan berikut ini menunjukan struktur dari penjualan/penyewaan tanaman hias :

    1. Direktur pelaksana merangkap pemilik

    2.Bagian pengadaan 3. Bagian perawatan 4. Bagian marketing
    barang usaha tanaman

    Keterangan :
    1. Direktur pelaksana merangkap pemilik, tugasnya adalah :
    a. Merencanakan usaha
    b. Membuat anggaran dana dan membukukannya
    c. Terjun langsung dalam memilih kualitas tanaman hias
    d. Memantau semua kegiatan usaha
    2. Bagian pengadaan barang usaha, tugasnya :
    a. Pengadan pot plastic
    b. Pengadan media tanam
    c. Pengadan pupuk
    d. Pengadaan Semprotan (jet spray)
    3. Bagian perawatan tanaman, tugasnya :
    a. Penyiraman
    b. Pemupukan
    c. Pemangkasan
    d. Repotting/pemindahan tanaman kepot yg lebih besar dengan media baru karena tanaman sudah bertambah besar.
    e. Penanggulangan hama dan penyakit

    4. Bagian marketing, tugasnya :
    a. Melakukan promosi baik melalui media cetak ataupun media elektronik
    b. Membantu kerja bagian pengadaan barang dan bagian perawatan demikian juga sebaliknya. Jika mengalami kesulitan dalam bekerja harus saling membantu demi keberlangsungan bisnis penjualan/penyewaan tanaman hias.

    C. Pelaksanaan
    Pelaksanaan bisnis penjualan/penyewaan tanaman hias ini disesuaikan dengan rencana yang sudah dibuat. Kalau pun ada perubahan diharapkan ke arah yang lebih baik. Jika ada hambatan, saya harus mampu mengambil keputusan yang tepat demi kelancaran usaha.

    D. Pengendalian
    Kebijakan yang saya ambil dalam menangani masalah yaitu dengan cepat dan jujur untuk menemukan kejadian yang dapat berakibat buruk selama menjalankan usaha penjualan/penyewaan tanaman hias.
    Beberapa resiko yang mesti diantisipasi terhadap pendapatan penjualan yaitu :
    1. Tanaman mati penanganannya perlunya pengetahuan perawatan yang benar, bias melalui buku atau belajar dari para ahli.
    2. Pencurian bias terjadi pada semua usaha berbentuk barang. Untuk menghindarinya bisa dengan adanya hewan penjaga disekitar lokasi usaha.
    3. Barang tidak laku dan harga pasaran jatuh, untuk mengatasi hal ini mengingat tren tanaman hias berganti maka kita harus mampu membaca situasi pasar dan keinginan konsumen. Untuk itu tanaman hias segaja disimpan untuk diperbanyak dan baru dijual saat harganya melambung tinggi.

  3. THE HENDRA GUNAWAN ( 2009-12-115 ) says:

    SELAMAT SORE PAK…
    MAAF BOLEH MINTA PETUNJUK UNTUK TUGAS OL INI PAK..
    KARENA WAKTU PERTEMUAN TERAKHIR SAYA TIDAK MASUK ( ACARA LIBURAN KANTOR KE BALI)
    TERIMA KASIH SEBELUMNYA

    • darmansyah says:

      coba lihat materi di Hybrid dan ikuti petunjuk yg saya berikan pada tugas OL tsb, buat seperti item yg diminta

  4. dwi wiratno says:

    Nama : dwi wiratno
    Nim : 2009-11-146
    Fakultas : Ekonomi

    Latar Belakang dan Pengertian Distro
    Kata “distro” merupakan singkatan dari distribution store atau distribution outlet yang berfungsi menerima titipan dari berbagai macam merek clothing company local yang memproduksi sendiri produknya. Dikarenakan belum mempunyai tempat pemasaran sendiri atau ingin memperluas pemasarannya, clothing company ini akrab disebut dengan distro. Bila ditanya siapa pelopor berdirinya clothing company dan distro, pasti sulit mencari jawaban yang pasti karena semua berawal dari usaha kecil dengan gaya promosi dari mulut ke mulut. Adapun clothing company adalah produsen yang memproduksi sendiri semua produk mereka dengan label sendiri pula. Sebuah clothing bisa memiliki toko sendiri atau hanya sekadar menitipkan produk mereka ke distro. Kehadiran sejumlah distro dapat dibilang sudah
    menjadi sebuah fenomena. Hal ini membuat para pelaku distro tidak lagi dipandang sebelah mata, dan juga sudah menjadi sebuah industri, bukan lagi sebuah usaha kecil-kecilan.
    C. Perencanaan bisnis distro
    Untuk membuka bisnis distro ada beberapa konsep yang harus di pahami, dan konsep tersebut akan menjadi dasar dari distro yang akan kita tempuh untuk berikutnya. Dengan adanya konsep maka karakteristik dan aliranpun akan terbentuk dengan sendirinya, mulai dari desain, tempat hingga pasar. Kamu bisa mengusung konsep idealis, semi idealis atau kosep yang mengikuti mode dan permintaan pasar.
    1 Konsep idealis biasanya mengusung aliran musik atau komunitas tertentu. Kelebihan mengusung konsep ini adalah konsumen dan pembeli sangat loyal, cukup dengan promosi dari mulut ke mulut atau pendekatan langsung pada komunitas pun sudah cukup. Namun kelemahannya adalah kita membatasi segmen pasar tujuan kita khusus pada satu komunitas atau aliran tertentu.
    2 Konsep semi idealis ini biasanya mengusung konsep aliran atau komunitas, namun tidak dibatasi pada aliran dan komunitas tertentu dan disajikan tidak begitu ekstrim, sederhana namun tetap memiliki pesan-pesan komunitas atau aliran.
    3 Konsep yang ketiga inilah yang banyak di usung oleh distro-distro pada umumnya,Karena konsep ini sangat fleksibel dan cenderung berubah-ubah mengikuti perubahan mode. Bahkan tidak sedikit yang latah, ikut-ikutan, bahkan mencontek konsep desain distro lain ( Produk distro dan clothing )
    D. Memulai Bisnis Distro
    1 Modal

    Jika anda mempunyai modal besar, anda dapat membuka bisnis distro dengan memproduksi kaos sendiri atau clothing company dan menjualnya ke pasaran. Tapi jika anda seorang Mahasiswa yang belum memiliki cukup modal, anda bisa menjadi distributor kaos maupun aksesori lainnya.

    2 Produk

    Maksudnya adalah kita harus mengkaji dulu produk apa saja dan seperti apa yang akan kita jual, baik dari jenis, kualitas, dan merek produk yang akan kita jual. Karena merek suatu produk ternama lebih bergengsi dan lebih daripada produk merek biasa walaupun dengan kualitas lebih baik. Dianjurkan tidak mencampur produk-produk clothing ternama dengan yang biasa. Karena akan mempengaruhi image usaha distro anda dan kepercayaan konsumen ( kalaupun anda hendak menjual beberapa produk yang kualitas dan harga mencolok pisahkan rak display berjauhan ).
    3 Price (harga)

    Setelah tau produk apa aja dan kualitas seperti apa yang akan kita jual, maka selanjutnya kita bisa menentukan kira-kira berapa harga produk yang akan kita jual dan berapa estimasi keuntungannya. Harga sangat berpengaruh dalam bisnis ini, karena bisnis distro sudah banyak yang menjalani, apabila harga yang kita berikan kurang mampu bersaing dengan pasaran maka konsumen akan mencari produk/merek lain dengan harga yang lebih terjangkau.
    4 Place (tempat)

    Setelah menganalisis kualitas dan menentukan harga baru kita bisa menimbang-nimbang untuk menentukan tempat penjualan. Mengapa demikian? Karena jika kita menentukan harga kaos dengan harga Rp. 80000 maka kita harus mencari tempat yang lokasinya strategis atau tempat yang sering dikunjungi konsumen pada tinggkat ekonomi menengah ke atas. Dan sebaliknya jika menjual produk dengan harga murah di tempat yang sering di kunjungi oleh konsumen tingkat ekonomi ke atas maka produk kita bukannya akan laku keras melainkan akan di anggap murahan, kecuali pada saat diskon. Usahakanlah untuk mencari lokasi yang dekat dengan permukiman anak muda seperti daerah kos-kosan atau dekat kampus dan sekolah SMA. Namun, jika punya modal lebih, sangat dianjurkan untuk menyewa sebuah outlet yang eye catching di dekat lokasi keramaian.

    5 Promosi

    Setelah analisis kualitas produk, harga dan tempat penjualan maka kita akan tau cara berpromosi dan ke segmen pasar dan kalangan mana saja produk kita akan di promosikan yang nantinya akan di jual. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mempromosikan distro yang sedang kita jalani, antara lain : memasang pamflet di tempat ramai, menyebarkan brosur, memasang spanduk di perempatan jalan, bisa juga dari mulut ke mulut.
    yang perlu diperhatikan dalam menjalankan bisnis distro :
    - Nama dan Logo distro juga harus sesuai konsep, bila perlu datangkan designer untuk
    untuk membuat logo distro.
    - Jika kita sebagai distributor, tentukan merek produk,kualitas, dan harga yang dapat
    bersaing dengan kompetitor.
    - Sesuaikan produk yang kita jual dengan konsep dasar yang telah dipilih.
    - Usahakan untuk mengikuti Pameran atau Expo yang biasanya rutin diselenggarakan,
    dengan ikut serta, nama distro kita akan lebih ternama.
    - Usahakan untuk selalu memutar barang yang kita jual, dengan stock yang kita miliki.
    Sehingga distro tidak terlihat membosankan.
    *) Berikut rincian mengenai perhitungan laba rugi bisnis distro.
    Pengeluaran tambahan
    - Dekorasi distro (musik, hiasan/properti, dll) Rp. 1.000.000,00
    - Promosi Rp. 500.000,00
    Pengeluaran Pokok (per bulan)
    - Sewa Tempat Rp. 300.000,00
    - Membeli Produk
    - Kaos (@ + Rp. 50.000,00)* 50 buah Rp. 2.500.000,00
    - Celana (@ + Rp. 100.000,00)* 25 buah Rp. 2.500.000,00
    - Aksesoris (gelang, pearcing, topi, tas, sepatu, dll) Rp. 2.500.000,00
    - Biaya Listrik Rp. 75.000,00
    +
    RP. 9.375.000,00
    Pendapatan Pokok (per bulan)
    - Penjualan Produk
    - Kaos (@ + Rp. 80.000,00)* 50 buah Rp. 4.000.000,00
    - Celana (@ + Rp. 150.000,00)* 25 buah Rp. 3.750.000,00
    - Aksesoris Rp. 3.500.000,00
    +
    RP. 10.750.000,00
    Keuntungan (dengn pengeluaran tambahan) 10.750.000 – 9.375.000 = Rp. 1.375.000,00
    Keuntungan Pokok (per bulan) 10.750.000 – 7.875.000 = Rp. 2.875.000,00
    * = merek umum/biasa

  5. rizki noviani says:

    pak saya rizki nov 2010-52-136 sudah kirim tugas ke 5 ini di Hybrid langsung .. tidak di blog ini karna world document

  6. megawati ap says:

    Nama : Megawati AP

    NIM : 201166134

    Jurusan : Fisioterapi

    A. Judul Usaha : “ Mini Bioskop ”

    B. Rasional Kegiatan

    Bisnis “ Mini Bioskop ” yang ingin kami dirikan ini adalah sebuah jenis usaha kecil khususnya tempat rental DVD dan bioskop mini , dengan desain kami sendiri. Alasan kami memilih usaha tersebut karena sebagai berikut:

    Isu soal pemberian pajak pada film import yang memiliki imbas bahwa, film-film Hollywood terancam tidak bisa dinikmati lagi di jaringan Cineplex bioskop lokal di Indonesia. Wacana tersebut sangat mengundang kontroversi di masyarakat, bahkan banyak masyarakat yang merasa kecewa jika kebijakan tersebut akan dilaksanakan.

    Dengan demikian kami melihat sangat besar antusias atau tingkat minat masyarakat terhadap perfileman dan juga bisnis bioskop di Indonesia. Selain itu, alternatif menonton film di DVD player mungkin tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah atau memberikan kepuasan yang maksimal kepada penikmat film. sehingga menurut kami, Indonesia merupakan pasar yang besar untuk menjalan kan bisnis “ mini bioskop “ ini. Dimana menonton film di bioskop itu sudah biasa, jadi para penikmat film saat ini memerlukan suasana yang baru dalam menonton film-film kesukaannya tetapi dengan kualitas bioskop, sound yang prima dan seperti milik pribadi. Dan kami juga memberikan fasilitas kepada konsumen secara leluasa dapat memilih film yang akan ditontonnya sehingga dapat menikmati cara menonton dengan sensasi yang berbeda.

    C. Tujuan Kegiatan:

    - Untuk memperoleh penghasilan yang dapat kami gunakan untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari.

    - Untuk belajar mengaplikan apa yang kami dapatkan dari perkuliahan kewirausahaan

    tentang bisnis.

    - Mengembangkan dan berinovasi dengan minat masyarakat yang penyuka filem.

    - Untuk menyalurkan hobi menonton dan memberikan inspirasi bagi perfilman Indonesia.

    Ringkasan Eksekutif (Executive Summary)

    Bioskop Rumah berasal dari bahasa Inggris yaitu Home Theater yang maksudnya adalah sebuah ruangan pada bagian rumah yang disetting agar memiliki karakteristik / sifat seperti bioskop. Di Indonesia istilah ini mulai berkembang pada tahun 90-an. Lahirnya bioskop rumah ini adalah keinginan beberapa para pecinta Audio Video yang mengharapkan sound sistem seperti di bioskop, hadir dirumah mereka sehingga mereka berusaha untuk meniru karakteristik dari sebuah bioskop dan melakukan percobaan demi percobaan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dan diimpikan sebuah bioskop mini dirumah mereka. Bioskop mini ini menawarkan hiburan yang lebih pribadi dengan kualitas audio dan video yang mumpuni kepada para pelanggan.

    » Desain Gerai

    “Mini Bioskop” akan dirancang dengan konsep minimalis dan trendy. Suasananya yang dimunculkan adalah simple, modern, bersih, dan nyaman. Desain bioskop ini dilakukan dengan konsep yang sederhana dan elegan.

    » perencanaan awal

    kami merencanakan membuat ruang keluarga ditambah home theater. Keberadaan home theater di ruang khusus umumnya bersifat tertutup dengan kabel dan speaker bisa ditanam pada dinding.

    » Mencegah kebocoran suara

    Kain bisa meredam suara walau tidak seoptimal panel akustik. Untuk mendapatkan kualitas lebih, kami gunakan jenis kain lebih tebal dan lapisilah lantai dengan karpet. Namun, karpet tidak perlu diaplikasikan untuk menutup seluruh ruangan, cukup di area rug di bawah coffee table biasanya sudah banyak membantu meredam suara.

    » Pencahayaan

    Untuk mendapatkan kualitas terbaik di ruangan, salah satu faktor penting harus dipertimbangkana adalah pencahayaan. Pencahayaan tidak mengganggu fokus dan membuat gambar berbayang. Kami memakai recessed lighting atau frame lampu yang ditanam di langit-langit ruangan atau downlight dengan bentuk sederhana untuk pencahayaan. Tipe bola lampu yang digunakan untuk ruangan ini adalah menggunakan lampu berwarna hangat. Atau menggunakan dimmer, mengingat ruangan ini mewadahi banyak kegiatan lainnya. Ketika hendak menonton film, atur dimmer lebih gelap.

    » Furnitur dan warna

    Furnitur di ruang ini menggunakan jenis yang simpel. Furnitur minimalis akan lebih ringkas serta membuat ruangan lebih bersih dan lega. Tambahkan rak untuk perlengkapan elektronik dan koleksi DVD film. Sementara untuk warna ruangan, dipilih warna terang agar ruang berkesan lebih luas.

    Ada pun komponen atau fasilitas yang di tawarkan dalam bioskop mini ini adalah sebagai berikut :

    1) Pelanggan akan mendapat fasilitas ruang nonton kedap suara dengan ukuran 5×3 meter per segi. Yang dapat di isi dengan penonton 4 sampai 8 orang

    2) Untuk video, pelanggan akan mendapatkan tampilan gambar melalui proyektor ke layar yang ber ukuran 170 x 120. Dan filem yang diset di hardisk komputer yang siap diputar setiap saat.

    3) Ruangan ber AC.

    4) Terdapat coffee shop yang juga berfungsi sebagai ruang tunggu.

    5) rental DVD. (Semua film dengan DVD asli)

    Tahap awal dari bisnis ini adalah usaha rumahan, namun target jangka panjang adalah dapat membuka ruko (rumah toko) penjualan produk jasa bioskop mini di seluruh wilayah di Indonesia yang memiliki nilai potensial yang tinggi.

    » Harga

    Harga yang ditawarkan “Bioskop mini” ini sangat kompettif yaitu sebuah viewing room dapat disewa Rp 150.000 / film. Khusus untuk member, harga penyewaannya Rp 120.000. / film.

    “Mini Bioskop” ini juga akan melakukan pelatihan kepada para karyawan untuk dapat melayani para konsumen secara professional dan melakukan info update secara berkala terhadap koleksi film-film terbaru, agar dapat mendorong konsumen untuk slalu mengikuti perkembangan koleksi film yang terdapat di mini bioskop ini, sehingga dapat menciptakan loyalitas pelanggan terhadap mini bioskop.

    Startegi pemasaran “Mini bioskop” adalah dengan cara mengenalkan fasilitas – fasilitas dan kelebihan dari mini bioskop ini kepada seluruh kalangan masyarakat sehingga dapat mendorong meningkatnya peminat untuk menggunakan mini bioskop ini, melalui segala macam promosi yang dilakukan nya.

    Implementasi promosi meliputi hal-hal sebagi berikut:

    Layanan proaktif karyawan: melatih dan mendidik karyawan bagaimana melayanai konsumen dengan sikap yang ramah dan sopan agar konsumen merasa nyaman sehingga merasa seperti dirumah sendiri.
    Kerjasama dengan usaha-usaha lainnya yang mendukung dengan melakukan saling silang produk dalam penawaran produk masing-masing. Misalnya seperti memberikan vocer nonton gratis kepada konsumen yang melakukan pembelian pada produk makanan tertentu dengan syarat tertentu. Dan juga sebaliknya, mendapatkan vocer makan gratis kepada konsumen yang menonton di mini bioskop dengan syarat tertentu.
    Memberikan voucher gratis satu kali nonton kepada konsumen setelah konsumen tersebut menonton beberapakali di mini bioskop tersebut. Hal ini merupakan upaya agar konsumen dapat kembali lagi untuk dapat menonton bioskop mini.
    Penempelan spanduk yang dapat menarik konsumen
    Memberikan potongan harga pada member teladan. (teladan dalam mengembalikan filem-filem yang dipinjam secara tepat waktu)
    Memberikan nonton gratis bagi 10 orang pengunjung pertama pada hari dan tanggal tertentu.

    » Lokasi dan pilihan Wilayah

    Pilihan lokasi dan wilayah bioskop adalah dengan kriteria tempat nongkrong dengan lalu lintas pengunjung yang tinggi, mudah dijangkau dan terlihat dari jarak yang cukup jauh.

    » Operasi mini bioskop dan Manajemen

    Bioskop ini akan dioperasikan oleh satu orang manajer yang akan bekerja penuh waktu, 4 karyawan yang bertugas untuk menjalankan kegiatan operasional secara bergantian. Untuk tahap awal mini bioskop beroperasi dengan 2 ruangan bioskop dan durasi tayang 1 filem ditambah mempersiapkan ruangan tersebut memerlukan waktu selama 3 jam. Aktifitas operasi mini bioskop di lakukan setiap hari (senin -minggu) dan di mulai dari jam 09.00 – 22.00 , maka terdapat 4 sesi pemutaran filem pada setiap ruangan bioskop tersebut per harinya.

    » Analisa Ekonomi

    Modal Awal

    Sewa tempat Rp. 15.000.000

    Peralatan (layar, proyektor sound, DVD/CD, dll) Rp. 50.000.000

    Pendukung (AC, sofa, peredam,, dll) Rp. 15.000.000

    Film Rp. 5.000.000

    Total modal awal Rp. 85.000.000

    Biaya Operasional per bulan

    Listrik, telepon, air Rp. 1.000.000,-

    Gaji 4 pegawai Rp. 2.800.000,-

    Beli film Rp. 1.000.000,-

    Maintenance Rp. 1.000.000,-

    Biaya tak terduga Rp. 500.000,-

    Biaya promosi RP. 1.500.000,-

    Total Rp. 7.800.000

    * Total biaya investasi keseluruhan = Rp 85.000.000,- + Rp 7.800.000,-

    = Rp 92.800.000,-

    Omzet penjualan

    Diasumsikan pengunjung tahap awal adalah rata-rata memakai 2 kali sesi menonton filem per harinya untuk setiap ruangan hingga 6 bulan pertama. Maka perhitungan omzet nya sebagai berikut:

    1 film dalam 1 sesi = Rp. 150.000,- per ruangan, jika terdapat 2 sesi dalam 1 hari maka mini bioskop ini akan memperoleh omzet sebesar ( Rp 150.000 x 2 sesi, x 2 ruangan ) = Rp 600.000,- per harinya.

    Dengan waktu operasional setiap hari, maka dalam sebulan mini bioskop akan memperoleh omzet penjualan sebesar (30 x Rp 600.000,-) = Rp 18.000.000 per bulannya. Dengan demikian laba yang di peroleh dari hasil oprasional mini bioskop tersebut adalah ( Rp 18.000.000,- – Rp 7.800.000,- ) = Rp 10.200.000,- per bulan.

    Kesimpulan

    Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa target pasar cukup potensial dan untuk prospek kedepannya cukup menjanjikan. Dengan demikian maka masa pengembalian modal sebesar Rp 92.800.000,- akan dapat dikembalikan dengan tempo waktu kurang lebih 10 bulan atau 1 tahun jika dalam kondisi flat tidak ada perkembangan atau peningkatan pendapatan.

    Jadi semakin besar modal yang kita tanam, maka semakin besar pula laba yang kita peroleh, dan diiringi dengan keuletan, keteguhan jiwa pantang menyerah dan cara kerja yang baik.

    Rekomendasi

    Demikianlah proposal yang di buat, dengan serinci-rincinya, dan sedetail-detailnya, semoga langkah yang saya lakukan bermanfaat bagi penulis sebagai pegusul dan masyarakat pada umumnya untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kokoh, dan memberikan lapangan pekerjaan demi memajukan ekonomi berbasis Kerakyatan.

  7. ririn amisa says:

    Nama: ririn amisa, nim: 201166275
    rencana usaha dan manfaat rencana usaha

    rencana usaha yang kita persiapkan sebelum memulai usaha ‘GANEFO’ ini sebaiknya kita mengetahui terkebih dahulu faktor-faktor fungsionalnya. seperti pemasaran kerupuk ganefo itu sendiri. kerupuk ganefo ini akan kita pasarkan untuk konsumen kelas menengah kebawah, namun disamping itu kita tetap melirik konsumen kelas menengah keatas.
    karena, konsumen kelas menengah kebawah mereka akan lebih sering membeli dibandingkan dengan konsumen kelas menengah keatas. faktor yang mempengaruhinya adalah dari segi harga ganefo itu sendiri. ganefo yang untuk konsumen menengah kebawah kita patok harga per bungkus nya hanya Rp. 500 sedangkan unuk konsumen menengah keatas kita patok hrga perbungkusnya Rp. 20.000.
    cara cara operasionalnya, kita menggunakan jasa agen unuk pemasarannya. karena dengan adanya bantuan agen, mereka bisa menjangkau daerah-daerah yang jauh.

    pihak-pihak yang mungkin terlibat dalam rencana usaha ini, antara lain:
    1. ahli hukum
    ahli hukum disini berfungsi sebagai pemberi arahan agar nantinya penyaluran dari bahan baku dan pemasarannya tidak menyalahi aturan hukum.
    2. akuntan
    akuntan sangat berperan penting. karena akuntan nantinya akan membuat dan merinci aktifitas keuangannya.
    3. konsultan pemasaran
    kinsuktan pemasaran akan membantu kerja dari agen-agen dalam penyaluran dari produksi.
    4. engineers
    engineers disini mungkun hanya sebagai pembantu, karena kita mungkin lebih banyak menggunakan tenaga manusia.

    pihak-pihak yang membutuhkan dari rencananusahanyang kita buat ini adalah:
    1. pegawai
    dari rencana usaha yang akan kita rencanakan ini, pegawai akan menjadi lebihterarah tentang apa apa saja yang nanti akan mereka kerjakan.
    2. investor
    investor dapat melihat kemana dana yang mereka investasikan itu apakah akan menghasilkan laba atau tidak.
    3. banker
    jika dari rancangan usaha ini akan menjanjikan keuntungan, pihak bank akan mau memberijan pinjaman untuk tambahan modal yang nanti nya akan melipatkan keutungan.
    4. modal ventura
    para emodal ventura oun nantinya akan melirik perusahaan-perusahaan yang bonafit unuk mereka berikan tambhan modal, dan mereka oun nanti akan mendapatkan keuntungan dari oengembakian modalbyang mereka berikan.
    5. suplier
    dari rancangan usaha yang kitabsusun ini, dan kita berikan kepada suplier, pihak suplier dapat memberikan bahan-bahan yang kita butuhkan tepat sasaran. tidak ada bahan-bahan yang duberikan sia-sia.
    6. konsumen

    7. penasehat
    penasehat nantinyanakan mempelajari rencana usaha kita, dan aka memberikan masukan-masukan yang brrguna nantinya untuk kemajuan dari usaha yangbtelah kita rencanakan ini.

    Persiapan rencana usaha.
    1. pembuatan rencana usaha
    a. umum
    produk yang akan kita rencakan iji menggunakan bahan baku dari ubi. lokasi yang sangat baik untuk memulai usaha ini adalah didaerah penghasil ubi. dengan kita mendirikan perusahaan diaekitar daerah penghasilnubi, nanti nya kita tidak akan kekurangan bahan baku. dan bahan baku yang kita dapatkan akan memikiki harga yang relatif murah, karena, produkai nya banyak dan sesama petani, mereka akan berusaha agar kita tertarik untuk mengamnil ubi dari kebun mereka.
    b. rencana oemasaran
    dari segi pelanggan, untuk diwilayah sekitar pemukiman petani, disini kita akan memasarkan produk dengan harga eceran rp. 500. karena, dengan harga itu, mereka bisa membeli sedikit tetapunsetiap hari. mereka akan membawanya sebagai cemilan untuk di kebun. dan yang untuk harga eceran rp. 20.000, kita akan memasarkan kedaerah perkotaan, dan paling utama kita tuju toko yang menjual oleh-oleh.
    ditoko oleh-oleh itu nanti, kita akan berikan sebuah poster yang menjelaskan tentang produk kita, mulai dari bahan baku piluhan, pengolahan yang higienis, dan tampilan yang menarik.
    untuk menambah pangsa jual nya, kita akan menyebarkan brosur baik itu dipasar traisional atau pun disupermarket. dari brosur-brosur yang kitabsebarkan itu, akan menambah pengtahuan masyarakat tentang produk yang kita produksi. karena dalam sunia bisnis, pesaing itu akan selalu ada. tergantung kita yang menyiasati untuk menekan jumlah pesaing. para pesaing mungkin saja bisa berasal dari petani ubi itu sendiri atau masyarakat sekitar atauoun bisa jadu para karyawan kita. kita dapat mensiasati para pesaing itu mungkin dengan memberikan upah untuk pekerja lebih besar atau memberikan bonus.
    untuk kita dapat meningkatkan jumlah permintaan daru konsumen kita bisa membuat strategi dengan memberikan tampilan yang menarik, menjaga kualitas rasa, kebersihan dari kemasan dan agen-agen yang memasarkan produk kita.
    dari segi harga jual kita bisa menekan modal dengan memproduksi sebagian dari bahan baku utama. kita bisa menggaji beberapa masyarakat sekitar untuk mengolah lahan kita. dengan kita memproduksi sebagian dari bahan baku itu, tentu modal nya akan lebih kecil jika dibandingkan kita membeli bahan baku itu sendiri.
    c. rencana produksi dan operasi
    langkah-langkah dalam memproduksi produk ini, dimulai dari kita mempersiapkan bahan baku. baik itu yang kita beli dari petani atau dari lahan yang kita olah. setelah bahan baku terkumpil, kita mulai membersihkan dan menggorengnya, setelah digoreng dan didinginkan, kita berikan bumbu atau penyedap rasa dan siap untuk dipacking sesuai kebutuhan pasar.
    untuk alat-alat yang dibutuhkan lebih banyak menggunakan peralatan tradisional, seperti wajan penggorengan. untuk packing kita bisa menggunakan pelekat listrik. dimana semua eralatan itu bisa kita dapatkan d pasar atau supermarket. untuk mendapatkan harga peralatan yang lenih murah, sebaiknya kita membeli dipasar ttadisional. untuk perawatan, kita hanya perlu membersihkan setiap hari atau dua kali sehari. sedangkan untuk pelekat elektronik, kita bisa menservice mesin nya dua minggu sekali. kita bisa menservice ditempat-tempat service elektronik terpercaya. karena biasanya mereka juga menyediakan suku cadangnyang lengkap.
    d. tempat usaha
    untuk tempat usaha, tidak terlalu luas kecuali untuk untuk lahan produksi bahan baku. untuk penggorengan dan packing kita hanya membutuhkan lebih kurang 300 m2.

    untuk pekerja langsung, mereka tidak harus memiliki pengetahuan khusu, yang penting mereka mau untuk bekerja dan memahami pekerjaan mereka. seperti utuk penggorengan, mereka tidaklah harus koki dan pintar memasak. tetapi, mereka cukup paham seperti apa atau warna apa ubi yang sedang digireng itu matang.
    utuk packing, mereka hanya perlu menguasai bagaimana cara pengoperasian pelekatbelektronik itu sendiri.
    untuk pekerja tidak langsung seperti manager, mereka disini harus memiliki pengetahuan atau basic ekonomi. karena dialah yang nantinya akan memenage perusahaan kita. dia yang nantinya akan membantu oembuatan strategi apa saja yang akan kita temouh untuk memajukan perusahaan kita.

    untuk biaya pekerja tidak langsung kita bisa menetapkan cara penggajiannya. bisa dari berapa total yang mampu mereka kerjakan dalm sehari atau seminggunatau sebulan. untuk pekerja tidak langsung kita akan menggajinya dari bagi hasil keuntungan. apabila dia mampu memberikan keuntungan yang besar untuk perusahaan, maka dia akan mendapagtkan gaji yang besar pula.

    rencana organisasi dan manjemen
    latar belakang pendiri perusahaan, oendiri perusahaan sebaiknya adalah orang yang mengerti tentang pemasaran dan produk. untuk investor atau pemegang saham sebaiknya orang yang bisa memberikan pasokan dana, dan mau bersama-sama untuk memajukan perusahaan. untuk para pemegang saham, sebaiknya kita membuat sebuah oerjanjian, agar jika seandainya terjadi keuntungan dan kerugian, semua pembagiannya telah jelas dan telah disepakati bersama.

    untuk lingkungan tempat usaha, sebaiknya kita berada diatara lokasi bahan baku dan daerah-daerah potensialnuntuknpemasaran produknkita. agar tidak menelan banyak biaya transportasinya.

    untuk rencana keuangan pada tahun pertama kedua dan ketiga tidak akan jauh berbeda. perbedaan mungkin nanti akan ada pada iklan atau cara pemasaran produk kita. baik itu penambahan brosur dan poster-poster.

    untuk modal yang kita butuhkan dalam sehari produksi,
    bahan baku utama rp. 2.000.000
    minyak goreng rp. 250.000
    packing rp 150.000
    gaji karyawan rp 300.000
    biaya entertain rp 50.000

    agar kita bisa meningkatkan ju,lah produksi, kita bisa memanfaatkan jasa bank untuk memberikan sejumlah dana kredit yang nantinya menjadi agunan adalah lokasi tempat usaha tersebut.
    cara oembayaran angsuran kredit, kita dapat menyisijkan sebagian dari keuntungan perhari atau perminggu. nantinya akan kita ku,pulkan atau kita setorkannke bank aetiap minggunya.
    proyeksinoeningkatan laba dari tahun oertama, 10%, 20%, 30%. dengan asumsi peningkatan dengan bertambahnya jumlah produksi dan meningkatnya jumlah konsumen.

    jika diasumsikan keuntungan dalam 1 bulan rp 7.000.000, maka ditahun pertama akan menhasilkan rp. 35.000.000, tahun kedua rp. 38.500.000, dan tahun ketiga rp 42.000.000.

    1. return on sale
    return on sale diperkirakan 5%, dengan memperhitungkan kerusakan pada saat pemasaran.
    2. return on equity
    return on equity diperkirakan 5% dengan memperhiungkan kebutuhan atau yang dikomsumsi pada saat produksi.
    3. return on investmen
    return on investmen diperkirakan 2% dengan memperhitunkan untuk mereka konsumsi dirumah.

    rencana usaha ini layak untuk diteruskan dengan memperhstikan keuntungan yang akan sihasilkan.

  8. ririn amisa 201166275 says:

    rencana usaha dan manfaat rencana usaha

    rencana usaha yang kita persiapkan sebelum memulai usaha ‘GANEFO’ ini sebaiknya kita mengetahui terkebih dahulu faktor-faktor fungsionalnya. seperti pemasaran kerupuk ganefo itu sendiri. kerupuk ganefo ini akan kita pasarkan untuk konsumen kelas menengah kebawah, namun disamping itu kita tetap melirik konsumen kelas menengah keatas.
    karena, konsumen kelas menengah kebawah mereka akan lebih sering membeli dibandingkan dengan konsumen kelas menengah keatas. faktor yang mempengaruhinya adalah dari segi harga ganefo itu sendiri. ganefo yang untuk konsumen menengah kebawah kita patok harga per bungkus nya hanya Rp. 500 sedangkan unuk konsumen menengah keatas kita patok hrga perbungkusnya Rp. 20.000.
    cara cara operasionalnya, kita menggunakan jasa agen unuk pemasarannya. karena dengan adanya bantuan agen, mereka bisa menjangkau daerah-daerah yang jauh.

    pihak-pihak yang mungkin terlibat dalam rencana usaha ini, antara lain:
    1. ahli hukum
    ahli hukum disini berfungsi sebagai pemberi arahan agar nantinya penyaluran dari bahan baku dan pemasarannya tidak menyalahi aturan hukum.
    2. akuntan
    akuntan sangat berperan penting. karena akuntan nantinya akan membuat dan merinci aktifitas keuangannya.
    3. konsultan pemasaran
    kinsuktan pemasaran akan membantu kerja dari agen-agen dalam penyaluran dari produksi.
    4. engineers
    engineers disini mungkun hanya sebagai pembantu, karena kita mungkin lebih banyak menggunakan tenaga manusia.

    pihak-pihak yang membutuhkan dari rencananusahanyang kita buat ini adalah:
    1. pegawai
    dari rencana usaha yang akan kita rencanakan ini, pegawai akan menjadi lebihterarah tentang apa apa saja yang nanti akan mereka kerjakan.
    2. investor
    investor dapat melihat kemana dana yang mereka investasikan itu apakah akan menghasilkan laba atau tidak.
    3. banker
    jika dari rancangan usaha ini akan menjanjikan keuntungan, pihak bank akan mau memberijan pinjaman untuk tambahan modal yang nanti nya akan melipatkan keutungan.
    4. modal ventura
    para emodal ventura oun nantinya akan melirik perusahaan-perusahaan yang bonafit unuk mereka berikan tambhan modal, dan mereka oun nanti akan mendapatkan keuntungan dari oengembakian modalbyang mereka berikan.
    5. suplier
    dari rancangan usaha yang kitabsusun ini, dan kita berikan kepada suplier, pihak suplier dapat memberikan bahan-bahan yang kita butuhkan tepat sasaran. tidak ada bahan-bahan yang duberikan sia-sia.
    6. konsumen

    7. penasehat
    penasehat nantinyanakan mempelajari rencana usaha kita, dan aka memberikan masukan-masukan yang brrguna nantinya untuk kemajuan dari usaha yangbtelah kita rencanakan ini.

    Persiapan rencana usaha.
    1. pembuatan rencana usaha
    a. umum
    produk yang akan kita rencakan iji menggunakan bahan baku dari ubi. lokasi yang sangat baik untuk memulai usaha ini adalah didaerah penghasil ubi. dengan kita mendirikan perusahaan diaekitar daerah penghasilnubi, nanti nya kita tidak akan kekurangan bahan baku. dan bahan baku yang kita dapatkan akan memikiki harga yang relatif murah, karena, produkai nya banyak dan sesama petani, mereka akan berusaha agar kita tertarik untuk mengamnil ubi dari kebun mereka.
    b. rencana oemasaran
    dari segi pelanggan, untuk diwilayah sekitar pemukiman petani, disini kita akan memasarkan produk dengan harga eceran rp. 500. karena, dengan harga itu, mereka bisa membeli sedikit tetapunsetiap hari. mereka akan membawanya sebagai cemilan untuk di kebun. dan yang untuk harga eceran rp. 20.000, kita akan memasarkan kedaerah perkotaan, dan paling utama kita tuju toko yang menjual oleh-oleh.
    ditoko oleh-oleh itu nanti, kita akan berikan sebuah poster yang menjelaskan tentang produk kita, mulai dari bahan baku piluhan, pengolahan yang higienis, dan tampilan yang menarik.
    untuk menambah pangsa jual nya, kita akan menyebarkan brosur baik itu dipasar traisional atau pun disupermarket. dari brosur-brosur yang kitabsebarkan itu, akan menambah pengtahuan masyarakat tentang produk yang kita produksi. karena dalam sunia bisnis, pesaing itu akan selalu ada. tergantung kita yang menyiasati untuk menekan jumlah pesaing. para pesaing mungkin saja bisa berasal dari petani ubi itu sendiri atau masyarakat sekitar atauoun bisa jadu para karyawan kita. kita dapat mensiasati para pesaing itu mungkin dengan memberikan upah untuk pekerja lebih besar atau memberikan bonus.
    untuk kita dapat meningkatkan jumlah permintaan daru konsumen kita bisa membuat strategi dengan memberikan tampilan yang menarik, menjaga kualitas rasa, kebersihan dari kemasan dan agen-agen yang memasarkan produk kita.
    dari segi harga jual kita bisa menekan modal dengan memproduksi sebagian dari bahan baku utama. kita bisa menggaji beberapa masyarakat sekitar untuk mengolah lahan kita. dengan kita memproduksi sebagian dari bahan baku itu, tentu modal nya akan lebih kecil jika dibandingkan kita membeli bahan baku itu sendiri.
    c. rencana produksi dan operasi
    langkah-langkah dalam memproduksi produk ini, dimulai dari kita mempersiapkan bahan baku. baik itu yang kita beli dari petani atau dari lahan yang kita olah. setelah bahan baku terkumpil, kita mulai membersihkan dan menggorengnya, setelah digoreng dan didinginkan, kita berikan bumbu atau penyedap rasa dan siap untuk dipacking sesuai kebutuhan pasar.
    untuk alat-alat yang dibutuhkan lebih banyak menggunakan peralatan tradisional, seperti wajan penggorengan. untuk packing kita bisa menggunakan pelekat listrik. dimana semua eralatan itu bisa kita dapatkan d pasar atau supermarket. untuk mendapatkan harga peralatan yang lenih murah, sebaiknya kita membeli dipasar ttadisional. untuk perawatan, kita hanya perlu membersihkan setiap hari atau dua kali sehari. sedangkan untuk pelekat elektronik, kita bisa menservice mesin nya dua minggu sekali. kita bisa menservice ditempat-tempat service elektronik terpercaya. karena biasanya mereka juga menyediakan suku cadangnyang lengkap.
    d. tempat usaha
    untuk tempat usaha, tidak terlalu luas kecuali untuk untuk lahan produksi bahan baku. untuk penggorengan dan packing kita hanya membutuhkan lebih kurang 300 m2.

    untuk pekerja langsung, mereka tidak harus memiliki pengetahuan khusu, yang penting mereka mau untuk bekerja dan memahami pekerjaan mereka. seperti utuk penggorengan, mereka tidaklah harus koki dan pintar memasak. tetapi, mereka cukup paham seperti apa atau warna apa ubi yang sedang digireng itu matang.
    utuk packing, mereka hanya perlu menguasai bagaimana cara pengoperasian pelekatbelektronik itu sendiri.
    untuk pekerja tidak langsung seperti manager, mereka disini harus memiliki pengetahuan atau basic ekonomi. karena dialah yang nantinya akan memenage perusahaan kita. dia yang nantinya akan membantu oembuatan strategi apa saja yang akan kita temouh untuk memajukan perusahaan kita.

    untuk biaya pekerja tidak langsung kita bisa menetapkan cara penggajiannya. bisa dari berapa total yang mampu mereka kerjakan dalm sehari atau seminggunatau sebulan. untuk pekerja tidak langsung kita akan menggajinya dari bagi hasil keuntungan. apabila dia mampu memberikan keuntungan yang besar untuk perusahaan, maka dia akan mendapagtkan gaji yang besar pula.

    rencana organisasi dan manjemen
    latar belakang pendiri perusahaan, oendiri perusahaan sebaiknya adalah orang yang mengerti tentang pemasaran dan produk. untuk investor atau pemegang saham sebaiknya orang yang bisa memberikan pasokan dana, dan mau bersama-sama untuk memajukan perusahaan. untuk para pemegang saham, sebaiknya kita membuat sebuah oerjanjian, agar jika seandainya terjadi keuntungan dan kerugian, semua pembagiannya telah jelas dan telah disepakati bersama.

    untuk lingkungan tempat usaha, sebaiknya kita berada diatara lokasi bahan baku dan daerah-daerah potensialnuntuknpemasaran produknkita. agar tidak menelan banyak biaya transportasinya.

    untuk rencana keuangan pada tahun pertama kedua dan ketiga tidak akan jauh berbeda. perbedaan mungkin nanti akan ada pada iklan atau cara pemasaran produk kita. baik itu penambahan brosur dan poster-poster.

    untuk modal yang kita butuhkan dalam sehari produksi,
    bahan baku utama rp. 2.000.000
    minyak goreng rp. 250.000
    packing rp 150.000
    gaji karyawan rp 300.000
    biaya entertain rp 50.000

    agar kita bisa meningkatkan ju,lah produksi, kita bisa memanfaatkan jasa bank untuk memberikan sejumlah dana kredit yang nantinya menjadi agunan adalah lokasi tempat usaha tersebut.
    cara oembayaran angsuran kredit, kita dapat menyisijkan sebagian dari keuntungan perhari atau perminggu. nantinya akan kita ku,pulkan atau kita setorkannke bank aetiap minggunya.
    proyeksinoeningkatan laba dari tahun oertama, 10%, 20%, 30%. dengan asumsi peningkatan dengan bertambahnya jumlah produksi dan meningkatnya jumlah konsumen.

    jika diasumsikan keuntungan dalam 1 bulan rp 7.000.000, maka ditahun pertama akan menhasilkan rp. 35.000.000, tahun kedua rp. 38.500.000, dan tahun ketiga rp 42.000.000.

    1. return on sale
    return on sale diperkirakan 5%, dengan memperhitungkan kerusakan pada saat pemasaran.
    2. return on equity
    return on equity diperkirakan 5% dengan memperhiungkan kebutuhan atau yang dikomsumsi pada saat produksi.
    3. return on investmen
    return on investmen diperkirakan 2% dengan memperhitunkan untuk mereka konsumsi dirumah.

    rencana usaha ini layak untuk diteruskan dengan memperhstikan keuntungan yang akan sihasilkan.

  9. THE HENDRA GUNAWAN ( 2009-12-115 ) says:

    Jenis Usaha : Jasa Perpajakan meliputi :
    - Penyusunan dan pelaporan pajak bulanan ( PPh Psl 21, 22,23,25,26,PPN)
    - Penyusunan dan Pelaporan pajak tahunan ( Orang Pribadi, Badan )
    - Pembuatan NPWP dan PKP
    - Penyusunan pembukuan fiskal
    - Mewakili pemeriksaan pajak di KPP

    Lokasi Usaha : Pluit, Jakarta Utara
    Wilayah Pluit dan sekitarnya ( Muara Karang, Pantai Indah kapuk, Grogol ) adalah wilayah perdagangan dan pemukiman untuk orang yang berpenghasilan menengah keatas yang tingkat kepatuhan pajaknya cukup tinggi dan potensial.
    Pelanggan : Orang pribadi
    Pedagang ( rumah makan, kelontong, mall )
    Perusahaan ( CV, PT )

    Pesaing : Kantor Akuntan / Konsultan di wilayah Pluit, Muara karang dan PIK.
    Mengatasi Persaingan : 1. Harga Jasa yang bersaing
    2. Jemput bola
    3. Meningkatkan mutu pelayanan
    Kebanyakan kantor Akuntan / Konsultan yang ada diwilayah tersebut adalah kantor besar yang mana fee yang dikenakan kepada klien / calon klien sudah sesuai standar, sedangkan berdasarkan survey ke calon klien mereka menginginkan harga jasa yang flexible dan ini adalah potensi bawah yang tidak bisa diambil oleh mereka.
    Perlengkapan meliputi :
    1. Ruang usaha / kerja berukuran 3 m x 4.5 m dengan nilai sewa sebesar Rp. 7.500.000 /thn
    2. Komputer dan printer 3 Unit + mesin tik Rp. 22.500.000
    3. Meja dan kursi kerja Rp. 5.000.000
    4. Kursi tamu Rp. 1.500.000
    5. AC 2 PK Rp. 3.000.000
    6. Kendaraan Motor 2 Unit Rp. 12.500.000
    7. Perlengkapan kantor lainnya ( Dispenser, pesawat telp, dll) Rp. 2.500.000
    Jumlah Biaya Investasi Rp. 54.500.000

    Biaya / bln meliputi :
    1. Upah tenaga kerja 2 orang @ 2.100.000 ( UMP ) staff pelaksana Rp. 4.200.000
    2. Supplies ( Kertas , tinta, ATK ) Rp. 750.000
    3. Listrik dan telp Rp. 800.000
    4. Transportasi Rp. 500.000
    5. Keperluan kantor (air minum, kopi, teh, dll ) Rp. 200.000
    JUmlah Biaya Operasional Rp. 6.450.000

    Modal yang dibutuhkan :
    1. Modal Investasi Rp. 54.500.000
    2. Biaya Operasional 3 bln Rp. 19.350.000
    Jumlah Rp. 73.850.000

    Target Pendapatan :
    Tahun ke 1
    1. Jasa Penyusunan dan Pelaporan pajak bulanan 250.000 x 50 Klien Rp. 12.500.000
    2. Jasa Penyusunan dan pelaporan pajak tahunan 1.000.000 x 50 Klien Rp. 50.000.000
    3. Jasa Pembukuan 7.500.000 x 10 klien Rp. 75.000.000
    4. Jasa Lainnya ( NPWP + PKP ) 100.000 x 50 klien Rp. 5.000.000
    Jumlah Rp.142.500.000

    Tahun ke 2
    1. Jasa Penyusunan dan Pelaporan pajak bulanan 250.000 x 75 Klien Rp. 18.750.000
    2. Jasa Penyusunan dan pelaporan pajak tahunan 1.000.000 x 75 Klien Rp. 75.000.000
    3. Jasa Pembukuan 7.500.000 x 20 klien Rp.150.000.000
    4. Jasa Lainnya ( NPWP + PKP ) 100.000 x 25 klien Rp. 2.500.000
    Jumlah Rp.246.250.000

    Tahun ke 3
    1. Jasa Penyusunan dan Pelaporan pajak bulanan 250.000 x 100 Klien Rp. 25.000.000
    2. Jasa Penyusunan dan pelaporan pajak tahunan 1.000.000 x 100 Klien Rp. 100.000.000
    3. Jasa Pembukuan 7.500.000 x 40 klien Rp.300.000.000
    4. Jasa Lainnya ( NPWP + PKP ) 100.000 x 25 klien Rp. 2.500.000
    Jumlah Rp 427.500.000

  10. fita sisiani (201166373) says:

    Nama : Fita Sisiani
    NIM : 201166373
    Fakultas : Fisioterapi
    Jenis Usaha : Bisnis salon
    Latar Belakang : Dengan bergesernya gaya hidup masyarakat saat ini, salon sudah seperti menjadi bagian dari kehidupan mereka,,sehingga untuk saat ini usaha salon merupakan usaha yang cukup menjanjikan
    Lokasi Usaha : Di komplek kampus
    Pelanggan : Mahasiswa dan penduduk sekitar
    Pesaing : Salon-salon yang sudah berdiri lebih dulu
    Mengatasi persaingan :
    1. Menggunakan member dan jika ikut member mendapat diskon khusus
    2. Memberikan fasilitas yang bagus
    3. Memberikan pelayanan yang memuaskan
    4. Memberikan program” khusus pada tiap acara-acara tertentu seperti ulang tahun pelnggan dapat diskon, diskon tahun baru, diskon lebaran, natal, dsb
    Dari hasil survey salon-salon yang ada di komplek kampus kurang memberikan pelayanan yang memuaskan, mereka kebanyakan hanya bermain di harga miring
    oleh karena itu selain memberikan harga yang cukup miring kita juga memberikan pelayanan yang memuaskan juga sistem member

    Perlengkapan :
    a. Hair cut 10@1.500.000 = Rp 15.000.000
    b. Creambeath 10@1.000.000= Rp 10.000.000
    c. Facial 10@3.000.000= Rp 30.000.000
    c. Spa 10@4.000.000=Rp 40.000.000
    d. Sewa tempat 1thn = Rp 20.000.000
    e. Biaya lain_lain (dispenser, ac, dsb) = 10.000.000
    Jumlah biaya investasi : Rp 125.000.000
    Biaya per bulan meliputi :

    a. Karyawan =Rp 5.000.000
    b. Listrik+keamanan+kebersihan = Rp. 600.000
    c. Untuk pembelian bahan habis pakai = Rp 2.000.000
    Total biaya per bulan: 7.600.000

    Target pendapatan
    Untuk triwulan pertama
    Misal untuk
    1 Hair cut = Rp.15.000
    1 Facial =Rp. 50.000
    1 Creambeath =Rp. 25.000
    1 Spa = Rp. 75.000
    Jika dalam 3 bulan kliennya berjumlah 300 untuk masing-masing pelayanan maka
    300*15.000= 4.500.000
    300*50.000=15.000.000
    300*25.000=7.500.000
    300*75.000=22.500.000
    Biaya salon 3 bulan : 7.600.000*3=22.800.000
    Laba = Rp 26. 700.000
    Untuk Triwulan kedua dengan asumsi klien selama 3 bulan berjumlah 450 maka
    450*15.000= 6.750.000
    450*50.000=15.00.000
    450*25.000=11.250.000
    450*75.000=33.750.000
    Biaya Salon 1 bulan: 8.600.000*3=25.800.000
    Laba =Rp 40.900.00
    Untuk triwulan ketiga Asumsi klien selama 3 bulan berjumlah 600 maka
    600*15.000= 9.000.000
    600*50.000=30.000.000
    600*25.000=15.000.000
    600*75.000=45.000.000
    Biaya Salon 3 bulan: 10.000.000*3=30.000.000
    Laba=Rp 69.000.000
    Untuk triwulan ketiga asumsi klien selama 3 bulan 750 maka
    750*15.000= 11.250.000
    750*50.000=37.500.000
    750*25.000=18.750.000
    750*75.000=56.250.000
    Biaya Salon 3 bulan: 15.000.000*3=45.000.000
    Laba=Rp 78.750.000

  11. Dwi wulandari (201166324) says:

    Perencaan bisnis yang saya buat adalah bisnis cuci motor
    1.Latar Belakang
    Banyak sekali pengendara motor yang tidak punya waktu ataupun terkadang malas mencuci motor mereka, untuk itu biasanya mereka memanfaatkan layanan pencucian motor untuk mencuci motor-motor tersebut, bisnis cuci motor ini biasanya sangat laris bila musim hujan,bisnis pencucian motor memang tidak pernah sepi karena semakin banyak pengguna motor yang selalu ingin menjaga motor-motornya untuk tetap terawat dan bersih.

    2.Lokasi :
    Lokasi yang sangat strategis untuk bisnis cuci motor ini adalah dipinggir jalan yang banyak dilalui kendaraan bermotor, dan bisa dilihat oleh banyak orang

    3.Pesaing
    Bisnis cuci motor memang sudah banyak dimana-mana, tetapi untuk bisnis ini bagaimana kita memberi pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan, dan biasanya kia berikan free cuci untuk beberapa kali pencucian

    4.Pemasaran
    Pemasaran yang paling bagus adalah dengan membuat pelanggan kita merasa puas dengan motor setelah dicuci dengan begitu mereka pasti memberitahu kepada teman-teman lainnya, bisa juga kita tambah dengan brosur dalam brosur tersebut kita cantumkan diskon atau gratis cuci untuk beberapa kali pencucian

    5.Biaya
    Perlengkapan yang diperlukan
    1. Tempat usaha yang cukup luas
    2. Peralatan untuk cuci motor Rp. 5000.000
    3. Renovasi tempat Rp. 2.000.000

    Biaya perbulan meliputi :
    - Sewa Tempat per 1 bulan Rp. 2.000.000
    - Gaji Pegawai 3 0rang @Rp. 750.000,- Rp 2.250.000
    - Listrik dan Air Rp. 1000.000
    - Sabun, sampo, dan semir ban : Rp. 300.000
    Jumlah biaya operasional : Rp. 5.550.000

    Modal yang dibutuhkan :
    1. Modal investasi Rp. 12.000.000
    2. Biaya operasional per bulan 5.550.000

    Target pendapatan :

    Tri Wulan ke- 1 (90 hari 80 ,motor @ Rp. 7000
    90 hari x 80 x Rp. 7000,- = Rp. 50.400.000
    Laba : Rp 50.400.000 – Rp 3.050.000 = Rp. 47.350.000

    Tri Wulan ke- 2 ( 90 hari 100 ,motor @ Rp. 7.000
    90 hari x 100 x Rp. 7000,- = Rp. 63.000.000
    Laba : Rp 63.000.000- Rp 3.050.000 = Rp 59.950.000

    Tri Wulan ke 3 (90 hari 150, motor @ Rp. 7.000
    90 hari x 150 x Rp 7000 = Rp. 94.500.000
    Laba : Rp. 94.500.000 -Rp. 3.050.000 = Rp 91.450.000

  12. agung tri wibowo says:

    ada beberapa faktor yang menentukan untuk dapat sukses dan bertahan lama dalam menjalankan bisnis air minum isi ulang, diantaranya sebagai berikut :
    Lokasi yang strategis dan konter yang bersih, usaha ini termasuk jenis yang melayani kebutuhan orang banyak, selain kualitas tentu saja sukses ditentukan oleh kuantitas produksi dan unit yang dijual pada setiap harinya. Lokasi yang strategis bertujuan agar memudahkan konsumen menemukan bisnis anda, dan konter yang bersih bertujuan agar konsumen memiliki keyakinan atas hasil produksi yang berkualitas dan memungkinkan untuk memutuskan berlangganan kepada anda.
    Sumber material yang terpercaya, dalam bisnis air minum sudah pasti bertalian langsung dengan kesehatan konsumen. Jangan sembarangan dalam pengadaan material air bersih untuk produksi, cari supplier air bersih sebagai material yang terpercaya di daerah anda dan sampaikan kepada konsumen darimana material didatangkan.
    Sistem produksi dan pengemasan, keyakinan konsumen sangat penting dalam kelangsungan bisnis ini, jangan biarkan isu kompetitor bergulir begitu mudah kepada para konsumen, buat banner sistem produksi dan cara pengemasan yang baik dan benar, serta tempatkan banner didalam konter agar diketahui secara umum bahwa produksi dari bisnis anda sudah benar dan memenuhi standar kualitas.
    Metode pemasaran, awali metode pemasaran bisnis dengan flyer atau brosur yang disebar dan dibagikan kerumah-rumah di sekitar konter. Media promosi wajib memuat alamat lengkap dan nomer telepon pelayanan agar konsumen mudah untuk melakukan pemesanan ataupun pembelian. Pasang papan nama dan spanduk pada bagian depan konter untuk memudahkan konter ditemukan oleh masyarakat umum.
    Kembangkan pemasaran lanjutan, konsumen yang loyal merupakan aset utama dalam bisnis ini, jadi kembangkan sistem pemasaran lanjutan untuk membangun loyalitas. Baik sistem pelayanan antar dan jemput, reward point pembelian yang dapat ditukarkan dengan produk, atau metode pemasaran inovasi lainnya yang berguna untuk membangun loyalitas konsumen.
    Menetapkan merek dan logo, bisnis yang memasyarakat umumnya akan menimbulkan rasa fanatisme terhadap satu merek utama. Perkuat dengan label dan logo bisnis anda pada tiap galon kemasan produk sebagai attribut yang membedakan bisnis anda dengan kompetitor lainnya.
    Pelayanan cepat itu harus, dalam bisnis seperti ini jangan biarkan konsumen menunggu terlalu lama untuk mendapatkan layanan, maka modal inventaris sangat dibutuhkan untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan. Utamanya stok galon yang cukup agar tidak menimbulkan antrian.
    Keterbukaan untuk kualitas, Pastikan konsumen mengetahui bahwa produk bisnis anda memiliki standar kualitas. Mesin produksi wajib mendapatkan maintenance pada periode tertentunya. Untuk itu umumkan rencana maintenance selanjutnya dalam satu kertas pengumuman yang diletakan di konter. Hal ini semakin meningkatkan keyakinan kualitas terhadap bisnis dan menambah loyaltas hingga fanatisme kepada konsumen.
    Pengelolaan sistem keuangan, bisnis dengan pengelolaan keuangan yang baik sudah pasti lebih maju dan mampu bersaing dari pada tanpa pengelolaan. Buat pembukuan yang benar, kelola permodalan dengan baik, dan bijaksana dalam memperlakukan keuntungan. Hal ini memungkinkan bisnis dapat berkembang bukan hanya untuk sebuah konter saja, usahawan akan jauh terasa lebih sukses dengan memiliki beberapa konter yang sudah tentu jangkauan pelayanannya lebih luas.
    Referensi dan jaminan, selain keterbukaan keyakinan konsumen bisa dibangun melalui referensi dan jaminan. Jika sudah memungkinkan daftarkan bisnis anda untuk mendapatkan pengakuan dari instansi pemerintahan yang terkait dengan bisnis anda ini, hal ini tentu menjadi pegangan dan referensi kuat bagi masyarakat umum dalam menggunakan produk air minum isi ulang dari bisnis anda.
    Ingat, bisnis ini termasuk dalam kategori yang mudah untuk dijalankan dan dikelola. Namun untuk kesuksesan sebagai usahawan sudah pasti kontrol terhadap operasional bisnis erupakan kewajiban nyata yang harus terus dilakukan secara konsisten. Tidak ada kemampuan yang dapat mengontrol sebuah bisnis dengan sangat baik selain apa yang dilakukan oleh usawahan sebagai pemilik bisnis itu sendiri.

  13. agung tri wibowo says:

    AGUNG TRI WIBOWO (201166139)
    FAKULTAS FISIOTERAPI

    A. Judul : Isi ulang air mineral “Tirta Agung”
    B. Rasional kegiatan
    Bisnis ini adalah masih mempunyai daya tarik tersendiri, karena daerah yang akan di buka lingkungan air tanahnya tidak bagus diminum karena hasil penelitian kadar zat besi sangat tinggi, untuk itu saya berpandangan dan niat usaha isi uklang air mineral.
    Minum merupakan kebutuhan primer setiap manusia, kekurangan minum bisa menjadikan tubuh kekurangan cairan dan dehidrasi. Untuk memenuhi konsumsi air minum secara praktis saat ini banyak dijual minuman air mineral botol dalam berbagai kemasan, namun dalam kondisi prekonomian di tanah air yang masih banyak masyarakat dengan taraf hidup menengah kebawah, maka untuk air minum mineral kemasan botol masih dirasakan berharga cukup mahal.

    Sumber air minum yang material mentahnya sering kali kurang meyakinkan dan memenuhi syarat kesehatan untuk dikonsumsi, membuat para usahawan dan ahli berinovasi menciptakan mesin pengolah air minum yang cukup berkualitas, serta dipasarkan secara umum sebagai investasi awal bagi mereka yang ingin memiliki bisnis air isi ulang galonan.

    C. Tujuan kegiatan
    Menambah penghasilan sehari- hari
    Mengimplementasikan ilmu kewira usahaan
    ada beberapa faktor yang menentukan untuk dapat sukses dan bertahan lama dalam menjalankan bisnis air minum isi ulang, diantaranya sebagai berikut :
    • Lokasi yang strategis dan konter yang bersih, usaha ini termasuk jenis yang melayani kebutuhan orang banyak, selain kualitas tentu saja sukses ditentukan oleh kuantitas produksi dan unit yang dijual pada setiap harinya. Lokasi yang strategis bertujuan agar memudahkan konsumen menemukan bisnis anda, dan konter yang bersih bertujuan agar konsumen memiliki keyakinan atas hasil produksi yang berkualitas dan memungkinkan untuk memutuskan berlangganan kepada anda.
    • Sumber material yang terpercaya, dalam bisnis air minum sudah pasti bertalian langsung dengan kesehatan konsumen. Jangan sembarangan dalam pengadaan material air bersih untuk produksi, cari supplier air bersih sebagai material yang terpercaya di daerah anda dan sampaikan kepada konsumen darimana material didatangkan.
    • Sistem produksi dan pengemasan, keyakinan konsumen sangat penting dalam kelangsungan bisnis ini, jangan biarkan isu kompetitor bergulir begitu mudah kepada para konsumen, buat banner sistem produksi dan cara pengemasan yang baik dan benar, serta tempatkan banner didalam konter agar diketahui secara umum bahwa produksi dari bisnis anda sudah benar dan memenuhi standar kualitas.
    • Metode pemasaran, awali metode pemasaran bisnis dengan flyer atau brosur yang disebar dan dibagikan kerumah-rumah di sekitar konter. Media promosi wajib memuat alamat lengkap dan nomer telepon pelayanan agar konsumen mudah untuk melakukan pemesanan ataupun pembelian. Pasang papan nama dan spanduk pada bagian depan konter untuk memudahkan konter ditemukan oleh masyarakat umum.
    • Kembangkan pemasaran lanjutan, konsumen yang loyal merupakan aset utama dalam bisnis ini, jadi kembangkan sistem pemasaran lanjutan untuk membangun loyalitas. Baik sistem pelayanan antar dan jemput, reward point pembelian yang dapat ditukarkan dengan produk, atau metode pemasaran inovasi lainnya yang berguna untuk membangun loyalitas konsumen.
    • Menetapkan merek dan logo, bisnis yang memasyarakat umumnya akan menimbulkan rasa fanatisme terhadap satu merek utama. Perkuat dengan label dan logo bisnis anda pada tiap galon kemasan produk sebagai attribut yang membedakan bisnis anda dengan kompetitor lainnya.
    • Pelayanan cepat itu harus, dalam bisnis seperti ini jangan biarkan konsumen menunggu terlalu lama untuk mendapatkan layanan, maka modal inventaris sangat dibutuhkan untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan. Utamanya stok galon yang cukup agar tidak menimbulkan antrian.
    • Keterbukaan untuk kualitas, Pastikan konsumen mengetahui bahwa produk bisnis anda memiliki standar kualitas. Mesin produksi wajib mendapatkan maintenance pada periode tertentunya. Untuk itu umumkan rencana maintenance selanjutnya dalam satu kertas pengumuman yang diletakan di konter. Hal ini semakin meningkatkan keyakinan kualitas terhadap bisnis dan menambah loyaltas hingga fanatisme kepada konsumen.
    • Pengelolaan sistem keuangan, bisnis dengan pengelolaan keuangan yang baik sudah pasti lebih maju dan mampu bersaing dari pada tanpa pengelolaan. Buat pembukuan yang benar, kelola permodalan dengan baik, dan bijaksana dalam memperlakukan keuntungan. Hal ini memungkinkan bisnis dapat berkembang bukan hanya untuk sebuah konter saja, usahawan akan jauh terasa lebih sukses dengan memiliki beberapa konter yang sudah tentu jangkauan pelayanannya lebih luas.
    • Referensi dan jaminan, selain keterbukaan keyakinan konsumen bisa dibangun melalui referensi dan jaminan. Jika sudah memungkinkan daftarkan bisnis anda untuk mendapatkan pengakuan dari instansi pemerintahan yang terkait dengan bisnis anda ini, hal ini tentu menjadi pegangan dan referensi kuat bagi masyarakat umum dalam menggunakan produk air minum isi ulang dari bisnis anda.
    Ingat, bisnis ini termasuk dalam kategori yang mudah untuk dijalankan dan dikelola. Namun untuk kesuksesan sebagai usahawan sudah pasti kontrol terhadap operasional bisnis erupakan kewajiban nyata yang harus terus dilakukan secara konsisten. Tidak ada kemampuan yang dapat mengontrol sebuah bisnis dengan sangat baik selain apa yang dilakukan oleh usawahan sebagai pemilik bisnis itu sendiri.

    Analisa Ekonomi
    Asumsi :
    • Harga per galon
    • Pembagian hasil, pemilik: 2500 , Loper: 1000
    • Target perhar : 53 galon terjual/ 4 tangki @ tangki: 400.000,
    • Tempat rumah sendiri
    • Sistem kerja jemput bola
    Modal awal :
    • Mesin isi ulang: 20.000.000 (bonus 1000 tissue dan 1000 tutup galon)
    • Air satu tangki : 400.000
    • Biaya izin dan keamanan: 100.000
    • Alat alat kantor: 100.000
    • Jadi total Modal awal: 20.600.000
    Biaya operasional per bulan :
    • Listrik : 100.000
    • Air 4 tangki : 1.600.000
    • Transport loper air : 150.000
    • Pulsa : 100.000
    • Tissue dan tutup galon : 100.000
    • Total biaya per bulan =2.050.000
    Omzet penjualan :
    Asumsi perbulan terjual 4 tangki atau 1600 galon
    Harga 3.500, pembagian 2.500 untuk pemilik, 1000 untuk loper
    A. Omset pemilik
    = 2.500 x 1600 galon = 4.000.000
    = 4.000.000 – biaya perbulan
    = 4.000.000 – 2.050.000
    = 1.950.000
    B. Omset loper air
    = 1000 x jumlah galon yang loper
    = 1000 x 1600 galon
    = 1.600.000

    Balik modal pemilik 20.600.000 : 1.950.000 = 10.5641026 ( 10 bulan)

    Demikian tugas saya buat mudah- madahan bermanfaat, amieeeen

  14. moch. alamsah says:

    Nama : Moch. Alamsah
    Nim : 201166350

    BISNIS PLAN

    KONVEKSI

    BISNIS :

    PENJUALAN SERAGAM SEKOLAH SD, SMP, SMA

    RINGKASAN PROYEK

    A. Pendahuluan

    1. Latar Belakang

    Tingkat kebutuhan akan barang atau baju jadi semakin meningkat sejalan dengan peningkatan tekhnologi yang memungkinkan kita bisa membeli baju atau barang hanya melalui telp atau bahkan on-line. Saat ini jumlah sekolah juga semakin banyak sehingga jumlah permintaan akan seragam sekolah yang cepat, praktis juga semakin meningkat. Saat ini orang cenderung malas untuk pergi ke pasar hanya untuk membeli bahan lalu pergi ke penjahit, bagi mereka hal ini amat sangat menyusahkan serta merepotkan dan harus makan waktu yang lama. Sehingga akhirnya kita mencari cara bagaimana kita bisa membeli pakaian seragam dekolah tanpa harus buang buang waktu banyak ke pasar dank e oenjahit untuk hanya membeli baju seragam sekolah. Untuk itu saya berinisiatif untuk mendirikan perusahaan konveksi yang akan memproduksi seragam sekolah dari SD, SMP, SMA bahkan semua atribut yang duperlukan sehingga harapan kami dengan adanya konveksi yang saya punya akan memberikan alternative pilihan bagi orang tua murid atau bahkan pihak sekolah untuk mendapatkan seragam sekolah.
    2. Ruang Lingkup: Masyarakat Provinsi Seluruh Wilayah Jakarta baik Selatan, Pusat, Timur maupun Barat dan Utara

    B. Organisasi / Manajemen
    1. Nama Perusahaan : MahardikaSurya Mandiri
    2. Nama Pemilik/Pimpinan Perusahaan : 1. Moch. Alamsah
    2. Rany Astriani

    3. Bidang Usaha : Konveksi Seragam sekolah
    4. Jumlah Karyawan/Tenaga Kerja 10 Orang

    C. Pemasaran
    1. Produk yang Dipasarkan : Seragam Sekolah SD, SMP, SMA, Dan Semua atribut nya

    2. Sasaran Konsumen/Pembeli : Semua Kalangan Masyarakat dan Sekolah-Sekolah yang ada di Jakarta Selatan

    3. Wilayah Pemasaran : Wilayah Jakarta Selatan

    4. Rencana Penjualan Tahunan :
    a. 10.000 Pasang Seragam Sekolah, yang terdiri dari :
    a). 2000 pasang Seragam SD
    b). 4000 Pasang Seragam SMP
    c). 4000 Seragam SMA
    b. 3000 Topi yang Teerdiri dari :
    a). 1000 Topi anak SD
    b). 1000 Topi SMP
    c). 1000 Topi SMA

    D. Teknik / Produksi / Operasi Usaha
    1. Kapasitas Produksi 1000 Pasang / Bulan
    2. Ketersediaan Bahan Baku : Cukup Untuk Produksi Tiap bulan
    3. Fasilitas dan Sarana Produksi : Sarana Lengkap Untuk menunjang produksi
    4. Masa Implementasi : 1 Hari setelah pembelian

    E. Keuangan
    1. Total Pembiayaan Proyek / Bulan : Rp. 50.000.000
    2. Modal Sendiri : Rp. 50.000.000
    3. Pinjaman yang Diajukan : Rp 50.000.000
    4. Jangka Waktu pengembalian : 2 Tahun
    5. Penjualan Per tahun Total : Rp. 1.680.000.000 dengan rincian
    a. Seragam Sd : Rp. 200.000.000
    b. Seragam SMP : Rp. 600.000.000
    c. Seragam SMA : Rp. 700.000.000
    d. Topi SD : Rp. 40.000.000
    e. Topi SMP : Rp. 60.000.000
    f. Topi SMA : Rp. 80.000.000
    6. Keuntungan Per Tahun : Rp.1.080.000.000
    7. Return On Invesment ( ROI ) : Rp. 50.000.000
    8. Break Even Point ( BEP ) : Rp. 980.000.000

    1. Latar Belakang
    1.1 Dasar Gagasan Usaha : Saya seorang penjahit yang kebetulan banyak di mintai oleh tetangga untuk selalu menjahitkan seragam anak sekolah mereka, kebetulan mereka pula yang mendorong dan memotivasi saya untuk membuat usaha konveksi ini. Kebetulan saya sudah emounyai karyawan yang handal di bidang nya masing- masing

    1.2 Ruang Lingkup
    Dalam usulan proposal ini berisikan empat aspek penting yaitu:
    (1) Aspek Organisasi dan Manajemen, yang berkaitan dengan nama perusahaan, bidang usaha , nama pemilik, jumlah karyawan dan organisasi.
    (2) Aspek Pemasaran, yang berkaitan dengan perkembangan pasar saat ini, prospek pasar dan pemasarannya, sasaran wilayah yang dituju dan rencana penjualan & market share yang di raih.
    (3) Aspek Produksi berkaitan dengan proses produksi serta biaya-biaya produksi yang timbul
    (4) Aspek Keuangan, berkaitan dengan masalah kebutuhan dana untuk investasi dan modal kerja, penggunaan dana, kalkulasi biaya, proyeksi pendapatan, dan jadwal pengembalian pinjaman.
    2. Bidang Organisasi dan Manajemen
    2.1 Umum
    Nama Perusahaan : Mahardika Surya Mandiri
    Nama Pemilik/ Pimpinan : Moch. Alamsah
    Alamat Kantor dan Tempat Usaha : Jl. Gaharu 1 Kav. 23 ,Jakarta Selatan
    Bentuk Badan Hukum : PT ( Perseroan Terbatas)
    Tahun Berdiri : Tahun 2000

    Bagan / Sturktur Organisasi

    2.2 Pemegang Saham

    No. Nama Pemegang (lembar) Banyaknya
    (Ribuan Rp) Nilai Saham

    1. Rudolf Pompiet Rp 2000 Rp. 1000
    2. Moch. Alamsah Rp 2500 Rp. 1000
    3. Rany Astriani Rp 1000 Rp. 500
    4. ………………….. Rp. ……………
    Jumlah ……………………. ……Rp.5500……… Rp. 2500…………

    2.3 Perizinan

    Jenis Perizinan Biaya ( Rp)
    1. Izin Prinsip (dari Instasi Teknik
    2. SITU ( Surat Izin Teampat Usaha )
    3. SIUP ( Surat Izin Usaha Perdagangan)
    4 TDP ( Tanda Daftar Perusahaan)
    5. NPWP (Nomor Pokok Pajak )
    6. 6. Akte Pendirian Rp.750.000
    Rp.1000.000
    Rp.1000.000
    Rp1000.000
    Rp500.000
    Rp500.000

    2.4 Kegiatan Praoperasonal dan Jadwal Pelaksanaan

    Jenis Kegiatan Praoperasional Jadwal Pelaksanaan
    1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Biaya
    Operasi
    1. mengurus ijin 6 Rp. 5.000.000
    2. Menyusun rencana usaha 3,6 Rp. 4.000.000
    6. uji coba produk 2, 7 Rp. 1.000.000
    7. pemasaran 2, 4,7,12 Rp. 2000.000

    2.5 Investasi Kantor

    Inventaris Merek Jml Harga
    ( Rp) Total
    1. Mesin Tik
    2. Komputer
    3. Printer
    4. Mesin Jahit
    5. Mesin Obras
    6. Mesin bordir -
    Samsung
    Canon
    Butterfly

    Butterfly

    Butterfly -
    3
    1
    5

    3

    2 -
    3.000.000
    300.000
    10.000.000

    5.000.000

    5.000.000 -
    9.000.000
    300.000
    50.000.000

    15.000.000

    10.000.000
    Total 87.000.000

    3. Aspek Pemasaran
    Gambaran Umum
    a. Jenis Produk yang dipasarkan : Seragam sekolah dan atribut SD – SMA
    b. Cakupan Pemasaran Meliputi : Seluruh Wilayah Jakarta Selatan
    (Misal : Kecematan, Kabupaten, Propinsi, Nasional}

    Permintaan
    A. Jumlah Permintaan Terhadap Produk
    1. Sasaran Pembeli/ Konsumen : Masyarakat ( anak-anak sekolah) dan Pihak Sekolah
    2. Jumlah Konsumen : Instansi Sekolah ( 3 ), Orang umum
    3. Jumlah Kebutuhan : 600/bulan
    4. Total Kebutuhan Pertahun : 7200 pasang

    B. Proyeksi Permintaan Selama 5 Tahun Mendatang

    Tahun Proyeksi Permintaan ( dalam unit )
    2000 7200 pasang
    2001 10.000 Pasang
    2002 12.000 Pasang
    2003 15.000 Pasang
    2004 20.000 Pasang

    3.3 Penawaran / Pesaing

    Nama Pesaing Kapasitas Produksi/ Tahun
    1. a Dharma daya lestari 100
    2.b Mandiri center grosir 250
    3. c Sasana grosir 300
    Total Penawaran 650

    3.4 Rencana Penjualan / Pangsa Pasar

    Tahun
    (1) Permintaan
    (2)
    Penawaran
    (3) Peluang Pasar
    (4) (2)-(3) Rencana Penjualan
    (5) Pangsa Pasar (6)
    5/4 x 100%
    2000 150.000 100.000 50.000 130.000 2,6
    2001 200.000 100.000 100.000 150.000 1,5
    2002 300,000 120.000 180.000 200.000 1,111
    2003 300.000 150.000 150.000 200.000 1,333
    2004 330.000 150.000 180.000 230.000 1,2777

    3.5 Strategi Pemasaran Pesaing
    Uraikan strategi pemasaran yang dilakukan pesaing, misalnya meliputi :
    1. Produk (mutu, ukuran, kemasan, tipe).
    Bahan dari katun halus , lembut dan kwalitas bagus. Jahitan Rapi dan ukuran Standart Indonesia
    2. Harga (syarat pembayaran, potongan, harga satuan)
    Apabila membeli lebih dari 3 pasang dapat potingan 10 %, jika dari Instansi Sekolah Pembelian lebih dari 100 pasang diskon 10%

    3. Jalur Pemasaran (langsung/ tidak langsung)
    On-Line, Pam flet, Website, FB dan Twitter
    3.6 Strategi Pemasaran Perusahaan
    Uraikan strategi pemasaran yang akan dilakukan, misalnya meliputi :
    1. Produk (mutu, ukuran , kemasan, tipe)
    Kain Berkwalitas no 1< halus, jahitan Rapi, bordiran rapi
    2. Harga (syrat pembayaran, potongan, harga satuan)
    Instansi Sekolah ; pembelian lebih dari 100 pasang diskon 10 %., masyarakat umum : Pembelian lebih dari 3 pasang diskon 10 %
    3. Jalur penjualan : On-Line, Website, FB, Twitter dan Pamflet
    4. Promosi : bazaar disekolah dan buka sale untuk awal

    4. Aspek Produksi

    4.1 Produk
    1. Uraikan Ciri-ciri Produk : Seragam sekolah dan atribut nya dengan bahan berkwalitas, jahitan rapid an bordiran rapi
    2. Kegunaan Usaha Produk : Seragam sekolah
    4.2 Proses Produksi
    Skema/ Bagan Alur Proses Produksi :

    INPUT PROSES OUTPUT PENGEPAKAN dst.

    4.3 Kapasitas produksi

    Tahun Rencana Produk (dalam unit )
    2000 7200 Pasang
    2001 10.000 Pasang
    2002 12.000 Pasang
    2003 15.000 Pasang
    2004 20.000 Pasang

    4.4 Tanah/ Bangunan
    1. Beli ( …… m2 ) Rp ……….
    2. Sewa ( 5 Thn) Rp 100.000.000

    4.5 Utilitas/ Sarana

    Nama Biaya Utilitas
    1.Pemasangan Instalasi Listrik 1.000.000
    2.Pemasangan Instalasi Air/PAM 750.000
    3. Pemasangan Instalasi Telepon 500.000
    4. Lain-lain 750.000
    Total 3.000.000

    4.6 Peralatan/ Mesin/ Kendaraan

    Beli/ Sewa Nama Merek Jumlah Harga
    1. Beli Motor Honda 1 10.000.000
    2. Sewa/Th
    3. Hibah Motor Yamaha 1

    4.7 Biaya Umum Pabrik

    Jumlah Biaya Umum Pabrik Jumlah (Rp)
    1.Pemeliharaan Mesin dan Peralatan 3.000.000
    2. Suku Cadang, bahan bakar, oli, dll 1.000.000
    3. Listrik, Air, dll 500.000
    4. Pemeliharaan Bangunan 750.000

    4.8 Limbah
    1. Kualitas Limbah dan Cara Penanggulangannya
    Limbah secara langsung tidak ada, Cuma kebersihan yang harus selalu dijaga terutama dari bahan , benang.
    2. Biaya Pengendalian Kebersihan per tahun : Rp. 600.000
    3. Prosedur IPAL : Rp. 500.000

    BIAYA PROYEK
    (dalam Rp)
    KETERANGAN MODAL SENDIRI KREDIT JUMLAH
    INVESTASI
    1. Tanah
    2. Bangunan/ Toko
    3. Mesin dan Peralatan
    4. Investaris Kantor
    5. Kendaraan
    6. Lain-lain
    Total Harga Tetap

    100.000.000
    75.000.000
    20.000.000
    10.000.000
    10.000.000
    300.000.000

    200.000.000
    125.000.000
    105.000.000
    95.000.000
    85.000.000
    B. INVESTASI
    PRA-OPERASIONAL 200.000.000
    1. Rencana Usaha
    2. Perizinan
    3. Pelatihan
    4. Uji coba produksi
    5. Lain-lain
    Total Pra-Operasi 2.000.000
    5.000.000
    5.000.000
    2.000.000
    2.000.000
    16.000.000 198.000.000
    193.000.000
    188.000.000
    186.000.000
    184.000.000
    C. TOTAL INVESTASI (A + B) 500.000.000
    D. MODAL KERJA
    BIAYA POKOK PRODUKSI
    1. Bahan Baku
    2. Upah Tenaga Kerja
    3. Biaya Umum Pabrik
    Total Biaya Produksi

    BIAYA USAHA
    1. Gaji Pimpinan ( 6 orang )
    2. Gaji Karyawan
    3. Biaya Pemasaran
    4. Alat Tulis Kantor
    5. Biaya Sewa
    6. Lain-lain
    Total Biaya Usaha

    TOTAL BIAYA OPERASI/ TAHUN

    Rp. 20.000.000
    Rp. 10.000.000
    Rp. 30.000.000

    Rp. 30.000.000
    Rp. 15.000.000
    Rp. 4.000.000
    Rp. 500.000
    Rp.100.000.000
    Rp.149.500.000

    Rp. 205.500.000
    MODAL KERJA ( x Rp)
    TOTAL BIAYA PROYEK(C+D) 705.500.000 Rp.705.500.000
    PERSENTASE Rp. 211.650.000 Rp.493.850.000 Rp.705.500.000

    PROYEKSI NERACA
    (dalam Rp)
    KETERANGAN
    Tahun
    0 Tahun
    1
    Tahun
    2 Tahun
    3 Tahun
    4 Tahun
    5
    I. HAR

    A. Harta Lancar
    1. Kas
    2. Piutang
    3. Persediaan
    Total harta lancar
    B. Harta Tetap
    1. Tanah
    2. Bangunan
    3. Mesin dan Peralatan
    4. Investasi
    5. Kendaraan
    6. Lain-lain
    Total Harta Tetap
    Akumulasi -mortisasi
    Nilai Buku Harta Tetap
    C.Investasi Pra-operasi
    Akumulasi Amortisasi
    Nilai Buku Harta takberwujud
    Total Harta (A+B+C)

    705500000
    200000000
    100000000
    200000000

    100000000
    50000000
    100000000
    10000000
    5000000
    265000000
    440500000
    175500000

    440500000
    175500000

    970500000

    705500000
    160000000
    100000000
    240000000

    100000000
    50000000
    100000000
    10000000
    5000000
    265000000
    440500000
    175500000

    440500000
    175500000

    970500000

    705500000
    120000000
    100000000
    280000000

    100000000
    50000000
    100000000
    10000000
    5000000
    265000000
    440500000
    175500000

    440500000
    175500000

    970500000

    705500000
    80000000
    100000000
    320000000

    100000000
    50000000
    100000000
    10000000
    5000000
    265000000
    440500000
    175500000

    440500000
    175500000

    970500000

    705500000
    40000000
    100000000
    360000000

    100000000
    50000000
    100000000
    10000000
    5000000
    265000000
    440500000
    175500000

    440500000
    175500000

    970500000

    705500000
    -
    100000000
    360000000

    100000000
    50000000
    100000000
    10000000
    5000000
    265000000
    440500000
    175500000

    440500000
    175500000

    970500000
    II. UTANG DAN MODAL
    A. Utang Lancar
    1. Utang Dagang
    2. Kredit Modal Kerja
    Total Utang Lancar

    B. Utang Jk Panjang
    Kredit Investasi
    Total Utang Jk Panjang

    C. Modal
    1. Modal Sendiri
    2. Laba Periode Lalu
    3. Laba
    Total Modal
    TOTAL UTANG DAN MODAL (A+B+C)

    100000000
    200000000
    300000000

    300000000
    200000000
    500000000

    50.000000
    200000000
    150000000
    150000000

    950000000

    100000000
    200000000
    300000000

    300000000
    200000000
    500000000

    50.000000
    300000000
    250000000
    150000000

    950000000

    100000000
    200000000
    300000000

    300000000
    200000000
    500000000

    50.000000
    350000000
    300000000
    150000000

    950000000

    100000000
    200000000
    300000000

    300000000
    200000000
    500000000

    50.000000
    400000000
    350000000
    150000000

    950000000

    100000000
    200000000
    300000000

    300000000
    200000000
    500000000

    50.000000
    450000000
    400000000
    150000000

    950000000

    100000000
    200000000
    300000000

    300000000
    200000000
    500000000

    50.000000
    500000000
    450000000
    150000000

    950000000
    Laba
    ROI = X 100%
    Total Harta
    173000000 200000000 230000000 250000000 300000000 350000000

    PROYEKSI LABA RUGI
    ( dalam Rp )
    KETERANGAN Tahun
    1 Tahun
    2 Tahun
    3 Tahun
    4 Tahun
    5
    A. PENJUALAN
    B. BIAYA POKOK PRODUKSI
    1.Bahan Baku
    2. Upah Tenaga Kerja
    3. Biaya Umum Pabrik
    Total Biaya Pokok Produksi
    C. LABA KOTOR (A-B)
    D. BIAYA USAHA
    1. Gaji Pimpinan
    2. Gaji Karyawan
    3. Biaya Pemasaran
    4. Perlengakapan Kantor
    5. Biaya Sewa
    6. Lain-lain
    Total Biaya Usaha
    7. Penyusutan
    8. Amortasi
    E. TOTAL BIAYA USAHA
    F. LABA USAHA (C-E)
    G. BUNGA
    H. LABA SEBELUM PAJAK (F-G)
    I. PAJAK
    J. LABA (H-I)
    K. BEP (E/C)x 100% 300000000

    20.000.000
    15.000.000
    20.000.000
    55.000.000
    190.000.000

    30.000.000
    15.000.000
    5.000.000
    500.000
    20.000000
    5.000.000

    5.000.000
    4.000.000
    84.500.000
    2365500000
    236550000
    2128950000

    212895000
    191.605.5000
    0,444

    400000000

    30000000
    15000000
    20000000
    65000000
    270.000.000

    30.000.000
    15.000.000
    7.000.000
    500.000
    20.000000
    6.000.000

    5.000.000
    4.000.000
    87.500.000
    247500000
    24750000
    222750000

    22275000
    200.475.000
    0,324
    500000000

    40000000
    15000000
    20000000
    75000000
    350.000.000

    30.000.000
    15.000.000
    9.000.000
    500.000
    20.000000
    6.000.000

    5.000.000
    4.000.000
    89.500.000
    335500000
    33550000
    301950000

    30195000
    271.755.000
    0,255 600000000

    50000000
    15000000
    20000000
    85000000
    430.000.000

    30.000.000
    15.000.000
    10.000.000
    500.000
    20.000000
    7.000.000

    5.000.000
    4.000.000
    93.500.000
    421500000
    42150000
    379350000

    37935000
    341.415.000
    0,217 7000000000

    60000000
    15000000
    20000000
    95000000
    510.000.000

    30.000.000
    15.000.000
    12.000.000
    500.000
    20.000000
    8.000.000

    5.000.000
    4.000.000
    94.500.000
    510500000
    51050000
    459450000

    45945000
    413.505.000
    0,185

    PENYUSUTAN NILAI (Rp) UMUR (Th) PENYUSUTAN/Th
    1. Bangunan
    2. Mesin dan Peralatan
    3. Inventaris Kantor
    4. Kendaraan
    5. Lain-lain
    Jumlah 100.000.000
    75.000.000
    5.000.000
    10.000.000
    5.000.000 5 Tahun
    5 Tahun
    2 Tahun
    5 Tahun 54.500.000

    AMORTISASI NILAI (Rp) UMUR (Th) PENYUSUTAN/Th
    Investasi Pra-Operasi
    200.000.000 5 Tahun 40.000.000

    PROYEKSI ARUS KAS
    (dalam Rp)

    KETERANGAN Tahun
    0 Tahun
    1 Tahun
    2 Tahun
    3 Tahun
    4 Tahun
    5
    TOTAL PENJUALAN

    A. ARUS KAS MASUK
    1. Penjualan Tunai
    2. Penerimaan Tunai
    3. Modal Sendiri
    4. Kredit Investasi
    5. Kredit Modal Kerja
    6. Saldo Kas Awal
    Total Kas Masuk

    B. ARUS KAS KELUAR
    1. Investasi
    2. Biaya Pokok Produksi
    3. Biaya Ush. Seb. Peny.
    4. Bunga
    5. Pajak
    Total Kas Keluar

    C. KAS NETO (A-B)
    D. KEWAJIBAN BANK
    1. Angsuran Kredit Investasi
    2. Angsuran Modal Kerja
    Total Kewajiban Bank
    E. SALDO KAS AKHIR (C-D)
    50.000000

    500000000
    500000000
    50000000
    100000000
    200000000
    100000000
    1450000000

    100000000
    50000000
    50000000
    5000000
    5000000
    210000000

    1240000000

    -

    -

    1240000000 100000000

    100000000
    500000000
    50000000
    100000000
    200000000
    100000000
    1450000000

    100000000
    50000000
    75000000
    7500000
    7500000
    240000000

    1210000000

    40000000

    20000000

    60000000 1500000000

    150000000
    500000000
    50000000
    100000000
    200000000
    100000000
    1450000000

    100000000
    70000000
    75000000
    7500000
    7500000
    260000000

    1190000000

    40000000

    20000000

    1130000000 200000000

    200000000
    500000000
    50000000
    100000000
    200000000
    100000000
    1450000000

    100000000
    70000000
    75000000
    7500000
    7500000
    265000000

    1190000000

    40000000

    20000000

    1130000000 250000000

    250000000
    500000000
    50000000
    100000000
    200000000
    100000000
    1450000000

    100000000
    70000000
    75000000
    7500000
    7500000
    265000000

    1190000000

    40000000

    20000000

    1130000000 300000000

    300000000
    500000000
    50000000
    100000000
    200000000
    100000000
    1450000000

    100000000
    700000000
    75000000
    7500000
    7500000
    265000000

    1190000000

    40000000

    20000000

    1130000000

    Keterangan :

    A1 = Penjualan Tunai = …8000……x jumlah penjualan
    A2 = Penjualan Kredit = …2000……x jumlah penjualan

    KETERANGAN Tahun
    0 Tahun
    1 Tahun
    2 Tahun
    3 Tahun
    4 Tahun
    5

    A. Kas Masuk
    1. Penjualan Tunai
    2. Penjualan Piutang
    Total Kas Masuk

    B. Total Kas Keluar
    C. Kas Neto (A-B)
    D. Faktor Diskon F1=T1
    E. Nilai Sekarang (CxD)
    F. Faktor Diskon F2=T2
    G. Nilai Sekarang (CxF)

    I. IRR
    100000000

    100000000

    -
    100000000
    2
    200000000
    3
    600000000

    300000000
    700000000
    500000000
    1000000000

    500000000
    200000000
    2
    4000000000
    3
    12000000000

    800000000
    550000000
    100000000
    650000000

    100000000
    450000000
    2
    900000000
    3
    2700000000

    1800000000
    550000000
    100000000
    650000000

    100000000
    450000000
    10
    900000000
    3
    27000000000

    18000000000
    600000000
    200000000
    800000000

    200000000
    400000000
    10
    8000000000
    3
    24000000000

    16000000000
    600000000
    200000000
    800000000

    200000000
    400000000
    10
    8000000000
    3
    24000000000

    16000000000

    Rumus untuk menghitung Diskon Factor (DF) :

    1 1 1 1 1
    Diskon Factor T1 s.d T5 =
    (1+i)1 (1+i)2 (1+i)3 (1+i)4 (1+i)5

  15. Siti Zuafah says:

    Nama : Siti Zuafah
    Nim : 2011 66 351
    Eksekutif Fisioterapi
    Rencana-Usaha (Kewirausahaan)

    A. PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
    Semua orang sangat menyukai gorengan, karena selain mudah untuk didapatkan, makanan ini juga sangat enak untuk dinikmati saat dalam suasana apapun, seperti saat berkumpul dengan teman-teman saat beristirahat, kumpul bersama keluarga, kumpul saat suasana hujan turun dan sebagainya. Gorengan sangat banyak aneka ragamnya, tak terkecuali pisang goreng.
    Pada umumnya kita semua mengenal pisang goreng, tapi tahukah kita dengan pisang goreng kipas crispy. Pisang goreng kipas crispy adalah makanan khas dari pontianak, pisang di potong-potong dan di bentuk seperti kipas dan di balut dengan tepung lalu di goreng. Pisang goreng kipas crispy terkenal dengan rasanya yang lezat dan renyah.
    Saat ini masih sedikit yang menjual pisang goring kipas crispy, dan hal ini pulalah yang membuat saya untuk menjadikan ini sebagai peluang usaha saya kedepannya. Karena menurut saya ini sangat menggiurkan, dari segi penampilan yang disajikan dan rasa yang lezat serta renyahnya membuat goreng pisang ini berbeda dengan gorengan biasa.

    2. Ruang Linglup
    Pada peluang usaha ini, masyarakatlah yang menjadi lingkup pembeli goreng pisang kipas crispy, dan disini semua kalangan bisa menikmatinya, tanpa harus membedakan antara kalangan menengah keatas maupun kalangan menengah kebawah. Karena harga yang ditentukan pada goreng pisang ini tidak melihat golongan.

    B. Organisasi atau Management
    1. Nama Usaha
    “Pisang Goreng Kipas Cripsy Simpang Telu”
    2. Nama Pemilik Usaha
    Siti Zuafah
    3. Bidang Usaha
    Goreng pisang
    4. Jumlah Karyawan
    Disini karyawan yang saya butuhkan adalah 2orang.

    C. Pemasaran
    1. Produksi yang dipasarkan
    Goring pisang kipas crispy.
    2. Sasaran konsumen atau pembeli
    Goring pisang kipas crispy yang enag, lezat dan renyah,
    3. Wilayah pemasaran
    Wilayah atau tempat yang cocok adalah didaerah yang banyak dilalui oleh orang lewat, ataupun didekat keramaian orang. Untuk usaha saya ini saya akan membukanya di Jl. Durian, DK.5, dimana disana posisinya sangat strategis, karena dia berada pas di simpang tiga yang sangat ramai dilalui oleh orang-orang.
    4. Rencana penjualan tahunan
    Adapun rencana penjualan pertahun yang saya harapkan, saya mampu untuk mengembalikan modal dalam tahun pertama serta bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan ditahun berikutnya saya sudah mampu untuk membuka cabang dari usaha ini, tanpa harus memikirkan kembalinya modal lagi.

    D. Tehnik atau Produk atau Operasi Usaha
    1. Kapasitas Produksi
    Kapasitas untuk pisang goring ini sendiri adalah dapat dikonsumsi dengan cepat dalam keadaan hangat, karena dengan menikmati dalam suasana yang demikian, maka kita akan bisa menikmati lezat dan gurinya dari goring pisang kipas cripsi ini sendiri. Itulah kapasitas dari pisang goring itu sendiri.
    Sementara untuk kapasitas, setiap pembeli yang sudah menjadi pelanggan, maka disini kami memiliki bonus yang kami berikan pada pembeli.
    2. Ketersediaan bahan baku
    Bahan baku selalu saya konsumsi setiap harinya, terutama pisang, pisang disini saya membutuhkan pisang kapok. Sementara untuk bahan yang lainnya itu saya sudah persiapkan perminggu, seperti tepung terigu, tepung roti sebagai baluran yang akan membuat pisang menjadi lebih gurih dan renyah.
    3. Fasilitas dan sarana produksi
    Fasilitas yang saya sediakan di tempat saat pembeli ingin menikmati di tempat, yaitu : kursi + meja, tissue, music, dan pelayanan yang nyaman dari rasa goring pisangnya yang gurih dan nikmat.
    4. Masa implementasi
    Masa disini, makanan yang kami berikan dapat langsung dimakan tanpa harus menggunakan garansi.

    E. Keuangan
    1. Total pembiayaan proyek Rp : 15.000.000,-
    2. Modal sendiri Rp : 10.000.000,-
    3. Pinjaman yang diajukan Rp : 5.000.000,-
    4. Jangka waktu pengambilan : 1Tahun
    5. Penjualan pertahun Rp : 18.000.000,-
    6. Keuntungan pertahun Rp : 72.000.000,-

  16. Fajri Abdushomad says:

    Nama : Fajri Abdushomad
    NIM : 201166327
    Fakultas Fisioterapi S1
    A. Rencana usaha yang saya ingin kembangkan : Restoran Organik yaitu rumah makan yang bahan-bahannya dari pengolahan secara organic.

    1. Latar Belakang
    Dewasa ini masyarakat mulai menyadari pentingnya hidup sehat. Banyak uang tetapi sakit-saki tan sangat ditakutkan, apalagi usianya semakin tua. Keinginan masyarakat senantiasa sehat sampai akhir hayat. Cara-cara untuk memperoleh kesehatan yang disarankan dan dengan biaya murah adalah menjaga kesehatan, mulai dari hidup sehat, makan sehat, olah raga secara teratur dan mengatur stress.
    Makanan yang sehat dapat diperoleh dari makanan organic, karena perlakuannya secara alami/organic tidak menggunakan bahan-bahan kimia dalam perawatan dan pemeliharaannya. Makanan organic ternyata mengandung nilai gizi yang lebih tinggi disbanding non organic.
    Fokus Rumah Makan Organik adalah di bidang organik dan makanan etnik yang kreatif. Penekanannya adalah pada bahan organik yang menjadi dasar pelayanan Rumah Makan Organik untuk mendukung pengembangannya. Sebagai tambahan, restoran mendapatkan makanan lokal jika memungkinkan.

    2. Tujuan
    - Menyediakan makanan sehat kepada masyarkat
    - Untuk memberikan sarana kuliner yang sehat dan hiburan, adanya restoran organic dapat
    menjadi tempat untuk menghilangkan kejenuhan dibandingkan restoran fastfood.

    3. Target konsumen
    - Masyarakat menengah keatas/ healthy holic.
    - Keluarga muda yang kaya yang ingin sehat
    - Wanita/Para Ibu yang menjalani diet
    - Kelompok-kelompokmasyarakat/rekan bisnis mupun teman.

    4. Lokasi
    Saya bermaksud memulai usaha dengan lokasi di jalan raya Jatiasih Bekasi, karena cukup strategis, dekat dengan akses tol, akan mudah dilihat masyarakat, transportasi mudah dan pastinya mereka yang kelas menengah keatas.

    5. Karakteristik Produk
    Produk adalah makanan khusunya makanan organic dengan desain yang unik untuk menarik konsumen.
    Bahan dan perlengkapan yang saya butuhkan untuk antara lain :
    - Beras organic dari berbagai jenis seperti menthik susu, menthik wangi, ir 64, beras merah, beras hitam
    - Sayuran organik
    - Meja-kursi yang lucu dan menarik
    - Tempat yang suasana longgar dan terbuka
    - Parkir yang nyaman
    - Suplier bahan makanan dan sayuran yang terpercaya
    - Pernak-pernik

    6. Penentuan Harga
    Harga awal yang saya tawarkan masih berupa harga sementara, karena bisnis ini merupakan bissnis awal, sehingga saya memutuskan untuk menawarkan harga senilai dengan produksi makanan. Saya belum berani menawarkan harga tinggi dengan alasan untuk menarik konsumen terlebih dahulu. Namun, saya memperkirakan bisnis ini akan berkembang dari mulut-ke-mulut. Dengan demikian, saya berharap bahwa reputasi saya akan membawa saya memperoleh kekuatan harga hingga tingkat tertentu.
    Harga yang saya tawarkan berkisar Rp 20.000,00 sampai dengan Rp 40.000,00 perporsi/paket makanan sesuai yang diinginkan konsumen.

    7. Promosi
    Langkah awal yang saya lakukan untuk mempromosikan produk ini adalah dengan menawarkan produk ke masyarakat secara langsung dengan memberikan brosur, memasang spanduk, banner untuk memudahkan konsumen melihat jenis-jenis produk yang ada.
    Promosi juga dilakukan dengan instansi atau kantor-kantor dengan sekolah-sekolah untuk lebih mengenalkan dan mendekatkan pentingnya makanan organic.
    Selanjutnya jika bisnis ini terus menunjukkan perkembangan yang progressive, tidak dipungkiri saya akan mencari lokasi baru untuk menambah konsumen dan member kesempatan para pencari kerja.

    8. Rencana Keuangan
    Saya menyetorkan modal awal sebesar Rp 30.000.000,00.
    Berikut proyeksi keuangan dalam 1 bulan.

    -. Proyeksi Modal awal
    1. Kas Rp 30.000.000,00
    Modal Rp 30.000.000,00
    (Setoran untuk modal awal)
    2. Perlengkapan Rp 5.000.000,00
    Kas Rp 5.000.000,00
    (Pembelian Perlengkapan)
    3. Peralatan Rp 2.000.000,00
    Kas Rp 2.000.000,00
    (Pembelian Peralatan)

    -. Proyeksi Penjualan dalam 1 bulan
    50 porsi makanan (sehari) x (@ Rp 20.000,00) = 1.000.000.00 (sehari)
    50 minuman (sehari) x (@ 5.000.00) = 250.000.00 (sehari)
    Total pemasukan perhari = 1.250.000,00
    Sebulan 25 hari kerja : 25 x 1.250.000.00 = 31.250.000.00
    Perkiraan Pendapatan minimal 1 bulan Rp 31.250.000,00
    -. Jurnal Transaksi dalam 1 bulan
    1. Biaya Tenaga Kerja (3 orang @ Rp 800.000,00 )
    Biaya Tenaga Kerja Rp 2.400.000,00
    Kas Rp 2.400.000 ,00
    2. Biaya Bahan Baku
    Biaya Bahan Baku Rp 10.000.000,00
    Kas Rp 10.000.000,00
    3. Biaya Transportasi
    Biaya Transportasi Rp 3.000.000,00
    Kas Rp 3.000.000,00
    4. Biaya Rupa-rupa
    Biaya Rupa-rupa Rp 1.000.000,00
    Kas Rp 1.000.000,00

    -. Laporan Laba /Rugi dalam 1 Bulan
    Pendapatan
    50 porsi makanan (sehari) x (@ Rp 20.000,00) = 1.000.000.00 (sehari)
    50 minuman (sehari) x (@ 5.000.00) = 250.000.00 (sehari)
    Total pemasukan perhari = 1.250.000,00
    Sebulan 25 hari kerja : 25 x 1.250.000.00 = 31.250.000.00
    Perkiraan Pendapatan minimal 1 bulan Rp 31.250.000,00

    Biaya-biaya
    Biaya Tenaga Kerja Rp 2.400.000,00
    Biaya Bahan Baku Rp 10.000.000,00
    Biaya Transportasi Rp 3.000.000,00
    Biaya Rupa-rupa Rp 1.000.000,00
    Jumlah biaya Rp 16.400.000,00
    Laba Rp 14.850.000,00

    B. Pengorganisasian

    1. Karena usaha ini masih baru manajer dipimpin langsung oleh suami dengan tugas :
    a. Merencanakan usaha
    b. Membuat anggaran dana dan membukukannya
    c. Terjun langsung dalam pemilihan bahan baku
    d. Memantau semua kegiatan usaha
    e. Merangkap customer service
    2. Sekretaris merangkap keuangan dipegang isteri bertugas :
    a. Menciptakan sebuah inovasi makanan /minuman
    b. Bertanggung jawab atas proses produksi dan kualitas produk
    c. Merangkap customer service
    3. Pembantu umum, bertugas :
    a. Membantu menyiapkan peralatan dan perlengkapan
    b. Membantu transportasi

    C. Pelaksanaan

    Pelaksanaan bisnis restsoran organic ini disesuaikan dengan rencana yang sudah dibuat. Kalau pun ada perubahan diharapkan ke arah yang lebih baik. Jika ada hambatan, suami sebagai manajer harus mampu mengambil keputusan yang tepat demi kelancaran usaha.
    Dalam perkembangannya nanti dibuka cabang-cabang untuk lebih mengenalkan lagi kepada masyarakat luas tentang restoran organic ini khusunya dan pentingnya menjaga kesehatan sejak masih muda.
    Yang penting saya pertahankan adalah jaminan layanan yang berkualitas tinggi, makanan yang kreatif dan menarik.

    D. Pengendalian

    Kebijakan saya dalam menangani masalah adalah dengan mengidentifikasi dan mengenali masalah dengan cepat dan jujur. Saya merencanakan untuk memberlakukan kebijakan berikut ini segera setelah saya menemukan kejadian yang dapat berakibat buruk selama program pertumbuhan:
    Risiko kehabisan tunai: Saya merencanakan untuk membuat sesering mungkin proyeksi arus kas. Peramalan terhadap pendapatan, biaya, dan hal-hal tidak terduga akan dinyatakan secara konservatif. Setiap ada peristiwa kekurangan tunai akan segera diselesaikan secepatnya dengan memotong biaya untuk menjaga arus kas dan keuntungan yang positif.
    Penurunan dalam penjualan atau penjualan tidak mencapai target:
    1. Saya siap secepatnya mengambil langkah pemulihan dengan memotong biaya.
    2. Saya akan memperbaiki setiap aspek dari nilai produk, performa, dan citra.
    3. Saya akan mencari cara baru untuk mengembangkan penjualan.
    4. Saya merencakanan untuk tetap berada pada bisnis khusus yang sudah saya kenal baik ini.

    Resesi usaha: Saya siap memotong biaya untuk menjaga likuiditas. Saya juga akan mencari peluang bisnis yang bagus selama masa resesi.

    Sekian Terima kasih.

  17. fitri maini says:

    Nama : FITRI MAINI
    Nim : 201166367
    Fakultas : Fisioterapi

    Usaha jasa Loundry kiloan
    A. Latar belakang
    Bisnis laundry tumbuh dengan pesat baik didaerah perkotaan hingga kepedesaan sekalipun. Melihat kesibukan akan pekerjaan dan kegiatan lain sehingga menyita banyak waktu dan tenaga banyak masyarakat yang membutuhkan jasa loundry
    B. Rencana pemasaran
    1. Target pemasaran
    Target pemasaran lebih kepada mahasiswa dan pegawai kantoran yang sibuk sehingga tidak memiliki cukup waktu dan tenaga untuk mencuci pakaian yang setiap hari menumpuk.
    2. Lokasi
    Untuk lokasi baiknya didaerah perumahan padat penduduk atau dekat kost-kostan mahasiswa/pelajar kalaupun jauh dari pemukiman kita dapat gunakan jasa ambil-antar sebagai bagian dari pelayanan.
    3. Cara promosi
    Setelah analisisa target dan tempat pemasaran maka kita akan tau cara berpromosi dan ke segmen pasar dan kalangan mana saja jasa kita akan mempromosikan nantinya. Sebenarnya jaman sekarang tanpa terlalu mempromosikan pun konsumen tetap datang dengan sendirinya mencari karena kebutuhan yang semakin meningkat tapi cara promosi tetap perlu diperhatikan sebagai contoh dengan Pasang iklan, pamplet, spanduk,brosur, mouth to mouth dll.
    4. Harga
    Menentukan harga penjualan sangat peting untuk menarik pelanggan memberikan harga murah merupakan salah satu yang menarik konsumen tapi kita tetap perlu memperhitungkan segala pengeluaran dan pemasukan agar tidak rugi sementara harga cocok dengan kantong pelanggan dan tidak memberatkan tapi tetap menjaga kualitas jasa.
    C. Rencana Produksi
    Untuk membuka laundry perlu konsep yang harus dipahami, perencanaan kita perlu membagi karakteristik bahan /alat yang diperlukan
    Alat tetap : Mesin cuci, Mesin pengering, Setrika, Meja setrika, Timbangan, setrika, keranjang, hangerdll
    Bahan Variable : Deterjen khusus laundry,softener khusus laundry, plastik pakaian, dll
    Kelebihan bisnis
    Kebutuhan mencuci pakaian tidak akan pernah ada habisnya. Selama masih ada pelajar, mahasiswa, serta para karyawan, maka kelangsungan bisnis ini juga akan terjaga. Yang terpenting jaga kualitas yang ditawarkan, maka konsumen akan tetap loyal dengan bisnis kantin Anda.
    Kekurangan bisnis
    Biasanya dalam satu lokasi tidak hanya memiliki satu laundry saja, ada beberapa pelaku bisnis lain yang menjajakan. Sehingga persaingan bisnisnya pun cukup ketat. Oleh karena itu tingkatkan kualitas hasil laundry yang Anda tawarkan, agar konsumen tidak pindah ke bisnis pesaing Anda.

    D. Rencana keuangan
    1. Biaya Investasi dan biaya Modal Kerja
    Biaya investasi: Rp 75.000.000 dengan perincian
    ~ Sewa bangunan pertahun Rp25.000.000
    ~ Pembelian peralatan usaha (mesin cuci,strika dll) Rp 50.000.000
    Biaya modal kerja : Rp 25.000.000
    2. Biaya Tetap dan Biaya variable
    Biaya tetap :
    ~ Gaji pegawai : 3 X 1.500.000 = Rp 4.500.000
    Biaya variable :
    ~ Listrik : Rp 2.000.000/bln
    ~ bensin kendaraan : Rp 1.000.000/bln
    ~Deterjen,speraydll : Rp 2.000.000/bln
    3. Proyeksi pendapatan selama 1(satu) tahun/dibagi menjadi 4(empat)triwulan.
    Harga laundry perkilo Rp10.000
    Triwulan ke-1
    Pencucian harian rata-rata 35kg
    Pendapatan /bln : Rp 10.500.000
    Pengeluaran /bln : Rp 9.500.000
    Pendapatan bersih/3bln :3 x 2.000.000 = Rp 6.000.000
    Triwulan ke-2, 3, 4
    Penjualan harian rata-rata 40 kg
    Pendapatan/bln : Rp12.000.000
    Pengeluaran/bln : Rp 9.500.000
    Pendapatan bersih/3bln : 3 x 3.500.000= Rp 10.500.000
    Jadi pendapatan bersih selama 1tahun Rp 37.500.000
    4. Sumber dana
    Tabungan pribadi : Rp100.000.000

  18. Indah Setiowati (2011-66-279) says:

    BISNIS PLAN

    Catering Makanan

    BISNIS :

    Warung Makanan Siap Saji dan Jasa Pesan Antar

    RINGKASAN PROYEK

    A. Pendahuluan

    1. Latar Belakang
    Meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat mendorong mereka untuk mencari peluang usaha di luar rumah, termasuk seorang ibu. Banyak ibu yang memilih mencari rezeki dengan bekerja baik di luar rumah ataupun mengembangkan usaha rumahan untuk membantu perekonomian keluarga. Tingkat kesibukan yang semakin tinggi memaksa mereka tidak dapat menyiapkan makanan untuk keluarganya. Sehingga mereka lebih memilih untuk membeli makanan siap saji, salah satunya dengan menggunakan jasa catering.
    2. Ruang Lingkup: Masyarakat Provinsi Jakarta Timur

    B. Organisasi / Manajemen
    1. Nama Perusahaan Catering Pusaka Mandiri
    2. Nama Pemilik/Pimpinan Perusahaan : 1. Indah Setiowati
    2. Siti Marpu’ah
    3. Bidang Usaha : Catering Makanan
    4. Jumlah Karyawan/Tenaga Kerja 10 Orang

    C. Pemasaran
    1. Produk yang Dipasarkan : Makanan Siap Saji (Nasi, lauk, sayur, kue, berbagai makanan ringan dan minuman)

    2. Sasaran Konsumen/Pembeli : Ibu Rumah Tangga yang tidak sempat menyiapkan makanan. Berbagai kalangan masyarakat dan perkantoran.

    3. Wilayah Pemasaran : wilayah Jakarta Timur

    4. Rencana Penjualan Tahunan :

    Rencana penjualan perhari 1.000 porsi
    Rencana penjualan bulanan 1.000 x 30 = 30.000 porsi
    Rencana penjualan tahunan 30.000 x 12 = 360.000 porsi

    D. Teknik / Produksi / Operasi Usaha
    1. Kapasitas Produksi 1000 porsi perhari
    2. Ketersediaan Bahan Baku : Cukup untuk produksi setiap hari
    3. Fasilitas dan Sarana Produksi : sarana lengkap untuk menunjang produksi
    4. Masa Implementasi : 1 x 24 jam

    E. Keuangan
    1. Total Pembiayaan Proyek : Rp. 150.000.000
    2. Modal Sendiri : Rp. 100.000.000
    3. Pinjaman yang Diajukan : Rp. 50.000.000
    4. Jangka Waktu pengembalian : 2 tahun
    5. Penjualan Per tahun : Rp. 3.600.000.000
    6. Keuntungan Per Tahun : Rp. 1.800.000.000
    7. Return On Invesment ( ROI ) : Rp. 150.000.000
    8. Break Even Point ( BEP ) : Rp. 1.650.000.000

    1. Latar Belakang
    1.1 Dasar Gagasan Usaha : Ibu saya pandai memasak berbagai jenis masakan dengan cita rasa yang menggugah selera. Teman-teman yang pernah mencicipi masakan ibu saya menyarankan dan memberi dorongan untuk membuka usaha ini, melihat tingkat kesibukan para ibu rumah tangga dan lingkungan kerja yang cukup menjanjikan.

    1.2 Ruang Lingkup
    Dalam usulan proposal ini berisikan empat aspek penting yaitu:
    (1) Aspek Organisasi dan Manajemen, yang berkaitan dengan nama perusahaan, bidang usaha , nama pemilik, jumlah karyawan dan organisasi.
    (2) Aspek Pemasaran, yang berkaitan dengan perkembangan pasar saat ini, prospek pasar dan pemasarannya, sasaran wilayah yang dituju dan rencana penjualan & market share yang di raih.
    (3) Aspek Produksi berkaitan dengan proses produksi serta biaya-biaya produksi yang timbul
    (4) Aspek Keuangan, berkaitan dengan masalah kebutuhan dana untuk investasi dan modal kerja, penggunaan dana, kalkulasi biaya, proyeksi pendapatan, dan jadwal pengembalian pinjaman.
    2. Bidang Organisasi dan Manajemen
    2.1 Umum
    Nama Perusahaan : Catering Pusaka Mandiri
    Nama Pemilik/ Pimpinan : Indah Setiowati
    Alamat Kantor dan Tempat Usaha : Jl. Bumiraya 2 No. 43, Jakarta Timur
    Bentuk Badan Hukum : Usaha Mandiri
    Tahun Berdiri : Tahun 2010

    Bagan / Sturktur Organisasi

    2.2 Pemegang Saham

    No. Nama Pemegang (lembar) Banyaknya
    (Ribuan Rp) Nilai Saham

    1. Bayu Wisnu Saputro Rp. 2500 Rp. 1000
    2. Siti Marpu’ah Rp. 2000 Rp. 1000
    3. Indah Setiowati Rp. 2000 Rp. 1000
    4. Tiara Kusuma Dewi Rp. 1500 Rp. 500
    Jumlah ……………………. ……Rp. 8000…… Rp. 3500…

    2.3 Perizinan

    Jenis Perizinan Biaya ( Rp)
    1. Izin Prinsip (dari Instasi Teknik)
    2. SITU ( Surat Izin Teampat Usaha )
    3. SIUP ( Surat Izin Usaha Perdagangan)
    4 TDP ( Tanda Daftar Perusahaan)
    5. NPWP (Nomor Pokok Pajak )
    6. 6. Akte Pendirian Rp. 1.000.000
    Rp. 1.000.000
    Rp. 1.000.000
    Rp. 500.000
    Rp. 500.000
    Rp. 750.000

    2.4 Kegiatan Praoperasonal dan Jadwal Pelaksanaan

    Jenis Kegiatan Praoperasional Jadwal Pelaksanaan
    1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Biaya
    Operasi
    1. mengurus ijin 6 Rp. 5.000.000
    2. Menyusun rencana usaha 3,6 Rp. 4.000.000
    3. uji coba produk 2,7 Rp. 1.000.000
    4. pemasaran 2,4,7,12 Rp. 2.000.000

    2.5 Investasi Kantor

    Inventaris Merek Jml Harga
    ( Rp) Total
    1. Komputer
    2. Pinter
    3. Kitchen Set
    4. Blender
    5. Microwave
    6. Oven
    7. Peralatan masak lengkap Acer
    Nepson
    Buterfly
    Buterfly
    Buterfly
    Buterfly
    Buterfly 1
    1
    1
    3
    2
    2
    2 Rp.3.600.000
    Rp. 800.000
    Rp. 5.000.000
    Rp. 1.500.000
    Rp. 3.000.000
    Rp. 3.000.000
    Rp. 10.000.000 Rp.3.600.000
    Rp. 800.000
    Rp. 5.000.000
    Rp. 4.500.000
    Rp. 6.000.000
    Rp. 6.000.000
    Rp. 20.000.000
    Rp. 45.900.000

  19. Debi susanti 201166352 says:

    Rencana Usaha
    Perusahaan Susu Kedelai “SARI ALAMI” direncanaka bertempat di pusat kota siak jl.sultan syarif qasim no.12 milik Debi susanti. Struktur organisasinya terdiri dari pimpinan kemudian di bawahnya diikuti bagian-bagian yang dibantu pekerja. Bagian-bagian itu antara lain : bagian produksi, bagian pengadaan bahan baku, bagian keuangan, dan bagian pemasaran.
    Usaha ini dipilih karena prospek pengolahan kedelai menjadi susu kedelai sekarang ini cukup menjanjikan, kandungan gizi yang terkandung didalamnya memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan manusia serta mudah dalam pembuatanya. Hanya dengan teknologi dan peralatan yang sederhana, serta tidak diperlukannya keterampilan khusus, siapapun dapat melakukan pengolahan kedelai menjadi susu kedelai.
    Susu kedelai yang telah diproduksi akan dipasarkan dengan dibungkus plastik ukuran ½ kg. Pada plastik akan disablon dengan label: Susu Kedelai “SARI ALAMI”. Sasaran pasar poduk susu kedelai ini utamanya adalah siswa SD/SMP/SMA dan Masyarakat sekitar kota Siak. Tempat penjualannya di toko milik sendiri, bisa dititip di kantin sekolah dan kantin pekantoran tanjung agung siak, di toko atau warung-warung di siak atau bahkan di supermarket- supermarket terdekat. Adapun harga jual dari produk susu kedelai ini adalah Rp. 3.000 @ ukuran plastik ½ kg.
    Promosi akan dilakukan dengan menempel pamflet-pamflet di pinggir jalan dan tempat-tempat strategis lainnya. Selain itu juga akan memanfaatkan buletin yang terbit di kantor-kantor dan media internet sebagai sarana e-business.
    Peluang pasar untuk produk yang berbahan dasar kedelai ini sangatlah besar melihat budaya masyarakat yang konsumtif dan peluang pasar yang menjanjikan. Selain itu daya beli komsumen terhadap produk ini cukup bervariasi dari konsumen elite hingga konsumen menegah bawah. Produk ini dapat dikonsumsi oleh semua golongan karena harganya yang relatif terjangkau serta memiliki nilai kepuasan yang tinggi.
    Total biaya usaha ini adalah Rp. 15.298.625 perbulan dan penerimaan per bulan Rp. 18.300.000 , sehingga pendapatan perbulannya adalah Rp. 3.001.375. Dengan R/Cratio sebesar 1,197 dapat dilihat bahwa bisnis yang dipilih layak untuk dilakukan karena pelaku usaha dapat meraup keuntungan dari usaha yang dilakukan (R/C ratio > 1).
    I. DESKRIPSI USAHA
    A. Data perusahaan
    Nama : Perusahaan Susu Kedelai “SARI ALAMI”
    Tempat : jl.sultan syarif qasim no.12 Siak Sri Inderapura
    Basis operasi : Kota Siak
    Bentuk usaha : Perdagangan dengan pengembangan Usaha Mandiri Kecil & Menengah (UMKM)
    B. Data Pengusaha
    Nama : Debi susanti
    Tempat,Tanggal Lahir : P.sialang, 08 April 1990
    Pendidikan :Sedang menempuh S1 Pogram Study Fisioterapi Universitas Esa Unggul Jakarta
    C. Struktur Organisasi & Job Discription
    • Job Dscriptions
    1. Pimpinan (Manager)
    - pemilik sekaligus pimpinan
    - bertanggung jawab teradap jalannya usaha
    - koordinasi, pengawas, dan mengarahkan seluruh kegiatan
    - pengambil keputusan
    -sebagai quality control
    2. Bagian Produksi
    - kepala bagian produksi mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja
    sesuai jobdis
    - bertanggung jawab terhadap persiapan dan proses produksi
    - bertanggung jawab terhadap makanan yang dipesan konsumen
    - menjaga kebersihan produk dalam proses produksi
    - cekatan dalam menjaga mutu produk, baik cita rasa, aroma, ataupun tekstur
    - mengemas hasil produksi
    3. Bagian Pengadaan Bahan Baku
    - kepala bagian pengadaan bahan baku mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis
    - mencari informasi keberadaan bahan baku
    - melakukan pembelian bahan baku
    - menjaga mutu bahan sebelum diolah (ketika masih dalam penyimpanan)
    4.Bagian Keuangan
    -kepala bagian keuangan mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis
    - melaksanakan kegiatan keuangan dan administrasi
    - mencatat/pembukuan keuangan perusahaan
    - mengadakan dana untuk proses pembelian bahan dan proses
    - membuat laporan keuangan harian, mingguan, bulanan, triwulan, tahunan
    - bertanggung jawab terhadap sistem keuangan
    5.Bagian Pemasaran
    -kepala bagian pemasaran mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis
    -mempromosikan dan memasarkan produk
    -mendistribuskan produk ke tempat pemasaran, misalnya; kantin sekolah dan kantin pekantoran, toko, warung, atau bahkan super market terdekat
    -melayani dengan ramah, menanggapi komplain konsumen dengan ramah dan senyum
    D. Alasan Pemilihan Bisnis
    Usaha pembuatan susu kedelai ini dipilih karena susu kedelai dikenal sebagai minuman fungsional, sebagai minuman yang bergizi tinggi, minuman yang merupakan hasil ekstraksi dari kedelai ini terutama sekali karena kandungan proteinnya, disamping mengandung lemak, karbohidrat, kalsium, phosphor, zat besi, provitamin A, Vitamin B kompleks (kecuali B12), dan air. Susunan asam amino hampir sama dengan susu sapi. Untuk itu produk ini tampaknya perlu diperhitungkan dalam menyusun pola menu sehari-hari bagi insan yang memperhatikan kesehatan.
    Oleh karena itu prospek usaha pengolahan kedelai menjadi susu kedelai sekarang ini cukup menjanjikan, kandungan gizi yang terkandung didalamnya memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan manusia. Kadar protein kedelai mencapai 35,6 % (berat kering), dan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 % – 43 %. Kebutuhan protein yang bersumber dari protein hewani sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan 157,14 gram.
    Selain itu tingginya harga susu sapi menjadi peluang/prospek usaha dengan menjadikan susu kedelai menjadi barang substitusi (pengganti) susu sapi, karena harga susu kedelai lebih murah daripada susu produk hewani sementara kandungan gizinya hamper sama. Faktor lain yang menjadikan usaha susu kedelai prospektif adalah mudah dalam pembuatanya. Dengan teknologi dan peralatan yang sederhana, serta tidak diperlukannya keterampilan khusus, siapapun dapat melakukan pengolahan kedelai menjadi susu kedelai.

    II. ANALISIS PEMASARAN
    1. Product (produk)
    Produk yang direncanakan untuk diproduksi adalah susu kedelai. Susu kedelai yang telah diproduksi akan dipasarkan dengan dikemas dalam plastik ukuran ½ kg. Pada plastik akan disablon dengan label: Susu Kedelai “SARI ALAMI”. Produk yang dihasilkan memiliki manfaat dan kualitas yang tinggi. Sudah diketahui bahwa produk yang terbuat dari ekstrak kedelai ini memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk proses metabolisme tubuh.
    2. Place (lokasi/distribusi)
    Usaha ini berlokasi di Jl.sultan syarif qasim no.12, Siak. Adapun sasaran pasar poduk susu kedelai ini adalah siswa SD/SMP/SMA dan Masyarakat sekitar kota siak. Tempat penjualannya di toko milik sendiri, bisa dititip di kantin sekolah dan kantin pekantoran, di toko atau warung-warung di sekitar kota siak, atau bahkan di supermarket- supermarket terdekat.
    3. Price (harga)
    Penentuan harga jual dilakukan dengan cara menghitung biaya produksi ditambah biaya lain-lain dan tren yang berlaku. Jika produk yang menjadi idola (tren) harganya pun bisa dinaikan dari standar harga normal (misal pada saat cuaca panas atau ketika bulan puasa besar kemungkinan produk ini akan dibanjiri konsumen).
    Adapun rencana harga jual dari produk susu kedelai ini adalah Rp. 3.000 @ ukuran plastik ½ kg.
    4. Promotion (promosi)
    Promosi akan dilakukan untuk mengenalkan produk ini kepada konsumen. Promosi akan dilakukan dengan menempel pamflet-pamflet di pinggir jalan dan tempat-tempat strategis lainnya. Selain itu juga akan memanfaatkan buletin yang terbit di pekantoran dan media internet sebagai sarana e-business. Untuk promosi melalui internet akan dipromosikan lewat facebook dan situs-situs e-business lainnya seperti: berniaga.com dll. serta melalui blog pemilik usaha yaitu ;
    debisusantifisio.wordpress.com .
    III. ANALISIS OPERASIONAL
    1. Desain Produk
    Susu kedelai yang telah diproduksi akan dipasarkan dengan dikemas. Pengemasan di sisni dilakukan karena memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia usaha, karena pengemasan tidak sekedar memberi wadah dari dari produk yang dihasilkan tapi lebih pada pengembanan muatan misi dalam rangka persaingan pasar dan juga peningkatan penjualan. Di mana onsumen akan cenderung tertarik dengan produk yang dikemas dengan rapi dan menarik.
    Fungsi kemasan tidak sebatas digunakan sebagai pelindung produk melainkan juga sangat mendukung terjaganya kualitas produk serta adanya peningkatan kelas (penampilan) imej yang baik. Jenis bahan kemasan yang digunakan adalah plastik ukuran ½ kg.
    Selain itu, pada kemesan juga akan diberi label. Pemberian label di sini tidak hanya sekedar tulisan, tapi di dalamnya terkandung pesan-pesan tertentu yang disampaikan pada konsumen. Dengan harapan produknya dapat dikenal oleh konsumen luas, sehingga mudah dicari ketika dibutuhkan. Selain itu label juga berfungsi sebagai jaminan atas kualitas produk, sarana untuk merk dagang, logo perusahaan, nama dan alamat perusahaan, dan berat atau volume produk. Informasi yang ingin disampaikan kepada konsumen tersebut terangkum dalam tulisan yang dicetak pada kemasan produk. Maka pada kemasan plastik akan disablon dengan label: Susu Kedelai “SARI ALAMI” dan juga logo perusahaan, nama dan alamat perusahaan, dan berat atau volume produk.
    2. Proses Produksi
    1. Bahan:
    1. Kedelai
    2. Vanili
    3. Gula pasir
    4. Garam
    5. Maizena
    6. Air mineral (galonan)

    2. Cara membuat:
    • Kedelai dicuci dan dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti pasir, tangkai, dan kulit kedelai, kemudian direndam kurang lebih 2 jam.
    • Rebus kedelai yang telah bersih selama kira-kira 15 menit, lalu rendam dalam air bersih selama kira-kira 12 jam.
    o Cuci sampai kulit arinya terkelupas.
    o Lalu giling kedelai tersebut menggunakan mesin giling.
    • Campur kedelai yang sudah halus dengan air panas. Aduk-aduk campuran sampai rata.
    • Saring campuran dengan kain saring, sehingga diperoleh larutan/sari untuk susu kedelai.
    • Tambakan gula pasir, vanili, coklat, dan garam ke dalam larutan susu, lalu aduk sampai rata dan panaskan hingga mendidih.
    • Setelah dingin susu kedelai yang sudah mengalami beberapa proses atau langkah-langkah di atas maka dikemasdan kini siap untuk di pasarkan.

    IV. ANALISIS PELUANG PASAR & PESAING
    1. Analisis Peluang Pasar
    Peluang pasar untuk produk yang berbahan dasar kedelai ini sangatlah besar melihat budaya masyarakat yang konsumtif dan peluang pasar yang menjanjikan. Selain itu daya beli komsumen terhadap produk ini cukup bervariasi dari konsumen elite hingga konsumen menegah bawah. Produk ini dapat dikonsumsi oleh semua golongan karena harganya yang relatif terjangkau serta memiliki nilai kepuasan yang tinggi.
    Metode pemasaran Susu Kedelai “SARI ALAMI” ini adalah dengan menyebarkan brosur-brosur pada masyarakat pada permulaan usaha serta metode getok tular, dengan membuat para konsumen merasa puas terhadap sajian produk dan pelayanan prima yang disuguhkan perusahaan akan mampu membuat mereka menyebarkannya pada orang sekampungnya (dari mulut kemulut).
    Sasaran pasar poduk susu kedelai ini utamanya adalah siswa SD/SMP/SMA dan Masyarakat sekitar kota siak. Tempat penjualannya di toko milik sendiri, bisa dititip di etalase Fakultas Pertanian atau di Kopma, di toko atau warung-warung di sekitar perumahan Telang-Kamal-Bangkalan, atau bahkan di supermarket- supermarket terdekat.
    Untuk menembus tingkat pasar yang optimal, maka diperlukan sekali untuk memikirkan strategi yang akan ditempuh untuk membangun usaha agar mendapatkan respon yang bagus dari konsumen di pasar bersaing. dengan menganaliasa lingkungan internal dan eksternal yang ada di pasar domestik akan mempermudah bagi perusahaan dalam menyusun strategi yang baik dan efisien.
    2. Tingkat Persaingan
    Melihat situasi di tempat yang akan dimasuki produk, sepertinya produk susu kedelai ini akan laku di pasaran. Hal ini dikarenakan harganya yang terjangkau dan sangat pas untuk ukuran dompet siswa dan masyarakat.
    Selain itu pesaing yang akan menyaingi produk ini tampaknya belum ada khususnya di kota Siak.

    V. ANALISIS KEUANGAN
    1) Analisa Biaya Usaha
    a. Biaya tetap
    No Uraian Jumlah (unit) Harga (Rp) Jumlah harga (Rp) Masa pakai (Th) Penyusutan (Th) Penyusutan (Bln)
    1 Rumah produksi 1 10.000.000 10.000.000 10 1.000.000 83.333,33
    2 Diesel giling 1 2.750.000 2.750.000 10 275.000 22.916,67
    3 Kain 1 meter 2 Rp. 5000 10.000 1 5.000 416,67
    3 Gunting 5 5.000 25.000 2 12.500 1.041,67
    4 Bak 6 17.000 102.000 2 51.000 4.250,00
    5 Keranjang 4 25.000 100.000 2 50.000 4.166,67
    6 Kompor 4 150.000 600.000 6 100.000 8.333,33
    7 Panci 4 75.000 300.000 6 50.000 4.166,67
    Total 13.887.000 128.625,00
    b. Biaya variabel
    No Uraian Jumlah(unit) Harga( Rp) Jumlah harga (Rp)
    1 Bahan baku
    Kedelai 10 kg 6000 60.000
    Gula pasir 4 kg 8.000 24.000
    Vanili 2 bungkus 2000 4.000
    Coklat 2 kaleng 15.000 30.000
    2 Bahan pendukung
    Gas LPG 8 tabung 17.500 140.000
    Plastik ukuran ½ kg 1 bendel 5.000 5.000
    Solar 4 liter 4.500 18.000
    Sablon label plastik 1 bendel 3.000 3.000
    3 Tenaga kerja
    Pencuci kedelai 2 orang 20.000 40.000
    Perebus + Penyaring + Pengemas 2 orang 20.000 40.000
    Penggiling 1 orang 30.000 30.000
    Pengantar utk dipasarkan 1 orang 20.000 20.000
    Administrasi keuangan 1 orang 25.000 25.000
    Pengadaan bahan 2 orang 25.000 50.000
    Total 489.000
    Biaya variabel perbulan adalah Rp. 489.000 x 30 = Rp. 14.670.000

    c. Biaya lain – lain (perbulan)
    no Uraian Volume Harga per unit Jumlah harga
    Jumlah Unit
    1 Transportasi 1 Bln 200.000 200.000
    2 Promosi 1 Bln 100.000 100.000
    3 Listrik 1 Bln 200.000 200.000
    Total 500.000
    Jumlah biaya usaha
    No Jenis biaya Jumlah biaya (Rp/bln)
    1 Biaya tetap 128.625
    2 Biaya variabel 14.670.000
    3 Lain – lain 500.000
    Total 15.298.625
    2). Penerimaan, pendapatan dan R/C ratio usaha
    No Jumlah produksi Harga perunit (Rp) Penerimaan per hari (Rp) Penerimaan per bulan (Rp)
    200 kemasanAmpas 2 kg 3.0005.000 600.00010.000 18.000.000300.000
    Total 18.300.000
    Pendapatan (laba) perbulan = total revenue – total cost
    = 18.300.000 – 15.298.625
    = 3.001.375
    R/C ratio = total revenue : total cost
    = 18.300.000 : 15.298.625,01
    = 1,197
    Berdasarkan hasil dari Tabel Analisis Biaya dan penghitungan diatas dapat dilihat bahwa bisnis yang dipilih layak untuk dilakukan karena pelaku usaha dapat meraup keuntungan dari usaha yang dilakukan (R/C ratio > 1).

    VI. ANALISIS SWOT
    1.Strengths (Kekuatan)
    a) Proses pembuatannya mudah dan sederhana
    b) Kualitas rasa dan tekstur produk yang khas (beda dengan yang lain).
    c) Harga jual murah meriah
    d) Tempat penjualan dan konsumen telah tersedia
    e) Memanfaatkan e-Business untuk mempromosikan produk melalui internet.
    f) Tempat produksi ada di wilayah kota siak
    g) Kemasan menarik dan berlabel
    h) Kualitas produk terjamin
    2.Weaknesses (Kelemahan)
    a) Harga bahan baku (kedelai) yang relatif tidak menentu (stabil) bahkan beberapa waktu yang lalu sempat menglami kelangkaan.
    b) Manejemen perusahaan masih sederhana
    c) Terdapat endapan pada susu kedelai.
    d) Jika tidak tepat prosesnya terdapat tahu di lapisan atas susu
    e) Kuarang cukup modal mengingat kita sebagai mahasiswa
    f) Proses produksi bentrok dengan jadwal kuliah
    g) Ketidak tahuan masyarakat terhadap kandungan gizi yang diliki susu kedelai
    3.Opportunities (Peluang )
    a) Pertumbuhan pasar dimungkinkan meningkat
    b) Peluang pasar untuk mendapatkan konsumen yang menjanjikan
    c) Belum ada pesaing khususnya untuk pemasaran di kota siak
    d) Keterbukaan untuk menggunakan teknologi baru ke depannya untuk membuat kemajuan besar dibidang produksi khususnya.

    4. Threats (Ancaman)
    a) Selera konsumen yang selalu berubah – ubah mempunyai pengaruh yang besar terhadap pembelian produk
    b) Susu kedelai tidak bisa disimpan lama dan akan merugikan jika tidak laku dalam sehari
    c) Munculnya pesaing baru
    d) Banyaknya variasi minuman ringan

  20. Herry Budhi Soenaryanto says:

    Nama : HERRY BUDHI SOENARYANTO
    NIM : 2011 66 349

    Usaha yang saya jalankan adalah “TEMPAT PEMANCINGAN IKAN”

    A. Latar Belakang
    Banyaknya tempat hiburan dan tempat rekreasi yang banyak berdiri di daerah dan perkotaan maupun di pinggiran perkotaan membuat saya mencoba mendirikan usaha tempat pemancingan ikan dengan tujuan untuk mengisi kejenuhan masyarakat umum dan orang orang yang memang mempunyai bakat maupun hobi selain itu bisa juga untuk sarana rekresi keluarga ataupun tempat berkunpulnya para komunitas tertentu.

    B. Lokasi
    Lokasi yang saya pilih dalam menjalankan usaha tempat pemancingan ikan ini adalah di pinggiran perkotaan dengan target masyarakat di sekitar lokasi dan orang orang yg melintasi lokasi ini.

    C. Persaingan
    Saya sadar bahwa tempat pemancingan sudah banyak merambak di daerah-daerah dan perkotaan untuk itu saya akan memberikan pelayanan yang baik terhadap pengunjung serta menyediakan dan memberikan fasilitas yang lebih baik daripada tempat pemancingan lain yang pernah saya survey sebelumnya, misalnya memberikan paket-paket pemancingan dengan relatif harga yang lebih murah dll.

    D. Promosi dan Pemasaran
    Pemasaran yang paling baik adalah dengan membuat pengunjung merasa puas dengan memberikan fasilitas yang lengkap sehingga diharapkan pengunjung dapat memberitahu atau menceritakan pengalaman selama mengunjungi pemancingan ini kepada teman-teman lainnya sehingga teman-temannya tersebut akan mencoba mengunjungi tempat ini, bisa juga menyebarkan brosur dengan paket harga yang relatif murah dan berani bersaing. Selain itu memasang plang atau papan iklan yang menarik perhatian masyarakat umum yang melintasi lokasi ini.

    E. Rencana Keuangan
    1. Biaya Investasi dan biaya Modal Kerja
    Biaya investasi: Rp 100.000.000 dengan perincian
    ~ Sewa bangunan pertahun Rp 40.000.000
    ~ Renovasi tempat Rp 20.000.000
    ~ Perlengkapan usaha (mesin air, perlengkapan pancing dll) Rp 10.000.000
    Biaya modal kerja : Rp 30.000.000

    2. Biaya Tetap dan Biaya variable
    Biaya tetap :
    ~ Gaji pegawai/bln : 6 x 1.000.000 = Rp 6.000.000
    Biaya variable :
    ~ Listrik : Rp 1.000.000/bln
    ~ BBM mesin air : Rp 500.000/bln
    ~ Ikan/kg Rp 15.000 : Rp 13.500.000/bln (900kg)

    3. Proyeksi pendapatan selama 1 tahun dibagi menjadi 4 triwulan.
    Harga pemancingan ikan/kg Rp 25.000

    Triwulan I
    Pemancingan harian rata-rata 30 kg
    Pendapatan /bln : Rp 22.500.000
    Pengeluaran /bln : Rp 21.000.000
    Pendapatan bersih/3bln :3 x 1.500.000 = Rp 4.500.000

    Triwulan II
    Penjualan harian rata-rata 35 kg
    Pendapatan/bln : Rp 26.250.000
    Pengeluaran/bln : Rp 21.000.000
    Pendapatan bersih/3bln : 3 x 5.250.000= Rp 15.750.000

    Triwulan III
    Penjualan harian rata-rata 35 kg
    Pendapatan/bln : Rp 26.250.000
    Pengeluaran/bln : Rp 21.000.000
    Pendapatan bersih/3bln : 3 x 5.250.000= Rp 15.750.000

    Triwulan IV
    Pemancingan harian rata-rata 40 kg
    Pendapatan /bln : Rp 30.000.000
    Pengeluaran /bln : Rp 21.000.000
    Pendapatan bersih/3bln : 3 x 9.000.000 = Rp 27.000.000

    Jadi pendapatan bersih selama dalam 1 tahun Rp 63.000.000

    4. Sumber dana
    Tabungan pribadi : Rp 100.000.000

    F. Pengorganisasian
    1. Usaha pemancingan ini dipimpin oleh H.BUDHI.S dengan tugas :
    a. Merencanakan usaha
    b. Membuat anggaran dana dan membukukannya
    c. Memantau semua kegiatan usaha
    d. Merangkap customer service
    2. Sekretaris merangkap keuangan dipegang FENTY bertugas :
    a. Membuat ide ide penjualan lainnya di lokasi (makanan minuman)
    b. Bertanggung jawab atas pengeluaran dan pemasukan anggaran
    c. Merangkap customer service
    3. Pembantu umum, bertugas :
    a. Membantu menyiapkan peralatan dan perlengkapan pemancingan
    b. Membantu semua kegiatan yang ada di pemancingan ini

    G. Pelaksanaan
    Pelaksanaan usaha pemancingan ikan ini disesuaikan dengan rencana yang sudah dibuat, jika ada perubahan diharapkan perubahan ke arah yang lebih baik. Jika ada hambatan kiranya selaku pimpinan harus mampu mengambil keputusan yang tepat demi kelancaran usaha.

    H. Pengendalian
    Kebijakan saya dalam menangani masalah adalah dengan mengidentifikasi dan mengenali masalah dengan cepat dan tepat, jika ada penurunan atau penjualan tidak mencapai target maka saya akan mengambil langkah sebagai berikut:
    ~ mengambil langkah pemulihan dengan memotong biaya pengeluaran
    ~ memperbaiki setiap aspek dari nilai produk, performa, dan citra.
    ~ mencari cara baru untuk mengembangkan usaha ini
    ~ merencakanan untuk tetap berada pada usaha yang saya ketahui programnya

    Sekian tugas ini saya buat semoga dapat bermanfaat, terima kasih.

  21. Rena Mailani (201166322) says:

    Perencanaan bisnis yang saya buat ini tentang bisnis baso ikan tenggiri
    A. Pendahuluan
    1. Latarbelakang
    Kebutuhan pokok manusia adalah sandang, pangan, dan papan. Namun kebutuhan untuk berlangsungnya kehidupan yang paling penting adalah pangan. Minat manusia terhadap makanan tidak akan pernah habis. Dimulai dari makanan pokok yang menjadi konsumsi rutin setiap hari selama 3 kali yaitu nasi, lauk pauk dan lainnya, sampai makanan yang merupakan konsumsi tambahan yang sering kita sebut dengan makanan tambahan atau “cemilan”. Peluang usaha untuk makanan pun sangat besar, karna kebutuhan akan makanan sangat besar. Tempat makan di mulai dari restoran mewah sampai makanan kaki lima sangat menjamur. Cita rasa dan keunikan suatu makanan yang dijadikan standar minat manusia. Semakin enak dan unik atau beda dengan yang lain akan semakin disukai. Makanan tambahan yang paling diminati adalah baso, semua orang dari semua kalangan, usia dan gender menyukai makanan baso tersebut. Di Jakarta, baso yang ada saat ini adalah baso jenis daging. Seiring dengan berjalannya waktu banyak kecurangan yang dilakukan pedangang dengan mencampurkan pengawet seperti boraks, formalin dan belakang ini di isukan di tambahkannya daging babi yang oleh sebagian besar penduduk Indonesia diharamkan untuk dikonsumsi. Maka dari itu, saya mencoba mencari gebrakan baru yaitu dengan usaha baso ikan tenggiri yang merupakan makanan daerah saya sendiri untuk di perjualbelikan di daerah Jakarta. Warga Jakarta sangat mengharapkan makanan sehat karna makanan tersebut sangat jarang dijumpai belakangan ini.

    2. Pasar dan pelanggan yang menjadi sasaran
    Yang menjadi sasaran dalam bisnis ini adalah seluruh warga Jakarta barat dari semua kalangan

    3. Trend pertumbuhan bisnis
    Makanan baso sangat diminati oleh semua orang. Baso yang dikenal saat ini adalah baso daging. Yang menjadi kendala dari baso daging adalah ketakutan para pembeli untuk gemuk, isu-isu pengawet dan daging babi di pasar. Maka dari itu, baso ikan tenggiri bisa jadi alternatif untuk para pencinta kuliner baso. Selain tidak berlemak tinggi, baso ikan pun bebas dari pengawet yang berbahaya.

    4. Lokasi
    Lokasi yang dijadikan tempat bisnis adalah di daerah tanjung duren yang merupakan tempat kuliner para warga Jakarta Barat

    5. Karakteristik produk

    Baso ikan tenggiri merupakan makanan khas dari daerah Malingping, sebuah kota di daerah Banten. Daerah yang merupakan kawasan pantai ini, mempunyai kekayaan laut yaitu ikan yang melimpah. Ikan-ikan laut pun dijadikan alternatif usaha yaitu dijadikan makanan baso. Ikan laut yang paling terkenal dijadikan baso adalah ikan tenggiri. Baso tenggiri yang di produksi menggunakan teknik pengolahan tradisional yang dimulai dari proses penggilingan, pembuatan adonan, sampai pencetakan butir-butir baso. Pengawet yang digunakan pun adalah pengawet alami dari sebuah buah yang terkenal dengan nama “picung”. Produk ini ditawarkan dalam porsi satu mangkuk yang terdiri dari baso ikan tengiri, bihun/mie/sayur, potongan daging ikan tengiri.

    6. Penentuan Harga
    Ikan tengiri merupakan ikan dengan harga yang relatif tinggi di karnakan kualitas dagingnya yang bagus. Dari harga-harga baso daging di pasaran yang mencapai 8 sampai 12 ribu, maka dari itu kami menentukan harga untuk satu porsi baso ikan seharga 9 ribu rupiah.

    7. Distribusi dan Promosi
    Dalam usaha jual beli baso ikan tengiri ini beberapa metode promosi yang bisa dilakukan :
    a. Pameran
    Ikut dalam acara pameran makanan, agar baso ikan tengiri dapat dikenal oleh masyarakat luas.
    b. Pemasangan Iklan
    Pemasangan promosi dapat dilakukan seperti :
    • Media cetak, seperti Koran, majalah, tabloid.
    • Media elektronik, seperti televisi, internet dan radio
    • Mencetak brosur
    • Memasang spanduk
    c. Mouth to mouth
    Merupakan promosi yang sederhana dan murah.
    d. Menjalin Relasi
    Relasi bisa didapat dengan cara mengikuti persatuan atau organisasi kuliner.

    8. Rencana Keuangan
    Analisis usaha dibuat dengan asumsi sebagai berikut :
    • Menggunakan pekerja sebanyak 8 orang dengan gaji Rp 500.000/bulan
    • Sewa tempat selama 2 tahun
    • Harga baso ikan tengiri Rp 8.000
    • Masa pakai peralatan seperti kursi dan meja selama 2 tahun
    • Tingkat penjualan
    a) Biaya Investasi
    Sewa gedung 2 tahun Rp 18.000.000
    Peralatan (mangkok, gelas, alat masak) Rp 3.000.000
    ——————–+
    Jumlah investasi Rp 21.000.000
    b) Pengeluaran per Bulan
    • Biaya Operasional
    Pembelian ikan tengiri Rp 9.000.000
    Biaya terigu, bumbu dapur, bihun, mie, sayur Rp 6.000.000
    Biaya pegawai 8 orang Rp 4.000.000
    Biaya listrik,air dan telp Rp 400.000
    ——————-+
    Jumlah Rp 19.400.000
    c) Biaya penyusutan
    Sewa gedung 1/24 x Rp 18.000.000 Rp 750.000
    Peralatan 1/24 x Rp 3.000.000 Rp 125.000
    ——————+
    Jumlah Rp 875.000
    d) Total penyusutan (Operasional + Penyusutan)
    Rp19.400.000 + Rp 875.000 = Rp 20.275.000
    e) Pendapatan
    Pendapatan rata-rata perbulan diperkirakan sebesar Rp 24.000.000
    f) Keuntungan
    Keuntungan = Pendapatan – Pengeluaran
    = Rp 24.000.000- Rp 20.275.000
    = Rp 3.725.000
    g) Pay Back Period (PBP)
    PBP = (Jumlah Investasi : Keuntungan ) X 1 bulan
    = (Rp 21.000.000 : Rp 3.725.000) X 1 bulan
    = 5,64 bulan
    B. Pengorganisasian
    Bisnis baso ikan tengiri ini merupakan kerja sama antara beberapa orang yang saling membantu satu sama lain dan tidak terpaku pada kedudukannya didalam bisnis ini.
    Dalam masalah pendapatan pun masih disama ratakan karena menimbang kinerja yang dilakukan masih bersam-sama, belum benar-benar terfokus pada posisi yang diberikan pada saat awal pembentukan. Bagan berikut ini menunjukan struktur dari penjualan baso ikan tengiri ini :
    1. Direktur pelaksana merangkap pemilik
    2. Bagian pengadaan 3. Bagian produksi 4. Bagian marketing
    Keterangan :
    1. Direktur pelaksana merangkap pemilik, tugasnya adalah :
    • Merencanakan usaha
    • Membuat anggaran dana dan membukukannya
    • Terjun langsung dalam memilih kualitas ikan tengiri
    • Memantau semua kegiatan usaha
    2. Bagian pengadaan barang usaha, tugasnya :
    • Pengadaan ikan tengiri
    • Pengadan bahan-bahan pembuatan baso
    3. Bagian produksi, tugasnya :
    • Membuat baso ikan tengiri
    • Membuat resep bumbu baso
    4. Bagian marketing, tugasnya :
    • Melakukan promosi baik melalui media cetak ataupun media elektroni
    • Membantu kerja bagian pengadaan barang dan bagian perawatan demikian juga sebaliknya. Jika mengalami kesulitan dalam bekerja harus saling membantu demi keberlangsungan bisnis penjualan/penyewaan tanaman hias.
    C. Pelaksanaan
    Pelaksanaan bisnis baso ikan tengiri ini disesuaikan dengan rencana yang sudah dibuat. Kalau pun ada perubahan diharapkan ke arah yang lebih baik. Jika ada hambatan, saya harus mampu mengambil keputusan yang tepat demi kelancaran usaha.
    D. Pengendalian
    Kebijakan yang saya ambil dalam menangani masalah yaitu dengan cepat dan jujur untuk menemukan kejadian yang dapat berakibat buruk selama menjalankan usaha baso ikan tengiri ini. Beberapa resiko yang mesti diantisipasi terhadap pendapatan penjualan yaitu:
    • Adonan baso gagal atau tidak bagus saat pembuatan butir-butir baso
    • Ikan tenggiri susah di dapat

  22. iman santoso says:

    Nama : Iman Santoso
    Nim : 201166124
    Manajemen keuangan :

    BISNIS PLAN IMAN SANTOSO
    BISNIS : MANAGEMENT & WELLNESS PHYSIOTHERAPY CLINIC
    DIAJUKAN KE : LEMBAGA KEUANGAN BMT MAJU TERUS

    RINGKASAN PROYEK

    A. Pendahuluan

    1. Latar Belakang

    Keluhan nyeri menjadi suatu yang biasa dirasakan di masyarakat kita, hampir tidak ada seorangpun yang tidak pernah merasakan nyeri. Salah satu keluhan nyeri disebabkan oleh pola hidup yang salah. Tuntutan dunia kerja, stresor fisik dan non fisik mendorong terjadinya keluhan nyeri. Nyeri yang terjadi pada para pekerja kantoran sering dikarenakan gangguan pada otot dan jaringan lunak lainnya. Sedentary life style, posisi statis terus menerus akan menyebabkan poor posture. Kondisi ini menyebabkan minor injury, minor injury yang terjadi terus menerus menyebabkan cidera berat yang sering kali tidak disadari. Kondisi ini yang menjadikan alasan kenapa temuan klinis sering kali bersifat kronik dan bukan akut, karena perjalan penyakit sudah berlangsung lama tanpa kita sadari.
    Salah satu gambaran keluhan nyeri adalah nyeri leher. Keluhan pada leher baik yang ringan, sedang atau berat sering kali kita jumpai. Diperkirakan 22% sampai 70 % dari populasi akan mengalami nyeri leher dalam satu waktu sepanjang hidup. Insidensi nyeri leher makin meningkat, pada waktu tertentu, 10% sampai 20% dari populasi mengalami nyeri leher dan 54 % nya mengalami dalam waktu enam bulan (Cote 2000). Prevalensi nyeri leher meningkat sesuai dengan usia dan lebih sering terjadi pada wanita usia 50 tahunan (Childs 2008).
    Data tersebut di dapat dari pasien-pasien yang datang ke porvider kesehatan seperti klinik atau rumah sakit, namun belum mewakili pasien-pasien dari kalangan para pekerja kantoran yang berusia muda dan tentunya masih aktif.
    Pada zaman sekarang indikator keberhasilan adalah angka produktifitas, maka dengan adanya keluhan nyeri dan juga resiko terjadinya keluhan nyeri menjadi komponen pengurangan produktifitas.
    Kami PAIN MANAGEMENT & WELLNESS PHYSIOTHERAPY CLINIC berupaya memberikan pelayanan fisioterapi terpadu untuk menangani masalah-masalah tersebut diatas.

    2. Ruang Lingkup:
    Produk perusahaan kami adalah pelayanan fisioterapi, denga target klien pada pekerja yang masih aktif ataupun eksekutif muda yang ingin meningkatkan performa fisik dengan intervensi fisioterapi.

    B. Organisasi / Manajemen
    1. Nama Perusahaan : PRO EXPERT
    2. Nama Pemilik/Pimpinan Perusahaan :
    1. Iman Santoso
    2. Renita

    3. Struktur organisasi
    Perusahaan ini menerapkan pendekatan fungsional, maka diusahakan struktur organisasi seramping mungkin.
    a. Diketur : Iman santoso
    b. Direktur pelayanan : Ns Renita, SKep
    c. Direktur administrasi dan keuangan : Hasanudin Nur, SE

    4. Bidang Usaha : pelayanan kesehatan fisioterapi
    5. Jumlah Karyawan/Tenaga Kerja 9 Orang dengan rincian
    i. 5 orang fisioterapis
    ii. 2 orang petugas administrasi
    iii. 1 orang office boy
    iv. 1 orang bagian keamanan

    C. Pemasaran
    1. Produk yang Dipasarkan : jasa fisioterapi untuk kasus nyeri dan peningkatan performa fisik.

    2. Sasaran Konsumen/Pembeli : pekerja kantoran dan para eksekutif muda

    3. Wilayah Pemasaran : Jakarta, bogor, Bekasi

    4. Rencana Penjualan Tahunan10800 pelayanan atau klien.

    D. Teknik / Produksi / Operasi Usaha
    1. Kapasitas Produksi
    Dengan 5 orang fisioterapis dengan jam kerja efektif adalah 6 jam maka kapasitas pelayanan yang dapat diberikan adalah 30 jasa pelayanan atau sama dengan kapasitas pelayanan sebanyak 30 orang perhari.
    2. Ketersediaan pemberi pelayanan : 5 orang fisioterapis
    3. Fasilitas dan Sarana Produksi :
    a. Elektroterapi : 10 unit
    b. Non elektroterapi : 5 unit
    4. Masa Implementasi/life time:
    a. Elektroterapi : 5 tahun
    b. Non elektroterapi : 10 tahun

    E. Keuangan
    1. Total Pembiayaan Proyek : Rp. 500.000.000
    2. Modal Sendiri : Rp. 400.000.000
    3. Pinjaman yang Diajukan : Rp 100.000.000
    4. Jangka Waktu pengembalian : 5 tahun
    5. Penjualan Per tahun :
    10800 pelayanan/tahun x Rp.300.000/pelayanan = Rp. 3.240.000.000

    6. Keuntungan Per Tahun : Rp. 200.000.000
    7. Return On Invesment ( ROI ) : 18 %
    8. Break Even Point ( BEP ) : dalam 3 tahun

    2.3 Perizinan

    Jenis Perizinan Biaya ( Rp)
    1. Izin Prinsip (dari Instasi Teknik 1.000.000
    2. SITU ( Surat Izin Teampat Usaha ) 1.500.000
    3. TDP ( Tanda Daftar Perusahaan) 2.000.000
    4 NPWP (Nomor Pokok Pajak ) -
    5. Akte Pendirian 2.000.000

    2.4 Kegiatan Praoperasonal dan Jadwal Pelaksanaan

    Jenis Kegiatan Praoperasional Jadwal biaya(Rp)

    1. Mengurus ijin Januari-maret 2013 8.000.000
    2. Menyusun rencana usaha Januari-Februari 2013 1.000.000
    3. Uji coba pelayanan April-Juni 2013 5.000.000
    4. Pemasaran Februari-desember 2013 10.000.000

    2.5 Investasi elektroterapi
    Jumlah 10 @ Rp. 10.000.000 total Rp.200.000.000
    2.6 Investasi non elektroterapi
    Jumlah 5 @ Rp.2000.000 total Rp.10.000.000
    2.7 Investasi pendukung pelayanan
    1. Satu set Laptop dan printer @ Rp.10.000.000 total Rp.5.000.000
    2. Lima set meja-bangku @ Rp.1.000.000 total Rp.5.000.000

    Total biaya investasi fixed asset : Rp.265.000.000

    3. Aspek Pemasaran
    Gambaran Umum
    a. Jenis Produk yang dipasarkan : pelayanan fisioterapi
    b. Cakupan Pemasaran Meliputi : Jakarta, Bogor Bekasi, depok

    Permintaan
    A. Jumlah Permintaan Terhadap Pelayanan
    1. Sasaran Pembeli/ Konsumen : 20000/tahun
    2. Jumlah Konsumen : 10800/tahun
    3. Jumlah Kebutuhan : 10000/tahun
    4. Total Kebutuhan Pertahun : 15000/tahun

    B. Proyeksi Permintaan Selama 5 Tahun Mendatang
    Tahun proyeksi permintaan

    2013 10800 pelayanan
    2014 12960 pelayanan
    2015 18662 pelayanan
    2016 22394 pelayanan
    2017 26872 pelayanan

    3.3 Penawaran / Pesaing
    Nama pesaing kapasitas pelayanan /tahun
    1. Klinik pondok gede 7500
    2. Klinik jati asih 2500
    Total 10.000

    3.4 Strategi Pemasaran Pesaing
    Uraikan strategi pemasaran yang dilakukan pesaing, misalnya meliputi :
    1. Produk
    Pelayanan fisioterapi dengan para fisioterapis dengan berbagai tingkat pendidikan
    2. Tarif
    Tarif : Rp.150.000/pelayanan
    Potongan : tidak ada
    3. Jalur Pemasaran
    Lansung : menyebarkan selebaran
    Tidak langsung : tidak ada

    3.6 Strategi Pemasaran Perusahaan
    Uraikan strategi pemasaran yang akan dilakukan, misalnya meliputi :

    1. Produk
    Pelayanan dilakukan oleh fisioterapis spesialis, tanpa menunggu dengan pendidikanminimal S2.
    2. Tarif
    Tarif ; Rp. 300.000/pelayanan
    Potongan : 20 % untuk pembayaran dimuka selma lima kali
    3. Jalur penjualan : langsung ke konsumen dan melalui medi aon line

    4. Aspek Produksi

    4.1 Produk
    1. Uraikan Ciri-ciri Produk :
    a. spesifik
    b. profesional
    c. terjadwal
    2. Kegunaan Usaha Produk : meningkatan kesehatan

    4.2 Proses Pelayanan
    Skema/ Bagan Alur Proses Pelayanan :

    Alur pelayanan :
    1. Konsumen membuat janji melalui telepon atau datang langsung
    2. Konsumen mengkonfirmasi ke bagian administrasi
    3. Konsumen melakukan pembayaran untuk teratment pada hari itu atau pembayaran di muka untuk treatment selanjutnya
    4. Konsumen mendapatkan pelayana
    5. Konsumen kembali ke bagian administrasi untuk membuat jadwal perjanjian untuk treatment selanjutnya.

    4.3 Kapasitas pelayanan lima tahun ke depan

    Tahun kapasitas pelayanan

    2013 10800 pelayanan
    2014 12960 pelayanan
    2015 18662 pelayanan
    2016 22394 pelayanan
    2017 26872 pelayanan

    4.4 Tanah/ Bangunan
    1. milik pribadi 100 m2 Rp.250.000.000

    4.5 Utilitas/ Sarana

    Nama Biaya Utilitas (Rp)

    1. Pemasangan Instalasi Listrik 1.000.000
    2. Pemasangan instalasi air (jet Pump) 2.000.000
    3. Pemasangan instalasi AC 3.500.000
    4. Pemasangan papan nama klinik 500.000

    4.6 Peralatan/ Mesin/ Kendaraan
    Alat pendukung terapi sudah termasuk di investasi

    4.7 Biaya Umum Pabrik
    Jumlah Biaya Umum pelayanan Jumlah (Rp)

    1. Pemeliharaan elektroterapi pertahun 1000.000
    2. Kalibrasi elektroterapi pertahun 5.000.000

    4.8 Limbah
    1. Kualitas Limbah dan Cara Penanggulangannya
    Limbah yang dihasilkan adalah limbah medis (tisu) yang dapat dimusnahkan dengan dibakar.

    BIAYA PROYEK
    (Rp)
    Keterangan Modal kredit jumlah

    INVESTASI
    1.Bangunan 250.000.000 250.000.000
    2. elektroterapi 200.000.000 200.000.000
    3.non elektroterapi 10.000.000

    INVESTASI PRA OPERASIONAL
    modal
    1. Izin Prinsip (dari Instasi Teknik 1000.000
    2. SITU ( Surat Izin Teampat Usaha ) 1.500.000
    3. TDP ( Tanda Daftar Perusahaan) 2.000.000
    4 NPWP (Nomor Pokok Pajak ) -
    5. Akte Pendirian 2.000.000

    TOTAL 266.500.000 200.000.000 466.500.000

    PROYEKSI NERACA
    (Rp)

    KETERANGAN th 0 th1

    I. HARTA

    A. Harta Lancar
    1. Kas 20.000.000 30.000.000
    2. Piutang - 10.000.000
    3. Persediaan 5.000.000
    Total harta lancar 20.000.000 45.000.000
    B. Harta Tetap
    1. bangunan 250.000.000 300.000.000
    2. tanah - -
    3. Mesin dan Peralatan –
    4. Investasi 250.000.000 200.000.000
    5. Kendaraan -
    6. Lain-lain -
    Total Harta Tetap 540.000.000 590.000.000
    Akumulasi -mortisasi
    Nilai Buku Harta Tetap
    C.Investasi Pra-operasi
    Akumulasi Amortisasi 10.000.000 20.000.000
    Nilai Buku Harta takberwujud
    Total Harta (A+B+C) 270.000.000 655.000.000
    II. UTANG DAN MODAL
    A. Utang Lancar
    1. Utang Dagang 50.000.000
    2. Kredit Modal Kerja 200.000.000 150.000.000
    Total Utang Lancar 200.000.000 150.000.000

    B. Utang Jk Panjang
    Kredit Investasi
    Total Utang Jk Panjang

    C. Modal
    1. Modal Sendiri 300.000.000 20.000.000
    2. Laba Periode Lalu 200.00.000
    3. Laba
    Total Modal
    TOTAL UTANG DAN MODAL (A+B+C)
    770.000.000 1.085.000.000

    ROI 200.000.000 x100 % : 18,43 %
    1.085.000.000

    ROI 2014 18,43 %

  23. reny tri hapsari says:

    NAMA : Reny Tri Hapsari
    NIM : 201166083
    FISIOTERAPI
    USAHA : JASA DELIVERY ASI SEHAT

    A. Pendahuluan

    1. Latar Belakang

    ASI ekslusif adalah pemberian air susu ibu kepada bayi umur 0-6 bulan tanpa diberikan makanan atau minuman tambahan selain obat untuk terapi (pengobatan penyakit). ASI merupakan satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologi sosial maupun spiritual. ASI mengandung nutrisi, hormon unsur kekebalan pertumbuhan, antu alerhi, serta anti inflamasi. Nutrisi dalam ASI mencakup hampir 200 unsur zat makanan. ASI adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan ALLah yang memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susu memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masihmuda. Pada saat yang sama ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan system saraf.
    Persoalan pada zaman sekarang adalah bagi ibi-ibu karier yang menghabisakan 5-7 hari dalam 1 minggu dan 8-9 jam dalam sehari waktunya dihabiskan untuk bekerja, sehingga merupakan kendala saat seorang ibu masih ingin memberikan ASI ekselusif bagi bayinya. Walaupun sang ibu sudah mencoba untuk memeras dan menyimpan persediaan ASI di Frezeer kulkas tetapi hal itu masih terasa kurang untuk memenuhi asupan terbaik bagi bayinya. Untuk itu saya mendapatkan inspirasi untuk menolong kaum ibu yang bekerja agar tetap dapat memberikan ASI bagi anaknya dengan membuka bisnis DELIVERY ASI. Yang mana dari bisnis ini saya menggunakan jasa mangambil dan mengantar ASI dari seorang ibu yng sedang bekerja ke rumahnya untuk memberikan ASI tersebut ke pengurus rumah atau pengasuh si bayi.

    2. Ruang Lingkup: Masyarakat Provinsi DKI Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang (Ibu-ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan)

    B. Organisasi / Manajemen
    1. Nama Perusahaan Delivery ASI Sehat
    2. Nama Pemilik/ Pimpinan Perusahaan : 1. Reny Tri Hapsari, 2. Yeyen Rusdaryanti, 3. Dewi Surtikah
    3. Bidang Usaha : Jasa atau Kurir
    Jumlah Karyawan/Tenaga Kerja : 8 orang driver, 1 orang administrasi, 1 orang bagian pembukuan
    C. Pemasaran
    1. Produk yang dipasarkan : Jasa atau Kurir
    2. Sasaran konsumen/pembeli : Ibu-ibu bekerja yang memiliki bayi usia 0-6 bulan atau lebih dari 6 bulan
    3. Wilayah pemasaran : DKI Jakarta, bekasi, Depok, Tangerang
    4. Rencana tahunan :
    1500 botol ASI

    D. Teknik / Produksi / Operasi Usaha
    1. Kapasitas Jasa : 8 unit motor
    2. Fasilitas dan sarana : 8 buah sepeda motor, 10 alat cooler (sebagai penyimpan ASI)
    3. Masa implementasi : 1 hari (pada hari yang sama dengan transaksi)

    E. Keuangan
    1. Total pembiayaan proyek : Rp. 30.000.000/ bulan
    2. Modal sendiri : Rp. 100.000.000
    3. Pinjaman yang diajukan : Rp. 50.000.000
    4. Jangka waktu pengembalian : 1 tahun
    5. Transaksi per tahun :
    Hitungan per botol (1 ibu = 1 botol ASI), tarif jasa Rp. 30.000
    1 kurir mengantar 8 Botol ASI
    8 kurir x 8 botol ASI = 64 botol ASI
    64 botol ASI x 25 hari = 1600 botol
    1600 botol x Rp. 30.000 = Rp. 48.000.000
    Rp. 48.000.000 x 12 bulan = Rp. 576.000.000
    6. Keuntungan per tahun
    7. Pemasukan-pengeluaran (Rp. 576.000.000-Rp.360.000.000)
    = Rp. 216.000.000
    8. Return on invesment (ROI) : Rp. 50.000.000
    9. Break even point (BEP) : Rp. 66.000.000

    1. Latar Belakang
    1.1 Dasar Gagasan Usaha

    Saya adalah seorang ibu yang memiliki 3 orang anak. Pengalaman saya saat memiliki anak pertama, saya hanya bisa memberi ASI hingga usia anak saya 6 bulan karena saya harus bekerja dan kebetulan jam kerja saya cukup fleksibel untuk kegiatan memeras ASI, namun karena di kantor tidak tersedia lemari es/kulkas dalam kapasitas yang banyak sedang teman-teman kantor juga membutuhkan untuk menyimpan ASI, saya merasa kesulitan dalam hal ini. Saat itu saya berpikir seandainya ada jasa delivery/kurir ASI yang dapat mengantar ASI langsung setelah saya peras kemungkinan kualitas dan proses pemberian ASI saya kepada anak tidak lebih efisien. Setelah anak kedua lahir saya keluar dari tempat kerja dan mencoba merintis usaha ini bersama kedua orang kakak saya yang kebetulan mereka juga seorang IRT. Dengan banyaknya teman-teman yang memiliki problem yang sama dengan saya dahulu, saya jadi lebih termotivasi untuk melakoni bisnis yang dapat dibilang membantu sang ibu dan bayi nya.
    1.2 Ruang Lingkup
    Dalam usulan proposal ini berisikan empat aspek penting yaitu:
    (1) Aspek Organisasi dan Manajemen, yang berkaitan dengan nama perusahaan, bidang usaha , nama pemilik, jumlah karyawan dan organisasi.
    (2) Aspek Pemasaran, yang berkaitan dengan perkembangan pasar saat ini, prospek pasar dan pemasarannya, sasaran wilayah yang dituju dan rencana penjualan & market share yang di raih.
    (3) Aspek Produksi berkaitan dengan proses produksi serta biaya-biaya produksi yang timbul
    (4) Aspek Keuangan, berkaitan dengan masalah kebutuhan dana untuk investasi dan modal kerja, penggunaan dana, kalkulasi biaya, proyeksi pendapatan, dan jadwal pengembalian pinjaman.
    2. Bidang Organisasi dan Manajemen

    1) Umum
    1. Nama perusahaan : Delivery ASI SEHAT
    2. Nama Pemilik/pimpinan : Reny Tri Hapsari, Yeyen Rusdaryanti, Dewi Surtikah
    3. Alamat Kantor dan Tempat Usaha :
    a. Kantor Pusat : Jl. Pluit Karang Ayu V Blok A1 U No. 41
    Muara Karang Jakarta Utara
    No. Telp 021 6620583/085694209250
    b. Cabang Bekasi : Jl. Alternatif Cibubur Cileungsi No 1
    Bekasi
    No. Telp 021 845600
    c. Cabang Depok : Jl. Margonda Raya No. 88
    Depok
    No. Telp 021 7423535
    d. Cabang Tangerang : Jl. Pinus 3 No. 52
    Taman Royal 1, Cipondoh Tangerang
    No. Telp 021 554500
    4. Bentuk Badan Hukum : CV Atau Jasa
    5. Tahun Berdiri : 2012

    2) Pemegang Saham

    No. Nama Pemegang (lembar) Banyaknya
    (Ribuan Rp) Nilai Saham

    1. Reny Tri Hapsari Rp. 40.000. Rp. 10.000
    2. Yeyen Rusdaryanti Rp. 30.000. Rp. 5.000
    3. Dewi Surtikah Rp. 30.000. Rp. 5.000
    4.
    Jumlah Rp. 100.000 + Rp. 20.000 = Rp. 120.000

    3) Perizinan
    jenis perizinan
    no Jenis perizinan Biaya (Rp)
    1 SITU (Surat Izin Tempat Usaha) Rp. 1.000.000
    2 TDP (Tanda Daftar Perusahaan) Rp. 1.000.000
    3 NPWP (Nomor Pokok Pajak) Rp. 1.000.000

    4) Kegiatan Praoperasional dan Pelaksanaan
    Jenis kegiatan praoperasional Jadwal pelaksanaan
    123456789101112 Biaya operasi
    1.Mengurus ijin 6 Rp. 5.000.000
    2.Menyusun rencana 7,11 Rp. 30.000.000
    6.Uji coba produk 7,8,9,10,11,12 Rp. 10.000.000
    7.pemasaran 8,9,10,11,12 Rp. 25.000.000

    5) Inventaris Kantor
    Komputer Philip 4 x Rp. 2000.000 = Rp. 8.000.000
    Printer Canon 4 x Rp. 500.000 = Rp. 2.000.000
    Meja olympic 4 x Rp. 200.000 = Rp. 800.000
    Kursi olympic 4 x Rp. 100.000 = Rp. 400.000
    Kulkas toshiba 4 x Rp. 1500.000 = Rp. 6.000.000
    Telpon Sanitel 4 x Rp. 150.000 = Rp. 600.000
    Dispenser sanyo 4 x Rp. 100.000 = Rp. 400.000
    Cooler philip 10 x Rp. 200.000 = Rp. 2.000.000
    Motor honda 8 x Rp. 15.000.000 = Rp. 120.000.000
    Total = Rp. 138.200.000

    3. Aspek Pemasaran

    1. Gambaran umum
    Jenis produk yang dipasarkan : jasa
    Cakupan pemasaran meliputi : ibu-ibu bekerja yang memiliki bayi usia 0-6 bulan atau 6 bulan lebih, wilayah DKI Jakarta, Bekasi, depok, Tangerang
    2. Permintaan
    A. Jumlah permintaan terhadap produk
    Sasaran pembeli/konsumen : dapat menghantar lebih dari 1 botol
    Jumlah konsumen : 8 konsumen/hari
    Jumlah kebutuhan : 2 botol ASI
    Total kebutuhan pertahun : 38400 botol ASI

    B. Proyeksi Permintaan Selama 5 Tahun Mendatang

    Tahun Proyeksi Permintaan ( dalam unit )
    2013 2 botol/hari
    2014 2 botol/hari
    2015 3 botol/hari
    2016 3 botol/hari
    2017 4 botol/hari

    Menambahan jangkauan wilayah jasa di daerah bogor
    3.3 Penawaran / Pesaing

    Nama Pesaing Kapasitas Produksi/ Tahun
    1. Kurir ASI Ibu anak 40000 botol
    2.kurir ASI Bayiku 45000 botol

    Total Penawaran 85000 botol ASI

    3.4 Rencana Penjualan / Pangsa Pasar

    Tahun
    (1) Permintaan
    (2)
    Penawaran
    (3) Peluang Pasar
    (4) (2)-(3) Rencana Penjualan
    (5) Pangsa Pasar (6)
    5/4 x 100%
    2012 40000 45000 -5000 45000 9
    2013 45000 50000 -5000 50000 10
    2014 50000 55000 -5000 55000 11
    2015 55000 60000 -5000 60000 12
    2016 60000 65000 -5000 65000 13
    Satuan : botol ASI

    3.5 Strategi Pemasaran Pesaing
    Uraikan strategi pemasaran yang dilakukan pesaing, misalnya meliputi :
    Pesaing memiliki unit kurir lebih banyak , dan durasi waktu pengantaran yang lebih cepat, dengan harga yang relatif terjangkau dan menawarkan paket tarif yang lebih di minati pelanggan. Jalur pemasaran dari pesaing juga terbilang banyak, melalui hubungan relasi di setiap kantor dan tehnik pemasaran yang yang menarik pelanggan.

    1. Produk (mutu, ukuran, kemasan, tipe).
    2. Harga (syarat pembayaran, potongan, harga satuan)
    3. Jalur Pemasaran (langsung/ tidak langsung)

    3.6 Strategi Pemasaran Perusahaan
    Uraikan strategi pemasaran yang akan dilakukan, misalnya meliputi :
    Jasa saya memiliki kurir yang dapat di handalkan misalnya dengan memberi jaminan batas waktu pengantaran yaitu tidak lebih dari 3 jam antara tempat pengambilan botol ASI (kantor sang ibu) dengan tempat tujuan pemberian (rumah). Harga dari jasa kami relatif murah untuk 1 x transaksi Rp. 30.000 untuk semua wilayah misalnya jakarta-jakarta, untuk ke luar wilayah hanya di beri tarif Rp. 40.000. jasa kami juga menawarkan paket yang relatif lebih terjangkau untuk paket mingguan Rp. 150.000 dan paket bulanan Rp. 600.000 jasa kami juga menawarkan jasa untuk pembelian kebutuhan bayi seperti pampers dan MPASI (bubur instans). Jasa kami menawarkan promosi untuk pelanggan yang berlangganan untuk 3 bulan dengan pemberian diskon sebesar 10% dan mendapatkan botol susu pigeon 50ML gratis!!!!
    Jasa kami juga berencana untuk memperluas jaringan ke wilayah bogor.
    Dan menambah armada kurir.

    1. Produk (mutu, ukuran , kemasan, tipe)
    2. Harga (syrat pembayaran, potongan, harga satuan)
    3. Jalur penjualan
    4. Promosi

    4. Aspek Produksi

    4.1 Produk
    1. Uraikan Ciri-ciri Produk : Jasa kurir/delivery
    2. Kegunaan Usaha Produk : sebagai media meningkatkan kualitas kesehatan pada bayi di Indonesia
    ……….
    4.2 Proses Produksi
    Skema/ Bagan Alur Proses Produksi :

    INPUT PROSES OUTPUT PENGEPAKAN dst.

    4.3 Kapasitas produksi

    Tahun Rencana Produk (dalam unit )
    2013 3 kurir/wilayah
    2014 4 kurir/wilayah
    2015 5 kurir/wilayah
    2016 6 kurir/wilayah
    2017 7 kurir/wilayah

    4.4 Tanah/ Bangunan
    Sewa ruko (1thn) Rp. 12.000.000

    4.5 Utilitas/ Sarana

    Nama Biaya Utilitas
    1.Pemasangan Instalasi Listrik Rp. 1.000.000
    2.Pemasangan Instalasi Air/PAM Rp. 1.000.000
    3. Pemasangan Instalasi Telepon Rp. 1.000.000
    4. Lain-lain Rp. 500.000
    Rp. 3.500.000

  24. refience says:

    Nama : Refience Gratia Nalanda
    NIM : 2011 66 141
    Fakultas Fisioterapi

    Perencaan bisnis yang saya buat adalah bisnis souvenir pernikahan

    1.Latar Belakang
    Pernikahan merupakan sesuatu yang ditunggu oleh setiap pasangan dalam hidupnya. Setiap apasangan pasti ingin memberikan yang terbaik bagi tamu dan keluarga yang diundang. Souvenir pernikahan adalah salah satu yang mewakili ucapan terima kasih yang mewakili pasangan sehingga diperlukan souvenir yang sesuai dengan keinginan dan kepribadian pasangan. Bisnis ini tidak memerlukan biaya yang banyak namun cukup menguntungkan karena kebutuhan akan hal ini cukup banyak karena semua pernikahan pasti ada souvenir. Hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat indonesia. Souvenir pernikahan dapat berupa sesuatu yang terlihat elegan, sesuatu yang simple, seuatu yang berguna tergantung keinginan pasangan dan yang lebih menarik, pasangan juga bisa ikut mendesain badll.
    2.Lokasi :
    Lokasi penjualan : di rumah saya. Barang di ambil dari pengrajin lain dan membuat sendiri

    3.Pesaing
    penjual souvenir banyak sekali dijual seperti mangga dua, pasar grosir kramat jati, online melalui internet namun dari segi kualitas kurang baik dan barang tidak bisa di desain sendiri oleh pasangan.
    4.Pemasaran
    Pemasaran pertama dimulai dari pernikahan teman dekat, keluarga atau pernikahan saya sendiri. Seluruh orang akan menerima souvenirr setiap pernikahan ± 200 orang yang dibagikan. Merupakan pemasaran awal. Tiap souvenir disertakan kartu nama kecil yang dapat disisipkan di souvenir tanpa merusak keindahan barang itu sendiri.

    5.Biaya Perlengkapan yang diperlukan
    • Tempat usaha atau bengkel sederhana
    • Peralatan untuk bengkel sederhana Rp. 7.000.000
    • Punya koneksi dengan pengrajin lain.
    6. Biaya perbulan meliputi :
    • Gaji Pegawai 2 0rang @Rp 1.000.000
    • Listrik Rp. 300.000
    • Biaya alat dan pembuatan @ 3000-5000/pcs
    • packaging saja Rp @2000/pcs
    • Jumlah biaya operasional : Rp. 2.000.000

    Modal yang dibutuhkan :
    1. Modal investasi Rp. 7.000.000
    2. Biaya operasional per bulan 2.000.000
    Target pendapatan :
    Tri Wulan ke- 1 (90 hari 200pcs ,1 pcs @ Rp. 3000
    90 hari x 200 x Rp.37000,- = Rp. 50.000.000
    Laba : Rp 50.000.000 – Rp 9.000.000 = Rp. 41.00.000
    Tri Wulan ke- 2 ( 90 hari 600pcs @ Rp. 3.000
    90 hari x 500 x Rp.3000,- = Rp.135.000.000
    Laba : Rp 135.000.000- Rp 3.00.000 = Rp 105.000.000
    Tri Wulan ke 3 (90 hari 800, pcs @ Rp. 3.000
    90 hari x 800 x Rp 3000 = Rp. 216.000.000
    Laba : Rp. 216.000.000 -Rp. 3.000.000 = Rp 186.000.000

  25. Taty Undari says:

    Nama : Taty Undari
    NIM : 201166099
    Fakultas Fisioterapi
    Rencana Usaha : MLM

    Dalam berbisnis MLM suplai barang sudah dapat dipastikan ada tersedia namun tingkat permintaan yang perlu untuk di cari dan dibuat ada. Kunci dari kesuksesan bisnis MLM adalah mengumpulkan downline sebanyak mungkin yang kemudian di harapkan mereka akan menjadi pemakai setia produk yang dijual di dalam jaringan bisnis tersebut. Sehingga dengan berjalannya waktu maka jumlah pelanggan akan semakin bertambah dan jumlah poin yang dikumpulkan pun akan bisa semakin meningkat pesat.
    Sebagai gambaran : apabila setiap bulan diperoleh target untuk mendapatkan 10 downline baru dan masing-masing downline melakukan pembelian aktif produk MLM hingga 100 poin maka ke 10 downline akan memberikan sumbangan poin ke kita sebagai uplinenya sebanyak 100×10=1000 poin. Dan bila jumlah downline tersebut terus bertambah 10 setiap bulannya maka jumlah pelanggan yang akan memberikan sumbangan poin ke kita akan semakin bertambah (jumlah downline sebelumnya di tambah jumlah downline baru). Meskipun ada kemungkinan bahwa diantara downline tersebut tidak melakukan pembelanjaan produk secara aktif namun pelanggan yang lain tetap mempunyai kemungkinan untuk berbelanja lebih banyak lagi.
    Oriflame merupakan bisnis MLM dengan biaya pendaftaran termurah yaitu sebesar 39.000 Rupiah yang dapat dianggap sebagai modal awal bisnis ini. Meskipun demikian, berbagai macam modal yang akan mendukung sistem pemasarannya dapat diperhitungkan ke dalam nilai modal, diantaranya : biaya untuk membeli katalog bulanan, biaya kirim bila ada pelanggan yang membutuhkan sesuatu yang harus kita kirimkan langsung secara pribadi, biaya transport untuk bepergian menemui calon pelanggan maupun untuk menghadiri acara pelatihan/seminar dan lain-lain. Selain itu juga bisa diperhitungkan biaya untuk internet bila kita ingin memanfaatkan dan mengandalkan bisnis ini via online baik untuk transaksi maupun untuk pemasaran.
    Struktur organisasi di dalam bisnis MLM dikenal dengan sistem piramid dimana terdapat upline dan downline di bawahnya dengan jumlah yang meningkat eksponensial. Dalam mengelola organisasi di dalam bisnis MLM ini sangat dituntut kepiawaian seorang upline dalam memotivasi downlinenya untuk bersedia melakukan proses duplikasi teknik-teknik pemasaran dan perekrutan yang dilakukan oleh upline dan teamnya.
    Tujuan dari manajemen bisnis ini adalah untuk mengumpulkan poin sebesar-besarnya setiap bulannya. Dalam usaha ini bila dilakukan secara mandiri maka hasilnya terbatas dan membutuhkan kerja yang ekstra besar. Dengan memanfaatkan downline yang dilatih untuk mampu menduplikasi sistem yang dilakukan oleh upline maka hasil yang didapatkan akan jauh lebih banyak dan dengan usaha yang tidak sebesar seperti bila dilakukan sendirian.
    Sasaran bisnis ini adalah orang-orang yang membutuhkan produk kosmetik impor bermutu tinggi namun dengan harga yang terjangkau (karena sistem distribusi yang memotong rangkaian panjang menjadi langsung ke konsumen atau disebut Direct Selling). Selain itu, bisnis MLM Oriflame juga sangat ditujukan untuk orang-orang yang menginginkan investasi jangka panjang. Downline merupakan aset investasi yang bila dikelola dengan sangat baik maka mereka akan memberikan keuntungan bertingkat kepada upline setiap bulannya.
    Adapun strategi bisnis ini adalah dengan mengajarkan proses duplikasi/peniruan cara-cara pemasaran dan perekrutan. Dan bila bisnis ini dilakukan dalam bentuk team maka hasilnya pun akan menjadi lebih cepat lagi berkembang. Proses pembelajaran di lakukan bersama-sama, begitu pula dengan proses pemasaran dan perekrutan. Ide-ide baru di bahas dan dikerjakan bersama-sama.
    Di dalam pemasaran produk strateginya adalah memperkenalkan produk-produk baru, mempromosikan produk-produk yang berada di dalam program diskon, juga menjelaskan dan meyakinkan mengenai manfaat dan keunggulan dari produk-produk lainnya terutama bila ada pertanyaan dari pelanggan.
    Persaingan di dalam bisnis ini tentunya sangat kuat mengingat setiap harinya semakin banyak jumlah member/konsultan oriflame dapat kita temui di mana-mana. Apa yang bisa kita tawarkan kepada calon member baru adalah sesuatu hal yang berbeda yang mungkin hanya bisa di dapatkan di dalam team kita. Contohnya adalah keseriusan dalam mengelola bisnis sehingga tingkat keprofesionalan dari setiap team menjadi terlihat berbeda dan itu bisa kita pakai sebagai daya saing, yaitu : kepiawaian dalam memberikan pelatihan, kecepatan dalam merespons kebutuhan pelanggan dan kesungguhan dalam memperjuangkan tingkat kepuasan konsumen.

    (Mohon maaf karena saya terlambat mengirimkan postingan tugas dikarenakan saya kesulitan melakukan input dan posting semalaman karena sinyal internet).
    Terima kasih
    Taty Undari

  26. widiyatmi says:

    BISNIS PLAN
    PT BERKAH MANDIRI

    BISNIS :

    AYAM POTONG

    D
    I

    A
    J
    U
    K
    A
    N

    K
    E

    LEMBAGA KEUANGAN BANK SYARIAH
    Oleh:
    Widiyatmi
    201166347

    RINGKASAN PROYEK

    A. Pendahuluan

    1. Latar Belakang

    Kebutuhan daging ayam serasa tidak ada habisnya. Hampir semua lapisan masyarakat menyukai daging ayam. Dari lapisan masyarakat bawah, menengah dan lapisan masyar akat papan atas. Dari anak kecil sampai dewasa, rata-rata menyukai daging ayam. Pengolahan daging ayam juga banyak macamnya.
    Kebutuhan akan daging ayam akan mengalami peningkatan pada saat hari-hari besar agama dan tahun baru. Inilah yang menyebabkan prospek bisnis ayam potong banyak diminati.
    2. Ruang Lingkup:
    Masyarakat Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Jawa Barat

    B. Organisasi / Manajemen
    1. Nama Perusahaan : PT. Berkah Mandiri
    2. Nama Pemilik/Pimpinan Perusahaan : 1. Widiyatmi
    2. Parmono Dwi Putro
    3. Zidan Ibadurrahman

    3. Bidang Usaha : Ayam Potong
    4. Jumlah Karyawan/Tenaga Kerja: 10 Orang

    C. Pemasaran
    1. Produk yang Dipasarkan : Ayam potong

    2. Sasaran Konsumen/Pembeli :
    1. Pedagang pasar
    2. Pedagang keliling

    3. Wilayah Pemasaran :
    Diutamakan wilayah kecamatan Tambun Selatan
    4. Rencana Penjualan Tahunan 126.000 potong/tahun

    D. Teknik / Produksi / Operasi Usaha
    1. Kapasitas Produksi 350 ekor/hari
    2. Ketersediaan Bahan Baku : bibit anak ayam
    3. Fasilitas dan Sarana Produksi : Kandang ayam, mesin pemotong, mesin hitung, komputer, sepeda motor.

    E. Keuangan
    1. Total Pembiayaan Proyek : Rp. 156.000.000
    2. Modal Sendiri : Rp. 50.000.000
    3. Pinjaman yang Diajukan : Rp 50.000.000
    4. Jangka Waktu pengembalian : 3 tahun
    5. Penjualan Per tahun 126.000 x Rp 20.000 = Rp 2.520.000.000
    a. Latar Belakang
    1. Dasar Gagasan Usaha
    Tingginya kebutuhan masyarakat akan daging ayam

    1.1 Ruang Lingkup
    Dalam usulan proposal ini berisikan empat aspek penting yaitu:
    (1) Aspek Organisasi dan Manajemen, yang berkaitan dengan nama perusahaan, bidang usaha , nama pemilik, jumlah karyawan dan organisasi.
    (2) Aspek Pemasaran, yang berkaitan dengan perkembangan pasar saat ini, prospek pasar dan pemasarannya, sasaran wilayah yang dituju dan rencana penjualan & market share yang di raih.
    (3) Aspek Produksi berkaitan dengan proses produksi serta biaya-biaya produksi yang timbul
    (4) Aspek Keuangan, berkaitan dengan masalah kebutuhan dana untuk investasi dan modal kerja, penggunaan dana, kalkulasi biaya, proyeksi pendapatan, dan jadwal pengembalian pinjaman.
    1. Aspek Organisasi dan Manajemen
    1.1 Umum
    Nama Perusahaan : PT Berkah Mandiri
    Nama Pemilik/ Pimpinan : Hj. Widiyatmi
    Alamat Kantor dan Tempat Usaha : Puri Cendana, Tambun Kab Bekasi
    Bentuk Badan Hukum : Perusahaan Terbatas (PT)
    Tahun Berdiri : 2010
    1.2 Pengorganisasian
    Job Disc berikut ini menunjukan struktur Organisasi dari penjualan Ayam Potong PT Berkah Mandiri :
    a. Direktur pelaksana merangkap pemilik tugasnya adalah :
    a. Merencanakan usaha
    b. Membuat anggaran dana dan membukukannya
    c. Terjun langsung dalam memilih kualitas tanaman hias
    d. Memantau semua kegiatan usaha
    b. Bagian pengadaan Bibit tugasnya :
    a. Pengadaan bibit ayam
    b. Pengadaan makanan dan vaksin
    c. Pengadaan kandang.
    c. Bagian perawatan tugasnya :
    a. Pemberian makan
    b. Penyemprotan kandang
    c. Vaksinasi
    d. Penanggulangan hama dan penyakit
    d. Bagian marketing, tugasnya :
    a. Melakukan promosi baik melalui media cetak ataupun media elektronik
    b. Membantu kerja bagian pengadaan bibit dan bagian perawatan demikian juga sebaliknya. Jika mengalami kesulitan dalam bekerja harus saling membantu demi keberlangsungan bisnis penjualan/ pemotongan ayam.

    1.3 Pelaksanaan
    Pelaksanaan bisnis penjualan/ pemotongan ayam ini disesuaikan dengan rencana yang sudah dibuat. Kalau pun ada perubahan diharapkan ke arah yang lebih baik. Jika ada hambatan, saya harus mampu mengambil keputusan yang tepat demi kelancaran usaha.
    1.4 Pengendalian
    Kebijakan yang saya ambil dalam menangani masalah yaitu dengan cepat dan jujur untuk menemukan kejadian yang dapat berakibat buruk selama menjalankan usaha penjualan/pemotongan ayam ini.
    Beberapa resiko yang mesti diantisipasi terhadap pendapatan penjualan yaitu :
    a. Ayam mati penanganannya perlu pengetahuan perawatan yang benar, bisa melalui buku atau belajar dari para ahli.
    b. Pencurian bisa terjadi pada semua usaha berbentuk barang. Untuk menghindarinya bisa dengan adanya penjaga disekitar lokasi usaha.
    c. Ayam tidak laku dan harga pasaran jatuh, untuk mengatasi hal inii maka kita harus mampu membaca situasi pasar dan keinginan konsumen.

    2. Aspek Pemasaran
    2.1 Gambaran Umum
    a. Jenis Produk yang dipasarkan : Ayam potong
    b. Cakupan Pemasaran Meliputi : Kecamatan Tambun dan Cibitung

    2.2 Permintaan
    A. Jumlah Permintaan Terhadap Produk
    1. Sasaran Pembeli/ Konsumen :
    Pedagang pasar : 3orang @ 50 ekor ayam/hari

    Pedagang Keliling: 10 orang @ 20 ekor ayam/hari

    2. Jumlah Konsumen : 13 orang (tetap)
    3. Jumlah Kebutuhan : 3×50 =150 ekor/hari
    10×20 =200 ekor/hari
    Jadi kebutuhan per hari sebanyak 350 ekor/hari

    4. Total Kebutuhan Pertahun : 350ekor/hari x 30 x 12 = 126.000

    B. Proyeksi Permintaan Selama 5 Tahun Mendatang

    Tahun Proyeksi Permintaan ( dalam unit )
    2010 350 ekor/hari, 1 th 126.000
    2011 400 ekor/hari, 1 th 144.000
    2012 450 ekor/hari, 1 th 162.000
    2013 475 ekor/hari 1 th 171.000
    2014 500ekor/hari 1 th 180.000

    Strategi Pemasaran Pesaing
    Ayam potong cukup umur atau ayam potong kurang umur serta terdiri dari beberapa ukuran dari kecil sedang maupun besar dengan harga pasaran berfariasi sekitar 15.000 sampai 25.000.000 dengan penjualan langsung kepada konsumen.

    Strategi Pemasaran Perusahaan
    Ayam potong dari PT Berkah Mandiri merupakan ayam potong yang cukup umur saat dipotong, serta terdiri dari beberapa ukuran dari ukuran yang kecil, sedang dan besar. Specialnya ayam potong PT Berkah Mandiri dipotong sesuai dengan syariat Islam.
    Harga ayam potong berkisar antara 15.000 sampai 25.000 rupiah per ekor. Jalur penjualan ayam potong melalui pedagang pasar dan pedagang keliling perumahan perumahan. Selain itu kami juga menerima dari pemesan selain pedagang misal untuk hajatan. Promosi yang kami lakukan dengan pemasangan spanduk pada kantor dan tempat pemotongan, brosur yang kami sebarkan kepada para pedagang pasar, dan pedagang keliling, mouth to mouth merupakan promosi yang sederhana dan murah, serta pemberian bonus kepada pedagang bila pedagang memenuhi target pemesanan ayam secara bertingkat. Semakin banyak pemesanan ayam potong akan semakin menarik bonus yang diberikan kepada pedagang.

    3. Aspek Produksi
    Produk
    Ciri-ciri produk ayam potong dari PT Berkah Mandiri adalah ayam potong cukup umur, sehat dengan berat yang bervariasi.
    Usaha Ayam potong yang dilakukan oleh PT Berkah Mandiri berguna untuk memenuhi kebutuhan akan daging ayam bagi masyarakat.

    4. Aspek Keuangan
    a. Biaya Investasi
    Biaya investasi berasal dari modal sendiri : Rp 50.000.000
    Pinjam Bank untuk 3 tahun dg margin 12% : Rp 50.000.000
    Biaya margin bank selama 3 tahun : Rp 6.000.000
    Tanah seharga : Rp 50.000.000
    Total Biaya Investasi Rp. 156.000.000

    b. Biaya Proyek dan Biaya Produksi
    Pra Operasional meliputi:
    • Perijinan, uji coba produk, pemasaran,bibit Rp. 50.000.000
    • Investasi kantor dan perlengkapan produksi seperti kandang ayam, computer, sepeda motor, pemotong ayam Rp 30.000.000
    Total Biaya = Rp 80.000.000

    Operasional perbulan meliputi:
    • Gaji 10 karyawan, Rp 10.000.000
    • Pembiayaan produksi dan pemeliharaan, listrik, bahan bakar, ipal, dan keperluan pemasaran Rp 5.000.000.
    • Bibit ayam, vaksin, makan Rp 25.000.000
    Total Pengeluaran perbulan Rp 40.000.000

    Biaya Penyusutan
    Tanah 1/60 x 50.000.000 Rp 833.333
    Kantor dan kandang 1/60 x 55.500.000 Rp 925.000
    Jumlah total Penyusutan Rp 1.758.333

    c. Pendapatan
    Pendapatan rata-rata per tahun 126.000 x Rp 20.000 = Rp 2.520.000.000
    Pendapatan rata-rata per bulan = Rp 210.000.000

    d. Keuntungan
    Keuntungan = Pendapatan – Pengeluaran
    Jadi keuntungannya = Rp 210.000.000 – (Rp 40.000.000+ Rp 1.758.333 + 80.000.000)
    = Rp 88.241.667
    e. BEP
    BEP= ( Investasi: Keuntungan) x 1 bulan
    =Rp (156.000.000 : 88.241.667) x 1 bulan
    = 1,8 bulan
    = 2 bulan

  27. Wawan R Irawan says:

    WAWAN. R . IRAWAN
    2011.66.287

    Manajemen keuangan :
    BISNIS : BISNIS JUAL JILBAB MUSLIMAH ONLINE.
    A. Pendahuluan
    1. Latar Belakang
    Di jaman era globalisi semua serba canggih sampai ke bisnis internet ataupun online semakin banyak dimaniti setiap orang yang mengakses dan memerlukan barang yang diingikan konsumen real dan bisa dipesan sesuai yang dibutuhkan salah satunya bisnis on line ( jilbab muslimah) Kondisi ini yang menjadikan alasan kenapa bisnis ini kami tekuni dituntut perlu kesabaran. Pada dasarnya bisnis on line ini sekarang menjamur tapi jika kita jeli untuk melihat peluang pasti akan membuahkan hasil yang optimal.
    2. Ruang Lingkup:
    Produk jilbab kami target pemasarannya adalah semua kalangan baik konsumen pemakai ataupun untuk dijual kembali ternyata peminatnya cukup responsive dan langsung pemesanan baik partai besar dan kecil.
    B. Organisasi / Manajemen
    1. Nama Perusahaan : Butik Hijab Colection
    2. Nama Pemilik/Pimpinan Perusahaan :
    1. Wawan R Irawan
    2. Indriati
    3. Struktur organisasi
    Perusahaan bisnis on line
    a. Diketur : WR.Irawan.
    4. Bidang Usaha : Jilbab muslim
    5. Karyawan:
    2 orang bagian quality control.
    2 orang petugas administrasi
    1 orang bagian IT

    C. Pemasaran
    1. Produk yang dipasarkan : produk jilbab muslim
    2. Sasaran Konsumen/Pembeli : kesemua kami tawarkan melalui bisnis online.
    3. Wilayah cakupan seluruh Indonesia
    4. Rencana Penjualan Tahun 2013
    D. Teknik / Produksi / Operasi Usaha
    1. Kapasitas Produksi
    Pelayanan kami dengan 5 karyawan (Total biaya investasi : Rp.200.000.000,-)
    2. Produk
    Pelayanan dilakukan dengan karyawan yang terlatih dan professional.
    2. Tarif
    Tarif ; Pelayanan pembelian online tergantung pesanan barang konsumen (jilbab muslim) konsumen bisa memilih serta di beritahukan kepada konsumen untuk mentrasfer uang terlebih dahulu sesuai jumlah pemesanan baru barng dikirim.

    3. Jalur penjualan : langsung ke konsumen dan melalui media on line
    4. Aspek Produksi
    Produk
    1. Uraikan Ciri-ciri Produk :
    a. spesifik
    b. profesional
    c. terjadwal
    2 Proses Pelayanan
    Alur pelayanan :
    1. Konsumen pesan melalui telepon , on line atau datang langsung
    2. Konsumen mengkonfirmasi kembali jika sudah melakukan transfer uang.
    3. Konsumen jika sudah mentransfer tunggu kiriman antara 2-4 hari kiriman pulau jawa)
    3. Inventaris Kantor
    Komputer Acer 4 x Rp. 2.000.000 Rp. 8.000.000
    Printer HP 4 x Rp. 600.000 Rp. 2.400.000
    Meja 4 x Rp. 200.000 Rp. 800.000
    Kursi 4 x Rp. 100.000 Rp. 400.000
    Telpon 4 x Rp. 150.000 Rp. 600.000
    Motor Honda 2 x Rp. 15.000.000 Rp. 30.000.000
    Total = Rp.42.200.000
    3. Aspek Pemasaran
    1. Gambaran umum
    Jenis produk yang dipasarkan : jasa on line
    Cakupan pemasaran meliputi : Jabodetabek untuk tahap awal
    2. Permintaan
    A. Jumlah permintaan terhadap produk
    Sasaran pembeli/konsumen :
    Jumlah konsumen : 100 konsumen/hari
    Jumlah kebutuhan : 2.000 jilbab
    Total kebutuhan pertahun : 200.000 jilbab
    B. Proyeksi Permintaan Selama 5 Tahun Mendatang
    Tahun Proyeksi Permintaan ( dalam unit )
    250.000 jilbab/hari
    260.000 jilbab/hari
    270.000 jilbab/hari
    280.000 jilbab/hari
    290.000 jilbab/hari

  28. Wawan R Irawan says:

    WAWAN R IRAWAN
    2011.66.287

    Mohon maaf kiriman posting terlambat sebab jaringan internetnya
    terima kasih…

  29. Cep yaman (201166323) says:

    I. DESKRIPSI USAHA
    A. Data perusahaan
    Nama : Usaha somay gerobak
    Tempat : Jalan Raya Serpong, No.15A
    Bentuk usaha : Perdagangan dengan pengembangan Usaha Mandiri Kecil
    B. Data Pengusaha
    Nama : Ncep Sunarya
    Tempat,Tanggal Lahir : Malang, 15 Agustus 1978
    Pendidikan :Sedang menempuh S1 Pogram Study Fisioterapi
    C. Struktur Organisasi & Job Discription
    • Job Dscriptions
    1. Pimpinan (Manager)
    - pemilik sekaligus pimpinan
    - bertanggung jawab teradap jalannya usaha
    - koordinasi, pengawas, dan mengarahkan seluruh kegiatan
    - pengambil keputusan
    -sebagai quality control
    2. Bagian Produksi
    - kepala bagian produksi mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis
    - bertanggung jawab terhadap persiapan dan proses produksi
    - bertanggung jawab terhadap makanan yang dipesan konsumen
    - menjaga kebersihan produk dalam proses produksi
    - cekatan dalam menjaga mutu produk, baik cita rasa, aroma, ataupun tekstur
    - mengemas hasil produksi
    3. Bagian Pengadaan Bahan Baku
    - kepala bagian pengadaan bahan baku mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis
    - mencari informasi keberadaan bahan baku
    - melakukan pembelian bahan baku
    - menjaga mutu bahan sebelum diolah (ketika masih dalam penyimpanan)
    4.Bagian Keuangan
    -kepala bagian keuangan mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis
    - melaksanakan kegiatan keuangan dan administrasi
    - mencatat/pembukuan keuangan usaha
    - mengadakan dana untuk proses pembelian bahan dan proses
    - membuat laporan keuangan harian, mingguan, bulanan, triwulan, tahunan
    - bertanggung jawab terhadap sistem keuangan
    5.Bagian Pemasaran
    -kepala bagian pemasaran mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdis
    -mempromosikan dan memasarkan produk
    -melayani dengan ramah, menanggapi komplain konsumen dengan ramah dan senyum
    D. Alasan Pemilihan Bisnis
    Usaha somay gerobak masih banyak dicari orang, dengan modal yang tidak terlalu besar namun bisa cukup menguntungkan dan bahan baku yang tidak sulit dicari maka saya berniat untuk membuka usaha somay tersebut
    II. ANALISIS PEMASARAN
    1. Product (produk)
    Produk yang akan dipasarkan adalah somay dengan menggunakan gerobak, produk ini disajikan dalam piring atau strerofoam jika dibawa pulang. Bahan baku produk ini mudah dicari yaitu sayur mayor dan kacang untuk bumbunya.
    2. Place (lokasi/distribusi)
    Usaha ini dibuka di jalan raya serpong tangerang selatan, sasaran usaha ini ialah para karyawan setenpat, penduduk setempat dan orang yang berlalu-lalang. Serta dekat dengan sekolah Tarakanita Serpong.
    3. Price (harga)
    Penentuan harga jual dilakukan dengan cara menghitung biaya produksi ditambah biaya lain-lain dan tren yang berlaku. Jika produk yang menjadi idola (tren) harganya pun bisa dinaikan dari standar harga normal (misal pada saat cuaca panas atau ketika bulan puasa besar kemungkinan produk ini akan dibanjiri konsumen).
    Adapun rencana harga jual ialah Rp 8000 perporsi
    4. Promotion (promosi)
    Promosi akan dilakukan untuk mengenalkan produk ini kepada konsumen. Promosi akan dilakukan dengan menempel pamflet-pamflet di pinggir jalan dan tempat-tempat strategis lainnya. Menggunakan spanduk serta media internet sebagai jejaring social.
    III. ANALISIS OPERASIONAL
    1. Desain Produk
    Produk didesain semenarik mungkin, penyajian di piring dilengkapi dengan kerupuk dan acar untuk menambah selera. Pada sterofoam untuk penyajian yang dibawa pulang maka ditempelkan stempel pada bagian luar untuk membedakan dengan produk somay lainnya.
    2. Proses Produksi
    1. Bahan: somay ikan (ikan tongkol, terigu, sagu, air untuk merebus), kentang, kol, tahu, pare, telor ayam rebus, acar, kerupuk
    2. Cara membuat: cuci bersih semua bahan (khusus somay ikan, direbus terlebih dahulu), lalu kukus kentang, kol, pare, tahu diatas panci. Goreng kacang tanah lalu dihaluskan sebagai bumbu.

    IV. ANALISIS PELUANG PASAR & PESAING
    1. Analisis Peluang Pasar
    Peluang paar cukup baik, karena ditempat tersebut cemilan seperti somay belum ada, disekitar tempat usaha saya kebanyakn menjual makanan siap saji
    2. Tingkat Persaingan
    Tingkat persaingan belum terlalu tinggi, namun saya harus tetap kreatif agar pelanggan saya tidak cepat bosan
    V. ANALISIS KEUANGAN
    Usaha somay gerobak
    1. Biaya Investasi
    • Biaya Sewa tempat (dalam 1 tahun) : Rp 400.000 x 12 bulan : Rp 4.800.000
    • Alat Produksi dan Pengemasan
     Gerobak 1 unit : Rp 1.500.000
     Kompor 1 unit : Rp 100.000
     Panci 2 unit : Rp 200.000
     Piring dan gelas penyajian @3 lusin : Rp 300.000
     Lain-lain (toples) : Rp 100.000
    • Peralatan Lain :
    Brosur, kartu nama, spanduk kecil : Rp 300.000 +
    Rp 8.450.000

    2. Biaya Modal Kerja
    • Bahan Baku : = Rp 3.000.000

    • Bahan Pembantu alat-alat masak dan penyajian : Rp 2.410.000

    3. Biaya Tetap
    • Gaji pegawai 1 orang : Rp 1.000.000
    • Bahan Baku (1 bulan pertama)
    +
    Rp 6.410.000
    4. Biaya Variabel
    • Listrik dan Air minum Rp 200.000 +
    Rp 6.610.000

    5. Proyeksi Pendapatan selama 1 Tahun (dalam triwulan)
    Diperkirakan terjual 100 piring perhari = 100 x Rp 7000 = Rp 700.000 x 90 hari (triwulan I ) = Rp 63.000.000 – 54.000.000 (bahan baku + biaya lain2 selama 3 bulan) = Rp 9.000.000
    Jadi masing-masing tiap bulan laba sebesar Rp 3.000.000

    6. Sumber Dana : Dana Pribadi dengan bantuan keluarga

    Jenis ijin usaha : Surat Ijin Usaha Perdagangan ( SIUP) Rp 200.000

  30. ACHMAD ZULMI YUSUF says:

    NAMA : ACHMAD ZULMI YUSUF
    NIM : 2011.66.072
    S1 FISIOTERAPI

    Manajemen keuangan :
    BISNIS : GAMIS MUSLIM RUMAHAN

    A. Pendahuluan
    1. Latar Belakang
    Berbagai usaha dagang yang tumbuh khususnya yang bergerak dalam busana muslim pada dekade lima tahun terakhir ini, telah memunculkan kondisi peningkatan permintaan akan produk busana muslim dan sekaligus munculnya banyak usaha dagang yang bergerak dalam bisnis busana muslim. Masyarakat konsumen saat ini diberikan kemudahan cukup luas untuk memilih busana muslim yang disukainya karena banyaknya pusat penawaran busana muslim yang sudah lama ada maupun usaha yang benar-benar baru mencoba menjalankan bisnis ini. Munculnya berbagai pusat penjualan busana muslim mengakibatkan konsumen diberikan banyak pilihan jenis produk yang akan mereka gunakan sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Pengusaha tentunya akan berusaha dengan segala kemampuan yang ada untuk mencoba menawarkan kepada konsumen produk-produknya agar dapat memberikan tingkat kepuasan terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen.
    2. Ruang Lingkup:
    Produk gamis kami target pemasarannya adalah semua kalangan baik konsumen pemakai ataupun untuk dijual kembali (satuan atau grosiran).

    B. Organisasi / Manajemen
    1. Nama Perusahaan : Gamis Ashabul Kahfi
    2. Nama Pemilik/Pimpinan Perusahaan :
    Achmad Zulmi Yusuf
    3. Struktur organisasi
    Diketur : Achmad Zulmi Yusuf
    4. Bidang Usaha : Gamis muslim
    Karyawan:
    1 orang bagian produksi.
    1 orang bagian marketing
    1 orang bagian administrasI

    C. Pemasaran
    1. Produk yang dipasarkan : produk gamis muslim
    2. Sasaran Konsumen/Pembeli : kesemua konsumen kami tawarkan melalui penjualan di kios, majelis ta’lim, maupun melalui online.
    3. Wilayah cakupan seluruh Indonesia
    4. Rencana Penjualan Tahun 2013
    D. Teknik / Produksi / Operasi Usaha
    1. Kapasitas Produksi
    Pelayanan kami dengan 3 karyawan (Total biaya investasi : Rp.100.000.000,-)
    2. Produk
    Pelayanan dilakukan dengan karyawan yang terlatih dan professional.
    3. Jalur penjualan : langsung ke konsumen,majelis ta’lim, dan melalui media on line
    4. Aspek Produksi
    Produk
    1. Uraikan Ciri-ciri Produk :
    a. spesifik
    b. profesional
    c. terjadwal

    2 Proses Pelayanan
    Alur pelayanan :
    1. Konsumen datang langsung atau pesan melalui telepon maupun on line.
    2. Konsumen mengkonfirmasi kembali jika sudah melakukan transfer uang (bila melalui online).

    3. Perlengkapan
    Sewa rumah untuk lapak Rp.8.000.000 (1th)
    Mesin Jahit Rp.2.000.000,-
    Bahan Kain Rp.20.000.000,-
    Komputer Rp. 4.000.000,-
    Printer Rp. 600.000,-
    Blackberry Rp.2.500.000 x 4 = Rp.10.000.000,-
    Plastic kemasan Rp.5.000.000,-
    Gantungan baju Rp.7.200.000,-

    Total = Rp.56.800.000
    3. Aspek Pemasaran
    1. Gambaran umum
    Jenis produk yang dipasarkan : jasa gamis rumahan
    Cakupan pemasaran meliputi : Jabodetabek untuk tahap awal
    2. Permintaan
    A. Jumlah permintaan terhadap produk
    Sasaran pembeli/konsumen :
    Jumlah konsumen : 100 konsumen/hari
    Jumlah kebutuhan : 1.000 gamis
    Total kebutuhan pertahun : 100.000 gamis
    B. Proyeksi Permintaan Selama 5 Tahun Mendatang
    Tahun Proyeksi Permintaan ( dalam unit )
    150.000 gamis/hari
    160.000 gamis /hari
    170.000 gamis /hari
    180.000 gamis /hari
    190.000 gamis /hari

  31. ervina (201166109) says:

    nama : ERVINA
    nim : 201166109
    fakultas : Fisioterapi

    perencanaan bisnis yang saya rencanakan adalah nasi bakar keliling

    A. Pendahuluan

    a. Latar belakang
    dengan melihat kebutuhan akan pekerja yang yang tidak mempunyai waktu yang banya untuk sarapan.dengan keadaan tersebut , maka pemenuhan kebutuhan makanan pada pagi hari sangat diperlukan .Oleh karena itu saya berencana menjual nasi bakar keliling yang saya pasarkan dilingkungan kerja saya. sehingga para pekerja dilingkungan tempet saya bekerja dapat menyantap sarapan yang bernuansa beda. Dimana biasanya nasi bakar didapatkan di warung-warung makan. Disini saya coba tawarkan untuk menikmati nasi bakar dilingkungan kerja. Sehingga para pekerja dapat melaksanakan tugas dengan kondisi yang sehat karena mereka bisa sarapan terlebih dahulu.

    b. Pasar dan pelanggan
    para konsumen nasi bakar saya ini saya fokuskan untuk pekerja RS, dmana tidak menutup kemungkinan para pengunjung pasien atau keluarga pasien yang menjaga keluarga nya yang di rawat.

    c.Trend pertumbuhan bisnis
    Nasi bakar keliling yang saya tawarkan akan didapatkan dengan nuansa yang berbeda.saya yakin akan berkembang pesat karena usaha ini baru ada dilingkungan kerja yang menawarkan nasi bakar. dan mereka akan mendapatkan nya dengan mudah.

    d. Lokasi
    saya bermaksud memulai usaha dengan berlokasi di rumah sakit tempat saya bekerja.dengan cara menjual dan menawarkan ke setiap ruangan. Dan apabila saya melihat usaha ini berkembang maka saya akan membuka warung kecil di lingkungan rumah sakit sehingga para pembeli bukan hanya dari kalangan pengunjung atau pekerja tapi juga masyarakat yang dekat dengan rumah sakit.

    e.Karakteristik Produk
    Produk yang saya tawarkan adalah nasi bakar. Nasi bakar yang saya pasarkan mempunyai ukuran yang tidak terlalu besar. Sehingga sangat tepat untuk porsi sarapan.Nasi bakar yang sya produksi mempunyai menu lauk yang berbeda-beda.
    Bahan dan perlengkapan yang saya butuhkan :
    1. beras dengan kwalitas yang baik
    2.Daun pisang
    3.Tempat pembakaran
    4.Arang
    5.Ikan teri
    6.Ayam
    7.Tempe
    8.Bumbu
    Modifikasi dari nasi bakar kami bermacam-macam. Ada yang menggunakan tahu, tempe, ampela untuk menu yang di dalam nasi bakar. Dan unutk menu lauk tambahan saya menggunakan ayam atau ikan lele.

    f. Penentuan harga
    Harga yang saya tawarkan bermacam-macam, tergantung konsumen inginkan. Dan nasi bakar yang saya tawarkan belom berani dengan harga yang tinggi.Karena saya berharap para konsumen mengenal terlebih dahulu produk yang saya tawarkan ,
    Harga yang saya tawarkan kepada konsumen adalah untuk nasi bakar yang tanpa lauk dengan harga @Rp 5000 dan menggunakan lauk @ Rp 10.000

    g. Distribusi dan promosi
    Langkah awal yang saya lakukan dalam mempromosikan dengan menawarkan nasi bakar dari suatu ruangan ke ruangan lain untuk mencari pembeli.Kemudian setelah karyawan sudah mengenal nasi bakar saya, saya akan membuat brosur sesuai dengan menu lauk yang di inginkan. dan dengan harga yang berbeda.
    Apabila nasi bakar yang sya jual mengalami perkembangan yang besar maka saya akan membuka warung di dalam lingkungan rumah sakit.

    h.Rencana keuangan
    Saya menyetor modal awal Rp.1.000.000
    proyeksi keuangan selama 1 bulan

    # Proyeksi modal
    1. Kas Rp.1.000.000
    modal Rp. 1.000.000
    (setoran untuk modal )
    2.Perlengkapan Rp.200.000
    Kas Rp. 200.000
    ( pembelian perlengkapan)
    3. Peralatan Rp.100.000
    Kas Rp. 100.000

    # proyeksi penjualan 1 bulan
    1 hari : 10 x nasi bakar biasa @5000
    10 x nasi bakar lauk @ 10.000
    1 bulan : Rp 50.000x 26 hari = Rp. 1.300.000
    Rp 100.000x 26 hari = Rp. 2.600.000
    perkiraan pendapatan 1 bulan Rp.3.900.000

    # Jurnal transaksi dalam 1 bulan
    1) biaya bahan baku Rp 500.000
    2) biaya rupa-rupa Rp. 500.000

    pendapatan
    pendapatan dalam 1 bulan RP.3.900.000
    biaya pengeluaran 1 bulan Rp. 1.000.000
    jadi laba Rp 2.900.000

    keuntungaan saya dapatkan sangat besar .karena usaha yang saya jalani ini tidak menggunakan tenaga pekerja.karena kita langsung terjun dari pengolahan sampai pemasaran.

  32. Khairulyati says:

    Nama : Khairulyati
    NIM : 201166167
    Rencana Usaha : Pembuatan Dan Pemasaran Susu Kedelai
    Nama Usaha : Aroma Susu Kedelai

    PENDAHULUAN
    1. Later Belakang
    Akhir-akhir ini banyak ditemukan adanya kasus alergi susu sapi, dan angka kejadiannya cukup tinggi. Susu kedelai saat ini bisa menjadi pilihan alternatif pengganti.Susu kedelai disamping mempunyai nilai gizi tinggi dan tidak kalah dengan susu sapi,juga tidak mudah menimbulkan alergi .Susu kedelai dalam pembuatannya juga memrlukan tingkat higienitas yang tinggi, karena jika tidak demikian maka pembuatan susu kedelai ini akan gagal atau mudah basi, sehingga produksi susu ini sangat aman dan sehat untuk dikonsumsi.
    2. Pasar Dan Pelanggan Yang Jadi Sasaran
    Kami sudah mensurvey dan bernegosiasi dengan calon pelanggan kami yaitu :
    - Dititpkan di tempat-tempat penjualan kue dan nasi uduk
    - Dtitipkan di sekolah-sekolah
    3. Tren Pertumbuhan BIsnis
    Produk dengan bahan dasar kedelai ini dalam perkembangannya memiliki potensi daya jual yang tinggi. Informasi tentang nilai gizi yang terkandung di dalamnya sudah sangat beredar luas.Daya beli susu kedelai ini juga meliputi kalangan elite dan kalangan menengah ke bawah, dari orang tua sampai pada anak-anak.Harga produk ini jugha sangat terjangkau semua lapisan masyarakat.
    4. Lokasi Usaha
    Usaha ini berlokasi di tempat tinggal sendiri :
    - Komplek Buana Gardenia Blok B4 No 1
    5. Karakteristik Produk
    Susu kedelai ini memiliki karakteristik sebagai berikut :
    - Memerlukan Proses produksi yang sangat higienis, karena jika tidak maka tidak dapat menghasilkan susu kedelai,misalnya menjadi tahu, atau bisa menjadi susu tetapi mudah basi, yang tentunya sangat merugikan dalam pemasaran.
    - Mempunyai aroma yang sangat langu, jika tidak pas dalam memberi bahan tambahan aroma.

    6. Penentuan Harga
    Penentuan harga susu kedelai berdasarkan biaya modal kerja yang kita keluarkan dalam proses pembuatan susu kedelai, dihitung dari per liter susu kedelai jadi sbb :
    • 0,75 ons kedelai (8500/kg) : Rp. 640,-
    • 1 bks vanili : Rp. 150,-
    • 1/100 bks garam : Rp. 5,-
    • 800 air sumur : Rp. 40,-
    • Dun pandan 2 lbr : Rp. 50,-
    • 75 gr gula : Rp. 750,-
    • Listrik : Rp. 54,-
    • Gas : Rp. 300,-
    • Kantung : Rp. 50,-
    • TOTAL : Rp. 2039,-
    Dari harga produksi tsb kita tentukan harga jual sebesar Rp. 5000,-/ liter
    7. Distribusu Dan Promosi
    -Dilakukan dengan dititipka ke penjual-penjual kue dan nasi uduk
    - Dititipkan ke sekolah-sekolah sekitar tempat tinggal
    -Lewat pamlet-pamlet yang ditempel
    -Lewat pembungkus susu yang diberi nama merk dan no telp
    -Lewat promosi ke posyandu terdekat
    8. Rencana Keuangan
    * Biaya tetap :
    – Sewa rumah ( dianggap sewa rumah) : 10.000.000
    – disel : 2.750.000
    – kail 1 meter : 10.000
    – gunting 4 : 25.000
    – Bak 6 : 102.000
    – Keranjang 4 : 100.000
    – Kompor 3 : 600.000
    – Panci 6 : 300.000

    TOTAL : 13.887.000
    Biaya Penyusutan : 1.543.000/ tahun atau 128.625/bulan
    Keuntungan per kg kedelai ; 15×2961 = 44.415 produksi 3kg/hari keuntungan = 133.245
    Keuntungan kotor dalam per bulan = 3.997.350
    Keuntungan bersih per bulan = 3.997.350-128.625-700.000(gaji 1 karyawan)
    = 3.168725

    • Khairulyati says:

      B. Pengorganisasian
      Karena usaha keluarga maka :
      – Manager dipegang sendiri dengan tugas:
      . Merencanakan usaha
      . Membuat anggaran dan pembukuan
      . Memilih bahan baku
      . Mencari alat2 modal kerja
      . Sebagai costumer servis
      . Mncari inovasi baru
      . Brtanggung jawab atas kualitas produk
      . Sebagai quality control
      – Karyawan? bag produksi dfan pemasaran
      . Bertanggung jawab atas persiapan dan proses produksi
      . Bertanggung jawab atas pesanan dari konsumen
      . Menjaga kebersihan produk dalam proses produksi
      . Cekat dalam menjaga mutu produk baik cita rasa, aroma dan tekstur
      . Mengemas hasil
      .

  33. yesi etika sari saputri says:

    Nama : Yesi Etika Sari Saputri
    NIM : 2011-66-278
    BISNIS PLAN
    MERANGKAI BUNGA
    PENJUALAN BUOQUET BUNGA
    RINGKASAN PROYEK
    i.Pendahuluan
    2.Latar Belakang
    Bunga sudah secara umum masyarakat mengetahui bahwa penampilannya sangat indah. Sangat mudah kita jumpai pada acara-acara tertentu seperti wedding, selain itu bisa digunakan sebagai hiasan rumah, pemberian kado untuk orang-orang tersayang. Banyak bunga-bunga yang dijual disekitaran jalan. Ada juga yang berupa online shp di internet. Kami berusaha untuk lebih memudahkan dan memberikan pelayanan yang tidak biasanya karena dekorasi bunga ini bisa dikombinasikan dengan barang apapun yang akan dibuat kado.
    3.Ruang Lingkup: Masyarakat Provinsi jakarta
    B.Organisasi / Manajemen
    1.Nama Perusahaan : Beautiful flowers
    2.Nama Pemilik/Pimpinan Perusahaan : Yesi Etika Sari Saputri dan Mitha Noviana
    3.Bidang Usaha : merangkai bouquet bunga
    4.Jumlah Karyawan/Tenaga Kerja 5 Orang
    C.Pemasaran
    1.Produk yang Dipasarkan : semua jenis bouquet bunga, dan karangan bunga pamflet
    2.Sasaran Konsumen/Pembeli : seluruh masyarakat wilayah Jakarta
    3.Wilayah Pemasaran : Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.
    4.Rencana Penjualan Tahunan 360 bouequet bunga, 200 karangan bunga pamflet
    D.Teknik / Produksi / Operasi Usaha
    1. Kapasitas Produksi 400 jenis bouquet dan bunga pamflet
    2. Ketersediaan Bahan Baku : cukup untuk pembuatan dekorasi satu minggu
    3.Fasilitas dan Sarana Produksi : Sarana lengkap untuk menunjang produksi
    4.Masa Implementasi : saat itu juga, disaat pemesan menerima bunga
    E. Keuangan
    1. Total Pembiayaan Proyek : Rp. 30.000.000
    2. Modal Sendiri : Rp. 30.000.000
    3. Pinjaman yang Diajukan : Rp. 10.000.000
    4. Jangka Waktu pengembalian : 1 tahun
    5. Penjualan Per tahun : Rp.100.000.000
    6. Keuntungan Per Tahun : Rp.60.000.000
    7. Return On Invesment ( ROI ) : Rp. 40.000.000
    8. Break Even Point ( BEP ) : Rp. 60.000.0000
    1. Latar Belakang
    1.Dasar Gagasan Usaha
    Saya wanita dan senang sekali dengan semua jenis bunga. Hobbi saya adalah merangkai bunga. Saya senang sekali ketika karya saya akan dinikmati dan disenangi oleh orang banyak. Oleh karena itu saya ingin menjembatani orang-orang yang berkeinginan memberikan rangkaian bunga kepada orang tersayang dengan design yang bagus ataupun design dari mereka sendiri.

    1.1Ruang Lingkup
    Dalam usulan proposal ini berisikan empat aspek penting yaitu:
    (1)Aspek Organisasi dan Manajemen, yang berkaitan dengan nama perusahaan, bidang usaha , nama pemilik, jumlah karyawan dan organisasi.
    (2)Aspek Pemasaran, yang berkaitan dengan perkembangan pasar saat ini, prospek pasar dan pemasarannya, sasaran wilayah yang dituju dan rencana penjualan & market share yang di raih.
    (3)Aspek Produksi berkaitan dengan proses produksi serta biaya-biaya produksi yang timbul
    (4)Aspek Keuangan, berkaitan dengan masalah kebutuhan dana untuk investasi dan modal kerja, penggunaan dana, kalkulasi biaya, proyeksi pendapatan, dan jadwal pengembalian pinjaman.
    2. Bidang Organisasi dan Manajemen
    2.1 Umum
    Nama Perusahaan : beautiful flowers
    Nama Pemilik/ Pimpinan : Yesi Etika Sari Saputri
    Alamat Kantor dan Tempat Usaha : jl. Mawar jatiasih Bekasi
    Bentuk Badan Hukum : PT (persereon terbatas)
    Tahun Berdiri : 2000
    2.2 Pemegang Saham

    No.
    Nama Pemegang (lembar)
    Banyaknya
    (Ribuan Rp)
    Nilai Saham

    1.
    Mitha
    Rp 1000
    Rp. 10000
    2.
    Nitha
    Rp. 2000
    Rp. 5000
    3.
    Stevyana
    Rp. 3000
    Rp. 6.000
    4.

    …………………..
    Rp. ……………
    Jumlah ……………………. 6.000 Rp. 12.000

    2.3 Perizinan

    Jenis Perizinan
    Biaya ( Rp)
    1.Izin Prinsip (dari Instasi Teknik
    2. SITU ( Surat Izin Teampat Usaha )
    3. SIUP ( Surat Izin Usaha Perdagangan)
    4 TDP ( Tanda Daftar Perusahaan)
    5. NPWP (Nomor Pokok Pajak )
    6.6. Akte Pendirian

    Rp. 1.000.000
    Rp. 1.000.000
    Rp. 1.000.000
    Rp. 1.000.000
    Rp. 500.000
    Rp. 500.000

    2.4 Kegiatan Praoperasonal dan Jadwal Pelaksanaan

    Jenis Kegiatan Praoperasional
    Jadwal Pelaksanaan
    1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
    Biaya
    Operasi
    1. mengurus ijin
    6
    Rp.5.000.000
    2. Menyusun rencana usaha
    5
    Rp. 6.000.000
    6. uji coba produk
    8,9
    Rp. 1.000.000
    7. pemasaran
    10,11,12
    Rp. 2.000.000

    2.5Investasi Kantor

    Inventaris
    Merek
    Jml
    Harga
    ( Rp)
    Total
    1.lem
    2.Komputer
    3.Plastic
    4.Gunting dan carter
    Cums
    Accer
    Sese
    butterfly
    100
    2
    400
    6
    Rp.3.000
    Rp.5.000.000
    Rp. 2000
    Rp. 5.000
    Rp. 300.000
    Rp. 10.000.000
    Rp. 800.000
    Rp. 300.000

    Rp. 10.400.000

    3.Aspek Pemasaran
    Gambaran Umum
    a. Jenis Produk yang dipasarkan : Bunga
    b. Cakupan Pemasaran Meliputi : Provinsi
    Permintaan
    A. Jumlah Permintaan Terhadap Produk
    1. Sasaran Pembeli/ Konsumen : Masyarakat Jabodetabek
    2. Jumlah Konsumen : toko bunga 3 dan WO 2
    3. Jumlah Kebutuhan : 500/bulan
    4. Total Kebutuhan Pertahun : 60

    B.Proyeksi Permintaan Selama 5 Tahun Mendatang

    Tahun
    Proyeksi Permintaan ( dalam unit )
    2000
    400 rangkaian bunga
    2001
    500 rangkaian bunga
    2002
    650 rangkaian bunga
    2003
    700 rangkaian bunga
    2004
    800 rangkaian bunga

    3.3 Penawaran / Pesaing

    Nama Pesaing
    Kapasitas Produksi/ Tahun
    1. a florist
    100
    2.b flower-flower
    250
    3. c butterfly flower
    300
    Total Penawaran
    650

    3.4Rencana Penjualan / Pangsa Pasar

    Tahun
    (1)
    Permintaan
    (2)

    Penawaran
    (3)
    Peluang Pasar
    (4) (2)-(3)
    Rencana Penjualan
    (5)
    Pangsa Pasar (6)
    5/4 x 100%
    2000
    150.000
    100.000
    50.000
    130.000
    2,6
    2001
    200.000
    100.000
    100.000
    150.000
    1,5
    2002
    300.000
    150.000
    150.000
    200.000
    1,333
    2003
    300.000
    120.000
    180.000
    200.000
    1,111
    2004
    330.000
    150.000
    180.000
    230.000
    1,2777

    3.5Strategi Pemasaran Pesaing
    Uraikan strategi pemasaran yang dilakukan pesaing, misalnya meliputi :
    1.Produk (mutu, ukuran, kemasan, tipe). Mampu bertahan sampai seminggu bunga tidak layu, kemasan sangat inovatif dan sesuai dengan keinginan permintaan
    2.Harga (syarat pembayaran, potongan, harga satuan), dibayar saat pengambilan bunga, diskon 20% untuk hari Ibu saja. Harga satu tangkai mawar Rp.15.000
    3.Jalur Pemasaran (langsung/ tidak langsung): via tweeter, FB, kaskus, atau internet lainnya
    3.6 Strategi Pemasaran Perusahaan
    Uraikan strategi pemasaran yang akan dilakukan, misalnya meliputi :
    1.Produk (mutu, ukuran , kemasan, tipe) : sangat fresh langsung dekorasi
    2.Harga (syrat pembayaran, potongan, harga satuan) : untuk WO dan took bunga idskon 20% untuk pengambilan satu dekorasi bunga, untuk masyarakat diskon 20% hanya hari ibu
    3.Jalur penjualan : pamflet, via internet seperti kaskus, media social media
    4.Promosi : pasang spanduk dan penyebaran pamflet dikampus dan di mall
    4. Aspek Produksi
    4.1 Produk
    1. Uraikan Ciri-ciri Produk : Semua jenis Bunga hiasan
    2. Kegunaan Usaha Produk : rangkaian bunga
    4.2Proses Produksi
    Skema/ Bagan Alur Proses Produksi :

    INPUT PROSES OUTPUT PENGEPAKAN dst.

    4.3Kapasitas produksi

    Tahun
    Rencana Produk (dalam unit )
    2000
    10.000 rangkaian bunga
    2001
    20.000 rangkaian bunga
    2002
    15.000 rangkaian bunga
    2003
    40.000 rangkaian bunga
    2004
    50.000 rangkaian bunga

    4.4Tanah/ Bangunan
    1. Beli ( …… m2 ) Rp ……….
    2. Sewa (2 Thn) Rp 30.000.000

    4.5Utilitas/ Sarana

    Nama
    Biaya Utilitas
    1.Pemasangan Instalasi Listrik
    1.000.000
    2.Pemasangan Instalasi Air/PAM
    900.000
    3. Pemasangan Instalasi Telepon
    1.000.000
    4. Lain-lain
    500.000
    Total
    3.400.000

    4.6 Peralatan/ Mesin/ Kendaraan

    Beli/ Sewa
    Nama
    Merek
    Jumlah
    Harga
    1. Beli
    Mobil
    Xenia
    1
    Rp.100.000.000
    2. Sewa/Th
    ruko

    1
    Rp. 30.000.000
    3. Hibah
    motor
    honda
    1
    Rp. 15.000.000

    4.7 Biaya Umum Pabrik

    Jumlah Biaya Umum Pabrik
    Jumlah (Rp)
    1.Pemeliharaan Mesin dan Peralatan
    4.000.000
    2. Suku Cadang, bahan bakar, oli, dll
    3.000.000
    3. Listrik, Air, dll
    1.000.000
    4. Pemeliharaan Bangunan
    500.000

    4.8 Limbah
    1.Kualitas Limbah dan Cara Penanggulangannya : daur ulang dengan cara diberi pengawet dan dijadikan untuk ucapan bunga dikertas
    2.Biaya Pengendalian limbah per tahun : Rp. 500.000
    3.Prosedur IPAL : Rp. 600.000

    BIAYA PROYEK
    (dalam Rp)

    KETERANGAN
    MODAL SENDIRI
    KREDIT
    JUMLAH

    INVESTASI
    1. Tanah
    2. Bangunan/ Toko
    3. Mesin dan Peralatan
    4. Investaris Kantor
    5. Kendaraan
    6. Lain-lain
    Total Harga Tetap

    15.000.000
    20.000.000
    1.000.000
    120.000.000
    1.000.000
    157.000.000

    5.000.000
    3.000.000
    2.000.000
    100.000.000
    2.000.000
    112.00.000

    20.000.000
    23.000.000
    3.000.000
    220.000.000
    3.000.000
    269.000.000

    B. INVESTASI
    PRA-OPERASIONAL
    50.000.000
    10.000.000
    60.000.000

    1. Rencana Usaha
    2. Perizinan
    3. Pelatihan
    4. Uji coba produksi
    5. Lain-lain
    Total Pra-Operasi
    1.000.000
    1.000.000
    2.000.000
    500.000
    1.000.000
    10.000.000
    2.000.000
    1.000.000
    3.000.000
    2.000.000
    1.000.000
    8.000.000
    3.000.000
    2.000.000
    5.000.000
    7.000.000
    2.000.000
    18.000.000

    C. TOTAL INVESTASI (A + B)
    280.000.000
    140.000.000
    400.000.000

    D. MODAL KERJA
    BIAYA POKOK PRODUKSI
    1. Bahan Baku
    2. Upah Tenaga Kerja
    3. Biaya Umum Pabrik
    Total Biaya Produksi

    BIAYA USAHA
    1. Gaji Pimpinan
    2. Gaji Karyawan
    3. Biaya Pemasaran
    4. Alat Tulis Kantor
    5. Biaya Sewa
    6. Lain-lain
    Total Biaya Usaha

    TOTAL BIAYA OPERASI/ TAHUN

    1.000.000
    5.000.000
    1.000.000
    7.000.000

    5.000.000
    2.000.000
    2.000.000
    1.000.000
    1.000.000
    2.000.000
    13.000.000
    20.000.000

    MODAL KERJA ( x Rp)
    700.000.000
    800.000.000
    150.000.000

    TOTAL BIAYA PROYEK(C+D)
    400.000.000
    250.000.000
    650.000.000

    PERSENTASE
    500.000.000
    800.000.000
    800.000.000

    PROYEKSI LABA RUGI
    ( dalam Rp )
    KETERANGAN
    Tahun
    1
    Tahun
    2
    Tahun
    3
    Tahun
    4
    Tahun
    5
    PENJUALAN
    BIAYA POKOK PRODUKSI
    1.Bahan Baku
    2. Upah Tenaga Kerja
    3. Biaya Umum Pabrik
    Total Biaya Pokok Produksi
    LABA KOTOR (A-B)
    D. BIAYA USAHA
    1. Gaji Pimpinan
    2. Gaji Karyawan
    3. Biaya Pemasaran
    4. Perlengakapan Kantor
    5. Biaya Sewa
    6. Lain-lain
    Total Biaya Usaha
    7. Penyusutan
    8. Amortasi
    E. TOTAL BIAYA USAHA
    F. LABA USAHA (C-E)
    G.BUNGA
    H.LABA SEBELUM PAJAK (F-G)
    I.PAJAK
    J.LABA (H-I)
    K. BEP (E/C)x 100%
    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000

    15.000.000
    1.000.000
    2.000.000
    100.000.000
    1.000.000
    150.000.000
    100.000.000
    50.000.000

    20.000.0000
    20.000.000
    300.000.000

    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000

    15.000.000
    1.000.000
    2.000.000
    100.000.000
    1.000.000
    150.000.000
    100.000.000
    50.000.000

    20.000.0000
    20.000.000
    300.000.000

    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000

    15.000.000
    1.000.000
    2.000.000
    100.000.000
    1.000.000
    150.000.000
    100.000.000
    50.000.000

    20.000.0000
    20.000.000
    300.000.000

    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000

    15.000.000
    1.000.000
    2.000.000
    100.000.000
    1.000.000
    150.000.000
    100.000.000
    50.000.000

    20.000.0000
    20.000.000
    300.000.000

    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000

    15.000.000
    1.000.000
    2.000.000
    100.000.000
    1.000.000
    150.000.000
    100.000.000
    50.000.000

    20.000.0000
    20.000.000
    300.000.000

    PENYUSUTAN
    NILAI (Rp)
    UMUR (Th)
    PENYUSUTAN/Th
    1. Bangunan
    2. Mesin dan Peralatan
    3. Inventaris Kantor
    4. Kendaraan
    5. Lain-lain
    Jumlah
    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000
    8.000.0000

    2
    4
    3
    4

    3
    4
    2
    5

    AMORTISASI
    NILAI (Rp)
    UMUR (Th)
    PENYUSUTAN/Th
    Investasi Pra-Operasi

    800.000.000

    10
    5

    PROYEKSI ARUS KAS
    (dalam Rp)
    KETERANGAN
    Tahun
    0
    Tahun
    1
    Tahun
    2
    Tahun
    3
    Tahun
    4
    Tahun
    5
    TOTAL PENJUALAN

    A. ARUS KAS MASUK
    1. Penjualan Tunai
    2. Penerimaan Tunai
    3. Modal Sendiri
    4. Kredit Investasi
    5. Kredit Modal Kerja
    6. Saldo Kas Awal
    Total Kas Masuk

    B. ARUS KAS KELUAR
    1. Investasi
    2. Biaya Pokok Produksi
    3. Biaya Ush. Seb. Peny.
    4. Bunga
    5. Pajak
    Total Kas Keluar

    C. KAS NETO (A-B)
    D. KEWAJIBAN BANK
    1. Angsuran Kredit Investasi
    2. Angsuran Modal Kerja
    Total Kewajiban Bank
    E. SALDO KAS AKHIR (C-D)

    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000

    15.000.000
    1.000.000
    2.000.000
    100.000.000
    1.000.000
    150.000.000
    100.000.000
    50.000.000

    20.000.0000
    20.000.000
    300.000.000

    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000

    15.000.000
    1.000.000
    2.000.000
    100.000.000
    1.000.000
    150.000.000
    100.000.000
    50.000.000

    20.000.0000
    20.000.000
    300.000.000

    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000

    15.000.000
    1.000.000
    2.000.000
    100.000.000
    1.000.000
    150.000.000
    100.000.000
    50.000.000

    20.000.0000
    20.000.000
    300.000.000

    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000

    15.000.000
    1.000.000
    2.000.000
    100.000.000
    1.000.000
    150.000.000
    100.000.000
    50.000.000

    20.000.0000
    20.000.000
    300.000.000

    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000

    15.000.000
    1.000.000
    2.000.000
    100.000.000
    1.000.000
    150.000.000
    100.000.000
    50.000.000

    20.000.0000
    20.000.000
    300.000.000

    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000

    15.000.000
    1.000.000
    2.000.000
    100.000.000
    1.000.000
    150.000.000
    100.000.000
    50.000.000

    20.000.0000
    20.000.000
    300.000.000

    Keterangan :

    A1 = Penjualan Tunai = 10x jumlah penjualan
    A2 = Penjualan Kredit = 54x jumlah penjualan

    KETERANGAN
    Tahun
    0
    Tahun
    1
    Tahun
    2
    Tahun
    3
    Tahun
    4
    Tahun
    5
    A. Kas Masuk
    1. Penjualan Tunai
    2. Penjualan Piutang
    Total Kas Masuk

    B. Total Kas Keluar
    C. Kas Neto (A-B)
    D. Faktor Diskon F1=T1
    E. Nilai Sekarang (CxD)
    F. Faktor Diskon F2=T2
    G. Nilai Sekarang (CxF)
    I. IRR
    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000

    15.000.000
    1.000.000
    2.000.000
    100.000.000

    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000

    20.000.0000
    20.000.000
    300.000.000

    15.000.000
    1.000.000
    150.000.000

    20.000.0000
    20.000.000
    300.000.000

    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000

    15.000.000
    1.000.000
    2.000.000
    100.000
    1.000.000
    500.000
    200.000
    1.700.000

    15.000.000
    1.000.000
    100.000.000
    50.000.000
    300.000.000

    100.000.000
    1.000.000
    150.000.000
    100.000.000
    50.000.000

    20.000.0000
    20.000.000
    300.000.000

    Diskon Factor T1 s.d T5 = 300.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>