Tugas Interaksi Sosial

Berikan contoh Interaksi sosial untuk:

  • Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:
  • Kerjsama
  • Akomodasi
  • Asimilasi
  • Akulturasi
  • Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:
  • Persaingan
  • Kontravensi
  • Konflik
This entry was posted in Sosiologi. Bookmark the permalink.

139 Responses to Tugas Interaksi Sosial

  1. Aryanni Ganda Wijaya says:

    Contoh interaksi sosial bersifat asosiatif:
    1. Kerja Sama
    dalam sebuah kelompok, seorang pemimpin memberikan tugas kepada angota (aksi). Para anggota melakukan tugas tersebut karena memang tugas itu bertujuan demi mencapai tujuan kelopmpok (reaksi).
    2. Akomodasi
    Seorang mahasiswa baru berusaha menyesuaikan dirinya dengan lingkungan kampusnya yang baru. Ia berusaha bersikap ramah dan mencoba untuk membaur dengan berbincang-bincang dengan mahasiswa lainnya (aksi). Mahasiswa lain dalam lingkungan tersebut pun menerima mahasiswa baru tersebut dalam lingkungan mereka (reaksi).
    3. Asimilasi
    orang cina yang menetap di Indonesia memeperkenalkan kebudayaannya pada orang indonesia (aksi). Orang Indonesia pun memperkenalkan kebudayaannya pada orang cina tersebut (aksi). mereka pun saling mempelajari kebudayaan masing-masing sehingga melahirkan kebudayaan baru (reaksi).
    4. Akulturasi
    Di Amerika, McD tidak menjual nasi namun di Indonesia McD menjual nasi (reaksi). Hal ini dikarenakan orang Indonesia terbiasa makan dengan menggunakan nasi (aksi).

    Contoh interaksi sosial bersifat disosiatif:
    1. Persaingan
    Debat. Dalam debat, masing-masing pihak berusaha untuk menang (membuktikan bahwa mereka benar). Salah satu pihak menyanggah (aksi) dan pihak lain berusaha membuktikan bahwa dia benar (reaksi).
    2. Kontravensi
    pada pertemanan antarindividu, sering terjadi ketidaksamaan. Ada kalanya salah seorang individu yang berusaha bersikap bersahabat (aksi) namun disalah artikan oleh temannya (reaksi). Contohnya pada saat seseorang bercanda temannya merasa tersinggung.
    3. Konflik
    sepasang suami istri yang bercerai (reaksi) karena selalu bertengkar (aksi) yang disebabkan mereka sudah tidak sepaham lagi. Suami istri tersebut menciptakan jurang interaksi antara mereka dengan kebencian.

    Tolong dibenarkan jika ada yang salah.
    Terima Kasih.

  2. Nama : Faishal abdul aziz
    Nim : 2012-11-132
    Jurusan : Manejemen

    assalamualaikum . WR.WB
    Terima kasih sebelumnya kepada bapak darmansyah yang telah memberikan saya tugas untuk berfikir secara konsentrasi .
    saya akan menjawab soal” yang ada di blog bapak darmansyah sebagai nilai tugas .

    interaksi sosial asosiatif :

    1.kerja sama = kalo menurut saya , misalkan askinya seperti , ada salah satu sekolah dan di sekolah itu sudah memasuki proses ujian , contohnya : seperti kerjasama ketika para siswa sedang melakukan ulangan atau ujian .
    dan reaksinya adalah melakukan Ujian itu dengan tenang dan aman , maksudnya secara bersama sama mengerjakan soal” ujian itu . maksud bersama sama di dalam Ujian ini , para siswa mematuhi peraturan yang di tetapkan .

    2.akomodasi = kalo menurut saya pak , senyum , aksinya tuh seperti bolos kuliah , contoh reaksinya : misalkan saya ber3 sama temen” kuliah saya , misalkan saya , sigit dan angga . dan saya ni ber3 sudah sampai di kampus . nah si angga dan sigit ini ber2 kompromi , kalo dia itu mau bolos mata kuliah , dan saya tidak punya niat untuk bolos , dan saya akan menengahkan / menasihati dia ber2 agar dia tidak jadi bolos mata kuliah ,

    3.asimilasi = kalo menurut saya pak , jadi saya berbicara dengan kejadian orang tua saya sendiri , dan menurut saya ini benar pak interaksi soaial asimilasi.
    aksinya : perkawinan beda agama
    reaksinya : bapak saya itu dulu adalah orang kristen , dan ibu saya adalah orang islam , singkat cerita bapak saya berpacaran dengan ibu saya 1 tahun lamanya , dan mereka itu sepakat untuk nikah , dan itu kan masih berbeda agama pak .
    dan ibu saya ingin bapak saya itu masuk agama islam sebelum menikahi ibu saya .dan akhirnya menjadi atu agama dan keyakinan bersama .

    4.akulturasi = kalo menurut saya pak , aksinya seperti candi prambananyang bentuknya itu punden berundak dan relief-reliefnya mengankat kisah ramayana.
    reaksinya : pada abad ke berapa gitu saya kurang tau senyum maaf pak !
    pada saat itu negara kita mendapat pengaruh dari negara lain , yaitu negara india , kamboja , dan thailand dan pada saat itu lah relif-relief itu di gambarkan seperti kisah ramayana yang candi-candi itu berbentuk punden berundak , dan sampai sekarang candi itu masih tetap kokoh dan suasana yang digambarkan pada relief tersebut masih menggambarkan suasana alam Indonesia yang indah nan asri, sehinnga masih mencerminkan ciri khas dari Indonesia.

    interaksi sosial Disosiatif :

    1. persaingan = jadi aksinya itu seperti saya dengan kakak saya , kalo bergaul itu sering bareng – bareng .
    reaksinya : jadi dulu saya sekolah masih kelas 1 SMK dan kk saya sudah lulus SMK dalam pergaulan sehari-hari saya terikat tata sopan santun yang berlaku. Tetapi ketika mengikuti perlombaan lari cepat pada 17 agustusan , saya itu bareng sama kaka saya 1 perlombaan dan saya mengikuti peraturan yang berlaku dalam perlombaan, dan menanggalkan segala etika yang berlaku dalam ikatan persaudaraan.

    2.kontravensi = jadi aksinya itu seperti salah satu kelas ingin membentuk ketua kelas .
    reaksinya : misalkan ada murid yang bernama agus dia gagal menjadi ketua kelas karena ada desas-desus yang berasal dari kandidat lain. Agus dikabarkan yang kejadian buruk , contohnya seperti mengambil jajanan / menncuri makanan dan minuman di kantin tanpa membayar. Desas-desus itu mengenai diri agus yang belum tentu benar merupakan bentuk kontravensi dari pihak lain untuk menggagalkan tujuan agus untuk menjadi ketua kelas.

    3.konflik = jadi aksinya itu seperti tawuran pelajar yang merajalela di jakarta .
    reaksinya : jadi gini pak , ada salah satu sekolah negeri di daerah jakarta barat dan saya tidak menyebutkan sekolahan itu , asal ceritanya itu gini , ketika seseorang / kelompok dengan sadar atau tidak sadar menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan untuk mendapatkan keinginan / tujuan. dan biasanya itu pak tujuannya itu agar nama sekolahan dia itu menjadi tenar dan terknal / di takuti oleh sekolahan” lain , dan Pertentangan atau pertikaian terjadi jika masing-masing pihak yang sedang mengadakan interaksi, tidak menemukan kesepahaman mengenai sesuatu, kemudian berlanjut menjadi adu kekuatan, lalu timbul adanya pertentangan atau pertikaian.

    Dan inilah pak jawaban dari pemikiran saya yang saya ungkapkan di tugas ini , walaupun ada sedikit curahan hati di dalam keluarga saya senyum .
    harap maklum pak jika jawaban saya ini agak ngawur” gimana gitu , saya juga masih proses pembelajaran ,.
    mudah”n jawaban saya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat / mahasiswa/i yang membacanya .

    wasalamu’alaikum WR.WB senyum

    hormat saya ,

    Faishal abdul aziz

  3. A says:

    NAMA : Angela Agustini Wibowo
    NIM : 2012-12-098
    Berikan contoh Interaksi sosial untuk:

    1. Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:

    a. Kerjasama
    aksi : ketika dalam seminar si narasumber memberikan informasi.
    reaksi : audience memberikan tanggapan berupa pertanyaan.

    b. Akomodasi
    aksi : suami menggugat istrinya dan memperebutkan hak asuh anak.
    reaksi : meminta bantuan pengacara sebagai penasihat untuk meredakan pertikaian dan membantu mencari solusinya.

    c. Asimilasi
    aksi : pertukaran pelajar antara negara A dengan negara B
    reaksi : ketika terjadinya pertukaran pelajar, siswa A akan menyesuaikan diri di negara B dan mempelajari semua hal dalam negara B dan negara B pun juga seperti dan akan menghasilkan budaya baru setelah pertukaran pelajar.

    d. Akulturasi
    aksi : di gereja diadakan misa imlek.
    reaksi : banyak umat berpartisipasi dan menyambut gembira terutama bagi umat yang etnis Tionghoa akan merasa dihargai, perayaan ini tak merubah perayaan ekaristi yang diadakan tiap minggu.

    2. Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:

    a. Persaingan
    aksi : Indonesian Mencari Bakat.
    reaksi : orang-orang berusaha menjadi orang yang memiliki bakat yang paling unik.

    b. Kontravensi
    aksi : perayaan Imlek yang tidak diperbolehkan saat Orde Lama.
    reaksi : orang-orang yang etnis Tionghoa di Indonesia sangat sulit merayakan tradisi mereka.

    c. Konflik
    aksi : suporter bola A tidak menerima kekalahan tim A dari tim B.
    reaksi : terjadinya tawuran antar suporter A dengan suporter B.

  4. Nina Silvana says:

    Nama : Nina Silvana
    NIM : 201212016
    Interaksi sosial berarti adanya aksi dan reaksi . Dan Interaksi sosial ada yang bersifat Asosiatif dan Interaksi sosial bersifat Disosiatif .

    Inetraksi sosial asosiatif
    Kerjasama : Di dalam pasar tradisional adanya interaksi antara penjual dan pembeli . Aksi yang di lakukan penjual yaitu memasarkan dagangan nya kepada orang yang melewati ruko nya mungkin dengan seperti : “Boleh bu nyayur asem, kangkung, bayem dll. Kemudian reaksi nya yaitu pembeli mendekati dan menghampiri si penjual karena yang ingin dia cari adalah kangkung dan di ruko tersebut menjual kangkung .

    Akomodasi : Di dalam kehidupan perbedaan agama pasti terjadi aksi nya ketika bulan ramadhan tiba seluruh umat islam menjalankan ibadah puasa dan reaksi nya terdapat toleransi dari agama lain dengan menghindari makan di tempat terbuka .

    Asimilasi : Dalam pergaulan misalnya si A dan si B yang berawal saling tidak mengenal dan memiliki karakter yang berbeda si A keturunan Indonesia dan si B keturunan Afrika kemudian mereka bertemu dan sering ngumpul bareng sehingga terjadi aksi dimana si A dan si B lama kelamaan saling mengenal satu sama lain dan mengetahui karakter masing-masing, si A yang pendiem dan sabar berbanding terbalik dengan si B yang memiliki watak keras dan kasar kemudian timbul reaksinya mengalami perubahan karena perbedaan karakter sehingga si A yang tadinya pendiem berkat bergabung dengan si B menjadi tidak lagi terlalu pendiem dan si B tidak terlalu kasar dan sedikit penyabar sehingga terjadi perubahan sikap dari keduanya dan menghasilkan kebudayaan baru .

    Akulturasi : Aksinya dahulu Indonesia memiliki musisi-musisi terbaik, group band yang memiliki kualitas lagu terbaik serta vocal yang bermutu namun dengan perkembangan zaman budaya luar negri masuk yang sekarang lagi heboh yaitu boyband dan girlband sehingga reaksinya musik di Indonesia sudah tidak lagi melihat dari suara dan lagu-lagunya yang enak tetapi yang terpenting sekumpulan cewe atau cowo dengan berjoget-joget meskipun lagu nya tidak bagus .

    Interaksi sosial disosiatif

    Persaingan : Dalam suatu pemilihan Gubernur DKI Jakarta contohnya jokowi dan fauzi bowo bersaing untuk memenangkan nya , aksinya jokowi dan fauzi memperkenalkan dirinya kepada warga Jakarta dengan berdemo seperti di internet dengan lagu yang lirik – lirik nya diganti nama jokowi dan fauzi bowo dan reaksi nya masyarakat mengenal siapa jokowi dan fauzi bowo sehingga masyarakat tahu siapa yang nanti nya mereka pilih pada saat pemilihan dan jokowi lah yang berhasil memenangkan dengan suara terbanyak di bandingkan fauzi bowo.

    Kontravensi : Aksinya yaitu seorang mahasiswi yang bersahabat misalnya Tina, Rina dan Andien yang sangat akrab kemudian pada saat Tina tidak bersama dengan Rina dan Andien. Rina membicarakan Tina kepada Andien tentang keburukan nya yg sebenarnya tidak pantas untuk di bicarakan kemudian Andien memberitahukan ke Tina apa saja yang di ceritakan Rina tentang dirinya reaksinya Tina marah, benci atau bahkan menjadi dendam kepada Rina .

    Konflik : Aksi nya dalam kehidupan konflik sering sekali muncul misalnya saat mahasiswa bernama Bimo sedang persentasi dan mahasiswa lain mendengarkan nya dan pada saat sesi pertanyaan ada mahasiswa bernama rama yang tidak setuju atau sependapat dengan apa yg bimo persentasikan tadi, maka reaksinya akan terjadi argument antara si bimo dengan rama karena perbedaan pendapat .

  5. susi yanti says:

    Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif dan Disosiatif

    1. Interaksi Sosial Asosiatif

    Pola hubungan interaksi sosial yang bersifat asosiatif dapat tercipta karena adanya
    kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.

    a. Kerja Sama
    Satu tim sepak bola harus bekerja sama untuk dapat menciptakan gol ke gawang
    lawan. Sangat jarang terjadi seorang pemain sepak bola mencetak gol tanpa bantuan
    temannya. Kekompakkan tim sepak bola merupakan salah satu contoh bentuk kerja sama.
    Dari contoh ini dapat dilihat bahwa kerja sama dapat timbul karena adanya orientasi
    perorangan terhadap kelompoknya sendiri (ingin timnya menang) atau kelompok orang
    lain (ingin tim lawan kalah). Kerja sama merupakan bentuk interaksi sosial yang utama.
    Tanpa adanya kerja sama, mustahil manusia mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
    Kerja sama adalah proses saling mendekati dan bekerja sama antarindividu, antara individu
    dan kelompok, atau antarkelompok, dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan dan
    kebutuhan bersama.
    Kerja sama dapat kita temukan pada semua kelompok umur, mulai anak-anak sampai
    orang dewasa. Pada hakikatnya, kerja sama timbul apabila:
    (1) orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama,
    (2) masing-masing pihak menyadari bahwa mereka hanya mungkin memenuhi
    kepentingan-kepentingan mereka tersebut melalui kerja sama.
    b. Akomodasi
    Akomodasi adalah usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan.
    Akomodasi dilakukan dengan tujuan tercapainya kestabilan dan keharmonisan dalam
    kehidupan. Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan
    pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan
    kepribadiannya. Artinya, akomodasi merupakan bentuk penyelesaian tanpa
    mengorbankan salah satu pihak. Adakalanya, pertentangan yang terjadi sulit diatasi
    sehingga membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara. Misalnya, perkelahian antara
    dua orang siswa di sekolah. Guru dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua
    siswa setelah guru mempelajari penyebab terjadinya perkelahian.
    Adapun tujuan akomodasi adalah seperti berikut.
    (1) Mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok
    manusia sebagai akibat perbedaan paham.
    (2) Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara
    temporer.
    (3) Memungkinkan terwujudnya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yang
    hidupnya terpisah sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan.
    (4) Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah,
    misalnya lewat perkawinan campuran.
    c. Asimilasi
    Asimilasi merupakan bentuk proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha usaha
    mengurangi perbedaan-perbedaan di antara orang-orang atau kelompok manusia.
    Mereka tidak lagi merasa sebagai kelompok yang berbeda sebab mereka lebih
    mengutamakan kepentingan dan tujuan yang akan dicapai bersama. Bila kedua
    kelompok masyarakat telah mengadakan asimilasi, batas antara kedua kelompok
    masyarakat itu dapat hilang dan keduanya berbaur menjadi satu kelompok. Misalnya,
    orang Jawa yang bertransmigrasi ke Papua akan berasimilasi dengan penduduk setempat
    sehingga batas-batas antara kelompok masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu
    dengan lainnya. Banyak di antara mereka yang menikah dengan penduduk setempat.
    Proses asimilasi timbul bila terdapat hal-hal berikut.
    (1) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.
    (2) Orang perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung
    dan intensif untuk waktu lama.
    (3) Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing masing
    berubah dan saling menyesuaikan diri.
    Proses asimilasi dapat berlangsung dengan mudah atau dapat juga dihambat. Faktor
    yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah sebagai berikut.
    (1) Toleransi
    (2) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
    (3) Sikap menghargai kehadiran orang asing dan kebudayaannya
    (4) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
    (5) Memiliki persamaan historis dalam unsur-unsur kebudayaan
    (6) Perkawinan campuran antarkelompok yang berbeda
    (7) Adanya musuh bersama dari luar

    Adapun faktor-faktor yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi adalah
    seperti berikut.
    (1) Terisolasi kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
    (2) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi.
    (3) Adanya perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
    (4) Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi
    dibandingkan dengan kebudayaan golongan atau kelompoknya.
    (5) Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri fisik.
    (6) Adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok
    dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan (in-group feeling).
    (7) Apabila golongan minoritas mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang
    berkuasa.
    (8) Munculnya perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan
    pertentangan-pertentangan pribadi.

    d. Akulturasi
    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi percampuran dua
    kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi. Dalam akulturasi,
    sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu,
    sebagian berusaha menolak pengaruh itu. Contoh akulturasi yang mudah ditemui ialah
    dalam perbauran kebudayaan Hindu-Buddha dan kebudayaan Islam dengan
    kebudayaan asli Indonesia. Bentuk-bentuk akulturasi yang masih ditemukan saat ini
    misalnya upacara Sekaten, Gerebeg Maulid, dan lainnya.

    2. Interaksi Sosial Disosiatif

    Disosiatif merupakan kebalikan dari asosiatif. Bila pada proses sosial asosiatif lebih
    menekankan bentuk kerja sama, proses sosial disosiatif lebih ditekankan pada bentuk
    persaingan atau perlawanan.
    Terdapat tiga bentuk interaksi disasosiatif, yaitu persaingan, kontravensi, dan
    pertentangan.

    a. Persaingan

    Persaingan adalah suatu proses sosial yang terjadi di mana individu atau kelompok
    saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidangbidang
    tertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil. Misalnya,
    persaingan antara dua juara kelas di satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak
    dapat bintang sekolah. Kedua juara kelas itu akan belajar dengan sungguh-sungguh
    untuk mencapai gelar tersebut. Persaingan yang terjadi antara dua orang merupakan
    persaingan pribadi. Ada juga persaingan yang bersifat kelompok. Misalnya, persaingan
    antara Persipura Jayapura dan Persib Bandung dalam memperebutkan tempat di putaran
    final Liga Indonesia.
    Persaingan berlangsung dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa
    bentuk persaingan.
    (1) Persaingan ekonomi, contohnya perang iklan menawarkan produk, baik di media
    massa cetak maupun elektronik; persaingan memperoleh pekerjaan.
    (2) Persaingan kebudayaan, contohnya sinetron dan telenovela, peminat film Avatar
    lebih banyak daripada penggemar film Si Unyil, persaingan antara tontonan
    tradisional seperti wayang orang dan film-film di bioskop
    (3) Persaingan kedudukan dan peranan, misalnya persaingan antara para calon gubernur
    dan wakil gubernur dalam pilkada.
    (4) Persaingan ras, misalnya persaingan antara orang kulit putih dan orang kulit hitam
    di Afrika Selatan.

    b. Pertentangan

    Pertentangan adalah suatu proses sosial di mana seseorang atau kelompok dengan
    sadar atau tidak sadar menentang pihak lain yang disertai ancaman atau kekerasan untuk
    mencapai tujuan atau keinginannya. Konflik biasanya terjadi karena adanya perbedaan
    paham dan kepentingan. Hal ini dapat menimbulkan semacam gap (jurang pemisah)
    yang dapat mengganggu interaksi sosial di antara pihak-pihak yang bertikai.
    Pertentangan dapat terjadi pada semua lapisan masyarakat, individu atau kelompok,
    mulai dari lingkungan kecil sampai masyarakat luas. Pertentangan dapat timbul karena:
    (1) perbedaan pendapat, prinsip, aturan antarindividu
    (2) perbedaan adat istiadat, kebudayaan
    (3) perbedaan kepentingan politik, ekonomi, dan sosial
    (4) perubahan sosial, disorganisasi, dan disintegrasi

    c. Kontravensi

    Kontravensi ialah bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan
    pertentangan. Kontravensi ditandai dengan gejala adanya ketidakpuasan terhadap
    seseorang atau sesuatu. Sikap tersebut dapat terlihat jelas atau tersembunyi. Sikap
    tersembunyi tersebut dapat berbuah menjadi kebencian, akan tetapi tidak sampai menjadi
    pertentangan atau pertikaian.
    Menurut sifatnya, bentuk-bentuk kontravensi adalah sebagai berikut.
    (1) Umum: penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes,
    gangguan-gangguan, perbuatan kekerasan, dan mengacaukan rencana pihak lain.
    (2) Sederhana: menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui
    selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian kepada pihak lain. (3) Intensif: penghasutan, menyebarkan desas-desus, mengecewakan pihak-pihak lain.
    (4) Rahasia: mengumumkan rahasia pihak lain, perbuatan khianat.
    (5) Taktis: mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lain,
    memaksa pihak lain dengan kekerasan, provokasi, dan intimidasi.

  6. ALVIN ARIFIANTO says:

    NAMA : ALVIN ARIFIANTO
    NIM : 2012-12-054
    SEKSI : 01
    A. INTERAKSI SOSIAL YANG BESIFAT ASOSIATIF
    1. KERJA SAMA
    AKSI : PERUSAHAAN DALAM GUNA MEMPERLUAS DAN MENGHASILKAN SUATU PRODUK YANG BELUM PERNAH DIBUAT PERUSAHAAN LAIN CONTOHNYA SEPERTI KONTRAK, PERJANJIAN KERJA SAMA DAN LAIN-LAIN.
    REAKSI : PERUSAHAAN MENERIMA HAL TERSEBUT DAN BERGUNA DALAM PERKEMBANGAN USAHA .
    2. AKOMODASI
    AKSI : MENJADI SEORANG MEDIATOR DALAM MENENGAHI MASALAH CONTOHNYA DARI PEMERINTAH SWEDIA YANG MENENGAHI MASALAH KONFLIK RI DAN GAM.
    REAKSI : MAU MENERIMA SARAN YANG DI BERIKAN SUPAYA TERCIPTA PERDAMAIAN.
    3. ASIMILASI
    AKSI : PERBEDAAN BAHASA, BUDAYA DAN ADAT ANTARA CINA DAN BATAK DI SUMATERA BARAT, DALAM MELAKUKAN TRANSAKSI PERDAGANGAN DENGAN WARGA KETURUNAN TIONGHOA
    REAKSI : MENIMBULKAN PERTUKAKARAN BUDAYA ANTARA SUKU BATAK DAN TIOGHOA KARENA MEREKA INGIN MEPELAJARI BAHASA, BUDAYA DAN ADAT YANG BERLAKU DI BUDAYA MEREKEA.
    AKULTURASI
    AKSI ; BANGUAN DARI ARSITEKTUR MASJID KUDUS SEBAGAI PERPADUAN UNSUR BUDAYA HINDU MAJAPAHIT DENGAN ISLAM.
    REAKSI : TIDAK MEGUBAH SEDIKIT PUN CARA MEREKA DALAM BERIBADAH.
    B. INTERAKSI SOSIAL YANG BERSIFAT DISOSIATIF
    1. PERSAINGAN
    AKSI : PERSAINGAN DIANTARA PERUSAHAAN MOBIL TOYOTA DAN HONDA DALAM PEMBUATAN MOBIL SPORT YANG BERKELAS.
    REAKSI : MASING – MASING PERUSAHAAN BERUSAHA KERAS MEMBUAT MOBIL YANG CANGGIH DAN BERKELAS.
    2. KONTRAVENSI
    AKSI : PERATURAN PLAT NOMOR GANJIL DAN GENAR DI DAERAH JAKARTA.
    REAKSI : SEHINGGA BANYAK ORANG SULIT BERPERGIAN KEMANA-MANA DAN MENIMBULKAN KEMARAHAN DI ORANG BANYAK KARENA PERATURAN ITU.
    3. KONFLIK
    AKSI : (PENGADILAN) DIMISALAKAN SEORANG A KALAH DALAM DARI PENGACARA B KEMUDIAN PENGACARA ITU TIDAK MAU MENERIMA KEKALAHAN TERSEBUT.
    REAKSI : MENIMBULKAN PERTENGKARAN DARI KEDUA PENGACARA TERSEBUT.

  7. Felesia Febelina says:

    NAMA: Felesia Febelina
    NIM : 201212005
    SEKSI: 02

    Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:

    Kerjsama : contohnya adalah (Aksi) ketika disuatu desa mengadakan perayaan 17 agustus. Pada umumnya dalam perayaan 17 agustus warga akan mengadakan berbagai kegiatan, seperti misalnya lomba tarik tambang. (Reaksi) dari lomba tersebut para warga yg ikut dalam pertandingan tersebut bekerja sama untuk mencapai satu tujuan yaitu mengalahkan lawannya.

    Akomodasi : (aksi) di suatu sekolah ingin mengadakan acara carrer day. (reaksi) ketua osis dengan anggotanya mengadakan rapat dengan para guru, untuk menghasilkan suatu keputusan, apa saja yang akan di tampilkan dalam acara carrer day tersebut
    Asimilasi: (aksi) ketika salah satu keluarga yg pada awalnya bertempat tinggal di indonesia pindah ke Amerika. (reaksi) karena unutk bersosialisasi dengan masyarakat di amerika menggunakan bahasa inggris, maka keluarga ini pun akan terbiasa menggunakan bahasa inggris dalam kehidupannya sehari-hari. Dan kemungkinan mereka sudah mendiami tempat tinggalnya di amerika begitu lama, sehingga untuk berkomunikasi menggunkan bahasa indonesia kaan menjadi jarang.

    Akulturasi: (aksi) di indonesia, banyak sekali restauran cepat saji, misalnya pizza, mcd, kfc dan lain sebagainya. (reaksi) meskipun banyaknya restauran cepat saji, tetapi masih banyak juga yang menyajikan masakan khas indonesia, seperti misalnya warung nasi padang.

    Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:

    Persaingan : (aksi) pertandingan sepak bola. (reaksi) antara grup A dengan grup B berlomba-lomba untuk memasukan bola ke gawang demi terwujudnya suatu tujuan yaitu menang.

    Kontravensi : (aksi) pencemaran nama baik artis A. (reaksi) membuat masyarakat yang mengidolakan artis tersebut menjadi resah.

    Konflik : (aksi) upah buruh yang tidak kunjung naik. (reaksi) para buruh yang kesal karena tidak di naikan UMR nya berakbiat unjuk rasa.

    sekian tugas saya, Terima Kasih Pak

  8. Lilis Mulandari says:

    Nama : Lilis Mulandari

    NIM : 2012-12-038

    Seksi : 01(Satu)

    Jurusan : Akuntansi

    Interaksi Sosial yang bersifat Asosiatif:

    1. Bekerjasama

    Ilustrasi : Seorang ketua RT menghimbau warganya untuk segera bergotong royong untuk membersihkan lingkungan mereka.

    Aksi : mengajak para warganya untuk hidup sehat dengan bekerja bakti membersihkan lingkungan.

    Reaksi : semua warganya membersihkan lingkungan mereka.

    2. Akomodasi

    Ilustrasi : contoh bahwa musyawarah adalah salah satu bentuk budaya dalam meredakan pertentangan. Pertentangan itu suatu hal yang wajar dalam lingkungan sosial. oleh sebab itu, ada nya musyawarah untuk meredakan pertentangan tersebut.

    Aksi : semua orang yang ada di musyawarah tersebut boleh untuk mengeluarkan pendapatnya

    Reaksi : semua anggota dari musyawarah tersebut mau menerima pendapat sehingga dapat mencapai mufakat.

    3. Asimilasi

    Ilustrasi : Dalam pergaulan kita sering menemui orang yang memiliki kebudayaan lain misalnya saya orang jawa dan bertemu dengan salah seorang papua dan kami pun saling berbagi tentang kebudayaan yang kami miliki.

    Aksi : Saya memperkenalkan budaya jawa pada orang papua tersebut

    Reaksi : Orang Papua itu pun menerima budaya adat jawa dan mau mempelajarinya lebih dalam.

    . 4. Akulturasi

    Ilustrasi : Misalnya ada sebuah bangunan rumah di Jakarta yang memiliki perpaduan arsitektur amerika

    Aksi : membangun rumah dengan perpaduan dari sisi arsitektur amerika.

    Reaksi : terjadi akulturasi pada bangunan rumah tersebut.

    Interaksi social yang bersifat Desosiatif :

    1. Persaingan

    lustrasi : Persaingan antara produk yang satu dengan produk lainnya yang memperkenalkan kemampuan untuk bersaing menonjolkan kualitas dan kuantitas.

    Aksi : Para pesaing memasarkan produknya di pasaran.

    Reaksi : Para Konsumen Puas dengan produk yang telah dihasilkan dengan kualitas barang yang baik.

    2. Kontraversi

    Ilustrasi : misalnya Rini tidak menyukai si Dina karena Dina lebih cantik daripada Rini dan memaki-maki atau memusuhi si Dina.

    Aksi : Rini memusihi dina karna tidak senang dengan kecantikannya.

    Reaksi : Rini dan Dina saling bermusuhan.

    3. Konflik

    Ilustrasi : Misalnya, ketika berlangsung Pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.

    Aksi : Pementasan musik oleh warga dibubarkan.

    Reaksi : Adanya konflik antara warga dengan anggota pementasan music sehingga terjadi kericuhan.

  9. Muhammad Riyaldi says:

    Nama : Muhammad Riyaldi
    NIM : 201212013
    Jurusan : Akuntansi
    Pelajaran : Sosiologi Sesi 01
    Interaksi sosial adalah hubungan yang timbal balik antara individu dengan individu lainnya, individu melalui kelompok dan antara kelompok dengan kelompok.

    Interaksi Sosial Asosiatif

    Kerjasama:
    Satu Tim pemain musik drum band harus bekerja sama untuk dapat menciptakan hasil irama musik yang harmoni atau indah. sangat tidak mungkin terjadi seorang pemain musik drum band bermain sendiri tanpa pemain yang lain. kekompakan tim musik drum band merupakan salah satu contoh bentuk kerja sama. dari contoh ini dapat dilihat bahwa kerja sama dapat timbul adanya orientasi perorangan terhadap kelompoknya sendiri (ingin timnya menang) atau kelompok orang lain kalah.

    Akomodasi:
    Perkelahian anatara dua orang siswa di sekolah, guru dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua siswa tersebut dan guru harus mempelajari apa penyebab terjadinya perkelahian itu dapat terjadi disekolah.

    Asimilasi:
    Ada orang thailand bermigrasi ke indonesia khususnya di daerah kalimantan dia akan berasimilasi dengan penduduk setempat sehingga batas-batas antara kelompok masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu dengan yang lainnya. sehingga diantara mereka yang menikah dengan penduduk setempat dan terjadi lah percampuran daerah antara thailand dan indonesia dan bisa dibilang memperbaiki keturunan.

    Akulturasi:
    Akulturasi yang sering mudah ditemui ialah dalam perbauaran kebudayaan hindu-budha-dan kebudayaan islam dengan kebudayaan asli indonesia. bentuk-bentuk akulturasi yang masih ditemukan saat ini misalnya upacara sekaten, grebeg maulid, khitanan, dan tujuh bulanan.

    Interaksi Sosial Disosiatif

    Persaingan:
    persaingan antara dua juara kelas di satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak dapat bintang sekolah. kedua juara kelas itu akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk mencapai gelar tersebut. Dan dalam persaingan dalam pertandingan bermain bola yaitu antara Sriwijaya Fc VS Arema dalam memperebutkan tempat di putaran final liga indonesia sehingga persaingan itu terjadi sangat heboh sehingga yang dapat memenangkannya adalah Arema.

    Kontravensi:
    Aksinya artis Julia Perez dengan penyanyi dangdut Dewi persik yang dilakukan dalam filmnya yag berjudul arwah goyang karawang dimana dewi persik tidak senang dengan julia perez karena julia perez memduduki peran utama difilm itu sedangkan dewi persik cuman hanya peran pembantu utama saja,setelah aktingnya jupe dan depe break mereka berdua melakukan adegan bertengkar dan main cakar-cakaran,dan dipihak depe tidak senang sehingga julia perez dilaporkan kepolisi oleh depe,dan disitu terjadi lah kontravensi antara jupe dan depe yg terjadi dipersidangan,sehingga yg disalahkan oleh pengadilan yaitu dewi persik dan akhirnya dewi persik dapat hukuman penjara maksimal 1 tahun penjara.

    Konflik:
    Julia perez dengan ibundanya dimana ibundanya tidak suka dia berpacaran dengan seorang pemain asal argentina itu yang bernama Gaston Castanyo,sehingga terjadi adu debat atau konflik antara seorang anak dan ibu,karena ibu jupe pernah mengalami ketidak harmonisan bermuah tangga dengan pemain bola juga sehingga ibunda jupe melarang jupe untuk berhubungan dengan pemain bola itu yang bernama gaston,sehingga jupe kekeh ingin mempertahankan hubungannya dengan gaston dan disuatu ketika konfliknya itu semakin panas dan jupe mengalami depresi yang sangat kuat dan akhirnya jupe mengalah untuk ibunya dan tidak berhubungan lagi dengan pemain sepak bola itu.

  10. Bayu Budiarto says:

    NAMA : BAYU BUDIARTO
    NIM : 2012-11-070
    JURUSAN : MANAJEMENT

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Contoh Interaksi Sosial bersifat Asosiatif

    1. Kerja sama
    Contoh aksinya : itu seperti seorang ketua Rt yang mengajak warganya untuk kerja bakti membersihkan lingkungan.
    Dan contoh reaksinya : ketua Rt dan warganya bergotong-royong membersihkan lingkungan untuk mencapai satu tujuan yaitu lingkungan yang bersih.

    2. Akomodasi
    Contoh aksinya : seperti suatu individu yang ingin bergabung dalam suatu kelompok.
    Dan contoh reaksinya : si individu tersebut mendekatkan diri/ membiasakan diri dengan individu – individu lain yang ada dalam kelompok tersebut.

    3. Asimilasi
    Contoh Aksinya : orang jawa yang pindah ke Medan.
    Contoh Reaksinya : Walaupun bahasa Jawa berbeda dengan bahasa Medan, Namun orang jawa tersebut setelah pindah ke Medan mau tidak mau harus mempelajari bahasa medan

    4. Akulturasi
    Contoh aksinya : mobil “BMW” di German menggunakan stir/kemudi sebelah kiri, sedangkan di indonesia mobil buatan German ini menggunakan stir/kemudi sebelah kanan.
    Contoh Reaksinya : di karenakan warga negara Indonesia Menggunakan lajur kiri jalan untuk berkendara, sehingga posisi stir/kemudi pada mobil di indonesia terdapat di kanan.

    Contoh Interaksi Sosial bersifat Disosiatif

    1. Persaingan
    Contoh aksinya : suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang saling mengunggulkan produk buatannya.
    Contoh Reaksinya : konsumen yang membuktikan mana produk yang baik atau tidak.

    2. Kontravensi
    Contoh aksinya : sering terjadi kesalah pahaman antara si A dengan si B,
    Contoh Reaksinya : si A bermaksud ingin berbuat baik dengan si B, namun si B tidak sepemikiran dengan maksud si A.

    3. Konflik
    Contoh aksinya : seorang sopir yang ditilang oleh petugas kepolisian.
    Contoh Reaksinya : petugas kepolisian menilang seorang sopir karena si sopir melanggar peraturan lalu lintas, namun si sopir mengelak dan tidak mau mengakui kesalahanya.

  11. Santy Welly - 201212029 says:

    Pak Darmansyah untuk melengkapi Tugas Sosiologi Seksi 21, berikut saya sampaikan beberapa contoh interaksi sosial :

    A. Yang bersifat asosiatif :

    Kerja sama dapat kita contohkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang mahasiswa yang bekerja sama dalam kelompok dalam menyelesaikan tugas kelompok untuk memperoleh nilai tugas .

    Akomodasi dapat dicontohkan dalam penyelesaian konflik buruh & perusahaan pemberi kerja dengan mengundang disnaker.

    Asimilasi dicontohkan dalam perkawinan antar suku yang berbeda memungkinkan terjadinya consensus untuk membentuk satu pola baru yang berbeda dengan kebudayaan lama. Dua orang dari kebudayaan yang berbeda akan membentuk consensus mengenai pola kebudayaan baru setelah terikat system perkawinan.

    Akulturasi bisa kita lihat pada bangunan candi di Indonesia sebagai contohnya. Pada Candi Prambanan, bangunannya berbentuk punden berundak dan relief–reliefnya mengangkat kisah Ramayana. Jadi dapat disimpulkann bahwa Indonesia mendapat pengaruh dari negara lain yaitu India, Thailand dan Kamboja. Meskipun demikian suasana yang digambarkan pada relief tersebut masih menggambarkan suasana alam Indonesia yang indah nan asri, sehinnga masih mencerminkan ciri khas dari Indonesia.

    B. Yang bersifat disosiatif :

    Persaingan dicontohkan pada saat dua orang kakak beradik dalam pergaulan sehari-hari mereka terikat tata sopan santun yang berlaku. Tetapi ketika mengikuti perlombaan lari cepat, mereka harus mengikuti peraturan yang berlaku dalam perlombaan, dan menanggalkan segala etika yang berlaku dalam ikatan persaudaraan.

    Kontravensi dicontohkan dalam sebuah peristiwa : Rina gagal menjadi ketua kelas karena ada desas-desus yang berasal dari kandidat lain. Rina dikabarkan suka berbohong. Desas-desus mengenai diri Rina yang belum tentu benar merupakan bentuk kontravensi dari pihak lain untuk menggagalkan tujuan Rina untuk menjadi ketua kelas

    Konflik dapat dicontohkan dalam peristiwa tawuran antar pelajar/mahasiswa yang sering terjadi.

    • Santy Welly - 201212029 says:

      Mohon maaf Pak karena ada kesalahan pengetikan seksi yang seharusnya seksi 20. Terima kasih

  12. willy.kurwanto says:

    Bentuk interaksi social yang bersifat asosiatif :

    Kerjasama
    Merupakan suatu usaha bersama antara individu dan kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama. Kerja sama akan timbul jika orang menyadari bahwa diantara mereka memiliki kepentingan-kepentingan yang sama pada saat yang bersamaan.
    Contoh : 2 team sepakbola yang sedang bertanding yang mempunyai tujuan yang sama yakni menang di suatu pertandingan
    Akomodasi
    Merupakan suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
    Contoh : Seorang pemuka adat yang sedang meredakan ketegangan antar desa
    Asimilasi
    Bentuk proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha – usaha mengurangi perbedaan-perbedaan di antara orang-orang atau kelompok manusia.
    Contoh asimilasi yaitu seorang pendatang dari luar kota yang dating ke suatu daerah yang sama sekali asing baginya serta harus berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Oleh karena itu dia sebagai pendatang baru harus belajar bahasa dan adat istiadat setempat supaya mempermudah untuk melakukan aktivitas sehari hari.
    Akulturasi
    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi percampuran dua
    kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi.
    Contoh akulturasi : Bangunan masjid yang didalamnya terbentuk dari berbagai arsitektur dari berbagai ras ( jawa , cina, eropa dsb ). Paduan arsitektur tersebut membuktikan telah terjadi proses akulturasi budaya pada bangunan tersebut.

    Bentuk interaksi social yang bersifat Disosiatif :

    Persaingan
    Persaingan adalah suatu proses sosial tempat individu atau kelompok manusia saling bersaing dan mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum.

    Contoh : Partai Peserta pemilu yang ramai – ramai mencalonkan capres nya untuk mendapatkan simpati rakyat.

    Kontravensi

    Kontravensi merupakan suatu rencana dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, seperti keraguan bahkan kebencian terhadap kepribadian seseorang.

    Contoh : provokasi oleh oknum tertentu untuk memancing keributan atau mengfitnah sehingga menimbulkan kebencian pada suatu organisasi atau individu tertentu.

    Konflik

    Konflik adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial diantara mereka yang bertikai tersebut.

    Contoh : Konflik di Poso atau ambon

  13. muhammad Riyaldi says:

    Nama : Muhammad Riyaldi
    NIM : 201212013
    Jurusan : Akuntansi
    Pelajaran : Sosiologi Sesi 01
    Interaksi sosial adalah hubungan yang timbal balik antara individu dengan individu lainnya, individu melalui kelompok dan antara kelompok dengan kelompok.

    Interaksi Sosial Asosiatif

    Kerjasama:
    Satu Tim pemain musik drum band harus bekerja sama untuk dapat menciptakan hasil irama musik yang harmoni atau indah. sangat tidak mungkin terjadi seorang pemain musik drum band bermain sendiri tanpa pemain yang lain. kekompakan tim musik drum band merupakan salah satu contoh bentuk kerja sama. dari contoh ini dapat dilihat bahwa kerja sama dapat timbul adanya orientasi perorangan terhadap kelompoknya sendiri (ingin timnya menang) atau kelompok orang lain kalah.

    Akomodasi:
    Perkelahian anatara dua orang siswa di sekolah, guru dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua siswa tersebut dan guru harus mempelajari apa penyebab terjadinya perkelahian itu dapat terjadi disekolah.

    Asimilasi:
    Ada orang thailand bermigrasi ke indonesia khususnya di daerah kalimantan dia akan berasimilasi dengan penduduk setempat sehingga batas-batas antara kelompok masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu dengan yang lainnya. sehingga diantara mereka yang menikah dengan penduduk setempat dan terjadi lah percampuran daerah antara thailand dan indonesia dan bisa dibilang memperbaiki keturunan.

    Akulturasi:
    Akulturasi yang sering mudah ditemui ialah dalam perbauaran kebudayaan hindu-budha-dan kebudayaan islam dengan kebudayaan asli indonesia. bentuk-bentuk akulturasi yang masih ditemukan saat ini misalnya upacara sekaten, grebeg maulid, khitanan, dan tujuh bulanan.

    Interaksi Sosial Disosiatif

    Persaingan:
    persaingan antara dua juara kelas di satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak dapat bintang sekolah. kedua juara kelas itu akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk mencapai gelar tersebut. Dan dalam persaingan dalam pertandingan bermain bola yaitu antara Sriwijaya Fc VS Arema dalam memperebutkan tempat di putaran final liga indonesia sehingga persaingan itu terjadi sangat heboh sehingga yang dapat memenangkannya adalah Arema.

    Kontravensi:
    Aksinya artis Julia Perez dengan penyanyi dangdut Dewi persik yang dilakukan dalam filmnya yag berjudul arwah goyang karawang dimana dewi persik tidak senang dengan julia perez karena julia perez memduduki peran utama difilm itu sedangkan dewi persik cuman hanya peran pembantu utama saja,setelah aktingnya jupe dan depe break mereka berdua melakukan adegan bertengkar dan main cakar-cakaran,dan dipihak depe tidak senang sehingga julia perez dilaporkan kepolisi oleh depe,dan disitu terjadi lah kontravensi antara jupe dan depe yg terjadi dipersidangan,sehingga yg disalahkan oleh pengadilan yaitu dewi persik dan akhirnya dewi persik dapat hukuman penjara maksimal 1 tahun penjara.

    Konflik:
    Julia perez dengan ibundanya dimana ibundanya tidak suka dia berpacaran dengan seorang pemain asal argentina itu yang bernama Gaston Castanyo,sehingga terjadi adu debat atau konflik antara seorang anak dan ibu,karena ibu jupe pernah mengalami ketidak harmonisan bermuah tangga dengan pemain bola juga sehingga ibunda jupe melarang jupe untuk berhubungan dengan pemain bola itu yang bernama gaston,sehingga jupe kekeh ingin mempertahankan hubungannya dengan gaston dan disuatu ketika konfliknya itu semakin panas dan jupe mengalami depresi yang sangat kuat dan akhirnya jupe mengalah untuk ibunya dan tidak berhubungan lagi dengan pemain sepak bola itu.

  14. Dani sentosa says:

    NAMA : DANI SENTOSA
    NIM : 2012-12-102
    SEKSI :02
    A. Bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif
    1. Kerjasama
    Aksi : contoh ketua Rt memberi pengumuman kalau besok minggu. Seluruh warga,di wajibkan mengikuti kerjabakti untuk membersihkan lingkungan.
    Reaksinya: Lingkungan menjadi bersih, karena semua warga mengikuti kerja bakti.
    2. Akomodasi
    Aksi : contoh ketika seorang kakak dan adiknya sedang bertengkar dirumah kemudian adiknya menangis disebabkan merebutkan sebuah mainan mobil-mobilan.
    Reaksinya : Ibu menasihati kakakNya untuk mau mengalah agar adikNya tidak menangis.
    3. Asimilasi
    Aksi: ketika di karokean saya tidak suka bernyanyi dengan lagu-lagu rock. Dan Ajeng sangat suka sekali lagu rock.
    Reaksinya : akhirnya Saya dan ajeng bernyanyi lagu-lagu dangdut dan kamipun senang dan menikmati lagu-lagu tersebut.
    4. Akulturasi
    Musik ialah contoh gampang dan nyatanya.
    Aksinya:musik dangdut jaman dulu itu sarat dengan makna. Liriknya pun indah. Dan yang terpenting, suara nomor satu.
    Reaksi: Dangdut sekarang pakaian super ketat dan mini, apalagi goyangan. Kata siapa lagu dangdut tanpa goyang itu kurang sedap.karena Globalisasi.
    B. Interaksi sosial yang bersifat disosiatif
    1.PERSAINGAN
    saya dan veri mengikuti perlombaan lari
    Aksinya : Saya dan Veri sudah mempersiapkan untuk perlombaan tersebut dengan berlatih setiap hari dengan semangat.
    Reaksinya : saya dan veri sudah siap untuk perlombaan lari tersebut. Tinggal siapa yang tercepatlah yang menang.

    2.Kontravensi
    PSSI vs KPSI soal pemanggilan pemain ke Timnas Indonesia.
    Aksinya : KPSI melarang pemain LSI tidak diperbolehkan membela timnas indonesia.
    Reaksinya : PSSI melaporkan KPSI ke FIFA karena melarang pemain LSI untuk membela timnas indonesia.
    3.konflik
    Kasus di papua
    Aksinya : OPM ( organisasi papua merdeka) menurut mereka pemerintah tidak bisa mensejahterakan mereka padahal sumber daya alam sangat kaya. Tapi di manfatkan oleh pemerintah dengan tidak adil kepada masyarakat papua.
    Reaksinya : OPM ingin keluar dari NKRI, dan menjadi Negara baru yang merdeka.

  15. sucir says:

    NAMA : Suci Rachmadhanti
    NIM : 2012-12-053
    Seksi : 01
    Berikan contoh Interaksi sosial untuk:

    1. Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:
    a) kerja sama
    (Aksi): di tempat wisata ini terdapat kerjasama yang baik antara penduduk asli dengan pihak pengelola Taman Sari. (Reaksi): Kerjasama ini terlihat dari hubungan yang baik antara warga dan pengelola.

    B) Akomodasi
    kalo menurut saya?(aksi) ada C yang sedang berantem dengan D karena suatu masalah, biasanya karena kontroversi. Kemudian ada E yang merupakan sahabat C dan D, gak tahan ngeliat keduanya gak bisa akur lagi. (reaksi) Kemudian E mengajak C dan D untuk berdiskusi secara terbuka dan dingin, atau bisa juga E mengubah pendirian keduanya entah bagaimana itu, sehingga C dan D merasa lebih baik dan mau bertemu kemudian berbaikan.

    C) Asimilasi
    Contoh (aksi) : A adalah orang Indonesia yang menyukai tarian Bali. Ia berteman baik
    dengan B yang merupakan orang Amerika Latin dan bisa tarian
    tradisionalnya Amerika Latin (Tango). (reaksi) Karena keduanya terus menerus berinteraksi maka terjadilah percampuran budaya yang menghasilkan budaya
    baru yang merupakan hasil penyatuan tarian Bali dan Tango, tetapi tarian baru tersebut tidak mirip sama sekali dengan tarian Bali atau Tango.

    D) Akulturasi
    Menurut saya (aksi) Candi Borobudur, akulturasi antara agama Budha (candi digunakan untuk ibadah umat Budha), (Reaksi) dengan masyarakat sekitar daerah Magelang (relief pada dinding candi menggambarkan kehidupan yang terjadi di daerah Magelang dan sekitarnya)

    2.Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:
    A) Persaingan
    menurut saya, (aksi ) Contoh, antara dua partai berbeda dalam merebut simpati rakyat atau dua kesebelasan sepak bola berebut kemenangan untuk maju ke babak berikutnya. Salah satu ciri dari persaingan adalah perjuangan yang dilakukan secara damai, sportif, fair play. Artinya, persaingan selalu menjunjung tinggi batas-batas yang diharuskan.persaingan sangat berguna dalam meningkatkan prestasi seseorang.
    (Reaksi): terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu.

    B) Kontravensi
    Kontravensi adalah sikap menentang secara tersembunyi, agar tidak sampai terjadi perselisihan secara terbuka. Penyebabnya adalah perbedaan pendirian antara dua belah pihak. Contohnya (aksi) menghasut orang lain untuk menyerang kelompok lain yang ia benci. (reaksi) Termasuk demonstrasi yang memprotes kelompok lain.

    C) Konflik
    Menurut saya misalnya Tidak jarang kelompok sosial buruh tani di desa ringinanyar ini mengalami suatu konflik baik yang bersifat individual maupun kelompok. Konflik yang bersifat individu biasanya terjadi karena adanya perselisihan personal diantara mereka. Sebagai contoh yaitu (aksi) perebutan pengairan diladang sawah mereka yang biasanya terjadi di musim kemarau, masalah ini biasanya dapat menimbulkan konflik diantara petani yang juga dapat terbawa di dalam kelompok sosial mereka. (reaksi) Di dalam kelompok biasanya mereka saling menjatuhkan dan mencari kawan dalam kelompok yang bisa mengakibatkan konflik yang lebih besar yaitu konflik kelompok di dalam kelompok sosial mereka. Itulah dampak negativ yang bisa timbul dari adanya kelompok sosial.
    contoh konflik kedua : misalnya (aksi) pertentangan antara orang-orang dalam seminar, dimana perbedaan pendapat bisa diselesaikan secara ilmiah, (reaksi) atau sekurang-kurangnya tidak emosional.

  16. Nama : Tursina Andriani
    Nim : 201212001

    1.) Contoh interaksi sosial yang bersifat asosiatif :
    a. Kerjasama
    Contohnya saat suzuki dan mitsubishi bekerjasama dalam memngembangkan mobil listrik. Mitsubishi meyediakan kendaraan komersial kecil bertenaga listrik (AKSI), dan suzuki memasok beberapa komponen kepada mitsubishi (REAKSI).

    b. Akomodasi
    Contohnya seorang pengacara meredakan pertikaian atau konflik antara pribadi atau kelompok-kelompok manusia. pengacara hanya berperan sebagai penasihat untuk meredakan pertikaian (AKSI), dan individu atau kelompok yang bertikai harus mengambil keputusan yang tepat untuk menyelesaikan masalahnya (REAKSI).

    c. Asimilasi
    Contohnya yaitu terjadi pada masyarakat Batak dan Tionghoa di Sumatra Utara. Pedagang Tionghoa yang tinggal di daerah Tapanuli sadar bahwa mereka merupakan pendatang sehingga mereka berusaha belajar bahasa Batak dan menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat karena dianggap menguntungkan bagi usaha perdagangan mereka (AKSI), dan anggota masyarakat Batak Toba yang tinggal di Medan berusaha menyesuaikan diri dengan kebudayaan masyarakat setempat yang didominasi etnik Tionghoa. Selanjutnya, ia akan belajar bahasa Cina karena pengetahuan tersebut dianggap berguna dalam melakukan transaksi perdagangan dengan warga keturunan Tionghoa (REAKSI).

    d. Akulturasi
    Contohnya proses akulturasi budaya bangunan pada Masjid Angke yang merupakan perpaduan arsitektur dari jawa, cina dan eropa. Masuknya budaya arsitektur asing yang dipadukan dengan arsitektur jawa (AKSI), dan diterimanya bangunan masjid tersebut oleh masyarakat sekitar (REAKSI).

    2.) Contoh interaksi sosial yang bersifat disosiatif
    a. Persaingan
    Contohnya persaingan yang terjadi pada televisi nasional, mereka berlomba-lomba merebut perhatian penonton terutama anak-anak. chanel tv yang satu menawarkan serial anime avatar untuk menarik minat tonton anak-anak (AKSI), dan chanel tv yang satu lagi tidak mau kalah dan menawarkan serial anime doraemon (REAKSI).

    b. Kontravensi
    Contohnya dua artis yang sedang terlibat masalah hukum. Artis yang satu melontarkan kata-kata keras/hinaan, cacian kepada artis satunya melalui media (AKSI), dan artis yang satunya menyangkal pernyataan tersebut dengan menunjukkan bukti-bukti dimuka umum melalui media bahwa dialah yang benar (REAKSI).

    c. Pertentangan
    Contohnya pertentangan antara ras kulit putih dengan ras kulit hitam (negro). Ras kulit putih merasa menjadi tuan dan berkuasa di daerahnya sehingga memperbudak ras kulit hitam (AKSI), dan ras kulit hitam juga merasa berhak atas daerah dan wilayahnya, sehingga mereka mengadukan hal ini pada pemerintah untuk melakukan pemerataan pembangunan dan usaha peningkatan pendapatan bagi warganya agar tidak terjadi konflik lalu mengurangi adanya kesenjangan-kesenjangan sosial yang memicu tindakan diskriminasi (REAKSI).

    Mohon maaf jika ada kesalahan contoh dan kata.
    Terima Kasih

  17. Nama : Shinta Mutiara
    NIM : 201212064
    Jurusan : Akuntansi

    Contoh Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:

    a) Kerja sama
    contoh : perdagangan di pasar.
    para pedagang memasarkan produknya (aksi) sehingga konsumen tertarik dan membelinya (reaksi).

    b) Akomodasi
    contoh : permasalahan Raffi Ahmad dengan BNN
    Raffi Ahmad ditangkap petugas BNN atas dugaan pemakaian narkoba (aksi) akhirnya seorang pengacara meredakan pertikaian untuk menyelesaikan suatu masalah yang dihadapi (reaksi).

    c) Asimilasi
    contoh : sebuah keluarga Cina pindah ke Jepang.
    keluarga tersebut harus menyesuaikan bahasa dilingkungan baru yaitu bahasa Jepang (aksi) dan nantinya keturunan mereka menjadi billingual atau bisa mengerti dua bahasa, Cina dan Jepang (reaksi).

    d) Akulturasi
    contoh : dance modern yang masuk ke Indonesia seperti ; gangnam style , harlem shake.
    sebagian orang mengikuti dance yg sedang trend (aksi) tetapi masih banyak yang mempelajari tarian tradisional jadi budaya di Indonesia tetap ada (reaksi).

    Contoh Bentuk Interaksi social yang bersifat disosiatif:

    a) Persaingan
    contoh : persaingan para penyanyi di X-Factor Indonesia.
    para finalis ingin menjadi pemenang (aksi) sehingga para finalis selalu memberikan penampilan yang terbaik (reaksi).

    b) Kontravensi
    contoh : kesalahan orang tua dalam mendidik anak.
    orang tua terlalu keras dalam mengajarkan anaknya (aksi) anak tersebut menjadi tertekan dan membangkang (reaksi).

    c) konflik
    contoh : perebutan warisan
    terlalu mementingkan diri sendiri, ambisius yg tinggi akan harta (aksi) akibatnya memutuskan tali silaturahmi dan saling menjatuhkan (reaksi).

    terima kasih .

  18. mochamad sidik says:

    Nama : Mochamad Sidik
    NIM : 2012 – 12 – 078
    Fakultas : Ekonomi
    Jurusan : Akuntansi
    Mata Kuliah Sosiologi ( Seksi 2 )
    Universitas Esa Unggul

    asalamualaikum. wr.wb.
    saya akan menjawab pertanyaan tugas dari bapak.

    1) Berikan contoh Interaksi sosial untuk :
    A. Bentuk Interaksi sosial yang bersifat asosiatif:
    1. Kerja sama
    Contoh : Andi menolong Andri yang sedang kesulitan mengerjakan tugas matematika saat belajar bersama di rumah Andri lalu Andri juga membantu menyusun makalah Andi .
    reaksi yang di lakukan : Andri meminta tolong kepada Andi lalu Andi menolong Andri yang kesulitan mengerjakan tugasnya dan Andri juga membantu menyusun makalah Andi. sedangkan aksinya : Andi dan Andri saling tolong menolong dalam menyelesaikan tugas.
    Bentuk Kerja Sama : Tolong Menolong
    2. Akomodasi
    Contoh ; Andi seorang muslim. Ia memiliki sahabat yang bernama Kamal yang beragam Kristen ( non muslim ). Pada tanggal 25 Desember Andi memberikan ucapan “Selamat Merayakan Natal” kepada Kamal dan sebaliknya setiap hari raya Idul Fitri Kamal juga mengucapkan “ Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri “ kepada Andi.
    reaksi yang di lakukan : Andi memberikan ucapan “Selamat Merayakan Natal” kepada Kamal dan sebaliknya setiap hari raya Idul Fitri Kamal juga mengucapkan “ Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri “ kepada Andi. Sedangkan, aksinya : setiap hari raya yang di rayakan antar kedua sahabat ini yang berbeda agama saling toleransi dan saling menghormati dengan memberikan ucapan selamat merayakan hari rayanya masing – masing.
    Bentuk Akomodasi : Toleransi ( beragama )
    3. Asimilasi
    Contoh ; Anto berasal dari jawa ( sunda ) lalu ia berpacaran dengan Lita yang berasal dari medan ( batak ). Di lihat dari asal kedua pasangan ini kemungkinan untuk bersama kecil karena sifat atau dasar kepribadian mereka dari asal keduanya sangat berbeda. Kalau jawa lebih lembut dan sopan bahasanya sedangkan batak lebih tegas dan kalau berkata apa adanya ( cenderung agak kasar). Namun karena kedua pasangan ini saling mencintai dan memiliki tujuan yang sama maka keduanya menikah dan menciptakan keluarga yang harmonis dan sejahtera dalam kehidupan keluarganya.
    reaksi yang di lakukan : Anto dan Lita sudah lama berpacaran dan ingin melanjutkan kejenjang yang lebih mempersatukan mereka ( menikah ). Sedangkan, aksinya : walaupun mereka berbeda kebudayaan mereka dapat menciptakan keluarga yang harmonis dan sejahtera dalam kehidupan keluarganya.
    Bentuk Asimilasi : Pernikahan ( antar suku / budaya yang berbeda )
    4. Akulturasi
    Contoh : Boni sangat alergi dengan kucing setiap ada kucing ia selalu bersin – bersin tetapi Kiki sangat menyukai kucing. Setiap mereka ketemuan dan bermain bersama Kiki selalu membawa kucingnya itu sangat membuat tidak nyaman Boni. Lalu Boni memberitahu Kiki kalau ia alergi sama kucing dan pada akhirnya setiap mereka bermain bersama Kiki sudah tidak lagi membawa kucing.
    reaksi yang di lakukan : Boni memberitahu Kiki kalau, ia alergi kucing dan pada akhirnya Kiki sudah tidak membawa kucing saat mereka bersama. Sedangkan aksinya : Kiki dan Boni tetap berteman dan bermain bersama dan Kiki sudah tidak membawa kucing lagi.
    Bentuk Akulturasi : Akulturasi antar masyarakat yang sama besarnya atau berbeda besarnya
    B. Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:
    1) Persaingan
    Contoh : Perusahaan ABCD membuat kecap yang lebih kental dan banyak isinya agar para konsumen mau membeli kecap produk ABCD. Lalu perusahaan BFDG juga membuat inovasi baru dengan kecap yang lebih baik karena selain kental dan banyak isinya kecap BFDG juga memberikan rasa gurih dalam kecapnya dan yang pastinya lebih baik di bandingkan kecap dari perusahaan ABCD agar para konsumen mau kembali lagi membeli produk BFDG. Seterusnya setiap tahun kedua perusahaan ini selalu mengeluarkan produksi inovasi baru dalam produknya dan yang pastinya lebih bermanfaat bagi para konsumen yang membelinya.
    reaksi yang di lakukan : Perusahaan ABCD dan perusahaan BFDG saling bersaing dalam menjual produknya ( kecap ) agar mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Sedangkan aksinya : kedua perusahaan itu saling membuat inovasi baru dalam produknya ( kecap ) agar produknya dapat di terima di masyarakat dan banyak para konsumen yang membeli produknya.
    Bentuk Persaingan : Persaingan di Bidang Ekonomi
    2) Kontravensi
    Contoh : dalam kasus akan di pindahkannya ibu kota Negara Republik Indonesia yang sebelumnya berada di Jakarta yang mungkin akan di pindahkan ke Kalimantan karena D.K.I Jakarta di nilai sudah terlalu sulit untuk di benahi kembali.
    Reaksi yang di lakukan ; kemungkinan di pindahkannya ibu kota Negara Republik Indonesia ke Kalimantan. Sedangkan aksinya : banyak yang menolak di pindahkannya ibu kota Negara Republik Indonesia yang sebelumnya di D.K.I Jakarta ke Kalimantan.
    Bentuk Kontravensi : Kontravensi yang bersifat umum
    3) Konflik
    Contoh : Tawuran antara pendukung Persija Jakarta ( The Jak Mania ) dengan pendukung Persib Bandung ( Viking ) yang selalu ribut setiap bertemu dan sangat sulit didamaikan antar kedua kubu.
    Reaksi yang dilakukan : The Jak Mania dan Viking selalu ribut setiap bertemu. Aksinya : Antara The Jak Mania dan Viking sangat sulit didamaikan dan saling membenci antar kedua kubu.
    Bentuk Konflik : Konflik antar kelompok

    Demikianlah, pendapat saya dan saya jawab dengan apa yang saya ketahui tentang bentuk dan contoh dari interaksi sosial.

    wassalamualaikum. wr.wb.

  19. RIZKY PUTRI PRATIWI says:

    Nama : Rizky Putri Pratiwi
    NIM : 2012-12-032
    Seksi :02
    Jurusan: Akuntansi

    TUGAS INTERAKSI SOSIAL

    Bentuk Interaksi sosial yang bersifat Asosiatif:
    1.Kerjasama
    Contohnya: aksinya adalah ketika perayaan 17 agustusan di sebuah desa. Umumnya dalam perayaan hari kemerdekaan sebuah negara, para warga menciptakan berbagai kegiatan untuk memperingati hari tersebut – seperti halnya di Indonesia. Dan salah satu perayaan yang umum ketika 17-an adalah Panjat Pinang. Reaksinya dari permainan Panjat Pinang itu kita bisa jadikan salah satu contoh bentuk kerjasama – untuk menggapai/mengambil beberapa hadiah yang di taruh di atas pinang tentunya kita harus membutuhkan kerjasama karena tidak mungkin satu orang bisa langsung manjat ke atas tanpa bantuan yang lain. Maka dari itu, Panjat Pinang adalah salah satu contoh bentuk budaya kerjasama yang terjadi di lingkungan sehari hari.
    2.Akomodasi
    Contohnya: aksinya adalah musyawarah dalam sebuah kelompok merupakan salah satu bentuk budaya dalam meredakan pertentangan. Memang pertentangan itu suatu hal yang wajar dalam lingkungan sosial tapi masalahnya bagaimana menyelesaikan pertantangan itu? Oleh sebab itu, ada nya musyawarah untuk meredakan pertentangan tersebut. Reaksinya adalah Mendengarkan dan menggabungkan pendapat yang berbeda dalam bermusyawarah agar bisa menghasilkan suatu kesepakan yang mufakat. Di Indonesia sendiri, musyawarah sudah menjadi tradisi untuk menyelesaikan masalah, khususnya di lingkungan masyarakat.
    3.Asimilasi
    Contohnya: aksinya adalah ketika keluarga A dari Indonesia pindah ke Amerika. Walaupun mereka masih berbicara Indonesia pada tiap anggota keluarga namun mau tidak mau mereka pun harus menyesuaikan bahasa di lingkungan baru mereka, yaitu bahasa Inggris. Reaksinya adalah beberapa orang dari mereka semakin giat belajar bahasa inggris agar menjadi lancar berbahasa Inggris, begitu juga nantinya turunan mereka menjadi bilingual (mengenal dua bahasa dengan baik) dan kemungkinan puluhan taun kemudian ketika mereka sudah mendiami tempatnya begitu lama, lambat laun mereka pun akan semakin jarang berbicara bahasa asli mereka.
    4.Akulturasi
    Contohnya: aksinya seperti Ziarah bagi sebagian masyarakat Indonesia sudah mentradisi. Ziarah berasal dari bahasa Arab, artinya mengunjungi. Istilah ziarah disebut juga dengan sowan (mengunjungi) dan nyekar (meletakkan bunga di atas makam). Ziarah dipercaya dapat membawa berkah dunia dan akhirat. Reaksinya adalah setiap orang yang akan Ziarah biasanya dilakukan di makam keluarga, makam wali, makam tokoh penting agama, makam raja, atau di makam tokoh penting masyarakat lainnya. Orang melakukan ziarah dengan tujuan berbeda-beda, misalnya untuk mendapatkan anugerah dengan memuja roh nenek moyang, mensyukuri kebesaran Tuhan, mengingatkan tentang akhirat, menghormati orang yang telah meninggal, atau melanggengkan hubungan antara orang hidup dan yang telah mati. Tradisi ziarah dipengaruhi oleh kebudayaan Indonesia lama (kebudayaan lokal) dan kebudayaan Hindu–Budha berupa tradisi pemujaan terhadap arwah nenek moyang.

    Bentuk Interaksi sosial yang bersifat Disosiatif:
    1.Persaingan
    Contohnya: aksinya seperti persaingan si A dan B dalam memperebutkan juara kelas di sekolahnya. Reaksinya adalah mereka sama-sama belajar dengan sungguh-sungguh agar menjadi juara di kelas mereka.
    2.Kontravensi
    Contohnya: aksinya seperti tini sangat pelit tidak mau berbagi makanan kepada dita. Reaksinya adalah dita memberitahu teman-temannya kalau tini pelit dan menghasut teman-temannya agar menjauhi tini.
    3.Konflik
    Contohnya: aksinya seperti warga daerah A menolak penggusuran lahan untuk proyek pemerintah daerah A tersebut. Kemudian warga daerah A melakukan penutupan jalan dan membakar ban bekas sebagai aksi menolak penggusuran dari pemerintah. Pemerintah yang tetap ingin menjalankan proyek itu pun tetap menurunkan alat berat, maka reaksinya terjadinya perdebatan antara warga dan pemerintah yang sama-sama menginginkan lahan itu.

  20. Syarifah Zulfawati says:

    Nama : Syarifah Zulfawati
    NIM : 2012-12-045

    Berikut ini bentuk dan contoh interaksi sosial (aksi dan reaksi), yaitu:
    A. Bentuk Interaksi Sosial yang Bersifat Asosiatif
    1. Kerja Sama
    – Aksi: Pemimpin perusahaan memberikan kontrak atau perjanjian kerja kepada
    karyawan.
    – Reaksi: Karyawan menyetujui dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan
    dengan hasil memuaskan.
    2. Akomodasi
    – Aksi: Beberapa polisi menghentikan perkelahian antar pelajar.
    – Reaksi: Para pelajar berhenti berkelahi dan dibawa kekantor polisi untuk
    menyelesaikan masalahnya.
    3. Asimilasi
    – Aksi: Saling bergaulnya antar warga etnis Tionghoa yang selalu menggunakan
    bahasa Cina yang sudah lama tinggal di Indonesia dengan warga Indonesia.
    – Reaksi: Warga etnis Tionghoa bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan
    fasih dan campur antara bahasa Cina serta Indonesia.
    4. Akulturasi
    Aksi: Pelaksanaan pernikahan suku Jawa yang sudah lama tinggal di Medan.
    Reaksi: Memadukan unsur budaya upacara pernikahan adat Jawa dan Medan.

    B. Bentuk Interaksi Sosial yang Bersifat Disosiatif
    1. Persaingan
    Aksi: Perlombaan antar kelompok tim pemain sepak bola yang bertanding.
    Reaksi: Mengatur strategi untuk mencari kelemahan lawan agar dapat menjadi
    juara.
    2. Kontraversi
    Aksi: Demonstrasi buruh untuk kenaikan upah.
    Reaksi: Proses kinerja perusahaan terganggu.
    3. Konflik
    Aksi: Penertiban penggusuran pedagang kaki lima oleh polisi Pamong Praja.
    Reaksi: Pemberontakan penyerangan pedagang kaki lima kepada polisi Pamong
    Praja.

  21. putri widyastuti says:

    Nama : putri widyastuti
    Nim : 201212042
    Seksi : 01

    Interaksi sosial asosiatif

    1. Kerja sama
    Aksi : seorang instruktur senam memimpin gerakan senam
    Reaksi : para peserta mengikuti gerakan yang dipimpin oleh instruktur senam tersebut

    2. Akomodasi
    Aksi: rani seorang anak kaya raya yang baru saja jatuh miskin
    Reaksi : rani menolak menjadi anak miskin , sebelumnya kehidupan rani berkecukupan bahkan lebih dari cukup, rani merasa sedih tetapi setelah diberi pengertian oleh orang tuanya bahwa orangtuanya mengalami kebangkrutan rani berusahan menerima dan menyesuaikan hidup sederhana dan apa adanya

    3. Asimilasi
    Aksi : erna berasal dari indonesia sedangkan heri berasal dari inggris, mereka baru saja berteman tetapi mereka sulit untuk berkomunikasi karena bahasa masing-masing
    Reaksi : erna mempelajari bahasa inggris sedangkan heri mempelajari bahasa indonesia , akhirnya mereka bisa saling berkomunikasi dengan menggabungkan bahasa keduanya

    4. Akulturasi
    Aksi : seorang turis dari amerika mempelajari tarian jaipong dari indonesia
    Reaksi : turis tersebut memperkenalkan tarian jaipong dinegaranya amerika, dan turis tersebut membuka sanggar bagi siapa yang ingin mempelajari tarian jaipong, sebagian besar warga amerika menyukai dan mempelajari tarian jaipong yang berasal dari indonesia

    Interaksi sosial disosiatif
    1. Persaingan
    Aksi : pertandingan sepak bola antar fakultas
    Reaksi : mereka saling berusaha untuk memperebutkan juara , dan menjadi juaranya

    2. Kontravensi
    Aksi : wina adalah murid pindahan baru dari sekolah lain, wina dan fifi berteman , fifi selalu menjadi juara kelas sebelum kehadirannya wina, semenjak kehadiran wina posisi fifi selalu dibawah wina
    Reaksi : fifi merasa marah dan benci kepada wina karena sudah merebut posisi fifi sebagai juara kelas

    3. Konflik
    Aksi : dika merasa kesal dengan coki karena coki selalu saja sombong memamerkan kekayaannya , dika pernah mengejek coki bahwa kekayaannya itu adalah hasil dari orangtuanya yang koruptor
    Reaksi : coki sangat marah kepada dika karena ejekannya itu, akhirnya mereka berdua saling benci dan berkelahi.

  22. Erika Dian says:

    Nama : Erika Dian
    Nim : 2012-12-119

    1. Contoh interaksi sosial yang bersifat asosiatif :
    A. Kerja sama
    Kerja sama adalah suatu proses interaksi yang melibatkan dua orang atau lebih demi tercapainya tujuan yang diinginkan.
    Aksi : orang tua menyuruh anaknya untuk belanja kepasar.
    Reaksi : anaknya melakukan perintah orang tuanya.

    B. Akomodasi
    Akomodasi adalah suatu proses dalam interaksi sosial antar kelompok yang mengarah pada adaptasi untuk meredakan pertentangan yang terjadi diantara mereka.
    Aksi : konflik yang terjadi antara Buruh dan pengusaha.
    Reaksi : dengan bantuan suatu badan penyelesaian yang sebagai mediasi atau orang ketiga yang dapat membantu meredakan masalah yang terjadi antar buruh dan pengusaha tersebut.

    C. Asimilasi
    Asimilasi adalah proses yang muncul akibat adanya hubungan timbal balik antar latar belakang kebudayaan yang berbeda.
    Aksi : seorang wanita rusia yang belum mengerti bahasa indonesia dan belum mengenal kebudayaaan indonesia kemudian menikah dengan seorang pria yang berasal dari indonesia dan kemudian menetap diindonesia.
    Reaksi : dengan terjadinya pernikahan tersebut walaupun mereka didalam keluarganya menggunakan bahasa rusia atau inggris tapi mereka mau tidak mau harus menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, bukan budayanya saja yang bakalan berubah, dalam bahasa sehari-hari pun mereka juga pasti bakalan berubah.

    D. Akulturasi
    Akulturasi adalah proses interaksi sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari kebudayaan asing dan lambat laun kebudayaan itu diterima tanpa mengurangi kepribadian bangsa indonesia.
    Aksi : makanan luar/asing udah mulai berjamur di seluruh pelosok indonesia, seperti spaghetti, humberger,pizza,dll
    Reaksi : banyak masyarakat indonesia pula yang ingin merasakan dan membeli, walaupun tidak semua bangsa indonesia bisa atau suka makanan asing sperti itu.

    2. Contoh interaksi sosial bersifat disosiatif :
    A. Persaingan
    Persaingan adalah suatu proses ketika ada dua orang pihak atau lebih membuat susuatu untuk mencapai kepuasan/apa yang diharapkan.
    Aksi : ajang pemilihan miss indonesia
    Reaksi : banyak wanita indonesia dari berbagai provinsi berbondong-bondong untuk menunjukkan kebolehannya masing-masing.

    B. Kontravensi
    Kontravensi adalah proses sosial yang ditandai dengan adanya ketidakpastian,keraguan,penyangkalan atau penolakan yang diungkapkan secara terbuka.
    Aksi : misalnya dalam sebuah pertemenan itu ada canda tawanya. ada temen yang ingin membuat bahan lelucon yang membuat hati temennya sakit dengan becandaannya yang keterlaluan, sebut saja namanya badu (yang membuat hati temennya tersindir)
    Reaksi : sitemen yang dibuat sebagai bahan lelucon tadi merasa tersindir dengan kata-kata badu yang menyakiti hatinya.

    C. Konflik
    Konflik adalah suatu proses interaksi sosial antara dua pihak atau lebih, dimana ketika pihak yang satu berusaha untuk menyingkirkan pihak yang lain.
    Aksi : Mahasiswa mendemo dijalanan karena tidak terima uang semesteran semakin mahal.
    Reaksi : Terjadinya kerusuhan yang merugikan masyarakat umum, seperti terganggunya lalu lintas.

  23. Eka Suhardiman P says:

    Nama: Eka Suhardiman P
    NIM: 201212051
    Jurusan: Akuntansi
    seksi: 01

    Bentuk – bentuk interkasi yang bersifat Asosiatif

    1) Kerjasama
    Aksi: Seseorang ketua RT didalam melakukan suatu kegiatan ia akan melakukan berifing sebelum kegiatan itu berlangsung.

    Reaksi: Panitia kegiatan tersebut, dapat menjalannkan acara kegiatan tersebut secara lancar tanpa terjadinya suatu kesalahan.

    2) Akomodasi
    Aksi: Didalam sebuah rapat organisasi ketua organisasi akan bertindak sebagai penegah konflik yang terjadi di dalam suatu rapat organisasi.

    Reaksinya : Karena masalah tersebut dapat segera di seselasaikan maka, Konflik yang sedang terjadi tersebut menjadi mereda akibat adanya Ketua organisasi yang memutuskan jalannya rapat.

    3) Asimilasi
    Aksi: Hood adalah orang keturunan bangsa Arab, Ia lebih suka makan dengan mengunakan tangannya di bandingkan mengunakan peralatan makan, sementara axel ia adalah keturunan bangsa spanyol sehingga ia sangat terbiasa mengunakan perlatan makan saat sedang menyantap makanannya.

    Reaksi: Pada saat Hood di undang untuk makan bersama Axel ia akan belajar mengunakan peralatan makan dengan tujuan menghormati budaya milik axel.

    4) Alkulturasi
    Aksi: Di negara maju Junk food tidak bagus di konsumsi terlalu banyak, sementara itu di Indonesia Junk food merupakan makanan yang sangat laris.

    Reaksi: Karena di Indonesia Junk Food di anggap sebagai makanan berkelas karena letaknya yang strategis di daerah pusat perkotaan

    Bentuk – bentuk interkasi yang bersifat Disosiatif

    1) Persaingan
    Aksi: Perebutan kursi untuk menjabat sebagai seorang presiden.

    Reaksi: muncul tindakan – tindakan yang bersiafat saling merugikan demi menjatuhkan lawannya.

    2) Kontravensi
    Aksi: Didalam suatu golongan sering terjadi pertikaian dan peselisihan antar anggotanya

    Reaksi: hal ini di sebabkan oleh perasaan mau menang sendiri dan menganggap pendapatnyalah yang paling benar.

    3) Konflik
    Aksi: jojo sanggat tidak suka terhadap jejen dan ia cendrung memusuhi setiap hal yang jejen lakukan baik di dalam kelompok maupun individu

    Reaksi: Akan terjadinya perselisihan di antara mereka sehingga mereka yanmengakibatkan rasa benci di antara kedua belah pihak.

  24. Intan Apriyani Hapsari ( 2012-12-172 ) says:

    Nama : Intan Apriyani Hapsari
    NIM : 2012-12-172
    Jurusan : Akuntansi
    Seksi : 20

    1. Interaksi sosial bersifat Asosiatif
    Interaksi sosial bersifat asosiatif adalah interaksi sosial yang menyatukan anggota-anggota masyarakatnya.

    a. Kerjasama
    Contoh dari kerjasama adalah ketika perayaan 17 agustusan di sebuah desa. Umumnya dalam perayaan hari kemerdekaan sebuah negara, para warga menciptakan berbagai kegiatan untuk memperingati hari tersebut – seperti halnya di Indonesia. Dan salah satu perayaan yang umum ketika 17an adalah Panjat Pinang. Dari permainan Panjat Pinang itu kita bisa jadikan salah satu contoh bentuk kerjasama – untuk menggapai/mengambil beberapa hadiah yang di taruh di atas pinang tentunya kita harus membutuhkan kerjasama karena engga mungkin satu orang bisa langsung manjat ke atas tanpa bantuan yang lain. Maka dari itu, Panjat Pinang adalah salah satu contoh bentuk budaya kerjasama yang terjadi di lingkungan sehari hari.

    b. Akomodasi
    Contohnya musyawarah adalah salah satu bentuk budaya dalam meredakan pertentangan. Memang pertentangan itu suatu hal yang wajar dalam lingkungan sosial tapi masalahnya bagaimana menyelesaikan pertantangan itu? Oleh sebab itu, ada nya musyawarah untuk meredakan pertentangan tersebut. Mendengarkan dan menggabungkan pendapat yang berbeda dalam bermusyawarah bisa menghasilkan suatu kesepakan yang mufakat.

    c. Asimilasi
    Contohnya ketika sebuah keluarga Indonesia pindah ke Amerika. Walaupun mereka masih berbicara Indonesia pada tiap anggota keluarga namun mau tidak mau mereka pun harus menyesuaikan bahasa di lingkungan baru mereka, yaitu bahasa Inggris. Mungkin beberapa dari mereka menjadi lancar berbahasa Inggris, begitu juga nantinya turunan mereka menjadi billingual dan kemungkinan puluhan taun kemudian ketika mereka sudah mendiami tempatnya begitu lama, lambat laun mereka pun akan semakin jarang berbicara bahasa asli mereka.

    d. Akulturasi
    Contohnya ndonesia ini, banyak sekali budaya barat masuk dan ada sebagian diterima namun ada juga beberapa yang tidak diterima karena tidak cocok dengan tradisi adat ketimuran kita. Tarulah contoh beberapa makanan barat yang masuk ke Indonesia, ada pizza, fried chicken, humburger, spaghetti dan lain lain. Meskipun begitu banyak restaurant cepat saji atau fast food yang berlebel dari barat namun masih banyak juga rumah rumah makan khas Indonesia yang tentunya menyajikan berbagai masakan Indonesia, seperti rumah makan padang, jawa, sunda dan lainya. Ini menunjukan bahwa memang ada terjadinya akulturasi di Indonesia namun itu tidak mengakibatkan budaya kita sendiri luntur. Budaya kita masih dan akan tetap ada walaupun diserbu beberapa budaya asing yang datang.

    2. Interaksi Sosial bersifat Disosiatif (Opposition Processes)
    Interaksi sosial bersifat disasosiatif adalah cara yang bertentangan dengan seseorang atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan.

    a. Persaingan (Competition)
    Contohnya, persaingan antar partai, mereka bersaing untuk mendapatkan simpati dari masyarakat, sehingga masyarakat memilih salah satu partai yang terbaik. Persaingan antar partai ini merupakan persaingan yang dapat menimbulkan rasa tidak suka diantara partai yang dapat menyebabkan terjadinya sebuah konflik.

    b. Kontravensi
    Contohnya,Demo buruh untuk penghapusan outsourcing, pertama berdasarkan pada sebagian orang yang menginginkan tidak adanya outsouring yang kemudian mempropokatori buruh lain dan memfitnah tentang cara kerja outsourcing maka buruh lain pun menjadi ikut-ikutan tidak suka dan akhirnya berdemo untuk penghapusan outsourcing dan minta kenaikanupah kerja.

    c. Konflik
    Contoh konflik dalam keluarga misalnya seperti ini, orang tua yang sibuk bekerja dari pagi hingga pulang larut malam sehingga tidak dapat mengontrol kegiatan anak-anaknya baik disekolah mau pun pergaulan sehingga anak tersebut menjadi anak yang nakal dan tidak pernah mau sekolah. Kurang perhatiannya orang tua terhadap anak dapat menyebabkan konflik didalam keluarga.

  25. nurma susanti says:

    Nama : Nurma Susanti
    Nim : 201211183
    jurusan : Manajemen
    Seksi : 20

    1.Contoh interaksi sosial yang bersifat Asosiatif
    a. Kerja sama : contohnya dalam sebuah lingkungan diadakannya kerja bakti ,setiap minggu untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal

    b. akomodasi : contohnya antara karyawan dan perusahaan mebicarakan tentang kenaikan gaji.

    c. Asimilasi : contohnya masyarakat Surabaya yang mayoritas masyarakatnya pribumi dan minoritas masyarakat keturunan cina,dimana masyarakat keturunan cina ini menggunakan bahasa Surabaya sehingga bahasa ibu meraka tidak nampak, Masyarakat keturunan cina Surabaya menggunakan dialek Surabaya sehingga terdengar medok.

    d. Akulturasi : contohnya suku-suku jawa yang sudah lama tinggal dimedan,dimana karakter dan kepribadiaanya dipengaruhi dua kebudayaan yaitu jawa dan batak , mereka menggunakan bahasa jawa yang tidak sama dengan bahasa jawa asli mereka menggunakan bahasa yang kasar.

    2. Contoh Interaksi yang bersifat Disosiatif

    a. Persaingan : contohnya seperti kita lihat pada iklan di televisi iklan tolak angin dengan iklan bintang Toedjoe ” orang pintar kalah dengan orang bejo”

    b. Kontravensi : contohnya penyebaran isu video pribadi artis kemasyarakat

    C. Konflik : contohnya Ormas berdemo menolak kedatangan lady gaga

  26. Dhita says:

    Nama : Dhita Amelia
    Nim : 2012-12-075
    Seksi : 01
    Jurusan : Akuntansi

    Interaksi assosiatif

    akulturasi
    aksi : masuknya agama islam ke indonesia maka berpengaruh terhadap bidang aksara atau tulisan
    reaksi : adanya primbon

    kerjasama
    aksi : kerjasama Transcorp antara Trans tv dan Trans 7
    reaksi : adanya program-program baru

    akomodasi
    aksi : terjadinya suatu masalah pada pembelian tanah dan rumah
    reaksi : permasalahan tersebut diselesaikan di pengadilan

    asimilasi
    aksi : kedatangan budaya Korea ke Indonesia melalui dunia pendidikan
    reaksi : jalinan persaudaraan yang terbina

    Interaksi dissosiatif

    persaingan
    aksi : tingginya jumlah kelulusan perguruan tinggi yang tidak diimbangi dengan
    ketersediaan lahan kerja
    reaksi : terjadinya pengangguran yang tinggi

    pertentangan
    aksi : penggambaran Nabi Muhammad SAW
    reaksi : umat muslim secara tegas menentang adanya lukisan tersebut

    kontraversi
    aksi : pernikahan sirri selama 4 hari yang dilakukan oleh mantan bupati garut
    reaksi : pro dan kontra masyarakat garut

  27. Reizy Andiana says:

    Nama : Reizy Andiana
    NIM : 2012 12 047
    Seksi : 01

    1. Bentuk interaksi sosial yang bersifat Asosiatif :
    a) Kerjasama
    Aksi : Seorang Ibu sedang membersihkan rumahnya.
    Reaksi : Anak-anaknya ikut membantu ibunya yang sedang membersihkan rumah.

    b) Akomodasi
    Aksi : Sebagian murid-murid SMA 6 dengan SMA 7 tauran.
    Reaksi : Guru dan para polisi meredakannya.

    c) Asimilasi
    Aksi : Dalam hal makanan, orang Jawa lebih suka manis, sedangkan orang Padang suka yang pedas.
    Reaksi : Banyak orang yang akhirnya membuat makanan yang pedas manis seperti balado.

    d) Akulturasi
    Aksi : Di luar negeri, banyak perempuan memakai baju yang agak terbuka. Di Indonesia pun kadang banyak juga perempuan yang memakai baju seperti itu untuk mengikuti trend luar legeri.
    Reaksi : Para pengrajin batik mencoba untuk memadukan pakaian produk asing dengan memberikan motif batik.

    2. Bentuk interaksisosial yang bersifat Disosiatif :
    a) Persaingan
    Aksi : Pertandingan basket antar SMA 1 dengan SMA 2.
    Reaksi : Kedua tim tersebut saling menampilkan permainan yang terbaik agar bisa menang.

    b) Kontraversi
    Aksi : Rafi Ahmad ditangkap BNN kasus terlibat narkoba dan akan dipindahkan ke panti rehab.
    Reaksi : Pengacara Rafi tidak menyetujuinya karena Rafi bukan pecandu.

    c) Konflik
    Aksi : OPM menembaki anggota TNI hingga tewas.
    Reaksi : Anggota TNI memburu para tersangka dan akhirnya saling terjadi kontak senjata.

  28. Ella says:

    Nama : Ella Saputri
    NIM : 2012.12.031
    Jurusan : Akuntansi
    Seksi : 01

    Interaksi Sosial Assosiatif

    -Kerjasama
    Transaksi jual beli
    Beraksi : pedagang yang menawarkan barang dagangannya,
    Bereaksi : pembeli/konsumen untuk membeli barang yang ditawarkan oleh pedagang.

    -Akomodasi
    Perkelahian antara Julia Perez dan Dewi Persik yang dibawa ke jalur hukum
    Beraksi : Julia Perez dan Dewi Persik yang berkelahi,
    Bereaksi : Pengadilan.

    -Asimilasi
    Lagu pop barat dan musik dangdut Indonesia yang di remix
    Beraksi : Lagu barat,
    Bereaksi : Musik dangdut.

    -Akulturasi
    Musik K-Pop (Korea Pop) yang mempengaruhi Girlband & Boyband di Indonesia.
    Beraksi : Musik K-pop,
    Bereaksi : Girlband & Boyband Indonesia.

    Interaksi Sosial Dissosiatif

    -Persaingan
    Peserta silat yang bertanding dalam kejuaraan Sea Games
    Beraksi : Sea games,
    Bereaksi : Peserta silat.

    -Kontravensi
    Gaya hidup para artis yang glamour
    Beraksi : Para Artis,
    Reaksi : Adanya pro dan kontra dalam masyarakat.

    -Konflik
    Perebutan hak waris antara 2 saudara kandung
    Beraksi : Perebutan hak waris,
    Bereaksi : 2 saudara kandung yang melakukan segala cara untuk mendapatkan hak waris tersebut.

  29. Maria Wahyu says:

    Nama : Maria Wahyu Pradina Putri
    NIM : 201212041
    Seksi : 01

    Aksi-Reaksi dari proses interaksi sosial asosiatif :
    1. Kerja sama
    Kerja sama antara Manager Store dengan Leader/Supervisor dan Sales Staff dalam Perusahaan A yang memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan penjualan hasil produk perusahaan A.
    Aksi : Manager Store melakukan kunjungan ke setiap store yang ada di mall-mall tertentu untuk mengontrol dan memeriksa keadaan store tersebut dan memeriksa kinerja dari Supervisor/Leader dan Sales Staff.
    Reaksi : Supervisor dan Sales Staff akan memaksimalkan kinerja dilapangan dan melaporkan hasilnya saat Manager Store melakukan kunjungan sehingga terjadi kerja sama dalam rangka meningkatkan penjualan hasil produk perusahaan A.
    2. Akomodasi
    Kasus kisruh antara Julia Perez dengan Dewi Persik, yang mana Julia Perez mengajukan naik banding namun karena kurangnya bukti Julia Perez harus menerima sanksi kurungan penjara.
    Aksi : Julia Perez mengajukan naik banding ke pengadilan.
    Reaksi : Pengadilan memberi sanksi kepada Julia Perez.
    3. Asimilasi
    Perkembangan teknologi pada pembelajaran di sekolah
    Aksi : penggunaan teknologi laptop saat pembelajaran di sekolah
    Reaksi : adanya dua cara pembelajaran menggunakan buku dan menggunakan teknologi laptop sehingga mengurangi biaya pembelian buku.
    4. Akulturasi
    Model baju berkerah
    Aksi : Model baju kemeja yang berkerah Shanghai
    Reaksi : Model tersebut diminati wanita Indonesia tanpa meninggalkan model baju kemeja berkerah biasa.
    Aksi-Reaksi proses interaksi sosial desosiatif
    1. Persaingan
    Persaingan antara Sales Promotion Girl Susu Kambing dengan Sales Promotion Girl Susu Sapi yang memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan hasil jual produknya.
    Aksi : SPG Susu Kambing memberi tester kepada customer
    Reaksi : SPG Susu Sapi memberi tester kepada customer serta memberikan hadiah pembelian produk dengan syarat tertentu.
    2. Kontraversi
    Kisah Sean si bule dengan Rio
    Aksi : Sean belum lama tinggal di Indonesia, sebelumnya dia tinggal di Eropa. Sean yang memiliki wajah bule selalu bisa menaklukan wanita mana pun dan menganggap bahwa “dugem” adalah kebiasaan yang tidak merugikan.
    Reaksi : Rio membenci Sean karena tidak setuju dengan tingkah laku dan kebiasaaan Sean yang ada padanya.
    3. Konflik
    Perkelahian antara tetangga
    Aksi : Ibu A memfitnah Ibu B
    Reaksi : Ibu B merasa dirugikan dan menegur Ibu A, namun Ibu A malah memaki Ibu B dan mengatakan bahwa dirinya tidak memfitnah melainkan itu adalah kenyataan yang terjadi. Karena kesalahpahaman tersebut timbullah konflik dan pertengkaran diantara mereka.

  30. Budi Setiawan says:

    Nama Budi Setiawan
    NIM 2012-12-108
    Seksi (02)

    A. Bentuk Interakasi Sosial yang bersifat Asosiatif

    a. Kerjasama
    Dalam sebuah lingkungan masyarakat sesorang berkerjasama untuk mempersiapkan hari kemerdekaan 17 Agustus (Aksi)
    dengan dilakukan secara bersama maka perkerjaan yang beratpun akan menjadi ringan serta menimbulkan sikap kekeluargaan serta tenggang rasa yang tinggi (Reaksi)

    b. Akomodasi
    Misalnya ada pertentangan antara kelompok A dengan B (Aksi) maka saya misalnya mencari jalan keluar seperti bermusyawarah agar kelompok A dengan B ini tidak bertentangan lagi (Reaksi)

    c. Asimilasi
    Misalnya ketika sebuah keluarga Indonesia pindah ke Amerika (Aksi) Walaupun mereka masih berbicara Indonesia pada tiap anggota keluarganya namun mau tidak mau mereka pun harus menyesuaikan bahasa di lingkungan baru mereka, yaitu bahasa Inggris. Mungkin beberapa dari keluarga itu menjadi lancar berbahasa Inggris, begitu juga nantinya turunan mereka menjadi lancar dalam bahasa inggris. (Reaksi)

    d. Alkulturasi
    Misalnya ada sesorang pengusaha dari Amerika yang membangung usaha makanan cepat saji di Indonesia, ada pizza, fried chicken, humburger dan spaghetti (Aksi). Namun masih banyak juga pengusaha makanan cepat saji khas Indonesia yang tentunya menyajikan berbagai masakan Indonesia, seperti rumah makan padang, jawa, sunda dan lainya (Reaksi)

    B. Bentuk Interakasi Sosial yang bersifat Disosiatif

    a. Persaingan
    Jadi dalam sebuah lingkungan sekolah ada siswa/siswi yg bersaing atau berlomba untuk membuktikan siapa yg terbaik dalam sekolah tersebut (Aksi). Siswa/siswi tersebut harus belajar sungguh-sungguh untuk menjadi yg terbaik dalam sekolahnya (Reaksi).

    b. Kontaravensi
    Misalnya ada mahasiswa yang melakukan unjukrasa ke istana negara untuk penolakan kenaikan BBM (Aksi) namun ada seseorang dari mahasiswa itu membuat provokator sehingga menjadi kerusuhan dalam unjukrasa tersebut (Reaksi)

    c.Pertentangan atau Konflik
    Misalnya dalam sebuah perusahaan sedang melakukan rapat penting mengenai perusahaan tersebut si A yg mengikuti rapat memberikan pendapat tentang bagaimana cara mengatasi permasalahan perusahan itu (Aksi). Namun si B yg mengikuti rapat pada perusahaan memotong pembicaraan si A karena kurang setuju dengan pendapat si A (Reaksi)

  31. Eko Suharyanto Pangestu (2012-12-052) says:

    Nama : Eko Suharyanto Pangestu
    NIM : 2012-12-052
    seksi : 01

    Bentuk interaksi yang bersifat asosiatif:

    1) kerjasama : seorang guru les memberikan pelajaran tambahan kepada murid sma yang akan menjalani Ujian Nasional.
    a) aksi : seorang guru les memberikan pelajaran tambahan.
    b) reaksi : murid sma yang akan menjalani Ujian Nasional.

    2) Akomodasi : konflik antara buruh dan pengusaha dengan bantuan suatu badan penyelesaian perburuan Depnaker sebagai pihak ketiga.
    a) aksi : konflik antara buruh dan pengusaha dengan bantuan suatu badan.
    b) reaksi : Depnaker sebagai pihak ketiga untuk menyelesaikan masalahnya.

    3) Asimilasi : pernikahan antara orang yang tinggal di daerah gunung dengan orang yang ada di daerah pantai, suara orang gunung lebih kecil dari orang pantai sebab lingkungan geologisnya yang berada di dataran tinggi, sebaliknya orang pantai yang tingga di dataran rendah yang memiliki suara lebih besar, namun karena pernikahan mereka mencoba untuk saling menghargai shingga terbentuk suatu kebudayaan baru.
    a) aksi : suara orang gunung lebih kecil dari orang pantai sebab lingkungan geologisnya yang berada di dataran tinggi, sebaliknya orang pantai yang tingga di dataran rendah yang memiliki suara lebih besar.
    b) reaksi : namun karena pernikahan mereka mencoba untuk saling menghargai shingga terbentuk suatu kebudayaan baru.

    4) Akulturasi : Dahulu pakain batik merupakan pakaian yang hanya di gunakan untuk acara – acara tertentu saja, karena masuknya mode pakaian dari luar sekarang pakain batik menjadi trend dan terkenal di kalangan masyarakat di tingkat apapun.
    a) aksi : pakain batik merupakan pakaian yang hanya di gunakan untuk acara – acara tertentu saja.
    b) reaksi : karena masuknya mode pakaian dari luar sekarang pakain batik menjadi trend dan terkenal di kalangan masyarakat di tingkat apapun.

    Bentuk interaksi sosial yang bersifat disosiatif :

    1) Persaingan : anto bersaing dengan anti agar anto berhasil mendapatkan sepeda motor bila mendapat nilai lebih bagus dari anti, maka anti tak mau kalah dari anto sehingga anti terus menerus belajar tanpa henti.
    a) aksi : anto bersaing dengan anti agar anto berhasil mendapatkan sepeda motor bila mendapat nilai lebih bagus dari anti.
    b) reaksi : maka anti tak mau kalah dari anto sehingga anti terus menerus belajar tanpa henti.

    2) Kontraversi : ren berhasil menjadi suatu juara dalam lomba karambol, kai yang merupakan teman ren sangat benci kepada ren maka kai menyebarkan berita bohong bahwa ren menang dengan batuan juri.
    a) aksi : ren berhasil menjadi suatu juara dalam lomba karambol.
    b) reaksi : kai yang merupakan teman ren sangat benci kepada ren maka kai menyebarkan berita bohong bahwa ren menang dengan batuan juri.

    3) Konflik : larno kalah dalam bermain bola dengan wicak, karena kalah larno mengajak wicak berkelahi dengan alasan wicak bermain curang.
    a) aksi : larno kalah dalam bermain bola dengan wicak.
    b) reaksi : karena kalah larno mengajak wicak berkelahi dengan alasan wicak bermain curang.

  32. Fitri Anisa says:

    Nama : Fitri Anisa
    Nim : 201212020
    Seksi : 01

    interaksi sosial yang bersifat asosiatif

    1.Kerja Sama
    Di dalam keluarga ayah mengambil peranan penting bagi anggota keluarga .ayah membuat peraturan peraturan dan tata tertib di dalam keluarga itu.(aksi)
    Anak 1 dan ke 2 selalu mendapatkan juara di kelasnya masing masing karna mereka selalu disipilin dalam belajar .hal kedisiplinan itu dilatih dari mereka masih kecil di keluarganya.(reaksi)

    2.Akomodasi
    Perang antara Israel dan Palestina tidak ujung selesai ,karna I tidak mau melakukan genjatan senjata kepada Palestina,para Negara tetangga meminta PBB untuk menyelesaikan masalah tersebut(aksi)
    Seiring berjalannya waktu akhirya israel melakukan genjatan senjata kepada Palestina .dan mereka berjanji untuk beberapa hari kedepan mengumumkan perdamaiannya antra Israel dan Palestina di media .(reaksi)

    3. Asimilasi
    A adalah orang Indonesia yang menyukai tarian Bali. Ia berteman baik dengan B yang merupakan orang Amerika Latin dan bisa tarian tradisionalnya Amerika Latin (Tango). (aksi)
    Karena keduanya terus menerus berinteraksi, maka terjadilah percampuran budaya yang menghasilkan budaya baru. Maksudnya.. si A akhirnya punya tarian baru yang merupakan hasil penyatuan tarian Bali dan tarian Tango, tetapi tarian barunya ngga mirip sama tarian Bali atau tarian Tango.(Reaksi)

    4. Alkulturasi
    Beberapa tahun yang lalu masakan Tradisional Indonesia masih jarang sekali di restoran lndonesia.(aksi)
    Tapi sekarang masakan Indonesia mulai banyak disajikan direstoran Indonesia maupun di luar negri karna koki koki mengubahnya aga menjadi moderenisasi,supaya lebih menarik konsepnya.(reaksi)

    Intraksi social yang bersifat Disosiatif

    1.Persaingan
    Beberapa waktu yang lalu Jawa Barat memilih gubernur untuk masa priode Tahun 2013 – 2018.
    Tahun lalu gubernur Jawa Barat adalah Ahmad Heriawan ,dan wakilnya adalah Dede Y.tapi dipemilihan kali ini kedua orang itu mengajukan sebagai Bupati .(aksi)
    Karna tahun ini dilakukan penghitungan cepat .pada sore hari hasilnya sudah diketahui meski itu belum sepenuhnya hasil suara Terkumpul,akhirnya pasangan Ahmad Heryawan dan Dedi Mizwar keluar sebagai pemenang mengalahkan pasangan nya pada masa priode sebelumnya yaitu Dede Y dan Lex Laksamana Zaenal . Hasil ini disambut gembira oleh masyarak Jawa Barat.(reaksi)

    2.Kontravensi
    Si A merupakan anggota dari BCA,si A adalah seorang yang malas, sombong, dan tidak jujur.(Aksi)
    Dari prilakunya itu akhirnya si A dikeluarkan dari anggota BCA dan juga dibenci oleh teman temannya. (reaksi)

    3.Konflik
    Pada saat pertandingan antara Menchester United Vs Real Madrid ,wasit mengeluarkan keputusan yang kontroversi(aksi)
    Setelah selesai pertandingan itu para pemain Mu langsung menyambangi wasit dan melakukan protes atas keputusan nya di tenganh pertandingan(reaksi)

  33. @prayogarif says:

    NAMA : ARIF PRAYOGA
    NIM : 2012 12 096
    SEKSI : 01
    FAKULTAS : EKONOMI (AKUTANSI)
    1. ASOSIATIF
    • KERJASAMA
    Aksi : ketika Indonesia sedang menghadapi penjajah.
    Reaksi : maka hubungan kerjasama dari berbagai kelompok sosial,ekonomi dan budaya menjadi satu untuk menumpas penjajahan.

    • AKOMODASI
    Aksi : menjelang pemilu semua partai berlomba-lomba berkampanye (adanya ketegangan) untuk mengambil simpatisan para pemilihnya.
    Reaksi : sebelum hari pemilihan semua partai menurunkan intensitas kampanye (compromise) karena adanya peraturan dari KPU yaitu memberikan hari tenang.

    • ASIMILASI
    Aksi : terjadinya perkawinan antara 2 suku/kebudayaan yang berbeda.
    Reaksi : setelah perkawinan mereka dikaruniai anak dan akhirnya menghasilkan suku/kebudayaan baru.

    • ALKULTURASI
    Aksi : adanya keluarga yang tinggal di daerah terdepan di Indonesia dan mereka tinggal bersama-sama harmonis bersama keluarga lain.
    Reaksi : karena kultur budaya mereka berbeda maka sedikit demi sedikit budaya mereka bercampur tanpa meninggalkan budaya asli mereka sendiri.

    2. DISOSIATIF
    • PERSAINGAN
    Aksi : maraknya pabrikan handphone meluncurkan gadget terbarunya berbasis android/smartphone.
    Reaksi : maka pabrikan tersebut bersaing untuk mendapatkan konsumen terbanyak dengan memberikan penawaran/fitur yang berbeda-beda.

    • KONTRAVENSI
    Aksi : pada tahun 1960-1970 adalah puncak terjadinya perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet,dengan saling berlomba untuk saling menguasai antariksa.
    Reaksi : keberhasilan Uni Soviet mengirim astronot ke antariksa dan mengorbit bumi sehingga membuat perang urat saraf dengan Amerika,dan Amerika membuat konspirasi seolah Amerika telah mendaratkan astronotnya dibulan.

    • KONFLIK
    Aksi : adanya pengambilan lahan secara paksa oleh Israel dari palestina,karena Israel berfikir itu adalah tanjung harapan yang sudah di nantikan bagi mereka.
    Reaksi : rakyat palestina melawan untuk mengusir Israel dari tanah mereka dengan berbagai cara sehingga memicu konflik.

    Terima kasih, mohon kritik dan saran dari bapak

  34. ARLANGGA 2011-11-146 says:

    Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif
    -Kerjasama : Saat kebakaran tim pemadam saling bekerja sama satu sama lain dibantu oleh warga untuk memadamkan api.
    - Akomodasi : Polisi mendamaikan saat konflik antar ormas dijakarta antara pemuda pancasila dan FBR
    -Asimilasi : Awalnya masyarakat amerika adalah orang indian tetapi setelah banyak orang berdatangan dari seluruh negara tersebut maka jadilah amerika yang seperti sekarang ini. Sebuah negara multiculture.
    -Akulturasi : Diindonesia sudah tidak bisa dipungkiri sangat terpengaruh oleh budaya asing seperti budaya barat yang notabennya terbuka dan diikuti oleh orang indonesia terutama anak anak mudanya seperti gaya bicara terhadap orang yang lebih tua cenderung seperti berbicara terhadap teman sendiri.
    Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif
    -Persaingan : alfamart dan indomaret bersaing menjadi minimarket terbaik diindonesia tetapi persaingan mereka tidak sampai terjadi benturan fisik.
    -Kontravensi : seperti salah satu lawyer diindonesia yang menyindir kinerja gubernur dan wakil gubernur jakarta melalui account twitternya @farhatabaslaw .Pengacara ini secara terang terangan mengkritik orang lain sesuka hatinya secara terang terangan dan diklarifikasi oleh dirinya bahwa dia dengan sadar dan sengaja melakukan hal tersebut.
    -Konflik : Konflik yang terjadi di korea utara dan korea selatan perang dingin yang terjadi dari perang dunia ke 2 terjadi sampai sekarang.

  35. Nur Sa'adah says:

    Nama : Nur Sa’adah
    NIM : 2012-12-074
    Seksi : 01

    Bentuk interaksi social yang bersifat asosiatif :
    1. Kerjasama
    Lomba paduan suara
    Aksi : Guru kesenian memberi bimbingan untuk bernyanyi secara benar
    Reaksi : Murid-murid berlatih bersama-sama untuk memenangkan lomba paduan suara

    2. Akomodasi
    Suatu acara yang mengundang 2 pihak yang sedang bertikai.
    Aksi : kedua pihak bertengkar di acara tersebut saat beragumentasi
    Reaksi : Pembawa acara mencoba untuk menengahi/meredakan pertengkaran

    3. Asimilasi
    Dua orang musisi yang masing-masing menyukai music classic dan keroncong
    Aksi : Mereka saling memperdengarkan music yang mereka sukai
    Reaksi : Karena mereka sering berinteraksi maka mereka menciptakan music campuran antara music classic dan keroncong

    4. Akulturasi
    Orang Indonesia yang pindah ke Korea
    Aksi : Orang Indonesia yang pindah ke Korea
    Reaksi : Orang Indonesia mencoba mempelajari kebudayaan Korea tanpa melupakan atau merubah kebudayaan Indonesia

    Bentuk interaksi social yang bersifat disosiatif:
    1. Persaingan
    Iklan antara 2 produk untuk penjualan
    Aksi : Kedua produk tersebut bersaing untuk menciptakan iklan yang menarik untuk mendapatkan perhatian dari pembeli dan membeli produk mereka
    Reaksi : Pembeli akan membeli produk yang mereka sukai

    2. Kontravensi
    Pertikaian antara TNI dan Polri
    Aksi : Karena suatu permasalahan, anggota TNI dan Polri saling bertikai
    Reaksi : TNI dan Polri saling menjatuhkan

    3. Konflik
    Kebudayaan Indonesia yang diklaim Malaysia
    Aksi : Malaysia banyak mengklaim kebudayaan Indonesia, baik lagu nasional atau tarian tradisional Indonesia
    Reaksi : Masyarakat Indonesia marah karena Malaysia telah mencuri kebudayaan Indonesia

  36. Ririn Mutaakhirin says:

    Nama : Ririn Mutaakhirin
    Nim : 2012-12-026
    Seksi : 01
    Jurusan : Akuntansi

    1. Bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif

    - kerjasama
    ilustrasi : kerjasama antar universitas dan sekolah dalam mempromosikan universitas
    aksi : Universitas memberikan promosi kesekolah-sekolah yang menjadi tujuan nya
    reaksi : Banyak peminat untuk masuk ke universitas tersebut

    -Akomodasi
    ilustrasi : sengketa tanah dibawa kepengadilan
    aksi : sengketa tanah
    reaksi : pengadilan

    -Asimilasi
    ilustrasi : musnahnya mesin tik karena ada nya komputer
    aksi : adanya mesin tik yang lebih canggih yaitu komputer
    reaksi : masyarakat mulai meninggalkan mesin tik karena sudah ada nya mesin yang lebih canggih

    -Akulturasi
    ilustrasi : masuknya makanan cepat saji dan makanan barat lain nya yang masuk ke Indonesia
    aksi : banyaknya makanan cepat saji dan makanan barat lain yang masuk ke Indonesia
    reaksi : masyarakat Indonesia menerima dan masyarakat tetap memamakan makanan asli Indonesia

    2. Bentuk interaksi sosial yang bersifat diasosiatif

    - Persaingan
    ilustrasi : pemilihan presiden dan wakil presiden
    aksi : adanya pemilihan presiden dan wakil presiden disetiap negara
    reaksi : banyak pejabat-pejabat, para politik yang mencalonkan diri untuk menjadi pemimpin negara dan wakil negara

    -Kontravensi
    ilustrasi : menghasut teman
    aksi : ada seorang anak yang bernama Beni, dia menghasut teman nya yang bernama Siti untuk tidak berteman dengan Agus karena Agus mempunyai latar belakang yang tidak baik
    reaksi: Siti menolak hasutan Beni itu karena Siti berfikir kalau kita itu harus berteman dengan siapa saja tanpa harus melihat latar belakang seseorang

    -Konflik
    ilustrasi : pemasangan papan reklame dengan menggunakan layar LCD
    aksi : Gubernur akan menerapkan pemasangan papan reklame dengan menggunakan layar LCD
    reaksi : adanya pro dan kontra karena pembuat atau pemasangan papan reklame akan menjadi kurang bahkan mungkin bisa dihilangkan karena adanya papan reklame yang menggunakan layar LCD. dan pro nya penggunaan papan reklame akan mendapatkan kemudahan dalam pemasangan iklan tanpa harus memasang beberapa papan reklame

    Terima kasih ya pak sebelumnya :)

  37. Maria Desta Mei Sila Wati says:

    NAMA : Maria Desta Mei Sila Wati
    NIM : 2012-12-196
    SEKSI : 02

    Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
     Yang Menuju Kearah Kerjasama (assosiatif)
    Contoh :
    1. Kerjasama
    Aksi: Ada sekelompok penduduk desa yang merasa tidak nyaman karena baru-baru ini terjadi pencurian harta bendanya didesa tersebut, ada beberapa perwakilan dari penduduk untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib atau polisi.
    Reaksi: Polisi menerima laporan penduduk desa tersebut dan mencari bukti-bukti, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pencurian, serta mencari pelaku. Maka terjadilah kerjasama yang baik antara penduduk desa serta aparat kepolisian untuk menyelesaikan kasus pencurian tersebut.
    2. Akomondasi
    Aksi: Ada sebuah keluarga, kakak beradik mereka mempunyai hobby memasak ketika kakak ingin masak sebuah makan pagi dengan menu hawallan sandwich tetapi adeknya juga ingin memasak untuk makan pagi juga dengan menu yang berbeda yaitu lasagna with mushroom maka terjadilah perselisihan diantara kakak beradik tersebut.
    Reaksi: ketika ibu mereka mengetahui bahwa mereka sedang berbeda pendapat ibu coba meredakan perselisihan diantara kakak beradik tersebut dengan cara memberi ide lain untuk memasak dengan menu lain.
    3. Asimilasi
    Aksi: Ketika ada dua kebudayaan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah yang berbeda-beda seorang yang satu bertempat tinggal di daerah Lampung dalam kehidupan sehari-hari iya menggunakan bahasa daerah Lampung dan yang seorang lagi bertempat tinggal di solo dalam kehidupan sehari- hari iya juga menggunakan bahasa jawa.
    Reaksi: Pada suatu saat mereka brtemu dalam suatu pekerjaan yang sama secara tidak langsung, walaupun dalam bekerja merka sering menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi untuk menambah pengetahuan mereka serta memudahkan dalam berkomunikasi, tentang bahasa daerah. mereka harus memahami bahasa daerah satu sama lain agar terjadi proses komunikasi yang baik. Dan dengan berjalannya waktu kebudayaan komunikasi mereka pun menyatu dan membentuk cara berkomunikasi baru yaitu penggabungan antara bahasa daerah Lampung dengan bahasa daerah Jawa.
    4. Akulturasi
    Aksi: Kebudayaan berpakaian pada anak-anak remaja pada zaman dulu masih sangat kuno. Anak-anak zaman dulu masih berpakaian apa adanya dan tidak aneh-aneh dan masih mengidahkan cara berpakaian yang sopan bahkan tidak meniru.
    Reaksi: Dengan berkembangnya zaman dari zaman Reformasi menjadi Moderen, dan ketika era globalisasi banyak alat komunikasi, media masa, dll. Banyak remaja sekarng yang meniru cara berpakaian orang barat dan meninggalkan cara berpakaian negara sendiri.
     Yang Menuju Ke arah perpecahan (disossoiatif)
    Contoh :
    1. Persaingan
    Aksi: Ketika ada perlombaan lari antar sekolah dan semua peserta mencoba memberikan hasil yang memuaskan dengan berlari sekuat-kuatnya supaya memenangkan perlombaan lari tersebut.
    Reaksi: Saat mencapai garis finis hanya satu peserta yang lebih awal mencapai garis finis dan menjadi pemenang, banyak peserta yang kecewa tetapi itulah hasil dari perlombaan lari tersebut.
    2. Kontraversi
    Aksi: Sebuah keluarga akan berlibur bersama keluarganya tetapi tidak mempunyai kendaraan, kebetulan tetangga disebelah rumah mempunyai mobil dan meminjamkan mobilnya dengan keadaan bersih, bensin penuh, itu untuk berlibur, ketika diperjalanan terjadi hujan lebat dan mobil menjadi kotor. Kemudian setelah berlibur mobil dikembalikan kepada pemiliknya dengan keadaan kotor, dan bensin habis.
    Reaksi: Ketika suatu saat tetangga tersebut ingin meminjam kembali mobil itu tetapi karena kejadian waktu itu pemilik mobil pun tidak memberikan izin mobilnya untuk dipinjam kembali oleh teteangga itu
    3. Konflik
    Aksi: Ketika sekelompok orang ingin mendirikan sebuah perusahaan menufaktur, mereka berdiskusi tentang visi dan misi apa yang bagus untuk perusahan tersebut, ada seseorang yang memberikan pendapatnya untuk perusahan tersebut. Setelah ditetapkan visi dan misi untuk perusahan itu, ternyata ada seseorang anggota yang kurang setuju dengan visi dan misi yang dibuat karena pendapat dia tidak dipakai.
    Reaksi :Seorang anggota yang tidak menyetujui visi dan misi perusahaan tersebut memilih mengundurkan diri dari perusahaan dan tidak bergabung lagi diperusahaan tersebut.

  38. Fitri Anisa says:

    interaksi sosial yang bersifat asosiatif

    1.Kerja Sama
    Di dalam keluarga ayah mengambil peranan penting bagi anggota keluarga .ayah membuat peraturan peraturan dan tata tertib di dalam keluarga itu.(aksi)
    Anak 1 dan ke 2 selalu mendapatkan juara di kelasnya masing masing karna mereka selalu disipilin dalam belajar .hal kedisiplinan itu dilatih dari mereka masih kecil di keluarganya.(reaksi)

    2.Akomodasi
    Perang antara Israel dan Palestina tidak ujung selesai ,karna I tidak mau melakukan genjatan senjata kepada Palestina,para Negara tetangga meminta PBB untuk menyelesaikan masalah tersebut(aksi)
    Seiring berjalannya waktu akhirya israel melakukan genjatan senjata kepada Palestina .dan mereka berjanji untuk beberapa hari kedepan mengumumkan perdamaiannya antra Israel dan Palestina di media .(reaksi)

    3. Asimilasi
    A adalah orang Indonesia yang menyukai tarian Bali. Ia berteman baik dengan B yang merupakan orang Amerika Latin dan bisa tarian tradisionalnya Amerika Latin (Tango). (aksi)
    Karena keduanya terus menerus berinteraksi, maka terjadilah percampuran budaya yang menghasilkan budaya baru. Maksudnya.. si A akhirnya punya tarian baru yang merupakan hasil penyatuan tarian Bali dan tarian Tango, tetapi tarian barunya ngga mirip sama tarian Bali atau tarian Tango.(Reaksi)

    4. Alkulturasi
    Beberapa tahun yang lalu masakan Tradisional Indonesia masih jarang sekali di restoran lndonesia.(aksi)
    Tapi sekarang masakan Indonesia mulai banyak disajikan direstoran Indonesia maupun di luar negri karna koki koki mengubahnya aga menjadi moderenisasi,supaya lebih menarik konsepnya.(reaksi)

    Intraksi social yang bersifat Disosiatif

    1.Persaingan
    Beberapa waktu yang lalu Jawa Barat memilih gubernur untuk masa priode Tahun 2013 – 2018.
    Tahun lalu gubernur Jawa Barat adalah Ahmad Heriawan ,dan wakilnya adalah Dede Y.tapi dipemilihan kali ini kedua orang itu mengajukan sebagai Bupati .(aksi)
    Karna tahun ini dilakukan penghitungan cepat .pada sore hari hasilnya sudah diketahui meski itu belum sepenuhnya hasil suara Terkumpul,akhirnya pasangan Ahmad Heryawan dan Dedi Mizwar keluar sebagai pemenang mengalahkan pasangan nya pada masa priode sebelumnya yaitu Dede Y dan Lex Laksamana Zaenal . Hasil ini disambut gembira oleh masyarak Jawa Barat.(reaksi)

    2.Kontravensi
    Si A merupakan anggota dari BCA,si A adalah seorang yang malas, sombong, dan tidak jujur.(Aksi)
    Dari prilakunya itu akhirnya si A dikeluarkan dari anggota BCA dan juga dibenci oleh teman temannya. (reaksi)

    3.Konflik
    Pada saat pertandingan antara Menchester United Vs Real Madrid ,wasit mengeluarkan keputusan yang kontroversi(aksi)
    Setelah selesai pertandingan itu para pemain Mu langsung menyambangi wasit dan melakukan protes atas keputusan nya di tenganh pertandingan(reaksi)

  39. IRVAN says:

    Nama : Irvan
    Nim : 2012-11-139
    Jurusan :manajemen
    Seksi : 02

    INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF
    1.KERJA SAMA
    contoh : dalam tim sepakbola
    Aksi : manager tim sepakbola membayar gaji pelatih dan pemain dengan rutin dan tepat waktu.
    Reaksi : pelatih dan pemain saling berkerjasama baik dalam pertandingan atau pun latihan agar dapat membuat tim nya menjadi juara
    2.AKOMODASI
    contoh : sengketa tanah antara pemilik dengan orang yang menempati tanah tersebut
    Aksi : para warga yang tinggal ditanah tersebut berdemo didepan rumah pemilik warga karena menolak untuk digusur
    Reaksi : pemilik tanah tersebut berbicara kepada masyarakat dengan cara bermusyawarah apabila ingin tinggal ditanah tersebut harus membayar uang bulanan kepada pemilik tanah sehingga pemilik tanah dan warga yang ingin tinggal ditanah tersebut dapat saling menguntungkan.
    3.Asimilasi
    contoh : seperti terbiasanya orang batak meminum arak dan orang sunda meminum jahe susu
    Aksi : orang batak masuk kelingkungan orang sunda karena orang batak lebih sering meminum arak akhirnya orang sunda mengajak orang batak untuk mencoba minum jahe susu
    Reaksi : orang batak tersebut jadi suka dan lebih sering meminum jahe susu dibandingkan arak
    4. Akulturasi
    contoh : masuknya makanan orang amerika seperti burgerking.
    Aksi : masyarakat indonesia mencoba memakan burger king namun minuman yang dibeli asli dari minuman tradisional indonesia seperti liang teh medan.
    Reaksi : makanan orang amerika burgerking tadi diterima masyarakat indonesia dan minuman khas indonesia pun disukai atau tidak hilang.

    INTERKASI SOSIAL DISOSIATIF
    1 PERSAINGAN
    contoh : peringkat kampus terbaik se-indonesia
    Aksi : universitas memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa nya dan metode pembelajaran yang lebih dimengerti kepada mahasiswa serta menambahkan fasilitas yang jarang ada dikampus lain seperti Wi-fi, pembelajaran dengan Lcd, ruangan lebih nyaman dan ber-AC
    Reaksi : dengan fasilitas dan pelayanan yang diberikan oleh esa unggul sangat baik dibandingkan kampus lain sehingga universitas esa unggul mendapatkan peringkat 1 karena fasilitas dan pelayanan yang lebih unggul dibandingkan universitas lain.
    2.Kontroversi
    Aksi : seorang artis julia peres tidak suka dengan gaya dewi persik yang selalu pamer lalu julia peres menjudge dewi persik yang gayanya so pamer
    Reaksi : dewi persik pun membenci atau tidak senang kepada julia peres karena dia telah menjudge dirinya.
    3. Konflik
    Aksi : DPR mengajukan kepada pemerintah untuk mencairkan dana sebesar 2triliun untuk dibuatnya gedung baru untuk anggota DPR.
    Reaksi : pemerintah tidak menyetujui permintaan anggota DPR tersebut yang meminta agar mencairkan uang sebesar 2triliun karena tidak sesuai dengan kerja DPR selama ini dan dapat merugikan masyarakat.

  40. Ramkori Arsih Suryaeni says:

    Nama : Ramkori Arsih Suryaeni
    NIM : 2012 12 092
    Seksi : 02

    I. Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif
    1. Kerja Sama
    a. Aksi : Gotong royong yang dilakukan di suatu desa untuk membangun rumah salah satu warga
    b. Reaksi : Warga lingkungan tersebut menjadi lebih akrab dan memiliki rasa kekeluargaan yang erat.
    2. Akomodasi
    a. Aksi : Mahasiswa A dan B berdebat mengenai persentasinya didalam kelas.
    b. Reaksi : Dosen memberikan penjelasan dan menengahi perdebatan tersebut agar masalah tidak semakin panjang.
    3. Asimilasi
    a. Aksi : Pergaulan antara orang-orang yang berbeda latar belakang budayanya.
    b. Reaksi : Mereka saling mencari persamaan dan menyesuaikan diri sehingga muncul budaya bersama.
    4. Akulturasi
    a. Aksi : Musik melayu bertemu dengan musik spanyol sehingga menghasilkan musik keroncong.
    b. Reaksi : Masyarakat menyukai musik ini dan banyak orang ingin memainkannya.

    II. Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif
    1. Persaingan
    a. Aksi : Murid A dengan murid B didalam kelas.
    b. Reaksi : Masing-masing saling menunjukan kemampuan yang lebih untuk mendapatkan keunggulan prestasi didalam kelas.
    2. Kontravensi
    a. Aksi : A membuka rahasia B kepada si C.
    b. Reaksi : B merasa marah dan menegur A sehingga mereka saling bermusuhan.
    3. Konflik
    a. Aksi : A meminjamkan sejumlah uang kepada B namun tak kunjung dilunasi.
    b. Reaksi : A merasa kesal sehingga tidak mau meminjamkan uang lagi kepada B.

  41. Abdur Rohman says:

    Nama : Abdur Rohman
    NIM : 2012-11-249
    Jurusan : Manajemen / Ekonomi
    Mata Kuliah : Sosiologi
    Seksi : 02

    As’salamualaikum Wr.Wb
    Sebelumnya terimakasih atas soal yang telah di berikan, dan juga saya akan menjawab soal-soal yang di berikan tersebut.

    1. Bentuk interaksi sosial yang bersifat Asosiatif yaitu :
    – Kerja sama : Kerja sama merupakan suatu hal yang sering terjadi di dalam sebuah
    kehidupan, misalkan dalam kehidupan sehari-hari
    kerja sama sering kali di lakukan ketika seorang dosen memberikan
    penjelasan kepada mahasiswanya, dan juga mendapat tanggapan
    yang baik, karena memang seorang dosen itu ramah dan juga jelas
    ketika sedang menerangkan.

    – Akomodasi : Akomodasi merupakan terciptanya kesetabilan dalam kehidupan.
    Contoh seperti warga desa yang pindah ke desa lain ia harus
    melakukan adaptasi dengan lingkungan terlebih dahulu, dengan
    halkecilnya menghadiri suatu acara yang di adakan desa tersebut,
    melakukan kerja bakti dan sebagainya, maka dengan itu ia akan
    mendapat tanggapan yang baik dari yang lain, dari apa yang ia telah
    lakukan.

    – Asimilasi : Asimilasi merupakan bentuk proses sosial yang di tandai dengan
    adanya usaha yang mengurangi perbedaan sutau kelompok.
    Contoh misalkan seperti di daerah rumah saya, ketika hari raya
    idul fitri mereka semua pada saling pertukaran kue lebaran kepada
    tetangga maupan desa sebelah, disitu anak-anak yang
    mengantarkan kue tersebut, kemudian setelah dikasih terkadang
    di kasih uang sama tuan rumahnya.

    – Akulturasi : Akulturasi adalah proses sosial yang timbul terjadinya dua
    kebudayaan yang saling mempengaruhi. Contoh seperti
    pemain bola luar yang datang keindonesia seperti Ac Milan
    kemarin yang datang ke indonesi untuk bertanding secara
    persahabatan, dan mengundang banyak penonton yang datang
    untuk menyaksikan secara langsung pertandingan antar Ac Milan
    Vs Indonesi dan di situ juga pemain Ac Milan maupun Indonesia
    masing-masing menunjukan skil mereka.

    2. Bentuk interaksi sosial yang bersifat Disosiatif yaitu :
    – Persaingan : Persaingan merupakan suatu hal yang sering kali munccul atau
    terjadi di dalam sebuah kehidupan seseorang maupun kelompok
    dengan satu tujuan yang sama, Contohnya seperti persaingan antar
    2 juara juara kelas, ia memperebutkan gelar terbaik di dalam suatu
    kelas tersebut, dengan rasa semangatnya merekan belajar hanya
    untuk menjadi yang terbaik di antara yang terbaik di dalam suatu
    kelas tersebut dan itupun merupakan suatu persaingan individu
    atau perseorangan, Contoh ke dua misalkan seperti pemilihan
    presiden dan wakil presiden, itu melibatkan ognum-ognum atau
    kelompok partai yang bisa memberikan pengaruh kepada
    masyarakat banyak agar dapat memperoleh suara yang
    memungkinkan.

    – Kontravensi : Kontravensi merupakan adanya ketidakpuasan terhadap sesuatu,
    misalkan contoh seperti pelayanan dalam sebuah Universitas
    Semoga Maju, anggaplah kita ingin melakukan pembayaran
    semester 4 atau apalah, tetapi setelah kita melakukan pembayaran
    nama atau absensi kita tidak keluar ketika kita ingin melakuakan
    absen, disitulah rasa ketidak puasan kita terhadap pelayanan yang
    mereka lakukan dan kita juga berhak untuk melakukan
    memprotes terhadap pelayanan mereka.

    – Konflik : Konflik memang seringkali terjadi karena adanya perbedaan
    pendapat, wajar saja seseorang memiliki pendapat yang berbeda
    karena masing-masing mereka memiliki daya pikir yang berbeda-
    beda dan cara yang beda, nah disitulah terkadang sering kali terjadi
    konflik. Contohnya misalkan seperti di dalam suatu ruang kelas,
    seorang individu A sedang melakukan persentasi, lalu seorang
    individu B bertanya tentang apa yang individu A bahas, lalu
    individu C juga bertanya tetapi pertanyaanya bertentangan dengan
    si individu B, nah di situlah terkadang seringkali kali terjadi konflik
    atau perbedaan pendapat antara individu satu dengan yang lainnya

    Terimakaih pak kurang lebihnya mohon ma’af…
    Was’salamualaikum Wr.Wb

  42. dewi fatma sari says:

    Nama ; Dewi Fatma Sari
    Nim ; 201212198
    Jurusan ; Akuntansi

    Interaksi sosial yang bersifat asosiatif
    1. Kerjasama
    Dalam permainan kerjasama tim seperti tarik tambang, seorang anggota tim memberikan instruksi agar timnya kompak (aksi) sedangkan anggota lainnya mengikuti instruksi anggota tim tersebut dengan tujuan mencapai kemenangan (reaksi).
    2. Akomodasi
    Ada 2 siswa SMA bertengkar di dalam lingkungan sekolah (aksi), guru BK memisahkan dan menasehati ke-2 siswa tersebut agar tidak bertengkar lagi (reaksi).
    3. Asimilasi
    Orang jawa barat datang ke jakarta dengan membawa kebudayaan sunda misal : bahasa sunda (aksi), orang tersebut tinggal dan menetap di jakarta dengan budaya betawi, cepat-lambat orang tersebut mengenal budaya betawi
    (reaksi).
    4. Akulturasi
    Awalnya masyarakat indonesia khususnya perempuan berpakaian rapih dengan kebaya misalnya, namun setelah berkembangnya zaman dengan masuknya model-model pakaian perempuan dari luar negeri yang sedikit terbuka (aksi), masyarakatpun mulai menerima dan mengenakan model pakaian tersebut (reaksi).

    Interaksi sosial disosiatif
    1. Persaingan
    Tersedia beasiswa untuk 10 siswa teladan di sekolah (aksi), maka semua siswa berlomba-lomba mendapatkan nilai terbaik demi mendapatkan beasiswa tersebut (reaksi).
    2. Kontravensi
    Adu domba antar teman (aksi) memecahkan pertemanan yang sudah lama dijalin dengan baik.
    3. Konflik
    Negara Malaysia yang mengklaim batik sebagai kebudayaannya (aksi) menyebabkan masyarakat Indonesia geram dan marah (reaksi).

  43. Helda Helmia Tamba says:

    Nama : Helda Helmina Tamba
    NIM : 2012.12.216
    Jurusan : Akuntansi
    Seksi : 02

    Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:
    Kerjsama
    Aksi:
    Ketika perayaan 17 agustus di sebuah desa. Umumnya dalam perayaan hari kemerdekaan, para warga menciptakan berbagai kegiatan untuk memperingati hari tersebut – seperti halnya di Indonesia. Dan salah satu perayaan yang umum ketika 17an adalah Panjat Pinang.
    Reaksi :
    Menggapai/mendapat beberapa hadiah yang di taruh di atas pinang tersebut

    Akomodasi
    Aksi :
    Veby menyalakan musik sangat keras, tetangganya merasa terganggu dan akhirnya mereka terlibat perdebatan.
    Reaksi :
    Pak RT mencoba/berusaha mendamaikan mereka.

    Asimilasi
    Aksi :
    Ketika sebuah keluarga Indonesia pindah ke Amerika. Walaupun mereka masih berbicara Indonesia pada tiap anggota keluarga namun mau tidak mau mereka pun harus menyesuaikan bahasa di lingkungan baru mereka, yaitu bahasa Inggris.
    Reaksi :
    Mereka menjadi lancar berbahasa Inggris, begitu juga nantinya turunan mereka menjadi billingual dan kemungkinan puluhan tahun kemudian ketika mereka sudah mendiami tempatnya begitu lama, lambat laun mereka pun akan semakin jarang berbicara bahasa asli mereka.

    Akulturasi
    Aksi :
    Ketika makanan barat masuk ke Indonesia, ada pizza, fried chicken, humburger, spaghetti dan lain lain. Meskipun begitu banyak restaurant cepat saji atau fast food yang berlebel dari barat namun masih banyak juga rumah rumah makan khas Indonesia yang tentunya menyajikan berbagai masakan Indonesia, seperti rumah makan padang, jawa, sunda dan lainya.
    Reaksi :
    Indonesia menerima makanan dari barat, namun indonesia tetap menyajikan/tidak meninggalkan makanan khas Indonesia.

    Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:
    Persaingan
    Aksi :
    Ketika mahasiswa mengikuti perlombaan membuat proposal, mahasiswa berusaha membuat proposal yang terbaik/bagus
    Reaksi :
    Juri menyeleksi/memeriksa proposal tersebut (menentukan siapa yang berhasil membuat proposal dengan baik/bagus.
    Kontravensi
    Aksi :
    Ketika Andi tidak memiliki pulsa, Andi meminjam HP Doni untuk menghubungi keluarganya hingga pulsanya habis.
    Reaksi :
    Doni marah, tetapi dia tidak memberitahukannya kepada Andi.
    Konflik
    Aksi :
    Sekolah A tidak terima ketika tim basketnya dikalahkan oleh sekolah B, hingga melontarkan kata-kata yang menyinggung sekolah B.
    Reaksi :
    Mereka tawuran

  44. Maria Desta Mei Sila Wati says:

    NAMA : Maria Desta Mei Sila Wati
    NIM : 2012-12-196
    Jurusan : Akuntansi
    Seksi : 02

    Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
     Yang Menuju Kearah Kerjasama (assosiatif)
    Contoh :
    1. Kerjasama
    Aksi: Ada sekelompok penduduk desa yang merasa tidak nyaman karena baru-baru ini terjadi pencurian harta bendanya didesa tersebut, ada beberapa perwakilan dari penduduk untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib atau polisi.
    Reaksi: Polisi menerima laporan penduduk desa tersebut dan mencari bukti-bukti, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pencurian, serta mencari pelaku. Maka terjadilah kerjasama yang baik antara penduduk desa serta aparat kepolisian untuk menyelesaikan kasus pencurian tersebut.
    2. Akomondasi
    Aksi: Ada sebuah keluarga, kakak beradik mereka mempunyai hobby memasak ketika kakak ingin masak sebuah makan pagi dengan menu hawallan sandwich tetapi adeknya juga ingin memasak untuk makan pagi juga dengan menu yang berbeda yaitu lasagna with mushroom maka terjadilah perselisihan diantara kakak beradik tersebut.
    Reaksi: ketika ibu mereka mengetahui bahwa mereka sedang berbeda pendapat ibu coba meredakan perselisihan diantara kakak beradik tersebut dengan cara memberi ide lain untuk memasak dengan menu lain.
    3. Asimilasi
    Aksi: Ketika ada dua kebudayaan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah yang berbeda-beda seorang yang satu bertempat tinggal di daerah Lampung dalam kehidupan sehari-hari iya menggunakan bahasa daerah Lampung dan yang seorang lagi bertempat tinggal di solo dalam kehidupan sehari- hari iya juga menggunakan bahasa jawa.
    Reaksi: Pada suatu saat mereka brtemu dalam suatu pekerjaan yang sama secara tidak langsung, walaupun dalam bekerja merka sering menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi untuk menambah pengetahuan mereka serta memudahkan dalam berkomunikasi, tentang bahasa daerah. mereka harus memahami bahasa daerah satu sama lain agar terjadi proses komunikasi yang baik. Dan dengan berjalannya waktu kebudayaan komunikasi mereka pun menyatu dan membentuk cara berkomunikasi baru yaitu penggabungan antara bahasa daerah Lampung dengan bahasa daerah Jawa.
    4. Akulturasi
    Aksi: Kebudayaan berpakaian pada anak-anak remaja pada zaman dulu masih sangat kuno. Anak-anak zaman dulu masih berpakaian apa adanya dan tidak aneh-aneh dan masih mengidahkan cara berpakaian yang sopan bahkan tidak meniru.
    Reaksi: Dengan berkembangnya zaman dari zaman Reformasi menjadi Moderen, dan ketika era globalisasi banyak alat komunikasi, media masa, dll. Banyak remaja sekarng yang meniru cara berpakaian orang barat dan meninggalkan cara berpakaian negara sendiri.
     Yang Menuju Ke arah perpecahan (disossoiatif)
    Contoh :
    1. Persaingan
    Aksi: Ketika ada perlombaan lari antar sekolah dan semua peserta mencoba memberikan hasil yang memuaskan dengan berlari sekuat-kuatnya supaya memenangkan perlombaan lari tersebut.
    Reaksi: Saat mencapai garis finis hanya satu peserta yang lebih awal mencapai garis finis dan menjadi pemenang, banyak peserta yang kecewa tetapi itulah hasil dari perlombaan lari tersebut.
    2. Kontraversi
    Aksi: Sebuah keluarga akan berlibur bersama keluarganya tetapi tidak mempunyai kendaraan, kebetulan tetangga disebelah rumah mempunyai mobil dan meminjamkan mobilnya dengan keadaan bersih, bensin penuh, itu untuk berlibur, ketika diperjalanan terjadi hujan lebat dan mobil menjadi kotor. Kemudian setelah berlibur mobil dikembalikan kepada pemiliknya dengan keadaan kotor, dan bensin habis.
    Reaksi: Ketika suatu saat tetangga tersebut ingin meminjam kembali mobil itu tetapi karena kejadian waktu itu pemilik mobil pun tidak memberikan izin mobilnya untuk dipinjam kembali oleh teteangga itu
    3. Konflik
    Aksi: Ketika sekelompok orang ingin mendirikan sebuah perusahaan menufaktur, mereka berdiskusi tentang visi dan misi apa yang bagus untuk perusahan tersebut, ada seseorang yang memberikan pendapatnya untuk perusahan tersebut. Setelah ditetapkan visi dan misi untuk perusahan itu, ternyata ada seseorang anggota yang kurang setuju dengan visi dan misi yang dibuat karena pendapat dia tidak dipakai.
    Reaksi :Seorang anggota yang tidak menyetujui visi dan misi perusahaan tersebut memilih mengundurkan diri dari perusahaan dan tidak bergabung lagi diperusahaan tersebut.

  45. Wahyu Wijayanto says:

    Nama : Wahyu Wijayanto.
    NIM : 2012-11-098
    Seksi : 01
    Assalamualaikum.wr.wb
    Baik saya sebagai seorang mahasiswa akan menjalankan kewajiban saya dalam menjawab tugas yang diberikan oleh Bapak Dosen Sosiologi yaitu Bapak Darmansyah.

    Interaksi Sosial adalah dimana adanya suatu aksi dan reaksi dalam perjalannya. Adapun contoh interaksi sosial di bagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :

    A. Interaksi sosial asosiatif
    1. Kerja sama
    -Contoh : Seorang pelatih sepakbola yang memberikan strategi kepada pemainnya agar memenangkan suatu pertandingan.
    -Aksi : seorang pelatih sepakbola memberikan strategi kepada pemain.
    -Reaksi : para pemain mengikuti strategi dari pelatihnya agar pertandingan tersebut bisa dimenangi.

    2. Akomodasi
    -Contoh : Keributan yang terjadi dalam sebuah pertandingan sepakbola antara team A dengan team B karena terjadinya pelanggaran namun dapat diselesaikan oleh wasit yangmemimpin pertandingan.
    -Aksi : Keributan yang terjadi dalam sebuah pertandingan sepakbola antara team A dengan team B karena terjadinya pelanggaran.
    -Reaksi : keributan meredah setelah salah satu team antara team A dengan team B di berikan kebijakan yang di pimpin oleh wasit pertandingan tersebut.

    3. Asimilasi
    -Contoh : Rian yang mempelajari Karate sedangkan Chan yang mempelajari Taekwondo, mereka saling belajar beladiri tersebut tetapi ingin juga mempelajari beladiri satu sama lain maka mereka dapat mempelajari beladiri tersebut.
    -Aksi : Rian yang mempelajari Karate sedangkan Chan yang mempelajari Taekwondo, mereka saling belajar beladiri tersebut tetapi ingin juga mempelajari beladiri satu sama lain.
    -Reaksi : Akhirnya, Rian yang mempelajari Taekwondo juga sedangkan Chan juga mempelajari karate, maka mereka bisa saling menguasai dan menggabungkan teknik beladiri tersebut sehingga muncul teknik baru.

    4. Akulturasi
    -Contoh : Budaya berpakaian ala barat yang masuk ke negara Indonesia.
    -Aksi : Budaya berpakaian ala barat telah masuk ke negara Indonesia.
    -Reaksi : Namun, tidak semuanya budaya berpakaian ala barat itu masuk segampang itu karna masyarakat Indonesia tetap mempertahankan cara berpakaian yang menutup aurat sedangkan berpakaian ala barat ada yang terbuka cara berpakaiannya di lingkungan masyarakatnya.

    B. Interaksi sosial disosiatif
    1. Persaingan
    -Contoh : Seorang siswa dan siswi yang bersaing untuk meraih rangking 1 dalam suatu kelas.
    -Aksi : Seorang siswa dan siswi yang bersaing untuk meraih rangking 1 dalam suatu kelas.
    -Reaksi : mereka saling berusaha dan bersaing dalam meraih rangking 1 itu dan menjadi juara kelas .

    2. Kontravensi
    -Contoh : dalam sebuah partai politik team sukses partai A dikatakan sukses mendapatkan suara banyak dari masyarakat sedangkan partai B merasa iri dan benci sehingga team suksesnya memberikan isu yang jelek terhadap masyarakat agar partai A kalah.
    -Aksi : dalam sebuah partai politik team sukses partai A dikatakan sukses mendapatkan suara banyak dari masyarakat sedangkan partai B iri dan benci.
    -Reaksi : Partai B merasa iri dan benci sehingga team suksesnya melakukan hal yang buruk dengan memberikan isu jelek terhadap masyarakat agar tidak mempercayai lagi partai B.

    3. Konflik
    -Contoh : dalam suatu pertemanan ada saja sikap tidak sukanya dengan teman lainnya seperti Riki yang memamerkan keahlian gaya bermain sepakbolanya kepada rahman, namun dengan nada pembicaraan yang sombong yang di lontarkan oleh Riki kepada Rahman.
    -Aksi : Riki yang memamerkan keahlian gaya bermain sepakbolanya kepada rahman namun dengan nada pembicaraan yang sombong yang di lontarkan oleh Riki kepada Rahman.
    -Reaksi : Rahman pun terpancing emosinya karena merasa dirinya di rendahkan oleh Riki dalam teknih gaya bermain sepakbolanya sehingga Rahman pun tidak bisa menahan emosinya lagi dan terjadilah sebuah perkelahian antar teman tersebut.

    Sekian contoh pendapat yang saya dapat berikan. Semoga dapat bermanfaat dan memenuhi syarat kebenaran dalam penilaian tugas ini. Terima Kasih.

    Wassalamualaikum.wr.wb.

  46. Helda Helmia Tamba says:

    Nama : Helda Helmina Tamba
    NIM : 2012.12.216
    Jurusan : Akuntansi
    Seksi : 02

    Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:
    Kerjsama
    Aksi:
    Ketika perayaan 17 agustus di sebuah desa. Umumnya dalam perayaan hari kemerdekaan, para warga menciptakan berbagai kegiatan untuk memperingati hari tersebut – seperti halnya di Indonesia. Dan salah satu perayaan yang umum ketika 17an adalah Panjat Pinang.
    Reaksi :
    Menggapai/mendapat beberapa hadiah yang di taruh di atas pinang tersebut

    Akomodasi
    Aksi :
    Veby menyalakan musik sangat keras, tetangganya merasa terganggu dan akhirnya mereka terlibat perdebatan.
    Reaksi :
    Pak RT mencoba/berusaha mendamaikan mereka.

    Asimilasi
    Aksi :
    Ketika sebuah keluarga Indonesia pindah ke Amerika. Walaupun mereka masih berbicara Indonesia pada tiap anggota keluarga namun mau tidak mau mereka pun harus menyesuaikan bahasa di lingkungan baru mereka, yaitu bahasa Inggris.
    Reaksi :
    Mereka menjadi lancar berbahasa Inggris, begitu juga nantinya turunan mereka menjadi billingual dan kemungkinan puluhan tahun kemudian ketika mereka sudah mendiami tempatnya begitu lama, lambat laun mereka pun akan semakin jarang berbicara bahasa asli mereka.

    Akulturasi
    Aksi :
    Ketika makanan barat masuk ke Indonesia, ada pizza, fried chicken, humburger, spaghetti dan lain lain. Meskipun begitu banyak restaurant cepat saji atau fast food yang berlebel dari barat namun masih banyak juga rumah rumah makan khas Indonesia yang tentunya menyajikan berbagai masakan Indonesia, seperti rumah makan padang, jawa, sunda dan lainya.
    Reaksi :
    Indonesia menerima makanan dari barat, namun indonesia tetap menyajikan/tidak meninggalkan makanan khas Indonesia.

    Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:

    Persaingan
    Aksi :
    Ketika mahasiswa mengikuti perlombaan membuat proposal, mahasiswa berusaha membuat proposal yang terbaik/bagus
    Reaksi :
    Juri menyeleksi/memeriksa proposal tersebut (menentukan siapa yang berhasil membuat proposal dengan baik/bagus.

    Kontravensi
    Aksi :
    Ketika Andi tidak memiliki pulsa, Andi meminjam HP Doni untuk menghubungi keluarganya hingga pulsanya habis.
    Reaksi :
    Doni marah, tetapi dia tidak memberitahukannya kepada Andi.

    Konflik
    Aksi :
    Sekolah A tidak terima ketika tim basketnya dikalahkan oleh sekolah B, hingga melontarkan kata-kata yang menyinggung sekolah B.
    Reaksi :
    Mereka tawuran

  47. Nama : Lisda Novianti
    NIM : 2012-12-039
    Seksi : 01

    Contoh bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif:

    1. Kerjasama
    Aksi : Dua orang sahabat yang menjual pakaian remaja dengan modal bersama secara online.
    Reaksi : Kedua pihak saling bekerja sama menawarkan produk mereka melalui online shop untuk mendapatkan keuntungan.

    2. Akomodasi
    Aksi : Perbedaan pendapat antar partai politik dan mahasiswa dalam rapat anggota DPR mengenai kenaikan harga BBM.
    Reaksi : Pimpinan rapat melakukan pemungutan suara untuk mendapatkan hasil akhir secara musyawarah.

    3. Asimilasi
    Aksi : Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun dan membuat banyak kebijakan hukum.
    Reaksi : Setelah Indonesia merdeka, Indonesia masih cukup banyak menggunakan kebijakan hukum yang telah ditetapkan sejak jaman penjajahan Belanda sehingga sampai saat ini terdapat pencampuran kebijakan hukum Belanda dan Indonesia.

    4. Akulturasi
    Aksi : Masuknya kebudayaan Jepang ke Indonesia seperti pembuatan robot atau animasi.
    Reaksi : Orang Indonesia mencoba mempelajari dan membuat robot atau animasi namun merubah tokohnya menjadi Gatot Kaca.

    Contoh bentuk interaksi sosial yang bersifat disosiatif:

    1. Persaingan
    Aksi : Persaingan antar para penjual di kantin kampus.
    Reaksi : Para penjual berusaha menambah menu makanan dan minuman menjadi lebih beragam dan giat menawarkan dagangan mereka kepada pembeli.

    2. Kontravensi
    Aksi : Ada 2 anak perempuan yang bersaudara, sang adik merasa kedua orang tuanya lebih sayang dan perhatian ke kakaknya.
    Reaksi : Sang adik membenci kakak dan kedua orang tuanya.

    3. Konflik
    Aksi : 2 orang laki-laki yang bersaudara mendapatkan warisan dari orang tua mereka yang telah meninggal, sang kakak mendapatkan warisan lebih banyak dibanding sang adik.
    Reaksi : Sang adik tidak terima dengan keputusan itu sehingga ia memukul kakaknya dan sang kakak melaporkan hal ini ke polisi.

  48. Rozalio Bayu P says:

    Nama : Rozalio Bayu P
    NIM : 2012.11.112
    Jurusan : Manajemen
    Mata kuliah : Sosiologi
    Seksi : 02

    Saya akan menjawab pertanyaan yang di berikan dari bapak…
    1. Bentuk interaksi sosial yang bersifat Asosiatif :
    - Kerja sama : kerja sama, artikata dalam sebua aspek sosial Contoh seperti bakti sosial yang diadakan para warga setempat mereka semua melakukan kerja bakti atau membangun pos ronda kemudian mendapat reaksi dari semua warga karena dengan adanya melakukan kerja bakti dan membangun pos ronda sebuah desa akan terasa nyaman dan tenang.
    -Akomodasi : Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan atau persoalan. seperti Contoh
    aksi perkelahian yang belakangan ini sering kali terjadi di antara dua desa yang memperebutkan sengketa tanah, ke dua belah pihak tak ada yang mau mengalah untuk mendapatkan sengketa tanah tersebut, sehingga mendapat reaksi dari pihak kepolisian untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
    -Asimilasi : merupakan bentuk proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha untuk mengurangi perbedaan suatu kelompok. Contoh hal seperti kebudayan masing-masing daerah, ketika seorang kebudayaan betawi sedang berbicara dengan kebudayaan Sumatra, dan aksi mereka saling memperkenalkan kebudayaannya masing masing, kemudian mendapar reaksi dari kedua belah pihak kebudayaan, mereka saling mengetahui antara kebudayaan satu dengan kebudayaan yang lainya.
    -Akulturasi : Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi. Contoh kerjasama antara kebudayaan lain, mereka saling mempengaruhi satu sama lainya dalam bidang pekerjaan maupun kehidupan dan mendapat reaksi dari mereka menjadi lebih akrab.

    2. Bentuk interaksi sosial yang bersifat Disosiatif :
    - Persaingan : Yaitu Persaingan atau kompetisi suatu proses sosial dimana individu-ndividusaling bersaing untuk mencari keuntungan, Contoh nya persaingan dalam Ekonomi yaitu timbul karena terbatasnya jumlah sumber daya alam dibandingkan jumlah konsumen seperti aksi persaingan dua perusahaan besar dalam menarik minat konsumen, dan mendapat reaksi dari para konsumen-konsumen yang manah perusahan yang lebih baik untuk di jadikanya peran serta.
    - Kontravensi : kontravensi adalah proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertentangan/konflik. Misalkan contoh :
    Seperti menjatuhkan lawan ketika bersaing dalam pemilu, kemudian mendapatkan reaksi perlawanan dari pihak lawan tersebut.
    - Konflik : Belakangan ini memang sering kali terjadi di kalangan seleberita, mereka bersaing hingga sampai menimbulkan pertikaian, Contoh seperti aksi Pengacara Rafi Ahmad yang membela-belakan Rafi di bebas dari permasalahan yang sedang ia hadapi, kemudian mendapat reaksi pertentangan dari badan hukum BNN karena menrut BNN kasus Rafi Ahmad yang sedang ia hadapi cukup serius.

    Terimakasih pak mohon ma’af jika ada kekurangan dalam menjawab soal ini…

  49. Maya Agustina 201212140 says:

    Nama. : Maya Agustina
    NIM. : 201212140
    Seksi. : 21
    Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif dan Disosiatif

    1. Interaksi Sosial Asosiatif

    Pola hubungan interaksi sosial yang bersifat asosiatif dapat tercipta karena adanya
    kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.

    a. Kerja Sama
    Satu tim sepak bola harus bekerja sama untuk dapat menciptakan gol ke gawang
    lawan. Sangat jarang terjadi seorang pemain sepak bola mencetak gol tanpa bantuan
    temannya. Kekompakkan tim sepak bola merupakan salah satu contoh bentuk kerja sama.
    Dari contoh ini dapat dilihat bahwa kerja sama dapat timbul karena adanya orientasi
    perorangan terhadap kelompoknya sendiri (ingin timnya menang) atau kelompok orang
    lain (ingin tim lawan kalah). Kerja sama merupakan bentuk interaksi sosial yang utama.
    Tanpa adanya kerja sama, mustahil manusia mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
    Kerja sama adalah proses saling mendekati dan bekerja sama antarindividu, antara individu
    dan kelompok, atau antarkelompok, dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan dan
    kebutuhan bersama.
    Kerja sama dapat kita temukan pada semua kelompok umur, mulai anak-anak sampai
    orang dewasa. Pada hakikatnya, kerja sama timbul apabila:
    (1) orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama,
    (2) masing-masing pihak menyadari bahwa mereka hanya mungkin memenuhi
    kepentingan-kepentingan mereka tersebut melalui kerja sama.

    b. Akomodasi
    Akomodasi adalah usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan.
    Akomodasi dilakukan dengan tujuan tercapainya kestabilan dan keharmonisan dalam
    kehidupan. Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan
    pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan
    kepribadiannya. Artinya, akomodasi merupakan bentuk penyelesaian tanpa
    mengorbankan salah satu pihak. Adakalanya, pertentangan yang terjadi sulit diatasi
    sehingga membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara. Misalnya, perkelahian antara
    dua orang siswa di sekolah. Guru dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua
    siswa setelah guru mempelajari penyebab terjadinya perkelahian.
    Adapun tujuan akomodasi adalah seperti berikut.
    (1) Mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok
    manusia sebagai akibat perbedaan paham.
    (2) Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara
    temporer.
    (3) Memungkinkan terwujudnya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yang
    hidupnya terpisah sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan.
    (4) Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah,
    misalnya lewat perkawinan campuran.

    c. Asimilasi
    Asimilasi merupakan bentuk proses sosial yang ditandai dengan adanya usahausaha
    mengurangi perbedaan-perbedaan di antara orang-orang atau kelompok manusia.
    Mereka tidak lagi merasa sebagai kelompok yang berbeda sebab mereka lebih
    mengutamakan kepentingan dan tujuan yang akan dicapai bersama. Bila kedua
    kelompok masyarakat telah mengadakan asimilasi, batas antara kedua kelompok
    masyarakat itu dapat hilang dan keduanya berbaur menjadi satu kelompok. Misalnya,
    orang Jawa yang bertransmigrasi ke Papua akan berasimilasi dengan penduduk setempat
    sehingga batas-batas antara kelompok masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu
    dengan lainnya. Banyak di antara mereka yang menikah dengan penduduk setempat.
    Proses asimilasi timbul bila terdapat hal-hal berikut.
    (1) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.
    (2) Orang perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung
    dan intensif untuk waktu lama.
    (3) Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masingmasing
    berubah dan saling menyesuaikan diri.
    Proses asimilasi dapat berlangsung dengan mudah atau dapat juga dihambat. Faktor
    yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah sebagai berikut.
    (1) Toleransi
    (2) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
    (3) Sikap menghargai kehadiran orang asing dan kebudayaannya
    (4) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
    (5) Memiliki persamaan historis dalam unsur-unsur kebudayaan
    (6) Perkawinan campuran antarkelompok yang berbeda
    (7) Adanya musuh bersama dari luar

    Adapun faktor-faktor yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi adalah
    seperti berikut.
    (1) Terisolasi kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
    (2) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi.
    (3) Adanya perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
    (4) Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi
    dibandingkan dengan kebudayaan golongan atau kelompoknya.
    (5) Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri fisik.
    (6) Adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok
    dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan (in-group feeling).
    (7) Apabila golongan minoritas mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang
    berkuasa.
    (8) Munculnya perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan
    pertentangan-pertentangan pribadi.

    d. Akulturasi
    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi percampuran dua
    kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi. Dalam akulturasi,
    sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu,
    sebagian berusaha menolak pengaruh itu. Contoh akulturasi yang mudah ditemui ialah
    dalam perbauran kebudayaan Hindu-Buddha dan kebudayaan Islam dengan
    kebudayaan asli Indonesia. Bentuk-bentuk akulturasi yang masih ditemukan saat ini
    misalnya upacara Sekaten, Gerebeg Maulid, dan lainnya.

    2. Interaksi Sosial Disosiatif
    Disosiatif merupakan kebalikan dari asosiatif. Bila pada proses sosial asosiatif lebih
    menekankan bentuk kerja sama, proses sosial disosiatif lebih ditekankan pada bentuk
    persaingan atau perlawanan.
    Terdapat tiga bentuk interaksi disasosiatif, yaitu persaingan, kontravensi, dan
    pertentangan.

    a. Persaingan
    Persaingan adalah suatu proses sosial yang terjadi di mana individu atau kelompok
    saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidangbidang
    tertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil. Misalnya,
    persaingan antara dua juara kelas di satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak
    dapat bintang sekolah. Kedua juara kelas itu akan belajar dengan sungguh-sungguh
    untuk mencapai gelar tersebut. Persaingan yang terjadi antara dua orang merupakan
    persaingan pribadi. Ada juga persaingan yang bersifat kelompok. Misalnya, persaingan
    antara Persipura Jayapura dan Persib Bandung dalam memperebutkan tempat di putaran
    final Liga Indonesia.
    Persaingan berlangsung dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa
    bentuk persaingan.
    (1) Persaingan ekonomi, contohnya perang iklan menawarkan produk, baik di media
    massa cetak maupun elektronik; persaingan memperoleh pekerjaan.
    (2) Persaingan kebudayaan, contohnya sinetron dan telenovela, peminat film Avatar
    lebih banyak daripada penggemar film Si Unyil, persaingan antara tontonan
    tradisional seperti wayang orang dan film-film di bioskop

    (3) Persaingan kedudukan dan peranan, misalnya persaingan antara para calon gubernur
    dan wakil gubernur dalam pilkada.
    (4) Persaingan ras, misalnya persaingan antara orang kulit putih dan orang kulit hitam
    di Afrika Selatan.

    b. Konflik
    Pertentangan adalah suatu proses sosial di mana seseorang atau kelompok dengan
    sadar atau tidak sadar menentang pihak lain yang disertai ancaman atau kekerasan untuk
    mencapai tujuan atau keinginannya. Konflik biasanya terjadi karena adanya perbedaan
    paham dan kepentingan. Hal ini dapat menimbulkan semacam gap (jurang pemisah)
    yang dapat mengganggu interaksi sosial di antara pihak-pihak yang bertikai.
    Pertentangan dapat terjadi pada semua lapisan masyarakat, individu atau kelompok,
    mulai dari lingkungan kecil sampai masyarakat luas. Pertentangan dapat timbul karena:
    (1) perbedaan pendapat, prinsip, aturan antarindividu
    (2) perbedaan adat istiadat, kebudayaan
    (3) perbedaan kepentingan politik, ekonomi, dan sosial
    (4) perubahan sosial, disorganisasi, dan disintegrasi

    c. Kontravensi
    Kontravensi ialah bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan
    pertentangan. Kontravensi ditandai dengan gejala adanya ketidakpuasan terhadap
    seseorang atau sesuatu. Sikap tersebut dapat terlihat jelas atau tersembunyi. Sikap
    tersembunyi tersebut dapat berbuah menjadi kebencian, akan tetapi tidak sampai menjadi
    pertentangan atau pertikaian.
    Menurut sifatnya, bentuk-bentuk kontravensi adalah sebagai berikut.
    (1) Umum: penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes,
    gangguan-gangguan, perbuatan kekerasan, dan mengacaukan rencana pihak lain.

    (2) Sederhana: menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui
    selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian kepada pihak
    lain.
    (3) Intensif: penghasutan, menyebarkan desas-desus, mengecewakan pihak-pihak lain.
    (4) Rahasia: mengumumkan rahasia pihak lain, perbuatan khianat.
    (5) Taktis: mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lain,
    memaksa pihak lain dengan kekerasan, provokasi, dan intimidasi.

  50. Agustina Fajarini says:

    Nama : Agustina Fajarini
    NIM : 2012-11-101
    Seksi : 02

    Interaksi Sosial yang bersifat Asosiatif :
    1. Kerja Sama
    Kerja sama antara petugas siskamling dengan warga kampung untuk menjaga keamanan lingkungan dari kejahatan dan warga kampung itu sendiri ikut dalam menjaga lingkungannya tersebut..
    Aksi : Petugas siskamling mengajak kerja sama dengan warganya untuk menjaga keamanan lingkungannya.
    Reaksi : Warga kampung itu ikut turut serta dalam menjaga keamanan lingkungannya tersebut.

    2. Akomodasi
    Perkelahian antara dua orang siswa di sekolah.
    Aksi : Guru dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua siswa setelah guru mempelajari penyebab terjadinya perkelahian karena perbedaan paham..
    Reaksi : Dua orang siswa tersebut mengurangi pertentangan dan saling meminta maaf.

    3. Asimilasi
    Aksi: Pergaulan antara orang-orang yang berbeda latar belakang budayanya.
    Reaksi : Mereka saling mencari persamaan atau saling menyesuaikan perilaku di antara mereka, sehingga muncul budaya bersama.

    4. Akulturasi
    Para petani yang semakin maju untuk mengolah sawahnya sekarang dengan menggunakan mesin traktor awalnya jarang digunakan oleh petani dan lambat laun petani akan menggunakan mesin traktor tersebut untuk mengolah sawahnya.
    Aksi : Masuknya alat-alat pertanian modern seperti traktor awalnya jarang digunakan oleh para petani di Indonesia.
    Reaksi : Sekarang semua petani di Indonesia menggunakan mesin traktor untuk mengolah sawah dengan mudah.

    Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif :
    1. Persaingan
    Persaingan antara dua orang di satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak jadi bintang sekolah.
    Aksi: Dua orang siswa tersebut harus membuktikan siapa yang layak dapat bintang sekolah.
    Reaksi : Kedua orang itu akan belajar dengan sungguh-sungguh dan rajin untuk mencapai gelar tersebut.

    2. Kontravensi
    Ada 1 orang yang tidak suka dengan kelompok lain, dan 1 orang itu menghasut temannya untuk membenci kelompok tersebut.
    Aksi : 1 orang menghasut temannya untuk membenci kelompok lain yang ia benci.
    Reaksi : Temannya tersebut membenci ke kelompok lain itu.

    3. Konflik
    Dalam sebuah tugas kelompok si A memberi tugas kepada si B tidak sebanding tugas si C, akibatnya terjadi konflik dengan anggota yang lainnya.
    Aksi : Si A member tugas kepada si B untuk diselesaikan tetapi tugas yang diberikan kepada si C tidak sebnading dengan si B.
    Reaksi : Si B berdebat dengan si A dan menimbulkan konflik antar anggota kelompok tersebut.

  51. Via Afriani says:

    Nama: Via Afriani
    NIM: 2012-12-048
    Seksi: 1

    contoh interaksi sosial bersifat asosiasi

    1. Kerja sama
    contoh interaksi sosial seperti kerja sama adalah hubungan antar pengusaha yang bergabung untuk menjalankan usahanya bersama.
    aksinya adalah pengusaha A mempunyai keahliah khusus yang tidak dimiliki pengusaha B begitu pula sebaliknya pengusaha B mempunyai keahlian khusus yang tidak dimiliki pengusaha A.
    reaksinya kedua pengusaha tersebut bergabung untu menjalanan usahanya bersama untuk mencapai tujuan bersama.

    2. Akuturasi
    contoh interaksi sosial seperti akuturasi adalah adanya aliran musik Jazz, Pop, Rock di indonesia yang dimana mayoritas penduduk indonesia menyukai musik dangdut.
    aksinya adalah indonesia bukan hanya aliran dangdut yang disuai oleh penduduk indonesia tetapi Rock, Jazz dan Pop juga banyak diminati dan disukai oleh penduduk indonesia.
    reaksinya banyak musisi yang mengkombinasikan antara Rock,Jazz dan Pop dengan aliran dangdut.

    3. Asimilasi
    contoh interaksi sosial seperti asimiasi adalah tukang pos dan perkembangan teknologi.
    aksinya semakin berkembang zaman perkembangan teknologi semain canggih sehingga adanya surel atau surat elektronik.
    reaksinya banyak orang yang beralih mengirimkan surat melaui surel dikarenakan cepat dan praktis.

    4. Akomodasi
    contoh interaksi sosial seperti akomodasi adalah seorang anak yang mencuri sandal pejabat dimasjid.
    aksinya adalah seorang anak mencuri sandal pejabat dimasjid.
    reaksinya adalah adanya pengadilan sebagai mediator penengah antara si anak dengan pejabat tersebut.

    contoh interaksi sosial bersifat disosiatif

    1. Persaingan
    contoh interaksi sosial seperti persaingan adalah si Andi dan si Anto yang tertarik pada wanita yang sama.
    aksinya andi dan anto sama- sama manyukai wanita yang sama.
    reaksinya mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkan wanita tersebut.

    2. Kontraversi
    contoh interaksi sosial seperti kontraversi adalah kesalah pahaman antara guru dan murid.
    aksinya si A dan si B sekelas, kerena sikap si B yang tidak disukai A maka si A memfitnah si B mencuri uang kas kelas.
    reaksinya si A melaporan B kepada guru.

    3. Konflik
    contoh interaksi sosial seperti konflik adalah klaim budaya indonesia oleh malaysia.
    aksinya adalah malaysia yang mengklaim kerajinan batik, reog ponorogo , tari pendet asal bali, angklung sebagai warisan budaya mereka.
    reaksina adalah indonesia sebagai pemilik kebudayaan tersebut tidak terima atas klaim dari malaysia dan akhirnya indonesia mendaftarkan kebudayaan tersebut sebagai warisan budaya indonesia dan akhirnya diakui oleh dunia bahwa kebudayaan tersebut merupakan warisan budaya indonesia.

  52. Melinda Febrina says:

    Nama: Melinda Febrina
    NIM: 201212003
    Jurusan Akuntansi
    Seksi 02

    yang bersifat asosiatif:
    Kerjasama : contohnya adalah dalam sebuah rapat RW ketua RW memberlakukan program siskamling atau ronda untuk menjaga keamanan lingkungan (aksi), warga lainnya ikut berpartisipasi dalam program tersebut sesuai dengan jadwalnya demi menjaga lingkungannya(reaksi).
    Akomodasi: misalnya buruh yang berdemo karena meminta kenaikan gaji oleh perusahaannya (aksi), manajer perusahaan tersebut memanggil perwakilan dari buruh tersebut untuk membicarakan jalan keluar yang terbaik (reaksi).
    Asimilasi: seorang mahasiswa indonesia peserta student exchange yang menetap di negara korea (aksi), mahasiswa tersebut belajar bahasa korea agar dapat berinteraksi dengan orang-orang di lingkungan barunya, ia berkomunikasi dengan bahasa korea dengan orang korea aslinya, namun tetap berbahasa indonesia dengan teman-teman sesama peserta dari indonesia(reaksi).
    Akulturasi: masuknya budaya musik korea ke indonesia menyebabkan banyak remaja indonesia yang menyanyikan lagu-lagu berbahasa korea(aksi). Namun ada sekelompok santri dari sebuah pesantren di daerah jawa tengah yang menjadikan lagu korea sebagai media dakwah dengan bahasa jawa(reaksi).

    yang bersifat disosiatif:
    Persaingan: perusahaan handphone samsung asal korea mengeluarkan handphone terbru dengan fitur canggih(aksi). Perusahaan handphone di China mengeluarkan handphone dengan fitur yang hampir sama dan dengan harga yang jauh lebih murah dibanding handphone keluaran samsung(reaksi). Sehingga terjadi persaingan.
    Kontravensi: hubungan yang terjadi dalam pertemanan, si A merasa si B lebih unggul dari dirinya(aksi), si A menyebarkan fitnah kepada teman-temannya bahwa si B pintar karena cara yang tidak jujur(reaksi).
    Konflik: misalnya seorang anak yang ingin mengambil jurusan akuntansi namun orang tuanya menyuruhnya mengambil jurusan kedokteran(aksi), hubungan orang tua dan anak menjadi jauh karena perbedaan paham mereka(reaksi).

  53. Jesisca says:

    A. Bentuk Interaksi Sosial Bersifat Asosiatif :
    1. Kerjasama
    Kerjasama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau
    sekelompok untuk mencapai tujuan bersama. Manusia memang mahluk
    sosial, mereka selalu membutuhkan satu sama lain. Kita ambil contoh
    sederhana ketika perayaan 17 Agustusan di sebuah desa. Umumnya dalam
    perayaan hari kemerdekaan sebuah negara, para warga menciptakan
    berbagai kegiatan untuk memperingati hari tersebut, seperti halnya di
    Indonesia. Dan salah satu perayaan yang umum ketika 17an adalah Panjat
    Pinang. Dari permainan Panjat Pinang itu kita bisa jadikan salah satu contoh
    bentuk kerjasama untuk menggapai/mengambil beberapa hadiah yang di
    taruh di atas pinang tentunya kita harus membutuhkan kerjasama karena
    tidak mungkin satu orang bisa langsung manjat ke atas tanpa bantuan yang
    lain. Maka dari itu, Panjat Pinang adalah salah satu contoh bentuk budaya
    kerjasama yang terjadi di lingkungan sehari hari.

    2. Akomodasi
    Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara
    pribadi dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
    Dilihat dari pengertian tersebut, kita bisa mengambil contoh bahwa
    musyawarah adalah salah satu bentuk budaya dalam meredakan
    pertentangan.

    3. Asimilasi
    Asimilasi adalah proses yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan
    latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam
    jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan
    berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai
    kebudayaan campuran. Ambilah contoh ketika sebuah keluarga Indonesia
    pindah ke Amerika. Walaupun mereka masih berbicara Indonesia pada tiap
    anggota keluarga namun mau tidak mau mereka pun harus menyesuaikan
    bahasa di lingkungan baru mereka, yaitu bahasa Inggris. Mungkin beberapa
    dari mereka menjadi lancar berbahasa Inggris, begitu juga nantinya turunan
    mereka menjadi billingual dan kemungkinan puluhan taun kemudian ketika
    mereka sudah mendiami tempatnya begitu lama, lambat laun mereka pun
    akan semakin jarang berbicara bahasa asli mereka.

    4. Akulturasi
    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok
    masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan
    unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat
    laun unsur-unsur asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri
    tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
    Banyak sekali yang bisa diambil contoh di Indonesia ini, banyak sekali budaya
    barat masuk dan ada sebagian diterima namun ada juga beberapa yang tidak
    diterima karena tidak cocok dengan tradisi adat ketimuran kita. Kita ambil
    contoh beberapa makanan barat yang masuk ke Indonesia, seperti pizza,
    fried chicken, humburger, spaghetti dll. Meskipun begitu banyak restaurant
    cepat saji atau fast food yang berlebel dari barat namun masih banyak juga
    rumah makan khas Indonesia yang tentunya menyajikan berbagai masakan
    Indonesia, seperti rumah makan padang, jawa, sunda dan lainya. Ini
    menunjukan bahwa memang ada terjadinya akulturasi di Indonesia namun itu
    tidak mengakibatkan budaya kita sendiri luntur.

    B. Bentuk Interkasi Sosial Bersifat Disosiatif
    1. Persaingan
    Persaingan atau kompetisi merupakan suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau
    kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif,
    tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya. Kita ambil saja
    contoh ketika pemilihan Pemerintah di negara kita yaitu Indonesia, banyaknya partai
    partai yang bersaing dengan logo partai mereka masing-masing agar dapat dipilih oleh
    rakyat.

    2. Kontravensi
    Kontravensi adalah sikap menentang secara tersembunyi, agar tidak sampai
    terjadi perselisihan secara terbuka. Penyebabnya adalah perbedaan pendirian antara dua
    belah pihak. Contonya yaitu seperti fitnah dan pencemaran nama baik orang atau
    kelompok.

    3. Konflik
    Konflik adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu,
    akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga
    menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial
    di antara mereka yang bertikai tersebut. Contohnya yaitu banyaknya tawuran antar
    pelajar, kita sebut saja pelanjar ibu kota yaitu Jakarta. Seperti yang kita ketahui di
    Jakarta banyak sekali terjadi tawuran antar pelajar hanya karena hal kecil.

    Nama : Jesisca
    NIM : 201211284
    Fakultas : Ekonomi
    Jurusan : Manajemen
    Tahun Ajaran : 2012

  54. Siti Choirunnisa says:

    SITI CHOIRUNNISA
    2012-12-210
    AKUNTANSI

    Contoh Interaksi Sosial yang Bersifat Asosiatif
    1. Kerjasama
    Aksinya apabila suatu keluarga akan pindah rumah dari rumah lama ke rumah baru.
    Reksinya, keluarga tersebut harus saling membantu satu sama lain dalam hal memindahkan atau membereskan barang atau perabot yang ada dirumah.

    2. Akomodasi
    Aksinya saya mempunyai keponakan apabila sedang berkumpul dirumah mereka seringkali bertengakar memperebutkan suatu permainan yang ada dirumah saya
    Reaksinya saya sebagai seorang tante harus bisa menyelesaikan masalah mereka agar mereka tidak bertengkar atau memperebutkan permainan lagi dengan cara menertibkan mereka agar mau bergantian.

    3. Asimilasi
    Aksinya, teman saya aslinya adalah orang Batak orangtuanya pindah ke Jakarta
    Reaksinya, saat ini teman saya bahasanya menjadi “aneh”

    4. Akulturasi
    Aksinya, baju batik seringkali dianggap kurang modern karena sering dianggap baju zaman dulu dan kurang modern.
    Reaksinya, saat ini baju batik mulai di ubah menjadi lebih modern agar baju batik bisa digunakan dimana saja bahkan pada saat ke mall

    Contoh Interaksi Sosial yang Bersifat Disosiatif
    1. Persaingan
    Aksinya setiap bulan ramadhan ayah lia memberikan tantangan kepada lia dan sena agar dapat menyelesaikan tamat Al Quran sebelum bulan ramadhan berakhir, siapa yang selesai terlebih dahulu tamat Al Quran akan diberikan hadiah.
    Reaksinya, lia dan sena setiap hari berlomba lomba mengaji agar dapat hadiah yang dijanjikan ayahnya.

    2. Kontraversi
    Aksinya menurut lia apabila seorang wanita ingin shalat dzuhurharus menunggu pria selesai shalat jumat baru wanita bisa melaksanakan shalat dzuhur tetapi menurut sena tidak apa apa shalat dzuhur saja apabial sudah waktunya. Karena itu mereka bereda pendapat.
    Reaksinya sena tidak setuju dengan pendapat lia mereka tetap teguh dengan endapat mereka masing-masing.

    3. Konflik
    Aksinya,seorang warga kampung D mengejek salah satu warga kampung E
    Reaksinya, warga kampung E merasa tersinggung dengan ejekan tersebut sehingga terjadi pertikaian.

  55. Resty Kusumaningrum says:

    Nama : Resty Kusumaningrum
    NIM : 2012-12-261
    Jurusan : Akuntansi
    Seksi : 02

    A.Interaksi Sosial yang bersifat Asosiatif
    1. Kerja sama
    Adalah suatu hubungan yang dilakukan oleh seserang atau kelompok guna mencapai tujuan bersama.
    Contoh :
    Aksi : pemerintah menerapkan rambu – rambu lalu lintas

    Reaksi : pengguna jalan raya harus mematuhi tata tertib tersebut.
    *tujuan bersama : tercipta keamanan dan kelancaran dalam berkendara

    2. Akomodasi
    Adalah proses penyesuaian diri dalam suatu interaksi social untuk tidak saling menggangu dengan cara mencegah / mengurangi atau menghentikan ketegangan yang muncul sehingga tercapai kestabilan dan kedamaian.

    Contoh :

    Aksi : saat bulan Ramadha tiba, orang beragama Islam menjalankan Ibadah puasa.

    Reaksi : orang beragama lain berupaya untuk menghormati atau menghargai mereka dengan cara tidak dengan sengaja makan atau minum di tempat umum.

    *tujuan : tidak tercipta pertikaian atau pertentangan.

    3. Asimilasi
    Akan timbul apabila terdapat interaksi antar pelaku sosisal di mana di dalamnya terdapat latar belakang perbedaan budaya yang dilakukan secara terus menerus dan dalam waktu yang lama.sehingga terjadi penyesuaian terhadap budaya masing – masing kemudian tercipta kebudayaan baru yang merupakan hasil percampuran kedua budaya tersebut.
    Contoh :

    Aksi : masuknya budaya Barat yang sering memakan makanan berbahan gandum atau roti, ke dalam budaya Indonesia yang makanannya berbahan beras atau nasi.

    Reaksi : warga negara Indonesia mencoba menyesuaiakan diri dengan budaya barat tersebut dengan menciptakan burger nasi yang bisa di konsumsi oleh masyarakat luas.

    4. Akulturasi
    Adalah proses masuknya budaya asing ke dalam suatu kelompok yang memiliki latar budaya sendiri.dan kemudian kebudayaan itu diterima oleh kelompok tersebut, membaur, dan digunakan sehingga tercipta budaya baru yang merupakan campuran dari kedua budaya itu tanpa menghilangkan unsur asli kedua budaya itu.
    Contoh :

    Aksi : masuknya pedagang dari Gujarat atau india ke Indonesia khususnya tanah Jawa dengan
    membawa budaya hindu mereka.

    Reaksi : orang jawa menerima budaya tersebut dan mengalami penyesuaian yang tadinya memiliki seni budaya Wayang Kulit namun tokoh yang digunakan yaitu Rama dan Shinta yang merupakan suatu tokoh yang dianggap nyata dalam budaya India.

    *Seni budaya baru tersebut tidak menghilangkan budaya aslinya.Seni budaya dari Jawa masih berupa wayang kulit,dan budaya India berupa Rama dan Shinta.

    B.Interaksi Sosial yang bersifat Dissosiatif
    1) Persaingan
    Adalah suatu upaya individu atau kelompok sosial untuk tetap bertahan dengan tujuan memperoleh kemenangan tanpa menimbulkan ancaman ataupun kekerasan dalam pihak lawan.

    Contoh :

    Aksi : diadakannya race MotoGp oleh instansi asosiasi cabang otomotif dunia.

    Reaksi: banyak rider dari berbagai belahan dunia yang mengikuti lomba motogp untuk bersaing dalam perebutan gelar Juara Dunia.

    2) Kontravensi
    Kontravensi ditandai dengan adanya ketidakpastian, ketidakpuasan, perasaan benci yang disembunyikan, keragu-raguan, perasaan tidak suka, individu / kelompok terhadap individu / kelompok lain.
    Contoh

    Aksi : Permainan Kaka’ yang dianggap kurang berkontribusi besar terhadap Madrid karena cedera yang dia alami pada awal musim.

    Reaksi: Real Madrid kurang puas dengan kontribusi Kaka’ sehingga akan menjualnya ke club lain.

    3) Konflik
    Adalah keadaan sosial dimana adanya perbedaan paham atau pemikiran yang mendasar sehimgga tercipta jurang pemisah antar individu atau kelompok yang dapat menghambat proses sosial.
    Contoh

    Aksi : Jose Mourinho beranggapan bahwa Real Madrid paling cocok menggunakan formasi 4-3-2-1

    Reaksi : Pemain Madrid merasa tidak nyaman dengan formasi yang digunakan Mourinho,sehingga ada konflik internal atau sedikit perpecahan dalam club tersebut.

  56. suryanib says:

    NAMA : SURYANI BR SIHITE
    NIM : 2012-12-058
    Jurusan : AKUNTANSI
    SEKSI : 01

    Interaksi sosial yang bersifat asosiatif:
    A. Kerja Sama
    Ilustrasi : Kerja Sama antara Sekolah dengan Masyarakat.
    Aksi : Membantu anak dalam bidang pengajaran.
    Reaksi : Apabila orang tua belum mengerti tugas yang di berikan guru kepada anaknya, orang tua dapat menanyakan langsung pada gurunya atau mendampingi anak dalam mencari informasi seperti internet.

    B. Akomodasi
    Ilustrasi : Persengketaan antar negara tentang batas wilayah perairan.
    Aksi : Seperti Indonesia dengan Malaysia tentang Pulau Sipadan dan Lingitan.
    Reaksi : Diserahkan kepada Mahkamah Internasional pada tahun 2003 dan dimenangkan oleh Malyasia.

    C. Asimilasi
    Ilustrasi : Orang cina yang tinggal di Amerika Serikat
    Aksi : Warga-warga Cina biasanya di panggil dengan American Born Chinese sudah tidak berbicara dengan bahasa cina, hanya saja sedikit jumlahnya dan mungkin tidak fasih lagi.
    Reaksi : Selain bahasa sudah berbeda, makanan yang mereka konsumsi sudah berbeda karena adanya pengaruh budaya asli Amerika.

    D. Akulturasi
    Aksi : Masyarakat pendatang berkomunikasi dengan masyarakat setempat dalam acara syukuran.
    Reaksi : Secara tidak langsung masyarakat pendatang berkomunikasi berdasarkan kebudayaan tertentu milik mereka untuk menjalin kerja sama atau mempengaruhi kebudayaan setempat tanpa menghilangkan kebudayaan setempat.

    Interaksi sosial yang bersifat disosiatif:
    A. Persaingan
    Aksi : Persaingan para calon kepala desa untuk mendapatkan kursi kepala desa.
    Reaksi : Mereka bersaing secara terbuka bahkan ada yang menimbulkan konflik terutama antar pendukung untuk mendapatkan kursi atau kedudukan yang diinginkan.

    B. Kontravensi
    Aksi : Ketua BEM mempunyai suatu rencana, tetapi salah satu fakultas kurang setuju terhadap rencana tersebut.
    Reaksi : Sehingga berkembang rasa tidak suka atau benci namun disembunyikan.

    C.Konflik
    Ilustrasi : Konflik anak-anak yang putus sekolah dikarenakan membantu orang tuanya.
    Aksi : Sasa adalah siswa SMP yang membantu orang tua bekerja, tetapi ia terjebak menjadi pekerja permanen dan akhirnya putus sekolah
    Reaksi : Pemerintah dan sekolah memberikan Bantuan Operasional Sekolah itu belum cukup tetapi mesti memikirkan pemberian beasiswa tambhan untuk pembelian seragam dan alat tulis serta biaya transportasi dari rumah ke sekolah.

  57. Ivan Rusdiyanto says:

    Nama : Ivan Rusdiyanto
    Nim : 2012-12-072
    Jurusan : Akuntansi
    Seksi : 2 (Dua)

    * Bentuk Interaksi sosial yang bersifat asosiatif:
     Kerjsama
    Contoh :Pak Lurah memberitahukan kepada warganya untuk membersihkan
    lingkungan agar tidak terjadi banjir.
    - Aksi : Warga saling bergotong royong satu sama lain.
    - Reaksi : Lingkungan Tersebut menjadi bersih.
     Akomodasi
    Contoh :Perusahaan A menaikkan gaji karyawan sedangkan Perusahaan B tidak
    menaikkan gaji karyawannya.
    - Aksi :karyawan B berdemo untuk meminta kenaikan gaji.
    - Reaksi :Pemilik perusahaan mempertimbangkan permintaan gaji karyawan.

     Asimilasi
    Contoh :Ada dua orang pemuda yang bersahabatan yang satu kaya dan yang satu lagi
    miskin,mereka sangat berbeda dengan tata cara makan yaitu orang kaya
    makan dengan sendok dan garpu sedangkan orang miskin hanya memakai
    tangan saja .
    - Aksi :di saat ada resepsi pernikahan dua orang yang bersahabat itu di undang dan
    makan bersamaan,otomatis si miskin mengikuti tata cara makan yang bener
    dengan menggunakan sendok dan garpu.
    - Reaksi :si miskin diterima di acara resepsi pernikahan tersebut.

     Akulturasi
    Contoh :Ada 2 orang yang berteman mempunyai kebiasaan berbeda, yang A
    merokok dan yang B tidak merokok tetapi mereka selalu bermain
    bersama.
    - Aksi :si A merokok pada saat tidak bersama si B.
    - Reaksi :si A mengurang dengan tidak merokok pada saat bersamaan dengan si B.

    * Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:

     Persaingan
    Contoh : Seorang kakak bersaing dengan adiknya untuk memperebutkan hati
    Mukhlis, maka sang kakak tak mau kalah oleh adiknya untuk mengambil
    hati Mukhlis.
    - Aksi :Sang kakak dan adiknya bersaing secara positif untuk memperebutkan
    hati Mukhlis.
    - Reaksi :akhirnya salah satu dari mereka mendapatkan hati Mukhlis.

     Kontravensi
    Contoh :Roy berhasil menjadi juara catur tingkat internasional, Firdaus salah
    satu teman Roy sangat benci kepada Roy maka Firdaus menyebarkan
    berita bohong bahwa Roy menang dengan bantuan juri.
    - Aksi :Roy berhasil menjadi juara catur tingkat internasional
    - Reaksi :Akhirnya Firdaus sangat benci kepada Roy

     Konflik
    Contoh :Firdaus Kalah Bermain Play Station dengan Ivan, karena kalah Firdaus
    mengajak Ivan ribut dan Firdaus mengira Ivan Bermain Curang.
    - Aksi :Firdaus kalah bermain Play Station dengan Ivan.
    - Reaksi :Firdaus mengajak ivan ribut dan mengira Ivan bermain curang.

  58. Mukhlis Lahuddiin says:

    NAMA = MUKHLIS LAHUDDIIN
    NIM = 2012-12-067
    SEKSI = Dua (2)

    * Bentuk Interaksi sosial yang bersifat asosiatif:

    A.Kerja sama
    Contohnya: Di dalam rumah antara kakak dan adik untuk membantu menelesaikan pekerjaan rumah (membantu ibu).Kakak membantu ibu membuang sampah dan menyapu di rumah sedangkan adik membantu mencuci piring dan bersih-bersih rumah umtuk suatu tujuan yang samayaitu untuk membersihkan rumah.
    Aksinya : Kakak dan adik membantu menyelesaikan pekerjaan rumah.
    Reaksinya : Ibu merasa senang karena kakak dan adik sudah bias membantu pekerjaa rumah, dan ibu pun memberikan uang jajan lebih terhadap keduanya.

    B. Akomodasi
    Contohnya: Perdebatan antara wakil perusahaan dan wakil para buruh yang baru-baru ini terjadi,yang memperdebatkan tentang UMR (Upah Minimum Rasional).Di mana para buruh meminta yang di wakili oleh seorang buruh agar UMR dinaikan, tetapi pihak dari perusahaan tidak mau menaikan sesuai dengan permintaan para buruh. Karena wakil dari para buruh memperhitungkan buruh yang sudah menikah dan mempunyai anak dalam kata lain sudah memiliki tanggungan, sedangkan pihak dari perusahaan hanya memperhitungkan buruh yang baru keluar dari sekolah dalam kata lain mereka masih belum memiliki tanggungan. sehingga di perlukan seorang moderator untuk enengahi perdebatan atara kedua belah pihak sehingga tercapai suatu persetujuan baru yang dapat di terima oleh kedua belah pihak.
    Aksinya: Moderator yang berusaha menangahi perdebatan antara kedua belah pihak.
    Reaksinya: mendapat sambutan baik dari kedua belah pihak, sehingga kedua belah pihak yang berdebat dapat mencapai suatu kesepakatan bersama.

    C. Asimilasi
    Contohnya: perkawinan dua suku yang berbeda misalnya orang jawa dan orang sunda menikah di daerah Jakarta maka ke dua orang tersebut bisa memakai kedua adatistiadat mereka di dalam pernikahan mreka yang bisa diterima di lingkungan masyarakat sekitarnya.
    Aksinya: mempersatukan dua adat sitiadat di dalam satu resepsi pernikahan.
    Reaksinya: dapat di terima oleh masyarakat yang mengikuti acara resepsi pernikahanny.

    D. Akulturasi
    Contohnya: Toni sangat senang jalan-jalan saat sedang kumpul-kumpul bersama kawan-kawannya dia selalu mengajak semua temannya untuk jalan-jalan berkeliling, tetapi ada beberapa temannya yang tidak suka jalan-jalan, maka mereka pun menetep di suatu tempat untuk ngobrol-ngobrol.
    Aksinya: Toni sudah jarang untuk mengajak teman-temannya untuk kerumahnya dan ngobrol dengan kawan-kawannya,agar tidak jauh berpergian untuk jalan-jalan.
    Reaksinya: kawan-kawan Toni menerima karena mreka sedang malas berpergian keluar rumah.

    * Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:

    A. Persaingan:
    Contohnya: Dua orang pembalap atau lebih disuatu ajang kejuaraan dimana mereka melakukan persaingan yang ketat yang di miliki oleh setiap pembalap untuk menjadi yang tercepat dan menjadi juara di ajang kompetisi tersebut.
    Aksinya: Setiap pembalap dan timnya saling menunjukan performa terbaiknya baik di lintasan maupun di dalam bengkelnya.
    Reaksinya: Terjadi persaingan di lintasan balapan oleh para pembalap sehingga menjadi lebih menarik untuk di oleh para penonton yang menginginkan pertandingan yang menarik.

    B. Kontravensi
    Contohnya: Dua orang artrist yang bersaing tetapi dengan persaingan yang tidak sehat dengan tujuan yang sama,sama-sama ingin menjatuhkan saingannya dengan pers baik melalui televisi maupun surat kabar yang beredar dimasyarakat.
    Aksinya: artrist itu sama-sama saling menjatuhkan melalui media umum,(televisi, surat kabar) yang beredar dimasyarakat luas.
    Reaksinya: Masyarakat mungkin ada ada yang mendukung salah satunya dengan alas an tersendiri bahkan ada juga yang tidak peduli dengan kabar tersebut, karna mereka mengira artrist tersebut hanya membuat kontravensi supaya pamor mreka naik dengan mengorbankan pamor orang lain.

    C. Konflik
    Contohnya: Bangunan-bangunan liar yang berdiri dilahan sengketa sehingga menjadi perdebatan antara pemilik sah tanah dengan para pemilik bangunan liar. Sehingga biasanya sang pemilik sah tanah menyewa jasa petugas satpol PP, untuk menertibkan bangunan-bangunan liar tersebut.
    Aksinya: Sang pemilik tanah berusaha untuk mengambil haknya atas tanah tersebut dari para pemilik bangunan-bangunan liar.
    Reaksinya: Mendapat perlawanan dari para pemilik bangunan liar. Dimana mereka tidak mau tempat tinggalnya di gusur oleh satpol PP.

  59. suryatib says:

    Nama : Suryati br Sihite
    Nim : 201212057
    Jurusan : Akuntansi
    Seksi : 01

    Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:

    Kerjasama
    aksi : Adanya peraturan UU tentang pemberantasan korupsi.
    reaksi : Pemerintah mendukung peraturan tersebut, karena bisa membuat kita semua takut akan hukum dan tidak korupsi lagi.

    Akomodasi
    aksi : Terjadinya keributan antara Pengendara motor dan supir kopaja dijalan raya, di karenakan supir kopaja menabrak si pengendara motor.
    reaksi : seorang pemumpang langsung meredakan keributan antara pengendara motor dan supir kopaja.

    Asimilasi
    aksi : Adanya para pedagang Tionghoa yang tinggal di daerah Tapanuli.
    reaksi : sehingga mereka berusaha belajar bahasa Batak dan menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat karena dianggap menguntungkan bagi usaha perdagangan mereka.

    Akulturasi
    aksi : Masjid Angke mempunyai perpaduan arsitektur dari jawa, cina dan eropa.
    reaksi : Masjid tersebut menjadi masjid tertua.

    Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:

    Persaingan
    aksi : Bangsa Portugis menyebarkan agama Kristen Katholik dan Bangsa Belanda datang untuk menyebarkan Kristen protestan di Indonesia.
    reaksi : Jadi, Agama Kristen Katholik maupun Kristen Protestan menjadi salah satu agama di Indonesia.

    Kontravensi
    Luna maya mencerca wartawan karena terus menanyakan hal yang menurutnya menjadi pribadi dan tidak untuk konsumsi umum
    aksi : Luna maya mencerca wartawan
    reaksi : luna maya tidak mau masalah tersebut di komsumsi oleh publik.

    Konflik
    aksi : Pertikaian Suku Dayak dan Suku Madura.
    reaksi : Perbedaan adat istiadat di suatu daerah sangat berbeda-beda dan segera diselesaikan dengan cara musyawarah, agar tidak terjadi lagi pertikaian tersebut.

  60. Ivan Rusdiyanto says:

    Nama : Ivan Rusdiyanto
    Nim : 2012-12-072
    Jurusan : Akuntansi
    Seksi : 2 (Dua)

    * Bentuk Interaksi sosial yang bersifat asosiatif:
     Kerja sama
    Contoh :Pak Lurah memberitahukan kepada warganya untuk
    membersihkan lingkungan agar tidak terjadi banjir.
    - Aksi : Warga saling bergotong royong satu sama lain.
    - Reaksi : Lingkungan Tersebut menjadi bersih.

     Akomodasi
    Contoh :Perusahaan A menaikkan gaji karyawan sedangkan Perusahaan B tidak
    menaikkan gaji karyawannya.
    - Aksi : karyawan B berdemo untuk meminta kenaikan gaji.
    - Reaksi : Pemilik perusahaan mempertimbangkan permintaan gaji karyawan.

     Asimilasi
    Contoh :Ada dua orang pemuda yang bersahabatan yang satu kaya dan yang satu lagi
    miskin,mereka sangat berbeda dengan tata cara makan yaitu orang kaya
    makan dengan sendok dan garpu sedangkan orang miskin hanya memakai
    tangan saja .
    - Aksi :di saat ada resepsi pernikahan dua orang yang bersahabat itu di undang dan
    makan bersamaan,otomatis si miskin mengikuti tata cara makan yang bener
    dengan menggunakan sendok dan garpu.
    - Reaksi :si miskin diterima di acara resepsi pernikahan tersebut.

     Akulturasi
    Contoh :Ada 2 orang yang berteman mempunyai kebiasaan berbeda, yang A
    merokok dan yang B tidak merokok tetapi mereka selalu bermain
    bersama.
    - Aksi :si A merokok pada saat tidak bersama si B.
    - Reaksi :si A mengurang dengan tidak merokok pada saat bersamaan dengan si B.

    * Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:

     Persaingan
    Contoh : Seorang kakak bersaing dengan adiknya untuk memperebutkan hati
    Mukhlis, maka sang kakak tak mau kalah oleh adiknya untuk
    mengambil hati Mukhlis.
    - Aksi : Sang kakak dan adiknya bersaing secara positif untuk
    memperebutkan hati Mukhlis.
    - Reaksi : akhirnya salah satu dari mereka mendapatkan hati Mukhlis.

     Kontravensi
    Contoh : Roy berhasil menjadi juara catur tingkat internasional, Firdaus salah
    satu teman Roy sangat benci kepada Roy maka Firdaus
    menyebarkan berita bohong bahwa Roy menang dengan bantuan
    juri.
    - Aksi : Roy berhasil menjadi juara catur tingkat internasional
    - Reaksi : Akhirnya Firdaus sangat benci kepada Roy

     Konflik
    Contoh : Firdaus Kalah Bermain Play Station dengan Ivan, karena kalah
    Firdaus mengajak Ivan ribut dan Firdaus mengira Ivan Bermain
    Curang.
    - Aksi : Firdaus kalah bermain Play Station dengan Ivan.
    - Reaksi : Firdaus mengajak ivan ribut dan mengira Ivan bermain curang.

  61. Nina Oktafia says:

    Nama : Nina Oktafia
    NIM : 201211093
    Jurusan : Manajemen
    Seksi : 02
    Contoh Interaksi sosial yang bersifat asosiatif
    1. Kerjasama
    Ilustrasi: Kerjasama antara pihak perusahaan dan pemasok
    Aksi : Pihak perusahaan meminta kepada pihak pemasok untuk menyediakan bahan baku yang diperlukan untuk kelangsungan produksi pihak perusahaan.
    Reaksi : Pihak pemasok memenuhi keinginan pihak perusahaan, sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan.
    2. Akomodasi
    Ilustrasi : Terjadinya masalah antara karyawan dengan kebijakan perusahaan dalam pemotongan gaji.
    Aksi : Para karyawan unjuk rasa didepan persahaanya untuk untuk memprotes kebijakan pemotongan gaji kerena dianggap merugikannya.
    Reaksi : Perwakilan dari pihak perusahaan meredakan demo karwayan dengan meberikan kebijakan alternative yang tidak merugikan karyawannya.
    3. Asimilasi
    Ilustrasi : Ada dua sahabat yang memiliki hobi fasion dengan tema yang berbeda.
    Aksi : sahabat yang pertama menyukai fashion yang berhubungan dengan motif-motif batik khas Indonesia sedangkan sahabat yang kedua menyukai fashion yang berhubungan dengan motif-motif bunga sakura dari Negara Jepang.
    Reaksi : Terjadinya pencampuran budaya antara dua orang sahabat tersebut, sehinnga dapat menciptakan fashion yang unik yaitu penggabungan antara batik dan bunga sakura.
    4. Akulturasi
    Ilustrasi : Adanya ajang Miss Indonesia yang berasal dari budaya barat.
    Aksi : Para wanita Indonesia berebut untuk mengikuli ajang tersebut.
    Reaksi : Karena ajang tersebut tetap kental dengan budaya Indonesia, sehingga para peserta dapat mengikutinya.
    Contoh Interaksi social desosiatif:
    1. Persaingan
    Ilustrasi : Lomba debat tingkat nasional.
    Aksi :Para peserta dituntut untuk memberikan argument pro dan kontra sebaik mungkin agar menjadi juara.
    Reaksi : Para peserta akan lebih baik dalam memberikan argumennya.
    2. Kontravensi
    Ilustrasi : antara dua orang mahasiswa
    Aksi : Si A tidak suka dengan kelakuan si B yang menurutnya selalu menyindirnya memamerkan harta orang tuanya.
    Reaksi : Si B marah akan sikap A yang menurutnya mecemarkan nama baiknya.
    3. Konflik
    Ilustrasi : Kiricuhan yang terjadi di dalam konser musik.
    Aksi : Para peserta yang mabuk tidak dapat mengendalikan dirinya ketika terganggu oleh peserta lainnya.
    Reaksi : Terjadinya petengkaran antara sesama penonton musik.

  62. rizka herning meidiana 2011-11-048 says:

    Nama: Rizka Herning Meidiana
    NIM: 2011-11-048

    Interaksi sosial pada hakikatnya terbagi menjadi 2 yaitu:
    Proses asosiatif
    Proses Disasosiatif

    Proses Asosiatif merupakan bentuk-bentuk interaksi yang bertujuan menyatukan anggota-anggota masyarakat. Proses asosiatif dibedakan menjadi 4, yaitu:
    Kerjasama (Cooperation)
    Kerjasama adalah suatu usaha bersama antara perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan. Bentuk-bentuk kerjasama antara lain:
    Kerukunan yang mencangkup gotong royong, Contohnya: gotong royong yang dilakukan suatu desa untuk membangun salah satu rumah warga desa.
    Bargaining, yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih. Contohnya: Bargaining antara pemerintah Indonesia dan Thailand mengenai pertukaran minyak bumi dengan beras.
    Kooptasi, yaitu proses penerimaan unsure-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sbg salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan organisasi. Contohnya: pemerintah membuat UU mengenai anti korupsi dan juga mendirikan KPK guna menghindari keguncangan akibat korupsi
    Koalisi, yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Contohnya: koalisi beberapa partai politik untuk mencalonkan diri sbg Bupati atau Presiden
    Joint Venture, yaitu kerja sama antara beberapa organisasi dalam mengusahakan proyek-proyek tertentu. Contohnya: antara Indonesia dengan Amerika dalam pengeboran minyak di Cepu.

    Akomodasi
    Akomodasi adalah Akomodasi dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang menunjuk terciptanya keseimbangan dalam hubungan-hubungan sosial antarindividu dan kelompok-kelompok sehubungan dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Sebagai suatu proses, akomodasi menunjuk kepada usaha-usaha manusia untuk meredakan pertentangan-pertentangan atau usaha-usaha untuk mencapai kestabilan interaksi sosial.

    Contohnya: ada C yang sedang berantem dengan D karena suatu masalah, biasanya karena kontroversi. Kemudian ada E yang merupakan sahabat C dan D, ngga tahan ngeliat keduanya ga bisa akur lagi. Kemudian E mengajak C dan D untuk berdiskusi secara terbuka dan dingin, atau bisa juga E mengubah pendirian keduanya entah bagaimana itu, sehingga C dan D merasa lebih baik dan mau bertemu kemudian berbaikan.

    Akulturasi
    Akulturasi adalah Akulturasi merupakan proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya, tanpa menghilangkan sifat khas kepribadian kebudayaan asli.
    Contohnya: adat Sekaten yang merupakan percampuran antara budaya Islam dengan budaya Jawa.. di mana struktur dari keduanya masih dapat terlihat walaupun sudah bercampur. Coba lihat adat sekaten

    Asimilasi
    Asimilasi adalah proses sosial tingkat lanjut yang timbul apabila terdapat golongan-golongan manusia yang mempunyai latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda, saling berinteraksi dan bergaul secara langsung dan intensif dalam waktu yang lama, dan kebudayaan-kebudayaan golongan-golongan tadi masingmasing berubah sifatnya yang khas menjadi unsur-unsur kebudayaan yang baru, yang berbeda dengan aslinya.
    Contohnya: imigran meksiko yang pergi ke USA untuk mencari kerja. Di awal kedatangan mereka ke USA, mereka selalu ditolak dan dianggap mengganggu keberadaannya disana. Beberapa penyebab penolakana terhadap mereka adalah masalah bahasa dan mereka dianggap sebagai masyarakat kumuh oleh penduduk asli di USA. Tapi akhirnya mereka sekarang menjadi salah satu etnis yang unggul di USA.

    Proses Disasosiatif merupakan cara yang bertentangan dengan seseorang atau kelompok untuk mencapai satu tujuan.
    Persaingan
    Persaingan adalah suatu proses sosial dimana ada dua pihak atau lebih saling berbuat atau berlomba untuk mencapai suatu kemenangan.
    Contohnya: Persaingan antara si A dan si B di kelas demi mencapai nilai tertinggi demi menjadi juara kelas.

    Kontravensi
    Kontravensi adalah merupakan bentuk sosial yang berada di antara persaingan dan pertikaian, hal ini ditandai dengan ketidakpastian, keraguan, dan penolakan yang tidak diungkapkan secara terbuka sehingga terjadi pertikaian.
    Contohnya: adanya pencemaran nama baik

    Konflik
    Konflik adalah proses sosial dimana individu ataupun kelompok berusaha memenuhgi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman atau kekerasan.
    Contohnya: Konflik yang terjadi di Poso yang berkaitan dengan etnis, ras, dan agama.

  63. Riska Gusviani says:

    Riska Gusviani
    Akuntansi
    2012-12-190

    Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Asosiatif:
    1. Kerja sama
    Contoh: panitia karang taruna saat tujuh belasan.
    Aksi : semua para panitia bekerja keras menyusun acara untuk menyelenggarakan perlombaan.
    Reaksi : para warga sekitar merespon dan ikut berpartisipasi dalam perlombaan tersebut.

    2. Asimilasi
    Contoh : Bahasa Singlish, percampuran bahasa di Singapura. Jadi, dulu sebelum terciptanya Bahasa Singlish. Negara Singapura menggunakan Bahasa Melayu, Mandarin, Inggris dan pada akhirnya karna beragam tutur bahasa di Singapura, terbentuklah Bahasa Singlish
    Aksi : banyaknya ragam bahasa yang di gunakan dinegara Singapura sehingga, menimbulkan reaksi.
    Reaksi : terbentuklah bahasa baru dari aneka ragam bahasa tersebut yaitu, Bahasa Singlish.

    3. Akulturasi
    Contoh : tahlilan. Tahlilan sebenarnya bukan budaya Islam sewaktu Islam masuk ke Indonesia. Dan saat ini budaya Tahlilan tersebut tidak hilang tetapi malah diakulturasikan ke Islam dan masyarakatpun menerimanya.
    Aksi : pada saat budaya Tahlilan di perkenalkan atau di biasakan.
    Reaksi : di respon dengan baik, sehingga banyak masyarakat Muslim menggunakan budaya Tahlilan tersebut.

    4. Akomodasi
    Contoh : pertengkaran antara kakak dan adik. Dan orang tua nya sebagai penengah agar mereka tidak bertengkar lagi karna mereka itu bersaudara.
    Aksi : saat pertengkaran kakak dan adik tersebut.
    Reaksi : saat orang tua mereka menengahi dan menasehati, sehingga mereka tidak bertengkar lagi.

    Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disasosiatif:
    1. Persaingan
    Contoh : persaingan antara produk Apple dan Samsung, yang berlomba-lomba menciptkan sesuatu produk agar diminati oleh masyarakat banyak.
    Aksi : kedua produsen tersebut berlomba untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik agar masyarakat berminat.
    Reaksi : masyarakat berminat untuk membeli produk yang dianggap paling baik dan paling canggih.

    2. Kontraversi
    Contoh : kematian Hitler. Saat Hitler diberitakan telah meninggal dunia, tidak ada yang tahu jelas karna apa dia meninggal dunia. Ada yang bilang dia meninggal karna bunuh diri, minum pil Sianida dan bahkan pernah beredar berita kalau dia meninggal dunia di Indonesia dan saat itu lah terjadinya kontraversi simpang siur tanpa tahu jelas.
    Aksi : saat kematian Hitler yang secara tiba-tiba.
    Reaksi : banyak berita simpang siur membuat argument tentang kematian Hitler yang membuat terjadi nya kontraversi.

    3. Konflik
    Contoh : konflik sampit antara suku Madura dan suku Dayak. Yang disebabkan oleh orang Madura yang transmigrasi ke Kalimantan tetapi mereka tidak mau menghormati adata setempat. Mereka malah menganggap kalau suku Madura lah yang lebih hebat dari suku Dayak, dan dari situ lah timbul permasalahan yang ada.
    Aksi : berawal dari suku Madura yang tidak mau menghormati suku Dayak karna mereka menganggap suku mereka lah yang lebih hebat.
    Reaksi : suku Dayak pun mendengar hal itu dan tidak menerima atas perlakuan orang-orang suku Madura tersebut dan terjadilah perang Sampit.

  64. Anik Wahyuni says:

    Nama : Anik Wahyuni
    NIM : 2012-12-036
    Seksi : 01
    Jurusan : Akuntansi

    asosiatif
    kerja sama :
    Aksi : Misalkan ada tetangga kita yang meninggal dunia , lalu keluarga tersebut memberikan pengumuman bahwa di dalam keluarga mereka ada yang meninggal
    Reaksi : kita sendiri yang mendengar bahwa tetangga kita meninggal ikut melayat dan ikut membantu seperti memandikan jenazah,ikut menyiapkan alat-alat untuk pemakaman
    Akomodasi
    Aksi : Misalkan ada 1 keluarga orang jawa yang tinggal di kalangan tempat orang batak.Cara pola pikir,sikap,tingkah laku dan kebudayaan mereka berbeda jauh seperti suara orang jawa yang halus dan lembut sedangkan suara orang batak keras dan lantang sehingga dapat menimbulkan perselisihan
    Reaksi : lalu keduanya sama-sama menunjuk kepala desa untuk meredakan pertentangan sehingga tercapai solusi (reaksi)
    Asimilasi
    Aksi : Misalkan saya sebagai orang indonesia yang menguasai tarian betawi dan saya mempunyai teman orang korea yang menguasai tarian tradisional korea.Karena kami sering berinteraksi melalui skype dan saling memperlihatkan tarian masing-masing maka terjadilah pencampuran budaya
    Reaksi : saya sebagai orang indonesia menciptakan tarian baru hasil percampuran antara korea dan betawi tetapi tidak sama dengan tarian betawi dan korea
    Akulturasi
    Aksi : orang jawa yang kental dengan kebudayaan menyanyinya yang khas lagu jawa yang lemah lembut dan mempelajari budaya rap dari amerika
    Reaksi : terciptalah lagu rap menggunakan bahasa jawa
    Dissosiatif
    Persaingan
    Aksi : ada 2 orang yang sama-sama menjual ayam potong dipasar sebut saja si A dan B mereka bersaing mendapatkan pelanggan.Dagangan si A sangat digemari oleh pembeli karena kualitasnya yang bagus sedangkan dagangan si B tidak laku dipasar.lalu si B cemburu karena dagangannya tidak laku
    Reaksi : si B mencari cara agar dagangannya laku yaitu dengan cara menambah kualitas ayam dan menjual dengan harga murah
    Kontravensi
    Perbedaan masalah musik antara orang tua dan anak. Sang anak yang menyukai musik bergenre korea ingin sekali menonton konser musik korea
    Aksi : sang ibu melarang dengan alasan konser seperti itu tidak penting dan hanya membuang duit saja
    Reaksi : sang anak marah membangkang apa kata orang tuanya lalu dengan tidak berpamitan pada orang tuanya dia pergi untuk menonton konser musik tersebut
    Konflik
    Kasus pemukulan ardina rasty dan eza gionino
    Aksi : ardina rasty melaporkan eza ke kantor polisi karena kasus pemukulan yang dialami ardina rasty
    Reaksi : eza beserta keluarganya marah dan membantah melalui media .

  65. DARMAWAN MUSTOFA says:

    Interaksi asosiatif: Nama: Darmawan Mustofa
    NIM: 2012-12-046
    SEKSI:01
    1. Kerjasama
    Aksi: terjadi kecelakaan dijalan tol kemudian petugas tol menanganinya dan terjadi kemacetan.
    Reaksi: polisi pun datang untuk membantu mengevakuasi mobil yang mengalami kecelakaan dan mengatur lalu lintas untuk mengurai kemacetan tersebut.
    2. Akomodasi
    Aksi: terjadinya kisruh sepak bola di Indonesia , yaitu antara pssi dan kpsi yang saling menyalahkan karena pssi tidak menjalankan peraturan FIFA dan ditentang oleh pssi sehingga terjadi dualisme kompetisi sepak bola di Indonesia yaitu isl dan ipl.
    Reaksi: menpora mempertemukan kedua pihak agar persepak bolaan Indonesia tidak terpecah belah dan kembali bersatu sesuai dengan peraturan FIFA.
    3. Asimilasi
    Aksi: seorang wni menikah dengan orang inggris dalam komunikasi kesehariannya mereka mengalami kendala karena wni tersebut kurang menguasai bahasa ingris begitu pun sebaliknya.
    4. Reaksi: akhirnya mereka saling mempelajari kedua bahasa tersebut dan komunikasi dalam kesehariannya memakai bahasa campuran terkadang bahasa inggris dan terkadang bahasa Indonesia .
    5. Akulturasi
    Aksi: banyak seni bela diri asing yang masuk ke Indonesia misalnya taekwondo.
    Reaksi:masyarakat Indonesia menerimanya dengan baik bahkan banyak yang memainka seni bela diri tersebut kemudian di paduka dengan seni pencak silat Indonesia.

    Interaksi disasosiatif
    1. Persaingan
    Aksi: dalam balapan moto gp valentine rossi menyalip casey stoner yang berada diposisi 1 untuk merebut juara pertama.
    Reaksi: casey stoner pun berusaha mengejar valentine rossi untuk menyalipnya lagi dan merebut posisi pertama yang diduduki oleh valentine rossi agar memperoleh gelar juara.
    2. Kontravensi
    Aksi: dalam persidangan kasus korupsi Nazzarudin menyebut nama Anas Urbaningrum terlibat dalam kasus korupsi pembangunan sport center di Hambalang sehingga muncul berbagai pemberitaan mengenai Anas yang terlibat dalam kasus tersebut.
    Reaksi: pada saat diwawancari oleh wartawan dan ditanya soal kasus tersebut Anas langsung membantah hal tersebut karena dia yakin dirinya tidak terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

    3.Konflik
    Aksi:Israel menyerang palestina dan menguasai jalur gaza yang menyebabkan warga palestina tewas akibat serangan tersebut.
    Reaksi:palestina pun mengadakan perlawan terhadap Israel dengan menyerang Israel .

  66. Laksmita Defi Prabawati says:

    Nama : Laksmita Defi Prabawati
    NIM : 2012-12-019
    Jurusan : Akuntansi
    Seksi : 01

    1. Bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif:
    a. Kerjasama
    contohnya: Pada sebuah desa, seorang ketua RT meminta warganya untuk bersama-sama mengadakan kerja bakti demi kebersihan desa nya (aksi)
    tanggapan warga begitu antusias untuk bergegas mengadakan kerja bakti disekitar desa nya (reaksi)

    b. Akomodasi
    contohnya: permasalahan yang awalnya sepele sehingga mengakibatkan peperangan antar desa dan terjadi keributan besar (aksi)
    membuat kepala desa setempat ikut turun tangan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di desa tersebut (reaksi).

    c. Asimilasi
    contohnya: seseorang yang merantau ke suatu tempat yang sangat jauh berbeda kebudayaannya dalam kegiatan sehari-harinya maupun bahasa yang digunakan pada desa setempat (aksi)
    ia harus dapat belajar sedikit demi sedikit tentang kebudayaan dan bahasa setempat agar ia bisa tetap bersosialisasi dan berkomunikasi untuk tinggal didaerah tersebut sehingga timbul kebudayaan yang baru (reaksi)

    d. Akulturasi
    Pada zaman modern saat ini ,terkenal dengan era globalisasi. tentu saja banyak terjadi pengaruh kebudayaan asing yang datang dan mempengaruhi kebudayaan asli indonesia.
    contohnya: remaja saat ini sering mengikuti mode yang mengarah ke budaya asing, seperti trend pada fashion (aksi)
    tetapi tak kebanyakan dari mereka, sebagian masih ada yang lebih menyukai fashion asli indonesia seperti batik namun dengan model yang tetap modern sehingga bisa mengikuti zaman pada esa globalisasi saat ini (reaksi)

    2. Bentuk interaksi ssosial yang bersifat disosiatif:
    a. Persaingan
    contohnya: seorang pelari dunia berlatih sekuat tenaga untuk memenangkan lomba pada kejuaraan lari, ia sangat menjunjung tinggi sikap sportifitas untuk mendapatkan hasil yang kompetitif (aksi)
    dengan sikap sportifitas akhirnya ia memenangkan perlombaan dan berhasil mengalahkan semua lawannya dengan hasil yang sangat kompetitif (reaksi)

    b. Kontravensi
    contohnya: dalam sebuah rapat setiap orang berhak untuk mengemukakan pendapatnya (aksi)
    tetapi tidak semua anggota menyetujui pendapat yang dikemukakan oleh siapa saja yang berpendapat dalam rapat tersebut, dan sebagian orang yang tidak menyetujuinya mengeluarkan sebuah argumen yang mengarah pada pendapat yang kontravensi (reaksi)

    c. Konflik
    contohnya: dalam sebuah organisasi terjadi perselisihan yang diakibatkan adanya perbedaan dalam pemikiran sejumlah pengurus organisasi (aksi)
    menyebabkan terjadinya permusuhan yang menyebabkan salah satu dari mereka mengundurkan diri dari organisasi tersebut (reaksi)

  67. candysa says:

    Nama : Candysa Noviani
    Nim : 2012-12-021
    Jurusan : Akuntansi
    Seksi 1
    bentuk interaksi sosial asosiatif:
    - kerja sama
    aksi : seorang ketua RT disuatu perumahan mengadakan gotong royong.
    reaksi: warga yang ditunjuk untuk berpartisipasi ikut menjalankan gotong royong agar perumahan sekitar bersih.
    - akomodasi
    aksi : seorang pengacara meredakan konflik antara pribadi atau kelompok-kelompok manusia untuk menyelesaikan suatu masalah yang sedang dihadapi oleh masing-masing pihak yang terkait
    reaksi: Dengan meminta bantuan pengacara yang hanya berperan sebagai penasihat untuk meredakan pertikaian, tetapi tidak berwenang dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah.
    -asimilasi
    aksi : seorang warga asing yang datang ke daerah Bali sadar bahwa mereka harus menyesuaikan diri dengan adat Bali serta bahasa yang digunakan, yaitu bahasa Indonesia.
    reaksi : sebaliknya, warga Bali harus menyesuaikan juga bahasa yang digunakan oleh warga asing karna menguntungkan untuk perdagangan di Bali.
    -akulturasi
    aksi : gaya model pakaian yang sedang trend dikalangan warga Bandung.
    reaksi : dengan datangnya warga asing, model pakaian yg dipakai di Bandung menjadi berbeda karena penggabungan model pakaian warga bandung dan warga asing.

    bentuk interaksi sosial disosiatif
    -persaingan
    aksi : dua orang pria misal A dan B bersaing untuk memperebutkan seorang wanita cantik.
    reaksi : ternyata B bisa mendapatkan wanita itu karena dia bersaing tidak memakai kekerasan.
    -kontravensi
    aksi : menolak terjadinya kenaikan bbm.
    reaksi : terjadinya demo karena harga yang ditawarkan terlalu mahal.
    -konflik
    aksi : konflik antara pengusaha dengan buruh.
    reaksi : Buruh menuntut kenaikan upah dengan jam kerja sedikit, sedangkan pengusaha sebaliknya.

  68. Rindu Riadihardja says:

    Nama : Rindu Riadihardja
    Nim : 2012 – 12 – 073
    Seksi : 02

    Bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif
    ●Kerjasama
    Aksi : mitting atasan dengan bawahan
    Reaksi : atasan memberi pengarahan kepada bawahannya agar bekerja lebih baik
    ●Akomodasi
    Aksi : bentrok antar warga
    Reaksi : ketua rt dan rw membantu menyelesaikan permasalahan tanpa harus membawa masalah ke jalur hukum
    ●Asimilasi
    Aksi : bentrok antara polri dengan TNI
    Reaksi : masyarakat kecewa dengan kejadian tersebut karena malu dengan negara lain
    ●Akulturasi
    Aksi : mesjid di kudus merupakan salah satu contoh akulturasi antara kebudayaan islam dan hindu jawa yang terwujud dalam bentuk menara mesjid dengan gaya candi hindu
    Reaksi : masyarakat jawa sanagt menghargai dengan adanya keberbedaan kebudayaan

    Bentuk interaksi sosial yang bersifat disosiatif
    ●Persaingan
    Aksi : bis ekonomi dengan bis ac
    Reaksi : mayoritas masyarakat lebih memilih bis ac karena lebih nyaman dan aman
    ●Kontravensi
    Aksi : unjuk rasa atau demonstrasi untuk meluruskan suatu kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan harapan
    Reaksi : banyak masyarakat yang menuntut agar harapan rakyat indonesia terpenuhi
    ●Konflik
    Aksi : kerusuhan sosial
    Reaksi : terjadi karena ketidakpuasan masyarakat bawah atas kondisi sosial budaya yang berkembang di masyarakat

  69. Akhmad Haerik Wiranata Kusuma says:

    NAMA : AKHMAD HAERIK WIRANATA K.
    NIM : 2012-12-151
    SEKSI : 02

    A. Asosiatif

    *KERJASAMA
    Salah satu club di Indonesia Persita memerlukan dana yang lebih dari sponsor unutk membeli beberapa pemainnnya sedangkan dewabeton bersedia menjadi sponsor persita untuk menarik konsumen
    Aksi : Dewabeton menjadi pemberi dana sekaligus menjadi sponsor resmi persita
    Reaksi : Persita mempunyai dana untuk membeli pemain

    *ASIMILASI
    Ketika Indonesia memiliki 2 tim nasional yg berbeda, permainan timnas pun menjadi menurun sedangkan aturan dari FIFA setiap Negara hanya memiliki 1 timnas, sehingga menpora mempersatukan ke 2 timnas tersebut menjadi 1 timnas yang baru
    Aksi : Menpora mempersatukan timnas ISL dan timnas IPL menjadi timnas
    yang baru
    Reaksi : Permainan timnas menjadi lebih baik

    *AKULTURASI
    Liga inggris memiliki kebiasan untuk mengurangi jatah pemain yang berkulit hitam setiap tahun, sehingga pemain liga inggris yg berkulit hitam pun menjadi lebih sedikit
    Aksi : Di kuranginya jatah pemain berkulit hitam tiap tahun
    Reaksi : Pemain berkulit hitam di liga inggris menjadi sedikit

    *AKOMONDASI
    Di tahun 1967 permainan badminton yang berasal dari india mulai di perkenalkan di Indonesia, pada saat itu permainan tersebut mulai di gemari masyarakat Indonesia hingga sekarang
    Aksi : Di perkenalkannya permainan badminton
    Reaksi : Mayarakat Indonesia menerima permainan tersebut

    B. Desosiatif

    *PERSAINGAN
    Di tahun 2012 saat pertandingan final liga champion Chelsea vs Bayern munich, kedua tim tersebut saling bersaing untuk mendapatkan gelar juara liga champion dimana Chelsea yang menjadi juara tersebut
    Aksi : Chelsea dan Bayern munich saling bersaing
    Reaksi : Chelsea yang menjadi juara liga champion

    *KONTRAVENSI
    Ada dua toko jersey bola dimana kedua toko tersebut menjual jersey bola, ketika toko A melihat calon pembeli, toko A tersebut melebih-lebihkan jersey bola yang di jualnya dan menjelek-jelekan kualitas jersey di toko B, sehingga calon pembeli tersebut berminat dan membeli jersey di toko A
    Aksi : Toko A melebih-lebihkan jersey bola yang di jualnya dan menjelek-jelekan
    kualitas jersey di toko B
    Reaksi : Calon pembeli tersebut berminat dan membeli jersey di toko A

    *KONFLIK
    PSSI membuat liga baru yang bernama liga primer Indonesia sedangkan liga yang bernama liga super Indonesia yang di ikuti beberapa club di Indonesia menolak akan hadirnya liga baru tersebut karna berbeda sponsor ISL “ PT. liga Indonesia sedangkan IPL “ PT. sportindo” yang sehingga beberapa dari club Indonesia ada yang bergabung d ISL ada yang sebagian bergabung dengan IPL
    Aksi : PSSI membuat liga baru
    Reaksi : Beberapa dari club Indonesia ada yang bergabung d ISL ada yang
    sebagian bergabung dengan IPL

  70. Denny Eka Saputro (201211147) says:

    Nama : Denny Eka Saputro
    NIM : 201211147
    Seksi : 01

    Bentuk interaksi sosial asosiatif :
    Kerja Sama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
    contohnya :
    Aksi : Seorang pelatih sepak bola memberikan intruksi kepada para pemainnya.
    Reaksi : Para pemain menjalankan intruksi pelatih tersebut dengan baik.

    Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok – kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
    contohnya :
    Aksi : Karangtaruna ingin mengadakan perlombaan Adzan antar kampung, namun ada beberapa masalah yaitu salah satunya perbedaan pendapat tentang siapa jurinya.
    Reaksi : Diadakan musyawarah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

    Asimilasi adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
    contohnya :
    Aksi : Misal si A suka tarian Bali. Dan ia berteman baik dengan si B yang suka tarian tradisional Amerika Latin, mereka selalu berbagi ilmu tentang kesukaan tarian mereka masing-masing.
    Reaksi : Dengan mereka selalu berinteraksi mereka menciptakan tarian baru, gabungan antara tarian Bali dengan tarian Amerika Latin.

    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur – unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur – unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
    contohnya :
    Aksi : Orang Sunda pindah ke Jakarta dan orang itu hanya bisa berbahasa sunda.
    Reaksi : Selama dia tinggal di Jakarta dia mendengarkan orang-orang berbahasa Indonesia, sehingga dia dapat berbicara bahasa Indonesia tanpa melupakan bahasa Sunda dia.

    Bentuk Interaksi Sosial disosiatif :
    Persaingan
    Aksi : Perlombaan makan kerupuk
    Reaksi : Siapa cepat yang menghabiskan kerupuk tersebut dialah pemenangnya tanpa adanya kecurangan

    Kontravensi
    Aksi : Misal si A mengajak si B dan C untuk tidak kuliah
    Reaksi : Si B menolak untuk ikut karena dia tidak suka untuk tidak kuliah, tetapi si C ikut. Dalam hati si B dia tidak senang karena sudah menghasut si C.

    Konflik
    Aksi : Dalam pertandingan sepak bola, sesama suporter saling mencela satu sama lain
    Reaksi : Kedua suporter itu akhirnya bentrok.

  71. Denny Eka Saputro says:

    Nama : Denny Eka Saputro
    NIM : 201211147
    Seksi : 01

    Bentuk interaksi sosial asosiatif :
    Kerja Sama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
    contohnya :
    Aksi : Seorang pelatih sepak bola memberikan intruksi kepada para pemainnya.
    Reaksi : Para pemain menjalankan intruksi pelatih tersebut dengan baik.

    Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok – kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
    contohnya :
    Aksi : Karangtaruna ingin mengadakan perlombaan Adzan antar kampung, namun ada beberapa masalah yaitu salah satunya perbedaan pendapat tentang siapa jurinya.
    Reaksi : Diadakan musyawarah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

    Asimilasi adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
    contohnya :
    Aksi : Misal si A suka tarian Bali. Dan ia berteman baik dengan si B yang suka tarian tradisional Amerika Latin, mereka selalu berbagi ilmu tentang kesukaan tarian mereka masing-masing.
    Reaksi : Dengan mereka selalu berinteraksi mereka menciptakan tarian baru, gabungan antara tarian Bali dengan tarian Amerika Latin.

    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur – unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur – unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
    contohnya :
    Aksi : Orang Sunda pindah ke Jakarta dan orang itu hanya bisa berbahasa sunda.
    Reaksi : Selama dia tinggal di Jakarta dia mendengarkan orang-orang berbahasa Indonesia, sehingga dia dapat berbicara bahasa Indonesia tanpa melupakan bahasa Sunda dia.

    Bentuk Interaksi Sosial disosiatif :
    Persaingan
    Aksi : Perlombaan makan kerupuk
    Reaksi : Siapa cepat yang menghabiskan kerupuk tersebut dialah pemenangnya tanpa adanya kecurangan

    Kontravensi
    Aksi : Misal si A mengajak si B dan C untuk tidak kuliah
    Reaksi : Si B menolak untuk ikut karena dia tidak suka untuk tidak kuliah, tetapi si C ikut. Dalam hati si B dia tidak senang karena sudah menghasut si C.

    Konflik
    Aksi : Dalam pertandingan sepak bola, sesama suporter saling mencela satu sama lain
    Reaksi : Kedua suporter itu akhirnya bentrok.

  72. Adelia rusmita says:

    1. Bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif

    a. kerjasama
    aksi : pada saat pementasan seorang penyanyi menyanikan lagu ciptaannya.
    reaksi : para pengunjung senang dan memuji lagu ciptaan penyanyi tersebut.

    b. akomodasi
    aksi : pertentangan hebat antara orang tua dengan anaknya.
    reaksi : lalu anak tersebut meminta bantuan kepada pihak berwajib agar bisa membantu menyelesaikan masalah tersebut.

    c. asimilasi
    aksi : hubungan pekerjaan antara warga negara indonesia dengan warga negara asing.
    reaksi : warga negara indonesia harus belajar menyesuaikan diri dengan warga negara asing tersebut agar warga negara asing dapat merasa nyaman dengan warga negara indonesia, dan sebaliknya warga negara asing juga harus menyesuaikan diri dengan warga negara indonesia agar proses interaksi dapat berjalan dengan lancar.

    d. akulturasi
    aksi : masuknya sebuah lagu yang bersifat kebarat-baratan kedalam negara indonesia.
    reaksi : dengan masuknya lagu barat tersebut dapat disambut baik oleh warga negara indonesia terutama bagi kaum muda, namun dengan masuknya lagu barat tersebut tidak membuat kita lupa dengan lagu hasil kreasi indonesia sendiri.

    2. bentuk interaksi sosial yang bersifat disosiatif

    a. persaingan
    aksi : mengadakan lomba pada saat 17agustus.
    reaksi : para peserta lomba 17 agustus bersaing untuk mendapatkan hasil yang paling membanggakan dari lomba tersebut.

    b. kontravensi
    aksi : adanya rasa tidak senang yang muncul didalam sebuah persahabatan .
    reaksi : dengan rasa kesal yang terus menerus terpendam, perasaan tersebut semakin lama akan semakin berubah menjadi rasa benci kepada sahabatnya sendiri.

    c. konflik
    aksi : pertandingan bola basket antar sekolah
    reaksi : pada saat pertandingan dimulai ada salah satu pemain yang tidak sengaja menyenggol pemain dari kelompok lain, lalu dengan hal itu kelompok yang bersangkutan tidak senang karena mereka menganggap ada unsur kesengajaan dan karna itulah muncul pertentangan antar 2 kelompok.

    nama : adelia rusmita
    nim : 201212069

    • Adelia rusmita says:

      nama : adelia rusmita
      nim : 201212069
      jurusan : akuntansi
      seksi : 01

      maaf pak seksinya ketinggalan

  73. Andrie Untung says:

    Nama : Andrie Untung S
    NIM : 201112054
    Jurusan : Akuntansi
    Pelajaran : Sosiologi Sesi 10

    Interaksi sosial adalah hubungan yang timbal balik antara individu dengan individu lainnya, dan hubungan timbal balik antara kelompok satu dengan kelompok yang lainnya maupun dalam hal organisasi

    Interaksi Sosial Asosiatif

    Kerjasama:
    Satu Tim pemain musik drum band harus bekerja sama untuk dapat menciptakan hasil irama musik yang harmoni atau indah. sangat tidak mungkin terjadi seorang pemain musik drum band bermain sendiri tanpa pemain yang lain. kekompakan tim musik drum band merupakan salah satu contoh bentuk kerja sama. contoh ini dapat dilihat bahwa kerja sama dapat timbul adanya orientasi perorangan terhadap kelompoknya sendiri (ingin timnya menang) atau kelompok orang lain kalah.

    Akomodasi:
    Perkelahian anatara dua orang siswa di sekolah, guru dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua siswa tersebut dan guru harus mempelajari apa penyebab terjadinya perkelahian itu dapat terjadi disekolah.

    Asimilasi:
    Ada orang thailand bermigrasi ke indonesia khususnya di daerah kalimantan dia akan berasimilasi dengan penduduk setempat sehingga batas-batas antara kelompok masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu dengan yang lainnya. sehingga diantara mereka yang menikah dengan penduduk setempat dan terjadi lah percampuran daerah antara thailand dan indonesia dan bisa dibilang memperbaiki keturunan.

    Akulturasi:
    Akulturasi yang sering mudah ditemui ialah dalam perbauaran kebudayaan hindu-budha-dan kebudayaan islam dengan kebudayaan asli indonesia. bentuk-bentuk akulturasi yang masih ditemukan saat ini misalnya upacara sekaten, dan beberapa upacara adat lainnya

    Interaksi Sosial Disosiatif

    Persaingan:
    persaingan antara dua juara kelas di satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak dapat bintang sekolah. kedua juara kelas itu akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk mencapai gelar tersebut. Contoh lainnya persaingan dalam dunia kerja,sebagai contoh ada peningkatan jenjang karyawan ke lebih tinggi dan ada 2 calon,mereka bersaing menunjukan potensi diri dan layak untuk posisi tersebut dan perlu di lakukan sportifitas

    Kontravensi:
    Sebagian besar konfik dapat kita lihat dalam dunia publik figur,sebagai contohnya aksinya artis Julia Perez dengan penyanyi dangdut Dewi persik yang dilakukan dalam filmnya yang berjudul arwah goyang karawang dimana dewi persik tidak senang dengan julia perez karena julia perez memduduki peran utama difilm itu sedangkan dewi persik cuman hanya peran pembantu utama saja,pada saat sesion break jupe dan depe mereka berdua melakukan adegan bertengkar dan dan terjadi keributan fisik,dan dipihak depe tidak senang sehingga julia perez dilaporkan kepolisi oleh depe,dan disitu terjadi lah kontravensi antara jupe dan depe yg terjadi dipersidangan,sehingga yg disalahkan oleh pengadilan yaitu dewi persik dan akhirnya dewi persik dapat hukuman penjara maksimal 1 tahun penjara.

    Konflik:
    Biasa konflik terjadi karena perbadaan 2 kepentingan dan perbedaan pendapat, sebagai contoh kejadian perang Iran dan Afganistan, hingga terjadinya perang

  74. Johan 2011-12-062 says:

    Interaksi sosial sendiri terdiri dari 2 bentuk yaitu:
    1. Asosiatif
    Terciptanya interaksi sosial asosiatif ini sendiri karena adanya kerja sama,akomodasi,asimilasi,dan akulturasi.
    2. Disasosiatif
    Kebalikan dari asosiatif, jika pada asosiatif lebih menekan kearah positif seperti kerja sama maka disasosiatif lebih menekan kepada arah yang negatif seperti persaingan ataupun perlawanan.
    Contoh-Contoh dari interaksi sosial tersebut adalah:
    1. a. Kerjasama
    Dalam hidup ini kita banyak sekali melakukan bentuk interaksi kerja sama, apalagi di saat sedang susah, seperti saat banjir kita saling bahu membahu dalam menolong sesama, membentuk tim untuk melakukan evakuasi dan dalam olahraga pun harus menggunakan kerjasama seperti tim sepakbola yang saling bekerja sama untuk memperoleh peluang menciptakan gol.
    b. Akomodasi
    Akomodasi sendiri adalah cara yang dilakukan manusia untuk meredakan suatu pertentangan. Seperti adanya sebuah perbedaan pendapat yang menimbulkan perkelahian, pasti ada seseorang yang akan datang untuk memisahkan kedua kubu yang memiliki perbedaan pendapat tersebut, secara tidak sadar orang tersebut telah melakukan akomodasi.
    c. Asimilasi
    Asimilasi adalah proses-proses yang dilakukan manusia dengan mengurangi perbedaan-perbedaan di antara orang-orang ataupun kelompok manusia.
    Seperti halnya dahulu kala di Amerika orang berkulit hitam dianggap sebagai budak dan berkulit putih adalah majikannya, tetapi beberapa kelompok masyarakat membentuk sebuah kelompok yang tidak membedakan antara warna kulit tersebut dengan berpikir bahwa semua manusia sama tidak dibedakan melalui warna kulit.
    d. Akulturasi
    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul akibat percampuran dua kebudayaan atau lebih tentu saja yang berbeda dan saling mempengaruhi.
    Contohnya ialah budaya upacara sekaten, gerebed maulid, dll
    2. a. Persaingan
    Persaingan sendiri adalah proses sosial yang terjadi diantara individu ataupun kelompok yang saling bersaing untuk mencapai suatu tujuannya.
    Hal ini seperti perusahaan yang saling melakukan persaingan di dalam penjualan produknya untuk menjadi market leader di sebuah wilayah ataupun mencakup wilayah yang lebih luas.
    b. Kontravensi
    Adanya kontravensi sendiri ditandai dengan adanya ketidakpuasan terhadap sesuatu.
    Seperti adanya kebijakan ganjil-genap yang baru-baru ini ada, tentu saja menimbulkan berbagai reaksi oleh masyarakat. Entah puas ataupun tidak puas.
    c. Konflik
    Konflik terjadi ketika seseorang menentang apa yang menjadi pernyataan dari orang lain dan biasanya terjadi karena perbedaan pendapat.
    Seperti pada rapat Paripurna MPR/DPRD yang menjadi kacau akibat banyaknya perbedaan pendapat.

    Terima Kasih
    Johan (2011-12-062)

  75. Deira Putmarinda says:

    Nama : Deira Putmarinda
    NIM : 201212147
    Seksi : 02

    Contoh Interaksi Sosial yang bersifat Asosiatif:
    - Kerjasama
    (aksi) Dalam sebuah keluarga jika semua anggota keluarganya sibuk (tidak memiliki pembantu) mereka dapat bekerjasama membagi tugas rumah misalnya ayah membersihkan taman dan garasi mobil, ibu memasak dan mencuci baju, kakak menyapu, mengepel lantai dan membantu adik belajar mengerjakan pr serta adik merapikan kamar dan mainannya.
    (reaksi) Keluarga tersebut terlihat kompak dan rumah menjadi bersih & rapi sekaligus mengajarkan anak-anak mandiri dan bertanggung jawab.

    - Akomodasi
    (aksi) Adanya masalah yang terjadi antara seorang terdakwa dengan seorang penuntut di sebuah pengadilan sehingga para pengacara mereka mencoba membantu.
    (reaksi) Sang hakim pun melihat kejadian itu langsung membuat keputusan sehingga masalah tersebut dapat terselesaikan.

    - Asimilasi
    (aksi) Di Bali, banyak turis mancanegara yang ingin berlibur di pulau dewata tersebut sehingga lambat laun banyak didirikannya perusahaan travel lokal.
    (reaksi) Perusahaan lokal tersebut membutuhkan karyawan untuk menjadi guide, sehingga para pribumi tersebut harus belajar dan menguasai bahasa Inggris.

    - Akulturasi
    (aksi) Tari topeng memiliki pengaruh sunda dengan cina karena menggunakan kostum penari khas pemain opera Beijing.
    (reaksi) Masyarakat menyukai tarian ini karena keunikannya.

    Contoh Interaksi Sosial bersifat Disosiatif:
    - Persaingan
    (aksi) Adanya persaingan antar karyawan di suatu perusahaan, para karyawan saling bersaing untuk mencuri hati bosnya dengan cara bekerja semaksimal mungkin.
    (reaksi) Bos mereka melihat kinerja para karyawan sehingga salah satu diantara karyawan tersebut mandapatkan jabatan yang lebih tinggi dari sebelumnya dan mendapatkan gaji yang cukup besar.

    - Kontravensi
    (aksi) Di dalam kelas suatu sekolahan ada anak yang suka mencari muka kepada guru.
    (reaksi) Banyak anak-anak lainnya yang tidak suka dengan anak tersebut lalu menjauhinya.

    -Konfilk
    (aksi) Perselingkuhan yang terjadi pada anak remaja, si A berpacaran dengan si B kemudian si A selingkuh dengan si C.
    (reaksi) Terjadi keeributan dan permusuhan antara si B dengan si C.

  76. Hayatun Nufus says:

    Nama: Hayatun Nufus
    NIM: 201211095
    Jurusan: Manajemen
    Seksi: 2

    Contoh interaksi sosial bersifat asosiatif :

    - Kerjasama
    Aksi: Ketika perayaan 17 agustusan disebuah desa. Warganya merayakan dengan berbagai perlombaan seperti tarik tambang.
    Reaksi: Dari perlombaan itu menciptakan kerjasama untuk menarik sebuah tali dari lawannya tentu kita harus membutuhkan kerjasama karena tidak mungkin satu orang bsa menariknya tanpa bantuan orang lain.

    - Akomodasi
    Aksi: Seorang warga yang baru pindah ke suatu kampung berusaha menyesuaikan dirinya dengan lingkungan barunya. Ia berusaha bersikap sopan dan ramah ke lingkungan sekitar.
    Reaksi: Para tetangga sekitar lingkungan tersebut pun menerimanya dgn baik di lingkungan mereka.

    - Asimilasi
    Aksi: Misalnya si A orang Indonesia dan si B orang Jepang dan mereka berbeda bahasa.
    Reaksi: Untuk memahami perbedaan bahasa itu si A belajar bahsa Jepang dan si B belajar bahasa Indonesia.

    - Akulturasi
    Aksi: Masuknya dance modern ke Indonesia seperti gangnam style dan harlem shake sebagian orang mempelajari dance yg sedang trend tersebut.
    Reaksi: Tetapi masih banyak yang mempelajari tarian tradisional jadi budaya Indonesia tetap ada.

    Contoh interaksi sosial bersifat disosiatif:

    - Persaingan
    Aksi: Pertandingan sepak bola antar kelurahan.
    Reaksi: Setiap grub saling berusaha untuk memperebutkan juara.

    - Kontravensi
    Aksi: Si A merasa si B lebih pintar dari dirinya.
    Reaksi: Si A menyebarkan fitnah kepada teman-temannya bahwa si B pintar dengan cara tak jujur.

    - Konflik
    Aksi: Si A memfitnah si B ke teman-temannya.
    Reaksi: Akhirnya si B mengetahuinya, Si B marah dan ribut dengan si A.

  77. stefanny pratama says:

    Nama : Stefanny Pratama
    NIM : 201212175
    jurusan : Akuntansi

    interaksi sosial yang bersifat assosiatif :
    A. Kerjasama
    Kerjasama merupakan bentuk utama dari proses interaksi
    contoh :
    1. Kerjasama dalam bentuk organisasi
    Kerjasama biasanya di butuhkan dalam suatu organisasi perusahaan, tanpa kerjasama suatu perusahaan tidak dapat berjalan, saat 1 unit kerja dalam masalah , unit yang lain dapat membantu satu sama lain , atau 1 unit yang 1 dengan unit yang lain saling memiliki keterkaitan dalam menyelesaikan sebuah tugas atau sebuah prosesuntuk membangun kesejahteraan perusahaan.
    2. Kerjasama dalam lingkungan
    Kerjasama dalam lingkungan biasanya di lakukan untuk membangun kesejahteraan sesama dalam suatu lingkungan tertentu, seperti bekerjasama membersihkan got, membuang sampah pada tempatnya, demi kebersihan dan kenyamanan bersama di lingkungan.

    B. Akomodasi
    Merupakan suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
    contoh : saat terjadi sebuah pertentangan dalam sebuah masyarakat, biasanya akan diadakan musyawarah untuk mencapai sebuah kesepakatan yang mufakat.

    C. Asimilasi
    proses yang timbul bila ada masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, kemudian bergaul dalam jangka waktu yang lama, dan lambat laun kebudayaan asli mereka berubah menjadi kebudayaan yang baru. Saat seorang mahasiswa indonesia belajar d luar negeri, ketika mereka berada di dalam rumah mereka menggunakan bahasa indonesia, tetapi saat mereka berada di luar rumah atau di universitas tanpa di sadari mereka harus menyesuaikan diri mereka dengan berbicara bahsa inggris.

    D. Akulturasi
    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur – unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur – unsur asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri. Ketika berbicara akulturasi banyak sekali yang bisa diambil contoh di Indonesia ini, banyak sekali budaya barat masuk dan ada sebagian diterima namun ada juga beberapa yang tidak diterima karena tidak cocok dengan tradisi adat ketimuran kita.

    Interaksi sosial bersifat disosiatif :
    A. Persaingan
    Persaingan adalah suatu proses sosial yang terjadi di mana individu atau kelompok
    saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidang-bidang tertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil. Contohnya seperti persaingan antara dua juara kelas di satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak utuk mendapatkan bintang kelas dan bintang juara. sehingga kedua bintang kelas tersebut belajar degan giat untuk memperebutkan gelar tersebut.

    B. Pertentangan
    Suatu proses sosial di mana seseorang atau kelompok dengan
    sadar atau tidak sadar menentang pihak lain yang disertai ancaman atau kekerasan untuk mencapai tujuan atau keinginannya. Konflik biasanya terjadi karena adanya perbedaan paham dan kepentingan.
    Pertentangan itu sendiri pun dapat timbul karena :
    1. Perbedaan pendapat, prinsip, aturan antarindividu
    2. Perbedaan adat istiadat, kebudayaan
    3. Perbedaan kepentingan politik, ekonomi, dan sosial
    4. Perubahan sosial, disorganisasi, dan disintegrasi

    C. Kontravensi
    Kontravensi ialah bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan
    pertentangan. Kontravensi ditandai dengan gejala adanya ketidakpuasan terhadap
    seseorang atau sesuatu. Sikap tersebut dapat terlihat jelas atau tersembunyi. Sikap
    tersembunyi tersebut dapat berbuah menjadi kebencian, akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian.

  78. Ety Nurjanah says:

    Assalamualaikum.wr.wb
    Nama : Ety Nurjanah
    Nim : 2012-11-107
    Jurusan : Manajemen
    Seksi : 02

    Interaksi Sosial terbagi dua yaitu:
    1. Interaksi sosial (Asosiatif)
    2. Interaksi sosial (Disosiatif)
    Contoh interaksi sosial Asosiatif diantaranya:
    1. Kerja sama
    Contohnya: Sebuah Restoran
    Aksi: Manajer keuangan restoran membayar gaji karyawan yang bekerja di Restoran secara tepat waktu.
    Reaksi: Manajer dan karyawan saling bekerja sama dalam memberikan pelayanan service terbaik terhadap pelanggan.

    2. Akomodasi
    Contohnya: Mahasiswa baru Universitas Esa Unggul 2012
    Aksi: Mahasiswa tersebut harus beradaptasi dengan lingkungan kampus serta berkenalan dengan teman-teman barunya.
    Reaksi: Teman-teman barunya itu menerima dia menjadi temannya sekaligus sahabat barunya.

    3. Asimilasi
    Contohnya: Seperti biasanya orang Betawi suka memakan makanan Rengginang dan orang Jawa suka memakan makanan Jipang.
    Aksi: Orang Betawi masuk ke lingkungan orang Jawa, karena orang Betawi lebih sering memakan makanan rengginang akhirnya orang Jawa mengajak orang Betawi untuk mencoba makanan khas orang jawa yaitu jipang.
    Reaksi: Orang Betawi jadi lebih suka dan sering memakan makanan Jipang disbanding makanan Rengginang.

    4. Akulturasi
    Contohnya: Makanan khas Jepang yaitu DimSum
    Aksi: Masyarakat Indonesia mencoba memakan makanan khas jepang yaitu DimSum namun minuman yang di beli asli minuman trasisional Indonesia yaitu Susu Jahe (Ronde Jahe).
    Reaksi: Makanan khas Jepang yaitu DimSum diterima oleh masyarakat Indonesia dan minuman khas Indonesia pun disukai atau tidak hilang.

    Contoh Interaksi Sosial Disosiatif
    1. Persaingan
    Contohnya: Seorang perempuan di sukai oleh dua orang laki-laki
    Aksi: Dua orang laki-laki itu bersaing secara sehat untuk mendapatkan perempuan yang di sukainya itu.
    Reaksi: Jika perempuan itu memilih diantara dua lelaki itu maka salah satu diantara mereka yang tidak terpilih hatinya akan merasa sedih dan kecewa.

    2. Kontravensi
    Contohnya: Dalam sebuah Persahabatan
    Aksi: Dalam sebuah persahabatan itu tidak selalu berpendapat sama atau berjalan dengan baik-baik saja melainkan pasti suatu saat ada perbedaan pendapat yang menimbulkan konflik satu sama lain.
    Reaksi: Membuat sebuah persahabatan itu renggang dan timbulnya permusuhan diantaranya.

    3. Konflik
    Contoh: Sebuah konflik yang terjadi diantara Guru dengan Muridnya
    Aksi: Jika ada seorang murid yang malas mengerjakan tugas dan susah di atur oleh gurunya untuk menjadi seorang murid yang baik dan disiplin.
    Reaksi: seorang guru menasehatinya dan meneggurnya supaya murid itu menjadi murid yang baik dan disiplin tetapi murid itu tidak terima dan tidak mendengarkan nasihat dari guru tersebut dan timbulah konflik permasalahan yang harus diselesaikan.

    Walaikumsalam.wr.wb

  79. Devi setiyarini (201212146) seksi 02 says:

    pak saya mengerjakan tugasnya saya posting di blog ini alamatnya pak, terimakasih sebelumnya pak :) http://devirini.student.esaunggul.ac.id/2013/03/09/tugas-sosiologi-interaksi-sosial-devi-setiyarini-201212146-2/

  80. iskandar says:

    Nama : Iskandar
    NIM : 201212224
    Jurusan : Akutansi
    Seksi : 01

    Contoh Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif :

    1. Kerjasama
    Contoh : Seorang dosen atau pengajar memberikan tugas kepada Masiswa/i didiknya, jika yang mengerjakan tugas maka akan mendapat nilai atau poin tambahan.
    Sebagai aksinya yaitu sebagai pengajar maka memberikan tugas atau persyaratan jika ingin mendapat poin tambahan. Sebagai reaksinya maka Mahasiswa/i akan mengerjakan atau tugas tersebut. Dengan demikian maka terjadilah kerjasama.
    2. Akomodasi
    Contoh : 1.Kasus atau masalah PSSI yang membelitnya, dimana ada dua gaya kepemimpinan yang saling menjatuhkan atau mengakui dirinya sebagai yang resmi. Sehingga munculah penengah atau pihak ke-3 untuk merendam dan menyelesaikan demi kepentingan bersama dengan memberikan saran dan berbagai sarana (akomodasi) agar dapat kembalinya keutuhan PSSI.
    Dimana kasus atau perselisihan adalalah sebagai aksi dari kedua kepemimpinan, dan sebagai reaksinya maka pihak ke-3 memberikan saran dan sarana yang diperlukan agar permasalahan selesai.
    2. Pertikaian antar adat yang ke-2 belah pihak merasa dirugikan atau tidak mendapat manfaat positif atas pertikaian yang tak kunjung selesai, maka orang yang dipercaya atau sesepuh adat ke-2 belah pihak bernegoisasi atau mushawarah mencari penyelesaian secara kolektif atau adil. Dimana salah satu maupun ke-2 belah pihak menjadi akomodasinya.
    Pertikaian sebagai aksi sedangkan negosiasi atau mushawarah sebai reaksinya.
    3. Asimilasi
    Contoh : Sekumpulan orang desa yang bekerja di jakarta setelah sekian puluh tahun dan memiliki rumah, isteri, anak dan bahkan cucu. Kemudian anak atau cucu dari seorang perantauan ingin menikahi anak asli jakarta. Namun ke-2 orang tua tersebut mengetahui adat atau tata cara pernikahan berbeda, hal ini menjadi kendala bagi mereka dan hal inipun sudah berulang kali terjadi puluhan tahun. Karena itulah untuk dapat menikahkan mereka yang berbeda kebudayaan orang tua maupun sesepuh menggabungkan kebudayaan pernikahan dari kebudayaan yang berbeda.
    Karena dengan perbedaan kebudayaan dan masing-masing ingin tetap mengganbarkan kebudayaannya ( inilah aksi dari perbedaan kebudayaan ), karena kebudayaan yang berbeda dan untuk menunjang kebutuhan maka terbentulah kebuyaan baru yang merupakan dari reaksi dari perbedaan kebudayaan.
    4. Akilturasi
    Contoh : Kebudayaan china / tahun baru china (imlek) yaitu barong shai, dimana sebelum tahun 2001 di Indonesia kebudayaan tersebut dilarang dirayakan secara terang-terangan (terbuka). Setelah bergantinya presiden, maka tahun baru imlek dan kebudyaan china (barong shai) di ijinkan dirayakan semeriah mungkin bagi yang merayakan. Bahkan sekarang tahun baru Imlek dan barong shai banyak dirayakan oleh orang indonesia asli. Dan bersahabat dengan masyarakat luas.
    Orang keturunan china membawa kebudayaan ke indonesia Adela sebagi aksi, sebai reaksi warga atau orang indonesia pada awal-awalnya menolak, seiring berlalunya waktu dan rasa tenggang maka masyakatpun menerimanya.

    Contoh Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif :

    1. Persaingan
    Contoh : Sebuah permainan /pertandingan ( futsal, basket, volly, catur ) dimana setiap tim maupun pribadi ingin tampil sebagi pemenang. Sehingga setiap tim menunjukan (aksi) yang tebaik begitupun dengan lawan ingin bereaksi sebagai penghalang dan menjadi pemenang denga takti, metode dan gaya bermain yang dipercaya.
    2. Kontravensi
    Contoh : Panda waktu masa Kampaye, setiap partai maupun pendukungnya memojokan partai lawan menggunakan simbol maupun lisan begitu juga sikap partai lawan atau saingannya.
    Menggunakan simbol maupun lisan yang memojokan merupakan aksi, sebagai reaksi partai lawan juga membalasnya, yaitu dengan gaya masing-masing yang dianggapnya masuk akal.
    3. Konflik
    Contoh : Pertikaian atau kerusuhan anggota keamanan atau preman dengan warga desa yang membangun rumah diatas lahan perusahaan B. ketika lahan tersebut ingin digunakan oleh perusahaan namun warga menolak untuk pindah dengan sendiri maupun paksa sehingga terjadi kerusuhan.
    Aksinya, perusahaan membiarkan lahannya kosong, warga mendirikan bangunan. Sebagai reaksinya, perusahaan meminta warga yang mendirikan bangunan membongkar sendiri, namun warga menolak. Pihak perusahaan meminta bantuan oknum yang dipercaya agar menyingkirkan warga tersebut, wargapun menghalang-halngi dan melakukan perlawan sehingga terjadilah konflik.

  81. Julidar Yani says:

    Nama : Julidar Yani
    NIM : 2021212114
    Seksi : 20 (Eksekutif)
    • Bentuk Interaksi sosial yang bersifat asosiatif:
    • Kerjasama
    o Kerjasama dalam team basket, anggota teamnya bekerja sama untuk memasukan bola ke dalam keranjang lawannya dengan cara mendrible dan mengoper-operkan bolanya agar dapat melewati pertahanan lawan dan sampai ke keranjang lawan. Itu semua dibutuhkan kerjasama team yang kompak, agar bisa menang.
    • Akomodasi
    o Misalnya dalam suatu lingkungan RT, ada warganya yang bertikai karena berselisih paham, sehingga membuat warga yang lain tidak nyaman. Maka sebagai ketua RT maka Ia akan menjadi pihak ke-3 menjadi penengah dan berusaha untuk mendamaikan warganya.
    • Asimilasi
    o Misalnya perdagangan, para pedagang dari cina dan arab mereka membawa barang dagangan dari Negara mereka dan kemudian mereka menetap di Indonesia dan menikah dengan penduduk lokal. Kemudian mereka pun berbaur dengan penduduk lokal dan menyesuaikan dengan kebudayaanya.
    • Akulturasi
    o Candi – candi di Indonesia merupakan percampuran budaya Indonesia dengan budaya Hindu-Buddha di India. Misalnya Candi Borobudur. Contoh lain adalah bangunan rumah di daerah kota, Jakarta, merupakan percampuran kebudayaan bangsa eropa dan Indonesia.
    • Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif
    • Persaingan
    o Persaingan ekonomi, misalnya persaingan penjualan product tertentu melalui iklan, mis. Shampoo sunslik dan pantene, sama-sama product shampoo mereka bersaing untuk mendapat menguasai pasar.
    • Kontravensi
    o Kontravensi antara pengusaha dengan karyawannya. Para buruh tidak puas dengan kenaikan gaji mereka, maka mereka akan saling menghasut sehingga terjadi pertentangan dengan pengusaha melalui demo atau mogok kerja.
    • Konflik
    o Pertentangan suatu kelompok dengan kelompok yang lain yang menyebabkan pertikaian seperti kekerasan karena perbedaan adat istiadat atau kebudayaan. Hal ini sering terjadi di Indonesia, contohnya GAM di Aceh yang ingin memerdekakan diri dari Indonesia, perang sampit di Kalimantan perang antara suku Dayak (penduduk Asli) dengan suku Madura (pendatang)

  82. Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:

    • Kerjasama
    Kerjasama merupakan bentuk interaksi sosial yang utama, Kerjasama dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama, Kerjasama merupakan bentuk proses sosial yang baik, tetapi bukan kerjasama dalam hal yang negatif, contoh: seperti kerjasama ketika para siswa sedang melakukan ulangan atau ujian.
    • Akomodasi
    Akomodasi dipergunakan dalam dua arti, yaitu yang menunjuk pada suatu keadaan dan yang menunjuk pada suatu proses. Akomodasi yang menunjuk pada suatu keadaan, berarti adanya suatu keseimbanga dalam interaksi di antara orang-orang, yang kaitan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Contoh: guru menyuruh siswa mengerjakan PR, penyelesaian konflik buruh & majikan dengan mengundang disnaker.
    • Asimilasi
    Asimilasi adalah penyesuaian sifat-sifat asli yang dimiliki dengan sifat-sifat sekitar. Dalam hal proses sosial, asimilasi berkaitan dengan peleburan perbedaan budaya. Contoh: pernikahan antar agama yang berbeda memungkinkan terjadinya consensus untuk membentuk satu pola baru yang berbeda .
    • Akulturasi
    Akulturasi adalah fenomena yang timbul sebagai akibat pertemuan (kontak budaya) secara langsung dan terus – menerus antar kelompok manusia yang memiliki kebudayaan berbeda namun tidak menghilangkan ciri atau sifat asli dari masing – masing kebudayaan. Contoh : bangunan – bangunan candi di Indonesia yang menceritakan berbagai kisah.

    Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:

    a. Persaingan
    Persaingan adalah proses sosial dimana individu atau kelompok manusia bersaing mencari keuntungan melalui suatu bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum, dengar. Seperti : persaingan ekonomi, persaingan kebudayaan, persaingan kedudukan dan peranan, serta persaingan ras. Contoh: dua orang kakak beradik dalam pergaulan sehari-hari mereka terikat tata sopan santunyang berlaku.

    b. Kontravensi
    Kontravensi adalah usaha untuk merintangi atau meninggalkan tercapainya tujuan pihak lain, Pada hakikatnya kontravensi merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Contoh : seorang calon bupati gagal menjadi anggota bupati karena ada desas-desus yang berasal dari kandidat lain.

    c. Konflik
    sekelompok orang yang pertentangan / konflik dengan sekelompok lainnya di sertai ancaman atau kekerasan untuk menmcapai keinginan / tujuan. contoh:persaingan antar pedagang agar banyak pembeli dan pelanggan.

    Nama : angga fajarulloh
    NIM : 2012 11 099
    seksi : 01

  83. Tri Wastuti N.s says:

    Nama : Tri Wastuti N. S.
    NIM : 2011-11-074
    seksi : 20

    Tugas dari link http://darmansyah.blog.esaunggul.ac.id/2013/03/05/tugas-interaksi-sosial/

    Jawaban :
    1. Interaksi Sosial Asosiatif

    a. Kerja Sama
    Satu tim sepak bola harus bekerja sama untuk dapat menciptakan gol ke gawang
    lawan. Sangat jarang terjadi seorang pemain sepak bola mencetak gol tanpa bantuan temannya. Kekompakkan tim sepak bola merupakan salah satu contoh bentuk kerja sama.
    b. Akomodasi
    Perkelahian antara dua orang siswa di sekolah. Guru dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua siswa setelah guru mempelajari penyebab terjadinya perkelahian.
    c. Asimilasi
    Orang Jawa yang bertransmigrasi ke Papua akan berasimilasi dengan penduduk setempat sehingga batas-batas antara kelompok masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu dengan lainnya. Banyak di antara mereka yang menikah dengan penduduk setempat.
    d. Akulturasi
    Contoh akulturasi yang mudah ditemui ialah dalam perbauran kebudayaan Hindu-Buddha dan kebudayaan Islam dengan kebudayaan asli Indonesia. Bentuk-bentuk akulturasi yang masih ditemukan saat ini misalnya upacara Sekaten, Gerebeg Maulid, dan lainnya.

    2. Interaksi Sosial Disosiatif

    a. Persaingan
    Persaingan antara dua juara kelas di satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak dapat bintang sekolah. Kedua juara kelas itu akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk mencapai gelar tersebut.
    b. Kontravensi
    contoh perang dingin. Perang dingin merupakan kontravensi karena tujuannya membuat lawan tidak tenang atau resah. Dalam hal ini, lawan tidak diserang secara fisik, tetapi secara psikologis. Melawan secara psikologis merupakan hal yang tersembunyi (tidak terbuka). Seperti, unjuk rasa.
    c. Konflik
    Contohnya, konflik mengenai kebebasan informasi. Kalangan yang satu menghendaki bebasnya informasi dengan alasan melatih masyarakat untuk menyaring informasi secara mandiri. Kalangan yang lain menghendaki adanya lembaga sensor karena khawatir adanya informasi yang tidak mendidik. Kedua kalangan sama-masa menginginkan masyarakat yang semakin berkualitas. Seperti, para mahasiswa berdemo menolak kedatangan bintang film porno –miyabi.

  84. Daniel Pattinama says:

    Nama : Daniel Pattinama
    NIM : 2012.11.395
    Jurusan : Management
    Seksi : 1

    Interaksi sosial Asosiatif :

    Kerjasama :
    “Joint venture”
    Ada sebuah proyek Pengeboran Minyak
    PT.Maju Terus sebagai distributor terbesar Minyak bumi di Indonesia mengajak PT.Mutiara sebagai perusahaan yang memiliki peralatan pengeboran untuk bergabung dan menyelesaikan proyek Pengeboran minyak itu bersama (aksi)
    Karena pembagian hasil dijanjikan cukup besar,maka PT.Mutiara bergabung dan mengirimkan mesin serta teknisi handal untuk menyelesaikan proyek tersebut (Reaksi)

    Akomodasi:
    “Ajudikasi”
    Dini dan Dono sepasang suami istri,mereka bertengkar dan ingin bercerai,
    mereka berdua mengajukan permohonan cerai kepada Pengadilan (Aksi)
    Pengadilanpun menerima dan mengurus perceraian mereka berdua sampai mereka resmi bercerai (Reaksi)

    Asimilasi :
    Dini adalah seorang model dan selalu mengikuti cara berpakaian model-model yang berpakaian pendek
    Suatu saat dini berpulang ke desa ayahnya,disana berpakaian sangat sopan dan tertutup
    karena melihat semua masyarakat berpakaian sangat tertutup (aksi)
    dia mulai menggunakan pakaian yang tidak terlalu pendek seperti biasanya (reaksi)

    Akulturasi :
    Pada abad ke 16 para pelaut portugis membawa instrument dan musik ke Indonesia(aksi)
    Karena menurut masyarakat Indonesia instrument yang di bawa itu enak untuk di dengar dan di mainkan maka di gabungkanlah musik Indonesia dan musik portugis tersebut tanpa menghilangkan keaslian dari musik Indonesia dan portugis(reaksi)
    Dan musik itu sekarang dikenal sebagai Keroncong

    Interaksi sosial Disosiatif :

    Persaingan :
    Team futsal ekonomi bermain dengan menunjukan performa terbaiknya (aksi)
    Karena menurut team Fasilkom,team ekonomi hebat,mereka menyusun strategi agar bisa memenangkan pertandingan melawan team ekonomi dan menjadi juara futsal yang di adakan esa unggul (reaksi)

    Kontravensi :
    Dino coba mengikuti Audisi lomba Penyanyi terbaik kampus (aksi)
    Ternyata Rey sahabat dari dino juga mengikuti audisi tersebut,dia merasa tersaingi.
    Rey mengajak dino ke club dan membuat dino mabuk agar besok harinya dino tidak hadir pada audisi tersebut(reaksi)

    Konflik :
    John memukul doni Karena tidak suka dengan gayanya doni yang selalu nora (aksi)
    Karena doni merasa tidak suka terhadap apa yang dilakukan john,
    Doni berbalik memukul john dan terjadilah pertengkaran diantara mereka(reaksi)

  85. Fristi Anita Sari says:

    1. Bentuk Organisasi Sosial Bersifat Asosiatif:
    a. Kerjasama
    Suzuki dan mitsubishi bekerjasama dalam mengembangkan mobil listrik. Mitsubishi merupakan perusahaan yang memproduksi kendaraan listrik. Sedangkan suzuki adalah perusahaan yang memproduksi mobil dan motor yang terkenal di dunia. Suzuki bekerjasama dengan mitsubishi untuk meyediakan kendaraan komersial kecil bertenaga listrik. Dalam hal ini mitsubishi memproduksi kendaraan listrik dan suzuki memasok beberapa komponen kepada mitsubishi. Dengan kerjasama tersebut menghasilkan mobil berbasis MiEV.
    b. Akomodasi
    Seorang pengacara meredakan pertikaian atau konflik antara pribadi atau kelompok-kelompok manusia untuk menyelesaikan suatu masalah yang sedang dihadapi oleh masing-masing pihak yang terkait. Dengan meminta bantuan pengacara yang hanya berperan sebagai penasihat untuk meredakan pertikaian, tetapi tidak berwenang dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah.
    c. Asimilasi
    Masyarakat Batak dan Tionghoa di Sumatra Utara. Para pedagang Tionghoa yang tinggal di daerah Tapanuli sadar bahwa mereka merupakan pendatang sehingga mereka berusaha belajar bahasa Batak dan menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat karena dianggap menguntungkan bagi usaha perdagangan mereka. Sebaliknya, anggota masyarakat Batak Toba yang tinggal di Medan berusaha menyesuaikan diri dengan kebudayaan masyarakat setempat yang didominasi etnik Tionghoa. Selanjutnya, ia akan belajar bahasa Cina karena pengetahuan tersebut dianggap berguna dalam melakukan transaksi perdagangan dengan warga keturunan Tionghoa.
    d. Akulturasi
    Masjid Angke merupakan masjid tertua yang ada di Indonesia dibangun pada abad ke 18. Masjid ini mempunyai perpaduan arsitektur dari jawa, cina dan eropa. Bentuk masjid berbentuk bujursangkar yang memprlihatkan adanya pengaruh jawa. Lima anak tangga didepan dan, daun pintu ganda dan lubang angin diatas pintu yang dihiasi ukiran bagus yang semuanya bersirikan rumah-rumah belanda. Arsitektur cina terlihat dari bentuk atap bangunan yang bertumpuk seperti kelenteng. Dengan demikian telah terjadi proses akulturasi budaya pada bangunan masjid Angke.

    2. Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:
    a. Persaingan
    Antara dua kelompok perusahaan besar yang bersaing untuk memenangkan tender
    b. Kontravensi
    Aksi golput dalam pemilu
    c. Konflik
    tawuran antar pelajar, ini hal biasa yg sering terjadi di kalangan pelajar, biasanya terjadi hanya karna hal kecil.

  86. Ellis Sumiyati says:

    Nama : Ellis Sumiyati
    Nim : 201212165
    Seksi : 20

    Bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif :
    1. Kerjasama
    Contoh : Ketika perayaan 17 Agustus di sebuah desa, warga menciptakan berbagai kegiatan untuk memperingati hari tersebut. Dan salah satu perayaan yang umum ketika 17an adalah panjat pinang. Dari permainan panjat pinang itu dapat kita jadikan salah satu bentuk kerjasama. Untuk mengambil beberapa hadiah yang ditaruh diatas pinang tentunya kita harus membutuhkan kerjasama antar anggota kelompok.

    2. Akomodasi
    Contoh : Dalam suatu rapat anggota RT tentunya terdapat opini atau pendapat yang berbeda. Untuk mendengarkan atau menggabungkan pendapat yang berbeda dilakukan musyawarah agar tercapai suatu kesepakatan yang mufakat.

    3. Asimilasi
    Contoh : Ketika sebuah keluarga Indonesia pindah ke Amerika, walaupun mereka masih berbicara bahasa indonesia antar sesama anggota keluarga namun mau tidak mau mereka harus menyesuaikan bahasa di lingkungan baru mereka yaitu bahasa inggris. Mungkin beberapa dari mereka menjadi lancar berbahasa Inggris, begitu juga nantinya turunan mereka menjadi billingual dan kemungkinan puluhan taun kemudian ketika mereka sudah mendiami tempatnya begitu lama, lambat laun mereka pun akan semakin jarang berbicara bahasa asli mereka.

    4. Akulturasi
    Contoh : Ketika berbicara akulturasi banyak sekali yang bisa diambil contoh di Indonesia ini, banyak sekali budaya barat masuk dan ada sebagian diterima namun ada juga beberapa yang tidak diterima karena tidak cocok dengan tradisi adat ketimuran kita. Misalnya : beberapa makanan barat yang masuk ke Indonesia, ada pizza, fried chicken, humburger, spaghetti dan lain lain. Meskipun begitu banyak restaurant cepat saji atau fast food yang berlebel dari barat namun masih banyak juga rumah rumah makan khas Indonesia yang tentunya menyajikan berbagai masakan Indonesia, seperti rumah makan padang, jawa, sunda dan lainya. Ini menunjukan bahwa memang ada terjadinya akulturasi di Indonesia namun itu tidak mengakibatkan budaya kita sendiri luntur. Budaya kita masih dan akan tetap ada walaupun diserbu beberapa budaya asing yang datang.

    Bentuk interaksi sosial yang bersifat disosiatif :
    1. Persaingan
    Contoh : Dalam kompetisi menyanyi seperti Indonesian Idol, semua peserta saling bersaing untuk menjadi yang terbaik serta mendapatkan pujian dari para juri. Mereka semua bersaing secara sehat tnapa ada ancaman atau benturan fisik dari peserta lainnya.

    2. Kontraversi
    Contoh : Si A menolak cinta si B. Si B pun kurang senang, akhirnya si B memfitnah si A sebagai seorang playboy atau orang yang punya banyak pacar dan si B menghasut teman-temannya yang lain agar jangan dekat-dekat si A agar tidak termakan bujuk rayunya.

    3. Konflik
    Contoh : Pada pertandingan sepak bola, pemain tim A tidak sengaja menyikut pemain dari tim B. Karena tim A merasa bahwa kejadian itu disengaja maka timbulah perkelahian antar 2 tim pesepak bola tersebut.

  87. Aulia Ramadhan Iskandar (2012-12-097) says:

    Nama : Aulia Ramadhan Iskandar
    NIM : 201212097
    Seksi : 02

    Berikan contoh Interaksi sosial untuk:
    A. Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:

    1. Kerja sama
    Gubernur DKI Jakarta Jokowi memerintahkan kepada bawahannya dan masyarakat untuk bergotong royong menutupi tanggul sungai yang jebol menggunakan karung yang telah diisi dengan pasir serta membersihkan sungai yang tergenangi banyak sampah, Lalu masyarakat dan bawahannya melakukan perintah tersebut agar DKI Jakarta tidak mengalami banjir susulan.
     Aksi: Gubernur DKI Jakarta memerintahkan pada bawahannya dan masyarakat untuk bergotong royong agar mencegah terjadinya banjir susulan.
     Reaksi: masyarakat dan bawahannya melakukan perintah tersebut agar tidak terjadi banjir susulan
    2. Akomodasi
    Konflik antar dua negara Israel dan Palestina (1993) menimbulkan banyak korban terluka parah dan meninggal, di karenakan penyerangan dari negara Israel yang meluncurkan bom dan peluru ke negara Palestina dengan alasan perebutan wilayah Palestina oleh Israel. Akibatnya organisasi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) membuat forum yang dihadiri semua anggota PBB (negara) dan mempertemukan antar dua negara tersebut untuk membuat kesepakatan perdamaian. Dan akhirnya mereka berdamai pada tahun 2012-sekarang.
     Aksi: Konflik negara Israel dan Palestina menimbulkan banyak korban
     Reaksi: organisasi PBB (Perserikatan bangsa-bangsa) mendamaikan kedua negara tersebut
    3. Asimilasi
    Sebelum ditemukannya sendok-garpu dan sumpit, masyarakat Indonesia makan dengan menggunakan tangan. Lalu masuklah budaya Cina dan Belanda membawa kebudayaan mereka dalam tata cara makan menggunakan sendok-garpu dan sumpit (pada zaman penjajahan sampai sekarang).
     Aksi: Pada zaman dahulu masyarakat Indonesia makan dengan menggunakan tangan
     Reaksi: Sejak budaya China dan Belanda masuk ke Indonesia pada zaman penjajahan, masyarakat Indonesia sampai sekarang cara makannya menggunakan sendok-garpu dan sumpit.
    4. Akulturasi
    Orkes Gambus merupakan seni musik asli betawi. Asal-muasalnya berasal dari budaya Timur Tengah ketika agama islam masuk ke Indonesia. Orkes Gambus ini ternyata memiliki pengaruh kuat dalam khasanah betawi, hal ini terbukti bahkan sampai saat ini di seantero Jakarta terdapat puluhan grup orkes gambus dan menjadi hak paten kebudayaan betawi. Dan tidak menghilangkan budaya betawi itu sendiri.
     Aksi: Budaya Timur Tengah masuk ke Indonesia membawa warna musik baru kepada kebudayaam betawi.
     Reaksi: Warga betawi menerima budaya musik itu.

    B. Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:
    1. Persaingan
    Di dunia pendidikan yaitu Perguruan Tinggi setiap mahasiswa menginginkan lulus dengan nilai yang sangat memuaskan (IP > 3,00), maka dari itu para mahasiswa bersaing dalam proses pembelajaran dengan cara belajar sungguh-sungguh.
     Aksi: Harapan para mahasiswa lulus dengan meraih nilai yang sangat memuaskan (IP > 3,00).
     Reaksi: Semua mahasiswa bersaing dalam proses pembelajaran di Perguruan Tinggi dengan cara belajar sungguh-sungguh.
    2. Kontravensi
    Lady Gaga adalah seorang penyanyi wanita yang kostumnya nyentrik dan unik disetiap konsernya maupun video klipnya. Ketika konser Lady Gaga akan diadakan di Indonesia, hal tersebut mengakibatkan protes dari pihak LSM yaitu FPI (Forum Pembela Islam) ke pihak penyelenggara karena tidak sesuai dengan budaya Indonesia yaitu budaya timur. Sehingga konser tersebut menjadi gagal.
     Aksi: Penyelenggaraan konser Lady Gaga yang akan diadakan di Indonesia
     Reaksi: LSM FPI (Forum Pembela Islam) memprotes kepada pihak penyelenggara agar dibatalkannya konser Lady Gaga di Indonesia karena tidak sesuai dengan budaya Indonesia yaitu budaya timur.
    3. Konflik
    Surya Palo dan Harry Tanoesoedibjo mereka bersiteruh dalam memperebutkan kursi untuk menjadi ketua umum di partai Nasdem (Nasional Demokrat). Sehinngga mengakibatkan Harry Tanoesoedibjo keluar dari partai Nasdem dan membentuk partai sendiri yaitu Persindo (Persatuan Indonesia).
     Aksi: Surya Palo dan Harry Tanoesoedibjo bersiteruh dalam memperebutkan kursi ketua umum di partai Nasdem (Nasional Demokrat).
     Reaksi: Harry Tanoesoedibjo keluar dari Nasdem dan membentuk partai sendiri yaitu Partai Persindo (Persatuan Indonesia).

  88. cecilia says:

    Nama : Cecilia
    Nim : 201212088
    Seksi : 01

    Interaksi sosial yang bersifat asosiatif :
    1. Kerjasama
    ilustrasi : Ada perlombaan untuk membuat proposal kegiatan yang adakan oleh kompas kampus.
    aksi : semua anggota kelompok mambagi tugas dan bekerjasama agar proposal tersebut masuk 1o besar.
    reaksi : proposal tersebut menang dan kegiatan yang tersusun dalam proposal dapat direalisasikan.

    2. Akomodasi
    ilustrasi : perkelahian antar warga
    aksi : Joko dan Budi bertengkar
    reaksi : ketua RT meredakan perkelahian

    3. Asimilasi
    aksi : sekelompok orang di pulau jawa melakukan transmigrasi ke pulau sumatera
    kemudian orang yang berasal dari pulau jawa mendapat kebudayaan baru dari pulau sumatera, begitu juga orang sumatera mendapat kebudaayan baru yang dibawa oleh orang jawa.
    reaksi : adanya kebudayaan baru yang merupakan pencampuran dari unsur budaya jawa dan sumatera.

    4. Akulturasi
    aksi : seorang warga negara indonesia tinggal menetap di singapura,
    reaksi : warga negara tersebut menerima unsur kebudayaan baru dari singapura, seperti bahasa inggris, gaya hidup, tetapi pada saat ia pulang kembali ke indonesia ia tetap menggunakan bahasa daerah dan tetap mengikuti adat istiadat indonesia.

    Interaksi sosial yang bersifat Disasosiatif
    1. Persaingan
    aksi : Sekelompok mahasiswa sedang mengikuti lomba kreatifitas yang diadakan oleh dikti.
    reaksi : mahasiswa- mahasiswa tersebut bekerja keras membuat program yang yang inovatif dan kreatif agar dapat memenangkan lomba tersebut.

    2. Kontravensi
    aksi : pada pelaksanaan kampanye pemilihan presiden di beberapa tempat banyak diwarnai adanya saling menjelek-jelekan dan memfitnah antara pendukung calon presiden untuk mendapatkan simpati masyarakat.
    reaksi : warga yang mengikuti pemilu lebih terarah dalam menentukan pemimpin yang baik.

    3. Konflik
    aksi : TNI dan Porli di daerah Jambi mengalami perselisihan
    reaksi : anggota TNI membakar salah satu tempat tinggal kepolisian dan menyerang polisi.

  89. I Wayan bhisma Putra says:

    NAMA : I WAYAN BHISMA PUTRA
    NIM : 201212083
    Jurusan : Akuntansi
    seksi : 02

    Asosiatif
    A. Kerja Sama
    Contohnya : Ada 3 orang sahabat Tomy,Rian,Jupri. Tpmmy dan Rian adalah orang yang berkecukupan, sedangkan Jupri kurang berkecukupan.Disaat Jupri sedang memiliki masalah dalam pembayaran SPP,Tomy dan Rian berkeja sama utuk membantu masalah Jupri.

    Aksi : Tomy dan Rian membantu dengan mengumpulkan uang jajan mereka untuk membantu pembayaran SPP Jupri.

    Reaksi : SPP Jupri lunas

    B. Akomodasi
    Contohnya : masuknya alat komusikasi produk luar negeri seperti Blackberry,Android

    Aksi : masuknya produk tersebut seperti Blackberry,Android

    Reaksi : Produk tersebut diterima oleh masyarakat.

    C. Asimilasi
    Contohnnya : Di tahun 1996 Manchester United mengalami kebangkrutan.Saat itu club inggris tersebut tidak memiliki stadion dan hanya memiliki sedikit pemain dikarenakan gaji pemain menunggak.Lalu Liverpool membantu Manchester United dengan meminjamkan 6 pemain dan stadion hingga tim dengan julukan The Red Devil walaupun kedua tim tersebut sangat bersaing di premier league.

    Aksi : Liverpool membantu Manchester United dengan meminjamkan 6 pemain dan stadion.
    Reaksi : Manchester United masih dapat bersaing kembali di premier league.

    D. Akulturasi
    Contohnya : ada 2 orang sahabat, si A memiliki kebiasaan buruk bersendawa setelah makan sedangkan si B kurang biasa menerima hal tersebut karena menurut Ia hal seperti itu kurang sopan.

    Aksi : si B tidak senang dengan kebiasaan bersendawa si A
    Reaksi : di saat si A sedang makan bersama si B, Si A tidak bersendawa setelah makan.

    Disosiatif

    A. Persaingan
    Contohnya : dalam liga inggris memiliki kandidat kuat untuk meraih Top Skorer atau mendapatkan gelar Sepatu emas yaitu antara Suarez dengan 21 gol dan Van Persie dengan 19 gol.

    Aksi : Antara Suarez dan Van Persie saling bersaing untuk mendapatkan gelar Sepatu Emas
    Reaksi : Salah satu dari mereka akan menjadi Top skorer premier league

    B. Kontravensi
    Contohnya : Tomy dan Rian menyimpan rasa yang sama yaitu meyimpan rasa suka terhadap Rini.Di saat Tommy sedang bersama dengan Rini,Tommy menjelek jelekan sifat Rianyang tidak benar di depan Rini,sehingga Rini memiliki rasa jengkel terhadap Rian dan dia lebih memilih Tomy untuk menjadi pasangan dia.

    Aksi : Tommy menjelek jelekan Rian di depan Rini
    Reaksi : Rini tidak suka dengan Rian sehingga lebih memilih Tommy.

    C. Konflik
    Contohnya : Konflik PSSI dengan KPSI

    Aksi : membuat dua kubu dalam sepak bola Indonesia,sehingga beberapa klub yang berada di PSSI pindah ke KPSI.
    Reaksi: Mempora mengadakan forum untuk mempersatukan kembali antar 2 kubu tersebut.

  90. Reta Puspa Dewi says:

    Nama : Reta Puspa Dewi
    NIM : 2012-11-090
    Seksi : 01

    - Contoh interaksi sosial bersifat asosiatif :

    A. Kerja Sama
    Disebuah pedesaan setiap minggunya diadakan kerja bakti . Kepala desa setempat menghimbau masyarakatnya untuk membersihkan lingkungannya bersama – sama untuk menciptakan lingkungan pedesaannya asri . reaksi yang di timbulkan oleh masyarakan adalah mereka bergotong royong membersihkan lingkungan mereka untuk mencapai tujuan awal yang diinginkan .
    B. Akomodasi
    Seorang murid baru disebuah sekolah swasta, dia beradaptasi akan lingkungan sekolahnya yang baru . Dikelasnya terdapat dua kubu yang memisahkan jarak siswa-siswa didalamnya . Reaksi murid baru ini dia mempersatukan dua kubu agar suasana didalam kelas menyatu dan tidak lagi terpisahkan jarak yang tercipta akan adanya dua kubu tersebut .
    C. Asimilasi
    Disebuah perkotaan dalam lingkup RT terdapat beberapa kepala rumah tangga yang berasal dari berbagai suku . mereka hidup bertetangga dalam waktu yang cukup lama . reaksi antar warga tersebut, mereka saling menghargai adat istiadat antar tetangga mereka sehingga antara mereka terbiasa akan hal tersebut dan mulai terbiasa akan hal tersebut .
    D. Akultrasi
    Dalam keraton jogja terdapat banyak aturan yang mengikat warga didalamnya . Dan laut lambat banyak kebudayaan asing yang masuk didalam keraton jogja tersebut . Aksi warga didalam keraton menerimanya namun tidak serta merta menghapus aturan yang sudah berlaku didalam masyarakat tersebut .

    - Bentuk interaksi sosial yang bersifat disosiatif :
    A. Persaingan
    Diantara mahasiswa disuatu universitas mereka bersaing secara sehat untuk mendapatkan nilai kelulusan yang terbaik . reaksi antar mahasiswa, mereka belajar dengan tekun dan mematuhi aturan yang ada agar mendapatkan nilai terbaik .
    B. Kontravensi
    Didalam sebuah persahabatan setiap orang memiliki sifat atau karakter-karakter yang berbeda-beda, tidak semua sahabat bisa menerimanya . reaksi antar sahabat, mereka bisa secara langsung mengucapkan ketidaksukaan mereka terhadap sifat sahabatnya sendiri untuk mengungkapkan apa yang terjadi .
    C. Konflik
    Tika dan sandy berpacaran, sandy jatuh cinta kepada meli yang ternyata temannya tika . reaksi tika, dia marah kepada sandy dan teramat kecewa kepada meli .

  91. Puspita Dewi Indah Purnamasari says:

    Nama : Puspita Dewi Indah Purnamasari
    Nim : 2012 12 121

    Berikan contoh Interaksi sosial untuk:
    1. Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:
    • Kerjsama
    • Akomodasi
    • Asimilasi
    • Akulturasi
    • Kerjasama
    Suzuki dan mitsubishi bekerjasama dalam mengembangkan mobil listrik. Mitsubishi merupakan perusahaan yang memproduksi kendaraan listrik. Sedangkan suzuki adalah perusahaan yang memproduksi mobil dan motor yang terkenal di dunia. Suzuki bekerjasama dengan mitsubishi untuk meyediakan kendaraan komersial kecil bertenaga listrik. Dalam hal ini mitsubishi memproduksi kendaraan listrik dan suzuki memasok beberapa komponen kepada mitsubishi. Dengan kerjasama tersebut menghasilkan mobil berbasis MiEV.

    • Akomodasi
    Akomodasi merupakan suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan. Contohnya seorang pengacara meredakan pertikaian atau konflik antara pribadi atau kelompok-kelompok manusia untuk menyelesaikan suatu masalah yang sedang dihadapi oleh masing-masing pihak yang terkait. Dengan meminta bantuan pengacara yang hanya berperan sebagai penasihat untuk meredakan pertikaian, tetapi tidak berwenang dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah.

    • Asimilasi
    Contoh asimilasi yaitu terjadi pada masyarakat Batak dan Tionghoa di Sumatra Utara. para pedagang Tionghoa yang tinggal di daerah Tapanuli sadar bahwa mereka merupakan pendatang sehingga mereka berusaha belajar bahasa Batak dan menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat karena dianggap menguntungkan bagi usaha perdagangan mereka. Sebaliknya, anggota masyarakat Batak Toba yang tinggal di Medan berusaha menyesuaikan diri dengan kebudayaan masyarakat setempat yang didominasi etnik Tionghoa. Selanjutnya, ia akan belajar bahasa Cina karena pengetahuan tersebut dianggap berguna dalam melakukan transaksi perdagangan dengan warga keturunan Tionghoa.

    • Akulturasi
    Masjid Angke merupakan masjid tertua yang ada di Indonesia dibangun pada abad ke 18. Masjid ini mempunyai perpaduan arsitektur dari jawa, cina dan eropa. Bentuk masjid berbentuk bujursangkar yang memprlihatkan adanya pengaruh jawa. Lima anak tangga didepan dan, daun pintu ganda dan lubang angin diatas pintu yang dihiasi ukiran bagus yang semuanya bersirikan rumah-rumah belanda. Arsitektur cina terlihat dari bentuk atap bangunan yang bertumpuk seperti kelenteng. Dengan demikian telah terjadi proses akulturasi budaya pada bangunan masjid Angke.

    2. Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:
    • Persaingan
    • Kontravensi
    • Konflik

    1. Persaingan (competition)
    persaingan antara dua partai berbeda dalam merebut simpati rakyat, atau persaingan dua kesebelasan sepak bola berebut kemenangan untuk maju ke babak berikutnya.
    Tipe-tipe tersebut menghasilkan beberapa bentuk persaingan. Di antaranya persaingan di bidang ekonomi, politik, persaingan untuk mencapai suatu kedudukan dan menjaga gengsi, serta persaingan ras.
    Salah satu ciri dari persaingan adalah perjuangan yang dilakukan secara damai, sportif, atau fair play. Artinya, persaingan selalu menjunjung tinggi batas-batas yang diharuskan. Mereka bersaing tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan. Oleh karena itu, persaingan sangat baik untuk meningkatkan prestasi seseorang.

    2. Kontravensi (contravention)
    Perang dingin merupakan salah satu contoh kontravensi karena tujuannya membuat lawan tidak tenang atau resah. Dalam hal ini, lawan tidak diserang secara fisik tetapi secara psikologis. Sikap tersembunyi seperti ini dapat berubah menjadi pertentangan atau pertikaian. Wujudnya dapat berupa protes, mengacaukan pihak lain, memfitnah, memaki-maki melalui surat selebaran, agitasi, subversi, dan Iain-lain.

    3. Pertentangan atau Konflik (conflict)
    Contoh perasaan yang menimbulkan konflik adalah benci, sentimen, dan iri.
    Pertentangan tidak selalu bersifat negatif. Pertentangan juga dapat menjadi alat untuk menyesuaikan norma-norma yang telah ada dengan kondisi baru yang sesuai dengan perkembangan masyarakat. Pertentangan dapat pula menghasilkan suatu kerja sama karena masing-masing pihak kemudian dapat saling introspeksi untuk mengadakan perbaikan-perbaikan. Contoh dampak positif pertentangan adalah perombakan aturan-aturan yang mengekang hak politik warga negara pada masa Orde Baru.

  92. rizal lathif says:

    Nama : rizal lathif
    Nim : 2011-11-078
    Mata kuliah : sosiologi
    Seksi : 20

    Contoh bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:
    1. Kerjasama :
    Seorang kepala cabang sedang menyuruh bawahannya untuk mengikuti pameran yang di adakan oleh pihak perusahaan demi tujuan bersama
    2. Akomodasi
    Seorang pacar sedang beradaptasi dengan calon mertua, agar dapat keseimbangan bersama
    3. ketika sebuah keluarga Indonesia pindah ke Amerika. Walaupun mereka masih berbicara Indonesia pada tiap anggota keluarga namun mau tidak mau mereka pun harus menyesuaikan bahasa di lingkungan baru mereka, yaitu bahasa Inggris.
    4. Akuturasi
    Di Indonesia ini, banyak sekali budaya barat masuk dan ada sebagian diterima namun ada juga beberapa yang tidak diterima karena tidak cocok dengan tradisi adat ketimuran kita. Tarulah contoh beberapa makanan barat yang masuk ke Indonesia, ada pizza, fried chicken, humburger, spaghetti dan lain lain. Meskipun begitu banyak restaurant cepat saji atau fast food yang berlebel dari barat namun masih banyak juga rumah rumah makan khas Indonesia yang tentunya menyajikan berbagai masakan Indonesia, seperti rumah makan padang, jawa, sunda dan lainya. Ini menunjukan bahwa memang ada terjadinya akulturasi di Indonesia namun itu tidak mengakibatkan budaya kita sendiri luntur. Budaya kita masih dan akan tetap ada walaupun diserbu beberapa budaya asing yang datang.

    Contoh Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif :

    1. Persaingan
    Di sebuah pameran jcc banyak perusahaan yang mengikuti pameran saling bersaing untuk membujuk para castamer untuk membeli produknya
    2. Kontravensi
    Kontravensi sederhana, seperti fitnah dan pencemaran nama baik orang atau kelompok … Kontravensi intensif, seperti penghasutan dan penyebaran desasdesus
    3. Konflik
    Pertengkaran yang terjadi antara pasangan suami istri karena beda pendapat

  93. Nama ; Levi Hartanti Pranata
    Jurusan : Akuntansi
    Seksi ; 20
    NIM ; 2012-12-0230
    Mlm Pak ,saya akan menjawab pertanyaan bapak sesuai pemikirin saya ..

    1.Bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif itu ;
    A.kerja sama =suatu tindakan yang sifatnya saling gotong royong antar kelompok atau per-kelompok untuk melakukan suatu kegiatan..kerja sama ini sama dengan tolong menolong .
    contoh;di dalam suatu lingkungan ada sistem kerja sama untuk melaksanakan kebersihan lingkungan ,keamanan dan kesejahteraan rakyat demi kepentingan bersama.
    2.Akomodasi dapat mengacu kepada beberapa hal misalnya ;
    -fasilitas penginapan bagi org yang sedang berpegian,seperti hotel dan losmen
    -Akomodasi(mata);penyesuaian untuk melihat atau menfokuskan yang dilihat
    -Akomodasi(psikologi);penyesuaian tingkah laku manusia
    Contoh ; dalam suatu rapat,dalam mengambil keputusan harus merupakan keputusan bersama,.
    3.Asimilasi ;pembauran dua budaya yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru.
    asimilasi dapat terbentuk apabila terdapat tiga persyaratan :
    -terdapat sejumlah kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda
    -terjadi pergaulan antarindividu atau kelompok secaran intensif dlm wktu yang relatif lama.
    4.Akulturasi; proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing.
    contoh;bentuk bangunan mesjid sunan kudus adalah salah satu akulturasi antara Hindu-Islam.

    2.Bentuk interaksi sosial bersifat disosiatif ;
    -persaingan =Suatu sifat manusia yang tidak dapat terpisahkan dalam mengambil keputusan.
    contoh hal yang mendasar terjadinya persaingan;
    -perbedaan pendapat mengenai hal yang sangat mendasar
    -perselisihan paham yang mengusik harga diri dan kebangaan masin”pihak yang ditonjolkan
    -kontravensi ;suatu proses komunikasi antarmanusia ,dimana antar pihak yang satu dengan pihak lain sudah dapat benih ketidaksesuaian,.
    contoh:membka rahasia pihak lain pada pihak ketiga ,berkhianat,mengejutkan lawan,menggugat.
    -konflik ;suatu proses sosial dimana dua orang atau kelompok berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.
    contoh ;pertikaian negara israel dan lebanon yang melibatkan beberapa negara besar.

    Sekian pak jawaban dari saya,.makasih.

    levi.blog.esaunggul.ac.id

  94. Nama : Victor Hasintongan Simanjuntak.
    NIM : 2012-12-176
    Jurusan : Akuntansi
    Seksi : 02

    A. Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Asosiatif
    * Kerjasama
    Aksi: Kerjasama antar prajurit dalam suatu kesatuan dapat terjalin ketika dalam suatu kesatuan ketika dalam sebuah peperangan.
    Reaksi: Pihak musuh terpukul dan akhirnya mundur.

    * Akomodasi
    Aksi: Adanya pengaduan pemerasan yang dilakukan oleh Hercules beserta anggotanya.
    Reaksi: Pihak yang berwajib atau Polisi segera turun ke tempat kejadian untuk menangkap pelakunya.

    * Asimilasi
    Aksi: Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
    Reaksi: Sikap terbuka dari golongan penguasa dalam menghimpun masyarakat.

    * Akulturasi
    Aksi: Musik Keroncong yang merupakan perpaduan antara musik Portugis dan musik Indonesia.
    Reaksi: Warga Indonesia menerima musik keroncong dan dijadikan sebagai sebuah musik daerah.

    B. Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif
    * Persaingan
    Aksi: Diadakannya perebutan Gelar Ballon D’Or di ajang Sepak Bola oleh FIFA.
    Reaksi: Banyak pemain sepak bola dari berbagai belahan dunia bersaing dalam perebutan Gelar tersebut.

    * Kontraversi
    Aksi: Dicadangkannya Roony saat pertandingan leg ke 2 melawan Real Madrid mengundang kontraversi.
    Reaksi: Suporter dan pengamat sepak bola tidak puas dan menyesalkan atas tindakan pelatih membangku cadangkan Roony.

    * Konflik
    Aksi: Korea Utara mengancam akan menyerang Amerika Serikat dengan Nuklir.
    Reaksi: PBB akan berikan sanksi pada Korea Utara atas tindakan yang membuat dunia resah.

  95. NAMA : ALDYFERDIANSYAH
    NIM : 2012-12-066
    JURUSAN : AKUNTANSI

    1. INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF
    A. Kerja Sama
    contoh : tukang bangunan
    aksi : adanya kerja sama antara tukang bangunan dalam mengaduk semen, membangun batu bata.
    reaksi : pekerjaan tukang bangunan tersebut dapat terselesaikan dengan baik karena adanya kerja sama antara tukang bangunan
    B. Akomodasi
    contoh : pindahan rumah
    aksi : ikut dalam segala kegiatan yang diadakan dikomplek rumah barunya yang ditempati seperti kerja bakti
    reaksi : warga lama akan berpendapat positif tentang warga baru yang baru pindah karena sering mengikuti kerja bakti
    C. Asimilasi
    contoh : cara makan yang benar antara pengusaha dan pemulung
    aksi : seorang pengusaha tersebut mengajak sipemulung untuk ikut makan bersama nya di restaurant karena adap makan sipemulung kurang baik akhirnya sipengusaha mengajari tata cara makan yang baik
    reaksi : sipemulung tersebut jadi lebih beradap dalam makan ditempat umum
    D. Akulturasi
    contoh : tarian tradisional dengan tarian modern
    aksi : seorang penari menggabungkan gaya tari tradisional indonesia dengan modern
    reaksi : penonton jadi lebih suka karena banyak nya gerakan variasi
    2 INTERKASI SOSIAL DISOSIATIF
    A. Persaingan
    contoh : penjualan es campur dan es kelapa
    aksi : seorang pedagang es campur mendesaign gerobaknya semenarik mungkin agar pembeli lebih tertarik dibandingkan tukang es kelapa
    reaksi : banyak nya pembeli yang membeli es campur
    B. Konflik
    contoh : perperangan perebutan wilayah antara korea utara dan korea selatan
    aksi : pemerintah korea utara memerintahkan kepada tentara nya untuk mengambil paksa wilayah tersebut
    reaksi : pemerintah korea selatan pun tidak ambil diam mereka melawan dengan memberikan beberapa serangan sehingga menyebabkan konflik
    C. Kontravensi
    contoh : seseorang yang terlalu sombong karena dia pintar
    aksi : orang pintar ini hyper aktif dikelas dan sampai-sampai setiap ada tugas yang diberikan oleh dosen tidak mau membantu teman nya
    reaksi : temen-teman kelasnya membenci siorang pintar tersebut atau merasa tidak senang karena orang pintar tersebut sombong

  96. NAMA : ENDANG SETIYO
    NIM : 2012-11-113
    JURUSAN : MANAJEMEN

    INTERKASI SOSIAL ASOSIATIF
    1.KERJA SAMA
    contoh : warga menciptakan berbagai kegiatan untuk memperingati 17 agustus hari kemerdekaan
    aksi :warga membuat kegiatan panjat pinang untuk mengambil beberapa hadiah yang ditaro diatas pinang
    reaksi : peserta yang mengikuti saling menyongsong untuk memanjat pinang sampai keatas
    2.AKOMODASI
    contoh : warga yang memperebutkan sengketa tanah
    aksi : sengketa tanah
    reaksi : untuk menyelesaikan masalah tersebut sengketa tanah dibawa ke pengadilan
    3.ASIMILASI
    contoh : sebuah keluarga dari jawa merantau kejakarta
    aksi : menyesuaikan diri dengan lingkungan baru mereka dijakarta
    reaksi : mereka bisa bersosialisai dengan baik dilingkungan nya sekarang
    4.AKULTURASI
    contoh : masuknya budaya korea ke indonesia
    aksi : seperti boy band dan girl band yang masuk ke indonesia
    reaksi : banyak nya musisidan penyanyi berbakat yang bermunculan
    INTERKASI SOSIAL DISOSIATIF
    1.PERSAINGAN
    contoh :persaingan untuk m,encapai prestasi
    aksi :dengan berusaha yang keras dan rajin belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus
    reaksi : mendapatkan beasiswa
    2.KONTRAVERSI
    contoh : sebuah protes ataupenolakan
    aksi :kepala sekolah mempunyai sebuah rencana tetapi salah satu guru tersebut kurang setuju atau berpendapat
    reaksi : munculah rasa tidak suka atau benci tapi disembuyikan
    3.KONFLIK
    contoh : razia premanisme yang terjadi puri kembangan
    aksi : polisi berhasil menangkap 50 orang termasuk pimpinanya termasuk hercules
    reaksi : sebagian orang memberikan perlawanan kepada polisi

    • • 1. kerjasama..aksi dan rekasinya:aksi yang di buat adalah:melakukan pemecahan masalah bersama-sama dan rekasi yang di dapat..bisa memecahkan persoalan tersebut dan mendapat hasilnya.
      2.akomodasi:menghargai dan menghoramti setiap kekurangan dan kelebihan atau bersikap menyatukan.rekasi yang di dapat adalah..tidak terjadi turbulensi di antara kedua belah pihak.

      3.asimilasi(pertemuan dua budaya dan membentuk budaya baru)reaksi yang didapat adalah terjadinya pembentukan budaya baru dan jika tidak ada sikap toleransi maka bisa terjadinya konflik di kedua belah pihak.
      4.akulturasi:(pertemuan dua budaya tanpa menghilangkan budaya aslii)reaksi:kehidupan lebih aman dan damai.
      persaingan:contoh aksinya: lomba antara sekolah sementara reaksinya:kalah dan menang

      6. kontraversi:aksi: menolak dan mendukung sesuatu hal reaksi:bisa mendapatkan hasil dan bisa juga tidak.
      konflik:fanatik terhadap budaya.reaksinya:bisa saja terjadi perselisishan.

  97. Romadhon Eva says:

    Nama : Romadhon Eva Suryani
    NIM : 2012.12.275
    Seksi : 02

    Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni :
    - Kerjasama
    Misalnya Indonesia mengadakan perjanjian bilateral dengan Thailand dalam bidang perikanan. karena Indonesia memiliki kekayaan laut dan perikanan yang berlimpah sementara Thailand memiliki kapal penangkapan terbanyak dan fishery prolessing terbesar di dunia.
    aksi : kedua negara mengadakan perjanjian bilateral.
    reaksi : masing-masing negara berupaya untuk menuntaskan kewajiban mereka atas perjanjian tersebut.

    - Akomodasi
    Terjadinya perdebatan di pengadilan agama mengenai perceraian sepasang suami istri. Sang istri misalkan tetap teguh mempertahankan rumah tangga mereka. maka dari itu, keputusan perceraian di pengadilan agama belum menemukan titik terang untuk beberapa waktu kedepan.
    aksi : pengadilan agama melalui pengacara masing-masing clien mencoba mengadakan mediasi.
    reaksi : sepasang suami istri tersebut dapat memikirkan kembali permasalahan mereka (meredakan konflik) sebelum akhirnya membuat keputusan untuk bercerai.

    - Akulturasi
    Misalkan di setiap bulan Maulud (Bulan ketiga) di Yogyakarta diadakan upacara adat sekaten dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Adat sekaten ini merupakan contoh perpaduan budaya Islam dan Jawa.
    Aksi : Kraton Yogyakarta mempersiapkan pelaksanaan Sekaten.
    Reaksi : Masyarakat Yogyakarta ataupun turis asing menyambut perayaan ini dengan suka cita.

    - Asimilasi
    Misalnya etnis keturunan tionghoa yang berada di Indonesia. Mereka datang sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia. Para etnis keturunan tionghoa ini menjadi penguasa lahan ekonomi di Indonesia, hampir semua lahan ekonomi, sebelum tahun 1998, dikuasai oleh mereka. Tapi mereka kurang melebur dengan masyarakat asli pribumi Indonesia, akhirnya pada kerusuhan 1998, merekalah yang menjadi sasaran utama. setelah itu mereka menyardari betapa pentingnya berbaur dengan masyarakat sehingga dapat menciptakan kehidupan yang harmonis dalam lingkungan.
    Aksi : Etnis Tionghoa berusaha menyesuaikan diri dengan kehidupan masyarakat disekitarnya seperti budaya, bahasa dan aturan tingkah laku agar dapat berbaur dengan masyarakat.
    Reaksi : masyarakat menyambut baik kehadiran mereka.

    Interaksi sosial yang bersifat desosiatif, yakni:

    -Persaingan
    misalnya persaingan yang terjadi antarperusahaan untuk memenangkan tender.
    Aksi : tiap wakil perusahaan berusaha yang terbaik dalam presentasi mereka untuk mendapatkan perhatian lebih dari investor.
    Reaksi : Investor akan memberikan penilaian terhadap perusahaan mana yang memiliki keuntungan kompetitif dibanding dengan yang lain sehingga mereka dapat memberikan kepercayaan permodalan untuk perusahaan tersebut.

    -Kontravensi
    Misal sekelompok masyarakat menolak menjalankan kebijakan pemerintah karena mereka tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap tugas dan peran pemenrintah selama ini yang diakibatkan oleh korupsi. hal itu membuat mereka memiliki perasaan tidak senang dengan keberadaan orang-orang pemerintahan disekitarnya.
    Aksi : Sebuah golongan dalam pemerintahan dianggap tidak mampu menjalankan kewajibannya pada rakyat dengan maksimal.
    Reaksi : Rakyat yang dikecewakan tidak ingin kembali memberi kepercayaan kepada pemerintah karena rasa tidak suka yang mendominasi hati mereka.

    -Konflik
    contoh nyata yang sering terjadi ialah kasus pembunuhan yang terjadi antartetangga. misalkan si A pernah melakukan kesalahan pada si B. Dan si B tidak menerima perlakuan si A yang mungkin telah merendahkan dirinya. untuk itu, Si B dendam dengan si A dan membunuh si A.
    Aksi : Sikap dan tutur kata si B terdengar kasar sehingga membuat si A sakit hati.
    Reaksi : si A yang tidak terima akan perlakuan B terhadapnya menjadi gelap mata, hingga ia melakukan pembunuhan tersebut.

  98. Paramita Sari says:

    Nama : Paramita Sari
    NIM : 2012-11-118
    Seksi : 01

    Contoh interaksi sosialyang bersifat asosiatif :
    1. Kerja sama
    Permainan estafet. Ketika pelari 1 memberikan tongkat dan berlari dengan cepat menuju pelari ke 2, pelari ke 2 menuju pelari ke 3, dst. (aksi) dan pelari ke 4 atau yang terakhir menyerahkan tongkat tersebt pada garis finish (reaksi).
    2. Akomodasi
    Dlam rapat suatu organisasi. Pembicara A, B dan yang lainnya berpendapat tentang ide atau gagasan untuk menemukan hasil yang terbaik (aksi). Ketika pembicara tersebut menemukan permasalahan dalam pendapat mereka, ada pemimpin yang berusaha mendengarkan dan menggabungkan hasil dari ide atau gagasan mereka untuk mencapai kesepakatan bersama (reaksi).
    3. Asimilasi
    Perpindahan seseorang dari budaya barat ke Indonesia (aksi). Ketika mereka hidup di Indonesia dengan jangka waktu yang lama, mereka mulai membiasakan adat-adat Indonesia seperti keramahannya, mulai berbicara bahasa Indonesia dan meniru kesopanan bangsa Indonesia (reaksi)
    4. Akulturasi
    Ziarah ke makam. Dalam masyarakat Indonesia, ziarah merupakan tradisi untuk mengunjungi dan menyekar yang tujuannya dipercaya dapat membawa berkah di dunia dan di akhirat. Sedangkan budaya lain misalnya ia menjadikan ziarah dengan tujuan yang berbeda seperti untuk mendapatkananugerah dengan memuja roh (aksi). Tradisi ziarah tersebut dipengaruhi oleh kebudayaan Indonesia lamadan kebudayaan Hindu-Budha yang berupa tradisi pemujaan terhadap arwah nenek moyang. Ini menunjukan bahwa memang ada terjadinya akulturasi di Indonesia namun itu tidak mengakibatkan budaya kita sendiri luntur (reaksi).

    Contoh interaksi sosial yang bersifat disosiatif :
    1. Persaingan
    Perlombaan adu bakat menyanyi. Misalnya perlombaan antara 10 finalis, semua menyanyi dengan karakter suara masing-masing (aksi) dalam setiap peserta harus tau tidak semuanya akan menjadi pemenang dalam kontes tersebut, sehingga kecil kemungkinan persaingan dalam bentuk kekerasan maupun ancaman atau bersikap sportif dan sehat (reaksi).
    2. Kontavensi
    Pembocoran rahasia. Seseorang yang diberikan kepercayaan untuk memegang rahasia kita saat itu membocorkannya kepada orang lain (aksi) sehingga menimbulkan rasa benci kepadanya (reaksi).
    3. Konflik
    Tawuran antar pelajar.karena permasalahan kecil yang tidak disukai pelajar lainnya (aksi) sehingga menimbulkan perkelahian antara mahasiswa tersebut dan menimbulkan orang sekitar untuk memisahkan pelajar yang sedang berkelahi tersebut.(reaksi)

  99. Dina Nurmala says:

    Nama : Dina Nurmala
    NIM : 2012 11 085
    Seksi : 02
    Jurusan : Manajemen

    Contoh interaksi sosial bersifat asosiatif:
    1. Kerja Sama
    kerja sama dalam kelompok paduan suara
    Aksi : pelatih vokal memberikan arahan dan intruksi kpd anggota-anggota paduan suara
    Reaksi : kelompok paduan suara tsb menjalankan intruksi dgn baik, sehingga terjadi kerja sama yg baik antar pelatih dan anggota paduan suara

    2. Akomodasi
    Terjadinya masalah antar para supir angkot dgn kebijakan baru yg di buat oleh Jokowi
    Aksi : terjadinya demo yg dilakukan para supir angkot
    Reaksi : Jokowi pun mengabulkan tuntutan para pendemo dgn memberikan beberapa syarat

    3. Asimilasi
    Aksi : jika ada pertukaran pelajar/mahasiswa antar negara. Misalnya Indonesia dgn Singapura
    Reaksi : pelajar tsb harus menyesuaikan budaya, serta kebiasaan yg ada di negara tsb

    4. Akulturasi
    Banyaknya orang2 Timur Tengah (Arab) yg menetap di daerah Bogor
    Aksi : timbulnya budaya baru yg tidak sesuai dgn aturan dan norma. Dan dilarang dalam Agama. Yaitu terjadinya Kawin Kontrak
    Reaksi : banyaknya kontroversi diantara masyarakat yg menilai Budaya Kawin Kontrak tsb sebagai Pelanggaran, atau sudah menjadi kebiasaan disana.

    Contoh interaksi sosial bersifat disosiatif:
    1. Persaingan
    Aksi : persaingan antar Tim Sepak Bola Indonesia
    Reaksi : masing2 tim tsb berusaha menjadi terbaik dan menjadi pemenang

    2. Kontravensi
    Aksi : terjadinya perkawinan singkat antara bupati Garut dgn seorang gadis
    Reaksi : keluarga gadis itu pun melaporkan kasus tsb sbg pelecehan. Dan kasus ini pun sempat menjadi kontroversi

    3. Konflik
    Aksi : permasalahan yg timbul di kubu PSSI
    Reaksi : timbulnya konflik yg sulit diselesaikan sehingga menjadi tambah rumit.

  100. SIGIT KOMARA says:

    NAMA : SIGIT KOMARA
    NIM : 2012-11-096
    JURUSAN : MANAJEMEN
    SEKSI : 02

    INTERKASI SOSIAL ASOSIATIF
    1. KERJA SAMA
    contoh : ketika melakukan shalat berjamaah
    Aksi : ketika imam membacakan surat al-fatihah dan menuju bacaan waladdollin
    Reaksi : makmum berkata amin
    2.AKOMODASI
    contoh : ketika BBM akan dinaikan
    Aksi : banyak yang melakukan demo besar-besaran kepada pemerintah
    Reaksi :pemerintah langsung melakukan rapat dewan dan menunda untuk menaikan BBM demi meredahkan masyarakat yang demo.
    3.ASIMILASI
    contoh : ketika penyanyi dangdut berkaloborasi dengan penyanyi jazz
    Aksi : penyanyi dangdut belajar untuk bernyanyi jazz dengan mempelajari nada-nada lagu jazz
    Reaksi : penyanyi jazz pun belajar lagu dangdut sehingga tercipta irama musik baru antara dangdutdan jazz
    4.AKULTURASI
    contoh : model pakaian tradisional dan pakaian eropa
    Aksi : seorang desaign membuat model baru baju batik antara batik solo dan desaign garis-garis model eropa
    Reaksi : masyarakat tertarik dengan desaign yang dibuat tanpa menghilangkan model batik tradisional.

    INTERKASI SOSIAL DISOSIATIF
    1.Persaingan
    contoh : model mobil terbaru antara honda dan ford
    Aksi : produk mobil honda mengeluarkan mobil baru honda jazz dengan interior yang sangat mewah tetapi mobil ford mengeluarkan mobil yang sangat canggih yang bisa parkir sendiri dengan kita bicara atau model visual.
    Reaksi : masyarakat jadi sangat tertarik untuk membeli mobil antara honda jazz dan ford.
    2.Konflik
    contoh : ketua umum partai nasdem mengeluarkan sebuah pendapat
    Aksi : ketua umum partai nasdem mengeluarkan blusukan untuk partai nya tetapi ada sebagian anggota ada yang tidak setuju
    Resksi : anggota tersebut tidak suka atau tidak senang atas blusukan tersebut.
    3.Kontraversi
    Aksi : sigit mengajak irvan untuk membolos kuliah karena sigit males untuk kuliah
    Reaksi : irvan menolak ajakan sigit karena dapat merugikan nya

  101. Dwi rahmasari says:

    Nama : Dwi rahmasari
    Nim : 2011-11-072
    Jurusan : Manajemen

    Asosiatif
    - kerjasama
    Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
    contoh : kerjasama untuk mempersiapkan hari kemerdekaan (17 Agustus)
    dengan dilakukan secara bersama maka perkerjaan yang beratpun akan menjadi ringan serta menimbulkan sikap kekeluargaan serta tenggang rasa yang tinggi.

    - Akomodasi
    Akomodasi adalah usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan.
    Akomodasi dilakukan dengan tujuan tercapainya kestabilan dan keharmonisan dalam
    kehidupan.
    contoh : perkelahian antara dua orang siswa di sekolah. Guru dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua siswa setelah guru mempelajari penyebab terjadinya perkelahian.

    - Asimilasi
    Adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
    contoh : sepeda ontel adalah jenis kendaraan jaman dahulu, dan karna pengaruh perubahan jaman maka sepeda tersebut kurang efisien untuk alat transportasi sehingga ada sepeda motor seperti sekarang.

    - Akulturasi
    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi percampuran dua
    kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi.
    contoh : Dalam perbauran kebudayaan Hindu-Buddha dan kebudayaan Islam dengan
    kebudayaan asli Indonesia. Bentuk-bentuk akulturasi yang masih ditemukan saat ini
    misalnya upacara Sekaten, Gerebeg Maulid, dan lainnya.

    Disosiatif
    - Persaingan
    Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.
    contoh : anime partai, mereka bersaing agar di pilih oleh masyarakat, terkadang dari persaingan juga timbul rasa tidak suka sehingga menimbulkan konflik.

    - Kontravensi
    Kontravensi ialah bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan
    pertentangan. Kontravensi ditandai dengan gejala adanya ketidakpuasan terhadap
    seseorang atau sesuatu.
    contoh : menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui
    selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian kepada pihak
    lain.

    -Konflik
    Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.
    contoh : tawuran antar pelajar, ini hal biasa yg sering terjadi di kalangan pelajar, biasanya terjadi hanya karna hal kecil,

  102. Nurbaya Yaya Latuconsina says:

    Nama: Nurbaya Yaya Latuconsina
    Seksi: 02
    Nim: 201212177

    1. Interaksi sosial asiosatif

    A. Kerja sama
    Contoh: kerjasama dalam bekerja kelompok
    Aksi: mengajak semua dalam satu kelompok untuk saoing bekerja sama
    Reaksi: menghasilkan nilai yang positif

    2. Akomodasi
    Contoh: warga yang memperbutkan sengketa tanah
    Aksi: sengketa tanah
    Reaksi: untuk menyelesaikan sengketa tanah tersebut di bawah ke pengadilan

    3. Asimilasi
    Contoh: dari sebuah warga yang merantau ke jawa
    Aksi: dia harus menyesuakin diri dengan lingkungan yang barunya dia harus membaur dengan masyarakat di linkungan dia tinggal sekarang
    Reaksi: mereka bisa bersosialusi yang baik dngan lingkunganya

    4. Akulturasi
    Cohtoh: masuknya budaya barat di indonesia
    Aksi: memakai baju seksi di indonesia
    Reaksi: banyak nya warga indonesia yang meniru pakian seksi yang mereka bawa ke indonesia

    2. Interaksi sosia disosiatif

    A. Persaingan
    Contoh: persaingan antar orang kayabdan miskin
    Aksi: Si miskin ingin bersaing dengan si kaya padahal dia tak mampu untuk bersaing dengan si kaya karna faktor ekonominya yang tidak mencukpi untk memwnuhi semua itu
    Reaksi: membawa sisi negatif

    B. Kontranfensi
    Contoh: seorang yang terlalu sombong karena dia pintar
    Reaksi: orang pintar yang di kelas di aktif sekali fi kelas sampai fi berikan tugas dia tida mau membantu temannya sendiri
    Aksi: Teman-temana sekalas membencinya soalnya dia terlalu sombong

    C. Konflik
    Contoh: razia pemakai narkoba
    Reaksi: polisi berhasi menangkap yang memakai narkoba
    Aksi: mereka memberikan perlawanan.

  103. NAMA : MOHAMMAD AWALDI
    NIM : 2012-11-128
    SEKSI : 02

    INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF
    1.KERJA SAMA
    contoh : kondektur bus metro mini
    Aksi : seorang kondektur bus saat menurunkan penumpang berteriak kiri untuk menurunkan penumpang atau menggetok kaca
    Reaksi : supir bus mengerti bahwa kondektur ingin menurunkan penumpang
    2.AKOMODASI
    contoh : pemebrontakan diaceh oleh gam
    aksi : banyak nya terjadi kontak senjata oleh TNI
    Reaksi : pemerintah RI dan GAM mengutus perwakilan nya untuk berunding menyelesaikan permasalahaan antara kedua pihak
    3.ASIMILASI
    contoh : sikap keterbukaan dari golongan yang berkuasa
    Aksi : dulu etnis tiong hoa tidak diterima di indonesia
    Reaksi : presiden gusdur mengizinkan wni keturunan tiong hoa merayakan imlek
    4AKULTURASI
    contoh : makanan tradisional dan makanan eropa
    Aksi : seorang chef membuat makanan dengan variasi menggambungkan antara masakan tradisional dengan eropa
    Reaksi : masyarakat menyukai makanan baru yang dibuat chef tersebut tanpa menghilangkan makanan tradisional

    INTERKASI SOSIAL DISOSIATIF
    1.Persaingan
    contoh : persaingan untuk mencapai kedudukan
    Aksi : para pemimpin memberi janji agar bisa dipilih oleh masyarakat
    Reaksi : seperti pilgub DKI JAKARTA yang dimenangkan oleh pasangan jokowi dan ahok.
    2.Kontravensi
    contoh : kontravensi intelektual
    Aksi : golongan terdidik memandang rendah golongan yang tidak memiliki kesempatan meraih pendidikan
    Reaksi : golongan yang tidak berpendidikan jadi membenci atau tidak suka karena golongan terdidik telah memandang rendah
    3.Konflik
    contoh :pembagian sosial ekonomi
    Aksi : para pejabat tinggi sering kali diindektikan KKN oleh rakyat
    Reaksi : masyarakat berdemo kepada pejabat tinggi yang melakukan KKN

  104. Jesika says:

    Slmt siang pak Darmansyah, saya akan menjawab tugas interaksi sosial..
    Nama : Jesika
    Nim : 2012-12-093
    Jurusan : Akuntansi

    Bentuk Interaksi Sosial
    1. Interaksi Sosial bersifat asosiatif, yaitu yang mengarah kepada bentuk – bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti :
    a. Kerja sama
    Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
    b. Akomodasi
    Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok – kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
    c. Asimilasi
    Adalah proses sosial yang membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
    d. Akulturasi
    Adalah proses sosial yang menerima kebudayaan lain kemudian diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.

    2. Interaksi Sosial bersifat disosiatif, yaitu yang mengarah kepada bentuk – bentuk pertentangan atau konflik, seperti :
    a. Persaingan
    Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.
    b. Kontravensi
    Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi adalah sikap tidak senang terhadap perorangan atau kelompok tertentu yang tunjukan tanpa menimbulkan konflik.
    c. Konflik
    Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan konflik .

  105. Novita Dwi Astutik says:

    Nama : Novita Dwi Astutik
    NIM : 201211035
    Jurusan : Manajemen
    Seksi : seksi 01
    Bentuk interaksi sosial bersifat asosiatif
    1.KERJA SAMA
    Contohnya Suatu tim basket yang berusaha untuk memasukan bola ke ring basket Sangat jarang terjadi seorang pemain basket memasukan bola ke ring tanpa bantuan temannya. Kekompakkan tim sepak bola merupakan salah satu contoh bentuk kerja sama.
    2.Akomodasi
    Contohnya misalnya adik adik kita sedang bertengkar dan kita sebagai kakaknya dapat melerainya dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua adik adik kita setelah mempelajari penyebab terjadinya bertengkarnya adik-adik kita
    3. Asimilasi
    Contohnya bangsa India yang dating ke Indonesia untuk berdagang mereka sadar mereka pendatang dan mereka mencoba mempelajari adat istiadat dan bahasa Indonesia untuk mempelancar transaksi perdagangan dan transaksi jual-beli mereka
    4. Akulturasi
    Contohnya akulturasi yang mudah ditemui ialah dalam perbauran kebudayaan Tionghoa dan kebudayaan Islam dengan kebudayaan asli Indonesia sehingga ada masjid berbentuk kelenteng
    Bentuk interaksi sosial bersifat disosiatif
    1.Persaingan
    Contohnya persaingan Bu nina dengan Bu lina sama-sama menjual nasi rames, namun nina membuat kemasan bungkus nasi rames itu lebih menarik dan harganya pun lebih murah
    2. kontravensi
    beberapa waktu yang lalu gedung mall plaza center jakarta mendapat teror bom dari penelpon misterius, dankemudian setelah diselidiki orang tersebut adalah karyawan yang kena PHK
    3. konflik
    Bentrokan antar kepentingan misalnya suporter Arema tidak mengakui kekalahanArema sedangkan suporter persebaya menerima, kemudian terjadi bentrokan

  106. Siti Nur Aeni Saputri says:

    Nama : Siti Nur Aeni Saputri
    NIM : 201211063
    Seksi : 01
    Jurusan : Manajemen

    1. Kerja sama
    Suzuki dan mistsubhisi berja sama dalam mengembangkan mobil listrik. Mitsubhisi merupakan perusahaan yang memproduksi kendaraan listrik, sedangkan suzuki adalah perusahaan yang memproduksi motor dan mobil. Suzuki bekerja sama dengan mitsubishi untuk menyediakan kendaraan komersial kecil bertenaga listrik. Dalam hal ini mitsubishi memproduksi kendaraan listrik dan suzuki memasok beberapa komponen kepada mitsubhisi. Dengan kerja sama tersebut menghasilkan mobil berbasis MiEV.

    2. Akomodasi
    Seorang pengacara meredakan pertikaian antara pribadi atau kelompok-kelompok manusia untuk menyelesaikan suatu masalah yang sedang dihadapi oleh masing-masing pihak yang terkait. Dengan meminta bantuan kepada pengacara yang hanya berperan sebagai penasihat untuk meredakan pertikaian,tetapi tidak berwenang dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah.

    3. asimilasi
    Orang jawa yang bertransmigrasi ke papua akan berasimilasi pada penduduk setempat sehingga batas-batas antara kelompok masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu dengan lainnya. Banyak diantara mereka yang menikah dengan penduduk setempat.

    4. akulturasi
    Dalam pembauran kebudayaan hindu-budha dan kebudayaan islam dengan kebudayaan asli indonesia. Misalnya upacara sekaten,gerebeg maulid,dll

    1. persaingan
    Persaingan antara dua juara kelas di satu sekolahan untuk membuktikan siapa yang layak dapat jadi bintang sekolah. Kedua juara kelas tersebut akan belajar sungguh-sungguh untuk mendapat gelar tersebut.
    2. konflik
    Berbedaan pendapat agama antara agama islam dan kristen. Dengan kurangnya rasa menghargai satu sama lain dan merasa bahwa agama dia mereka adalah yang terbaik.
    3. kontravensi
    Perang dingin dengan tujuan membuat lawan tidak tenang atau resah.

  107. D. Ewal Surya Darma says:

    NAMA : D. EWAL SURYA DARMA
    NIM : 2012-12-105
    SEKSI : 02
    A. Asosiatif
    KERJASAMA
    Salah satu club di Indonesia Persita memerlukan dana yang lebih dari sponsor unutk membeli beberapa pemainnnya sedangkan dewabeton bersedia menjadi sponsor persita untuk menarik konsumen
    Aksi : Dewabeton menjadi pemberi dana sekaligus menjadi sponsor resmi persita
    Reaksi : Persita mempunyai dana untuk membeli pemain
    ASIMILASI
    Ketika Indonesia memiliki 2 tim nasional yg berbeda, permainan timnas pun menjadi menurun sedangkan aturan dari FIFA setiap Negara hanya memiliki 1 timnas, sehingga menpora mempersatukan ke 2 timnas tersebut menjadi 1 timnas yang baru
    Aksi : Menpora mempersatukan timnas ISL dan timnas IPL menjadi timnas yang baru
    Reaksi : Permainan timnas menjadi lebih baik
    AKULTURASI
    Liga inggris memiliki kebiasan untuk mengurangi jatah pemain yang berkulit hitam setiap tahun, sehingga pemain liga inggris yg berkulit hitam pun menjadi lebih sedikit
    Aksi : Di kuranginya jatah pemain berkulit hitam tiap tahun
    Reaksi : Pemain berkulit hitam di liga inggris menjadi sedikit
    AKOMONDASI
    Di tahun 1967 permainan badminton yang berasal dari india mulai di perkenalkan di Indonesia, pada saat itu permainan tersebut mulai di gemari masyarakat Indonesia hingga sekarang
    Aksi : Di perkenalkannya permainan badminton
    Reaksi : Mayarakat Indonesia menerima permainan tersebut

    B. Desosiatif
    PERSAINGAN
    Di tahun 2012 saat pertandingan final liga champion Chelsea vs Bayern munich, kedua tim tersebut saling bersaing untuk mendapatkan gelar juara liga champion dimana Chelsea yang menjadi juara tersebut
    Aksi : Chelsea dan Bayern munich saling bersaing
    Reaksi : Chelsea yang menjadi juara liga champion
    KONTRAVENSI
    Ada dua toko jersey bola dimana kedua toko tersebut menjual jersey bola, ketika toko A melihat calon pembeli, toko A tersebut melebih-lebihkan jersey bola yang di jualnya dan menjelek-jelekan kualitas jersey di toko B, sehingga calon pembeli tersebut berminat dan membeli jersey di toko A
    Aksi : Toko A melebih-lebihkan jersey bola yang di jualnya dan menjelek-jelekan kualitas jersey di toko B
    Reaksi : Calon pembeli tersebut berminat dan membeli jersey di toko A
    KONFLIK
    PSSI membuat liga baru yang bernama liga primer Indonesia sedangkan liga yang bernama liga super Indonesia yang di ikuti beberapa club di Indonesia menolak akan hadirnya liga baru tersebut karna berbeda sponsor ISL “ PT. liga Indonesia sedangkan IPL “ PT. sportindo” yang sehingga beberapa dari club Indonesia ada yang bergabung d ISL ada yang sebagian bergabung dengan IPL
    Aksi : PSSI membuat liga baru
    Reaksi : Beberapa dari club Indonesia ada yang bergabung d ISL ada yang sebagian bergabung dengan IPL

  108. yohana says:

    Nama : Yohana Wulandari
    Nim : 2012 – 12 – 202
    Seksi : 02
    Jurusan : Akuntansi
    Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:
    1. Kerjsama adalah proses, sangat diperlukan ketika 2 orang atau lebih ( bisa juga kelompok )untuk mewujudkan hal yang diinginkan.
    Contoh : pada hari terakhir belajar Angel tidak bisa masuk sekolah karena sakit, Nisa dan Bella pun membantu Angel untuk memahami mata pelajaran agar Angel mendapatkan nilai yang diharapkannya

    2. Akomodasi Usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan pihak-pihak yang berselisih agar tercapainya suatu persetujuan bersama.
    Contoh : Ormas perlindungan anak bertemu dengan anggota DPR agar kekerasan terhadap anak dibawah umur dapat dihentikan.

    3. Asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru.
    Contoh : Tionghoa yang tinggal di Indonesia. Warga etnis Tionghoa yang sudah lama tinggal di Indonesia, akhirnya warga etnis Tionghoa ini bisa berbicara dengan Bahasa Indonesia dengan sangat fasih

    4. Akulturasi penggabungan dua unsur budaya menjadi satu, tanpa menghilangkan unsur budaya asli.
    Contoh : musik rap yang sangat terkenal di luar negeri, ketika masuk ke daerah Jawa akan mengalami akultuasi yaitu dengan bernyanyi rap dengan menggunakan bahasa Jawa.
    Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:
    1. Persaingan adalah suatu perjuangan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang tertentu (kelompok sosial), agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik dipihak lawannya.
    Contoh : persaingan yang terjadi terutama dalam pengembangan teknologi seperti teknologi komputer, mesin industri, alat kesehatan, alat pertanian, dan antariksa. Pihak yang paling mampu mengembangkan teknologi akan mampu menjadi pihak yang unggul.

    2. Kontravensi adalah suatu bentuk proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertentangan ditandai adanya gejala ketidakpastian mengenai diri seseorang atau suatu perasaan tidak suka yang disembunyukan
    Contoh : sikap kita yang tidak setuju terhadap program pemerintah yang tidak sesuai dengan keinginan kita

    3. Konflik adalah ketidaksamaan pemikiran dan akhirnya timbul perkelahian
    Contoh : konflik yang diikuti dengan tindakan kekerasan sering terjadi ketika polisi menangani masalah penggusuran yang tidak memiliki izin untuk menempati tempat yang bukan miliknya

  109. Nama : Rastian Saputra
    NIM : 2012-12-236
    Jurusan : Akuntansi
    Seksi : 20

    Contoh-contoh Interaksi Sosial.

    Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:
    Kerjasama
    – Contoh : Siswa akan menghadapi UN.
    Aksi : Siswa saling membantu dalam belajar, yang pintar mengajarkan kepada yang kurang paham dengan pelajaran.
    Reaksi : Siswa mendapatkan nilai yang baik akibat belajar bersama.

    Akomodasi
    – Contoh : Terjadi pertikaian antar warga.
    Aksi : Kepala desa / Ketua RT mengumpulkan warga yang bertikai untuk dapat bermusyawarah.
    Reaksi : Pertikaian terselesaikan dan kedua desa berdamai.

    Asimilasi
    – Contoh : Orang Jakarta berpindah tempat ke Jogja.
    Aksi : Orang Jakarta beradaptasi dan bersosialisasi dengan warga Jogja yang mayoritas berbahasa Jawa.
    Reaksi : Orang Jakarta yang sudah bersosialisasi lambat laun akan ikut berdialek Jawa, dan mengikuti budaya di Jogja.

    Akulturasi
    – Contoh : Masuknya makanan dari luar Indonesia.
    Aksi : Koki mencampur resep kan masakan budaya Indonesia dengan budaya luar.
    Reaksi : Konsumen suka dan merasa puas dengan masakan campuran.

    Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:

    Persaingan
    – Contoh : Perlombaan Olimpiade
    Aksi : Atlet berlatih dan berusaha dengan sekuat tenaga.
    Reaksi : Atlet mendapatkan Medali Emas dalam Olimpiade.

    Kontravensi
    – Contoh : Ibu-ibu yang bergossip
    Aksi : Ibu-ibu bergossip tentang seseorang yang baru dalam kelingkungan dan dibicarakan yang tidak baik.
    Reaksi : Orang yang baru tersebut dibenci oleh sebagian warga.

    Konflik
    – Contoh : Saling ejek antar kampung.
    Aksi : Warga yang tidak terima diejek melaporkan kepada warga kampung lainnya.
    Reaksi : Terjadilah tawuran antar warga.

  110. firdaus arifin says:

    NAMA : firdaus arifin
    nim : 2012-12-071
    jurusan: akuntansi

    interaksi asosiatif
    1. Kerja sama
    Seorang pemimpin perusahaan yang memberikan pengarahan dan tugas-tugas kepada bawahanya atau karyawannya. ( aksi )
    Para karyawan mendukung dan melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan mengikuti pengarahaan pemimpinya demi kemajuan bersama.( reaksi)

    2. Akomodasi
    Seorang pemain sepak bola yang baru pindah klub dari asalnya ke klub baru untuk memperkuat tim yang dia bela dan mulai membaur dengan para teman-teman barunya dalam klub tersebut( aksi )
    Para pemain yang sudah lama bergabung pun sangat bersemangat dan menerima pemain tersebut dalam lingkungan klub tersebut ( reaksi )

    3. Asimilasi
    Robert yang berasal dari inggris datang ke negeri china dan mengajarkan cara, budaya dan bahasa inggris kepada xiao meii yang berasaal dari china ( aksi ). Xiao meii pun memperkenalkan kepada robert tentang kebudayaan china ( aksi )
    Hal tersebut membuat mereka mengenal kebudayaan dan kebiasaan yang berbeda dari yang selama ini mereka ketahui, sehingga tidak terjadi bentrok satu sama lain ( reaksi )

    4. Akulturasi
    Di indonesia terkenal dangan keramahaan dan kesopanan para orang rakyat indonesia. Anna dan ibu nya melihat seorang wanita yang memakai pakaian sangat seksi dan menonjolkan lekuk tubuhnya ( aksi )
    Ibunya ana melarang anna memakai pakaian tersebut karena di nilai kurang pantas dalam gaya berpakaian masyarakat indonesia ( reaksi )

    interaksi Disosiatif
    1. Pesaingan

    Dalam kelas perkuliahan pun sering terjadi perdebatan dan persaingan dalam kelas untuk memperoleh nilai yang lebih baik dari yang lainnya ( aksi )
    Terjadinya kontak antara mahasiswa untuk memenangkan suatu perdebatan ( reaksi )

    2. Kontravensi

    Dalam masyarakat sering terjadi ketidaksamaan dalam pergaulan, seperti dalam lingkungan RT ( aksi ).
    Terjadi kecemburuan sosial yang terjadi dalam lingkungan tersebut yang menyebabkan pecahnya kerukunan dalam lingkungan tersebut ( reaksi )

    3. Konflik

    Adanya ketidakpahaman antara pihak-pihak yang bersaing dalam perebutan pasar perekonomian yang sangat menuntut persaingan yang tinggi. Terjadi persaingan antara pihak-pihak pemegang saham perekonomian ( aksi )
    Terjadi perlawanan dan persaingan ketat yang sangat sulit untuk para pihak-pihak yang bersangkuta ( reaksi )

    terimakasih,
    maaf kalo ada kesalahan…

  111. raden fitria nurlaila says:

    A. Proses Assosiatif
    Proses Assosiatif adalah sebuah proses yang terjadi saling pengertian dan kerjasama timbal balik antara orang perorangan atau kelompok satu dengan yang lainnya, dimana proses ini menghasilkan pencapaian tujuan-tujuan bersama.
    a. Kerja sama (cooperation)
    Adalah usaha bersama antara individu atau kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.
    contohnya : GOTONG ROYONG
    b. Accomodation
    Accomodation adalah proses sosial dengan dua makna, yang pertama yaitu proses sosial yang menunjukan pada suatu keadaan yang seimbang dalam interaksi sosial antara individu dan antar kelompok di dalam masyarakat, terutama yang ada hubungannya dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat
    contohnya : adjudication
    c. Asimilasi
    Asimilasi yaitu suatu proses pencampuran dua atau lebih budaya yang berbeda sabagai akibat dari proses sosial, kemudian menghasilkan budaya tersendiri yang berbeda dengan budaya asalnya.
    contohnya : Kelompok-kelompok yang berbeda kebudayaan,
    d. Akulturasi
    Akulturasi adalah suatu keadaan diterimanya unsur-unsur budaya asing ke dalam kebudayaan sendiri. Diterimanya unsur-unsur budaya asing tersebut berjalan secara lambat dan disesuaikan dengan kebudayaan sendiri, sehingga kepribadian budaya sendiri tidak hilang.
    Contohnya akulturasi antara budaya Hindu dan Islam yang tampak pada seni arsitektur masjid Kudus .

    B. Proses Disosiatif
    Proses disosiatif merupakan proses perlawanan (oposisi) yang dilakukan oleh individu-individu dan kelompok dalam proses sosial di antara mereka pada suatu masyarakat. oposisi dilakukan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau kelompok tetentu atau norma dan nilai yang dianggap tidak mendukung perubahan untuk mencapai tujuan-tujuan yang di inginkan. Bentuk-bentuk disosiatif adalah sebagai berikut:

    a. Persaingan (competition)
    Persaingan yaitu proses sosial di mana individu atau kelompok-kelompok berjuang dan bersaing untuk mencari keuntungan, namun tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan. Persaingan mempunyai dua tipe umum, yaitu bersifat pribadi dan tidak pribadi. Persaingan yang bersifat pribadi yaitu persaingan orang-perorangan, tipe ini dinamakan rivalry. Didalam persaingan yang tidak bersifat pribadi yaitu dilakukan oleh kelompok.
    b. Controvertion
    Controvertion adalah proses sosial yang dimana terjadi pertentangan pada tataran konsep dan wacana, kontroversi merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau terhadap unsur kebudayaan golongan tetentu. kontroversi tidak memasuki unsur-unsur kekerasan dalam proses sosialnya.
    c. Conflict/pertentangan
    Konflik/pertentangan adalah suatu proses sosial di mana individu ataupun kelompok menyadari memiliki perbedaan-perbedaan, misalnya dalam ciri badaniah, emosi, unsur-unsur kebudayaan, pola-pola perilaku, prinsip, politik, ideologi maupun kepentingan dengan pihak lain. Perbedaan ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada sehingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian itu sendiri dapat menghasilkan ancaman atau kekerasan fisik.

  112. raden fitria nurlaila says:

    NAMA : RADEN FITRIA NURLAILA
    NIM : 201211012
    SEKSI : 02

    A. Proses Assosiatif
    Proses Assosiatif adalah sebuah proses yang terjadi saling pengertian dan kerjasama timbal balik antara orang perorangan atau kelompok satu dengan yang lainnya, dimana proses ini menghasilkan pencapaian tujuan-tujuan bersama.
    a. Kerja sama (cooperation)
    Adalah usaha bersama antara individu atau kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.
    contohnya : GOTONG ROYONG
    b. Accomodation
    Accomodation adalah proses sosial dengan dua makna, yang pertama yaitu proses sosial yang menunjukan pada suatu keadaan yang seimbang dalam interaksi sosial antara individu dan antar kelompok di dalam masyarakat, terutama yang ada hubungannya dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat
    contohnya : adjudication
    c. Asimilasi
    Asimilasi yaitu suatu proses pencampuran dua atau lebih budaya yang berbeda sabagai akibat dari proses sosial, kemudian menghasilkan budaya tersendiri yang berbeda dengan budaya asalnya.
    contohnya : Kelompok-kelompok yang berbeda kebudayaan,
    d. Akulturasi
    Akulturasi adalah suatu keadaan diterimanya unsur-unsur budaya asing ke dalam kebudayaan sendiri. Diterimanya unsur-unsur budaya asing tersebut berjalan secara lambat dan disesuaikan dengan kebudayaan sendiri, sehingga kepribadian budaya sendiri tidak hilang.
    Contohnya akulturasi antara budaya Hindu dan Islam yang tampak pada seni arsitektur masjid Kudus .

    B. Proses Disosiatif
    Proses disosiatif merupakan proses perlawanan (oposisi) yang dilakukan oleh individu-individu dan kelompok dalam proses sosial di antara mereka pada suatu masyarakat. oposisi dilakukan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau kelompok tetentu atau norma dan nilai yang dianggap tidak mendukung perubahan untuk mencapai tujuan-tujuan yang di inginkan. Bentuk-bentuk disosiatif adalah sebagai berikut:

    a. Persaingan (competition)
    Persaingan yaitu proses sosial di mana individu atau kelompok-kelompok berjuang dan bersaing untuk mencari keuntungan, namun tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan. Persaingan mempunyai dua tipe umum, yaitu bersifat pribadi dan tidak pribadi. Persaingan yang bersifat pribadi yaitu persaingan orang-perorangan, tipe ini dinamakan rivalry. Didalam persaingan yang tidak bersifat pribadi yaitu dilakukan oleh kelompok.
    b. Controvertion
    Controvertion adalah proses sosial yang dimana terjadi pertentangan pada tataran konsep dan wacana, kontroversi merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau terhadap unsur kebudayaan golongan tetentu. kontroversi tidak memasuki unsur-unsur kekerasan dalam proses sosialnya.
    c. Conflict/pertentangan
    Konflik/pertentangan adalah suatu proses sosial di mana individu ataupun kelompok menyadari memiliki perbedaan-perbedaan, misalnya dalam ciri badaniah, emosi, unsur-unsur kebudayaan, pola-pola perilaku, prinsip, politik, ideologi maupun kepentingan dengan pihak lain. Perbedaan ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada sehingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian itu sendiri dapat menghasilkan ancaman atau kekerasan fisik.

  113. agus.setiawan says:

    Nama : Agus Setiawan
    NIM : 2012 11 172
    Jurusan : Manajemen

    Contoh interaksi sosial bersifat asosiatif :
    1. Kerja sama : pemain sepak bola mengoper bola dari pemain satu ke pemain lain untuk mencetak gol.
    2. Akomodasi : masalah perusahaan dengan karywan tentang kenaikan gaji diselesaikan dengan bantuan pemerintah yang kemudian ditetapkan upah minimum.
    3. Asimilasi : beragam budaya tersebar diseluruh daerah indonesia.apabila seseorang menempati/berkunjung ke daerah lain yang bukan daerah asal maka ia harus beradaptasi dengan budaya atau adat istiadat daerah itu.
    4. Akulturasi : candi borobudur merupakan peninggalan dari raja syailendra yang menganut ajaran Buddha. Hingga sekarang candi tersebut menjadi objek wisata bagi semua kalangan baik dari domestik maupun dari mancanegara.

    Contoh interaksi sosial bersifat disosiatif :
    1. Persaingan : club-club sepak bola berlomba-lomba mengumpulkan poin sebanyaknya untuk mendapatkan piala.
    2. Kontraversi : Pemain sepak bola protes keputusan wasit atas gol yang tidak disahkan dimana seharusnya gol itu menjadi kemenangan tim tersebut.
    3. Konflik : perang antara warga dengan pemertintah di negara-negara bagian timur atas ketidak puasaan keputusan presiden.

  114. Eva karina ,2012-12-095 says:

    TUGAS SOSIOLOGI
    Nama : Eva karina
    NIM : 2012-12-095

    Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu.
    Bentuk-Bentuk Interaksi sosial ada yang bersifat Asosiatif dan bersifat Disosiatif.

    Bentuk Interaksi yang bersifat Asosiatif adalah sebagai berikut :
    a. Kerja Sama
    Kerja sama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya dan kelompok lainnya. Kerja sama mungkin akan bertambah kuat apabila ada bahaya luar yang mengancam atau ada tindakan-tindakan luar yang menyinggung kesetiaan yang secara tradisional atau institusional telah tertanam di dalam kelompok, dalam diri seseorang atau segolongan orang. Kerja sama dapat bersifat agresif apabila kelompok dalam jangka waktu yang lama mengalami kekecewaan sebagai akibat perasaan tidak puas, karena keinginan-keinginan pokoknya tak dapat terpenuhi oleh karena adanya rintangan-rintangan yang bersumber dari luar kelompok itu.
    Bentuk- bentuk kerjasama, diantaranya :
    1) Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong-menolong (misalnya : membersihkan selokan yang dipenuhi sampah bersama-sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih)
    2) Bargaining, yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih.
    3) Ko-optasi (Co-optation), yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilisasi organisasi yang bersangkutan.
    4) Koalisi (Coalition), yaitu kombinasi antara dua ornagisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu, karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktur yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Akan tetapi karena maksud utama adalah untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama, maka sifatnya alaha kooperatif.
    5) Joint-ventrue, yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, misalnya pemboran minyak, pertambangan batu bara, perfilman, perhotelan, dll.
    b. Akomodasi
    Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
    Bentuk-bentuk akomodasi, diantaranya :
    1) Coercion, adalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh karena adanya paksaan, dimana salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan, secara fisik (langsung), maupun psikologis (tidak langsung).
    2) Compromise, adalah suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada, dimana salah satu pihak bersedia untuk merasakan dan memahami keadaan pihak lainnya dan begitu pula sebaliknya.
    3) Arbitration, merupakan suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri. Pertentangan diselesaikan oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh suatu badan yang berkedudukan lebih tinggi dari pihak-pihak bertentangan.
    4) Mediation hampir menyerupai arbitration. Pada mediation diundanglah pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada. Tugas pihak ketiga tersebut adalah mengusahakan suatu penyelesaian secara damai, pihak ketiga adalah sebagai penasihat, tetapi tidak berwenang untuk memberi keputusan-keputusan penyelesaian perselisihan tersebut.
    5) Conciliation, adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama, bersifat lebih lunak daripada coercion dan membuka kesempatan bagi pihak-pihak yang bersangkutan untuk mengadakan asimilasi.
    6) Toleration, adalah suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya, yang timbul secara tidak sadar dan tanpa direncanakan, ini disebabkan karena adanya watak orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari suatu perselisihan.
    7) Stalemate, merupakan suatu akomodasi, dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada suatu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. Hal ini disebabkan oleh karena kedua belah pihak sudah tidak ada kemungkinan lagi baik untuk maju maupun untuk mundur.
    8) Adjudication, yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
    (“Sidanag MPR” merupakan salah satu bentuk Akomodasi, bentuk musyawarah yang bertujuan untuk mendapatkan mufakat bersama agar dapat menyatukan perbedaan pendapat supaya tidak menimbulkan adanya Pertentangan)

    c. Asimilasi
    Asimilasi ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.
    Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah:
    1) Toleransi
    2) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
    3) Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya
    4) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
    5) Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan
    6) Perkawinan campur (amalgamation)
    7) Adanya musuh bersama di luar.

    Faktor-faktor umum yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi adalah:
    1) Terisolasi kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
    2) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi.
    3) Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
    4) Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi
    daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya.
    5) Perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah.
    6) In-group feeling yang kuat.
    7) Golongan minoritas mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa.
    8) Perbedaan kepentingan dan pertentangan-pertentangan pribadi.

    Bentuk Interaksi yang bersifat Disosiatif adalah sebagai berikut :

    a. Persaingan
    Adalah suatu proses social, di mana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian public atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan
    Bentuk-bentuk persaingan, diantaranya :
    1) Persaingan ekonomi. Timbul karena terbatasnya persediaan apabila dibandingkan dengan jumlah konsumen.
    2) Persaingan kebudayaan. Menyangkut persaingan kebudayaan, keagamaan, lembaga kemasyarakatan seperti pendidikan, dan sebagainya.
    3) Persaingan kedudukan dan peranan. Di dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan-keingian untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan yang terpandang.
    4) Persaingan ras. Perbedaan ras baik karena perbedaan warna kulit, bentuk tubuh, maupun corak rambut dan sebagainya, hanya merupakan suatu perlambang kesadaran dan sikap atas perbedaan-perbedaan dalam kebudayaan.

    b. Kontravensi
    Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses social yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian.
    Bentuk-bentuk Kontravensi diantaranya :
    1) Yang umum meliputi perbuatan-perbuatan seperti penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguan-gangguan, perbuatan kekerasan, dan mengacaukan rencana pihak lain.
    2) Yang sederhana seperti menyangkal pernyataan orang lain di depan umum, memaki melalui selembaran surat, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian kepada pihak lain, dan sebagainya.
    3) Yang intensif mencakup penghasutan, menyebarkan desas-desus, mengecewakan pihak lain, dsb.
    4) Yang rahasia, seperti mengumumkan rahasia pihak lain, perbuatan khianat, dll.
    5) Yang taktis, misalnya mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lain, seperti dalam kampanye parpol dalam pemilihan umum.

    c. Konflik
    Konflik atau Pertentangan adalah suatu proses social di mana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan.
    Bentuk-Bentuk Pertentangan, diantaranya :
    1) Pertentengan pribadi
    2) Pertentangan rasial
    3) Pertentangan antara kelas-kelas social, umumnya disebabkan oleh karena adanya perbedaan-perbedaan kepentingan.
    4) Pertentangan politik
    5) Pertentangan yang bersifat internasional.

  115. Dekta Samarra says:

    Nama : Dekta Samarra
    NIM : 2011-11-169
    Seksi : 20
    Jurusan : Manajemen

    Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif
    a. Kerjasama
    Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Contoh dari suatu bentuk kerjasama yaitu membershkan selokan yang dipenuhi dengan sampah secar bersama-sama dan saling bergotong royong untuk menciptakan lingkungan yg bersih.
    b. Akomodasi
    Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dntan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan. Contoh dari bentu akomodasi yitu SIDANG MPR. Sidang PR merupakan suatu bentuk musyawarah yg bertujuan untuk mendapatkan mufakat bersma agar dapat menyatukan perbedaan pendapat supaya tidak menimbulkan adanya pertetangan.
    c. Asimilasi
    Adalah proses sosial yg timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yg berbeda, saling bergaul secara insentif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran. Contohnya adalah seperti warga jakarta yg pindah ke Bandung, maka lama kelamaan dia akan bisa berbahasa Sunda.
    d. Akulturasi
    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi percampuran dua
    kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi.
    Contoh akulturasi yang mudah ditemui ialah
    dalam perbauran kebudayaan Hindu-Buddha dan kebudayaan Islam dengan
    kebudayaan asli Indonesia. Bentuk-bentuk akulturasi yang masih ditemukan saat ini
    misalnya upacara Sekaten, Gerebeg Maulid, dan lainnya.
    Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:
    a. Persaingan
    Persaingan adalah suatu proses sosial yang terjadi di mana individu atau kelompok
    saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidang – bidang tertentu dengan -menggunakan cara – cara yg terbuka dan adil, contohnya persaingan antara dua juara kelas di satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak dapat bintang sekolah Kedua juara kelas itu akan belajar dengan sungguh-sungguh
    untuk mencapai gelar tersebut. Ada juga persaingan yang bersifat kelompok. Misalnya, persaingan
    antara Persipura Jayapura dan Persib Bandung dalam memperebutkan tempat di putaran final Liga Indonesia.

    b. Kontravensi
    Kontravensi ialah bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan
    pertentangan. Kontravensi ditandai dengan gejala adanya ketidakpuasan terhadap
    seseorang atau sesuatu. Contohnya adalah membongkar rahasia jelek orang, berbuat khianat, memaksa pihak lain dengan kekerasan

    c. Konflik
    adalah suatu proses sosial dalam rangka memenuhi tujuan individu atau kelompok dengan cara menentang pihak lain yang disertai ancaman atau kekerasan. Contohnya, pertentangan antarkampung yang menggunakan kekerasan.

  116. Vivin Yuliasih says:

    Nama: Vivin Yuliasih
    Nim: 201212206
    seksi 20/akuntansi

    1. Interaksi Sosial Asosiatif

    Pola hubungan interaksi sosial yang bersifat asosiatif dapat tercipta karena adanya
    kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.

    a. Kerja Sama
    Satu tim sepak bola harus bekerja sama untuk dapat menciptakan gol ke gawang
    lawan. Sangat jarang terjadi seorang pemain sepak bola mencetak gol tanpa bantuan
    temannya. Kekompakkan tim sepak bola merupakan salah satu contoh bentuk kerja sama.
    Dari contoh ini dapat dilihat bahwa kerja sama dapat timbul karena adanya orientasi
    perorangan terhadap kelompoknya sendiri (ingin timnya menang) atau kelompok orang
    lain (ingin tim lawan kalah). Kerja sama merupakan bentuk interaksi sosial yang utama.
    Tanpa adanya kerja sama, mustahil manusia mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
    Kerja sama adalah proses saling mendekati dan bekerja sama antarindividu, antara individu
    dan kelompok, atau antarkelompok, dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan dan
    kebutuhan bersama.
    Kerja sama dapat kita temukan pada semua kelompok umur, mulai anak-anak sampai
    orang dewasa. Pada hakikatnya, kerja sama timbul apabila:
    (1) orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama,
    (2) masing-masing pihak menyadari bahwa mereka hanya mungkin memenuhi
    kepentingan-kepentingan mereka tersebut melalui kerja sama.

    b. Akomodasi
    Akomodasi adalah usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan.
    Akomodasi dilakukan dengan tujuan tercapainya kestabilan dan keharmonisan dalam
    kehidupan. Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan
    pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan
    kepribadiannya. Artinya, akomodasi merupakan bentuk penyelesaian tanpa
    mengorbankan salah satu pihak. Adakalanya, pertentangan yang terjadi sulit diatasi
    sehingga membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara. Misalnya, perkelahian antara
    dua orang siswa di sekolah. Guru dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua
    siswa setelah guru mempelajari penyebab terjadinya perkelahian.
    Adapun tujuan akomodasi adalah seperti berikut.
    (1) Mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok
    manusia sebagai akibat perbedaan paham.
    (2) Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara
    temporer.
    (3) Memungkinkan terwujudnya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yang
    hidupnya terpisah sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan.
    (4) Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah,
    misalnya lewat perkawinan campuran.

    c. Asimilasi
    Asimilasi merupakan bentuk proses sosial yang ditandai dengan adanya usahausaha
    mengurangi perbedaan-perbedaan di antara orang-orang atau kelompok manusia.
    Mereka tidak lagi merasa sebagai kelompok yang berbeda sebab mereka lebih
    mengutamakan kepentingan dan tujuan yang akan dicapai bersama. Bila kedua
    kelompok masyarakat telah mengadakan asimilasi, batas antara kedua kelompok
    masyarakat itu dapat hilang dan keduanya berbaur menjadi satu kelompok. Misalnya,
    orang Jawa yang bertransmigrasi ke Papua akan berasimilasi dengan penduduk setempat
    sehingga batas-batas antara kelompok masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu
    dengan lainnya. Banyak di antara mereka yang menikah dengan penduduk setempat.
    Proses asimilasi timbul bila terdapat hal-hal berikut.
    (1) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.
    (2) Orang perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung
    dan intensif untuk waktu lama.
    (3) Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masingmasing
    berubah dan saling menyesuaikan diri.
    Proses asimilasi dapat berlangsung dengan mudah atau dapat juga dihambat. Faktor
    yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah sebagai berikut.
    (1) Toleransi
    (2) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
    (3) Sikap menghargai kehadiran orang asing dan kebudayaannya
    (4) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
    (5) Memiliki persamaan historis dalam unsur-unsur kebudayaan
    (6) Perkawinan campuran antarkelompok yang berbeda
    (7) Adanya musuh bersama dari luar

    Adapun faktor-faktor yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi adalah
    seperti berikut.
    (1) Terisolasi kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
    (2) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi.
    (3) Adanya perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
    (4) Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi
    dibandingkan dengan kebudayaan golongan atau kelompoknya.
    (5) Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri fisik.
    (6) Adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok
    dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan (in-group feeling).
    (7) Apabila golongan minoritas mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang
    berkuasa.
    (8) Munculnya perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan
    pertentangan-pertentangan pribadi.

    d. Akulturasi
    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi percampuran dua
    kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi. Dalam akulturasi,
    sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu,
    sebagian berusaha menolak pengaruh itu. Contoh akulturasi yang mudah ditemui ialah
    dalam perbauran kebudayaan Hindu-Buddha dan kebudayaan Islam dengan
    kebudayaan asli Indonesia. Bentuk-bentuk akulturasi yang masih ditemukan saat ini
    misalnya upacara Sekaten, Gerebeg Maulid, dan lainnya.

    2. Interaksi Sosial Disosiatif
    Disosiatif merupakan kebalikan dari asosiatif. Bila pada proses sosial asosiatif lebih
    menekankan bentuk kerja sama, proses sosial disosiatif lebih ditekankan pada bentuk
    persaingan atau perlawanan.
    Terdapat tiga bentuk interaksi disasosiatif, yaitu persaingan, kontravensi, dan
    pertentangan.

    a. Persaingan
    Persaingan adalah suatu proses sosial yang terjadi di mana individu atau kelompok
    saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidangbidang
    tertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil. Misalnya,
    persaingan antara dua juara kelas di satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak
    dapat bintang sekolah. Kedua juara kelas itu akan belajar dengan sungguh-sungguh
    untuk mencapai gelar tersebut. Persaingan yang terjadi antara dua orang merupakan
    persaingan pribadi. Ada juga persaingan yang bersifat kelompok. Misalnya, persaingan
    antara Persipura Jayapura dan Persib Bandung dalam memperebutkan tempat di putaran
    final Liga Indonesia.
    Persaingan berlangsung dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa
    bentuk persaingan.
    (1) Persaingan ekonomi, contohnya perang iklan menawarkan produk, baik di media
    massa cetak maupun elektronik; persaingan memperoleh pekerjaan.
    (2) Persaingan kebudayaan, contohnya sinetron dan telenovela, peminat film Avatar
    lebih banyak daripada penggemar film Si Unyil, persaingan antara tontonan
    tradisional seperti wayang orang dan film-film di bioskop

    (3) Persaingan kedudukan dan peranan, misalnya persaingan antara para calon gubernur
    dan wakil gubernur dalam pilkada.
    (4) Persaingan ras, misalnya persaingan antara orang kulit putih dan orang kulit hitam
    di Afrika Selatan.

    b. Pertentangan
    Pertentangan adalah suatu proses sosial di mana seseorang atau kelompok dengan
    sadar atau tidak sadar menentang pihak lain yang disertai ancaman atau kekerasan untuk
    mencapai tujuan atau keinginannya. Konflik biasanya terjadi karena adanya perbedaan
    paham dan kepentingan. Hal ini dapat menimbulkan semacam gap (jurang pemisah)
    yang dapat mengganggu interaksi sosial di antara pihak-pihak yang bertikai.
    Pertentangan dapat terjadi pada semua lapisan masyarakat, individu atau kelompok,
    mulai dari lingkungan kecil sampai masyarakat luas. Pertentangan dapat timbul karena:
    (1) perbedaan pendapat, prinsip, aturan antarindividu
    (2) perbedaan adat istiadat, kebudayaan
    (3) perbedaan kepentingan politik, ekonomi, dan sosial
    (4) perubahan sosial, disorganisasi, dan disintegrasi

    c. Kontravensi
    Kontravensi ialah bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan
    pertentangan. Kontravensi ditandai dengan gejala adanya ketidakpuasan terhadap
    seseorang atau sesuatu. Sikap tersebut dapat terlihat jelas atau tersembunyi. Sikap
    tersembunyi tersebut dapat berbuah menjadi kebencian, akan tetapi tidak sampai menjadi
    pertentangan atau pertikaian.
    Menurut sifatnya, bentuk-bentuk kontravensi adalah sebagai berikut.
    (1) Umum: penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes,
    gangguan-gangguan, perbuatan kekerasan, dan mengacaukan rencana pihak lain.

    (2) Sederhana: menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui
    selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian kepada pihak
    lain.
    (3) Intensif: penghasutan, menyebarkan desas-desus, mengecewakan pihak-pihak lain.
    (4) Rahasia: mengumumkan rahasia pihak lain, perbuatan khianat.
    (5) Taktis: mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lain,
    memaksa pihak lain dengan kekerasan, provokasi, dan intimidasi.

  117. mersinta says:

    Nama : Mersinta
    NIM :201212099
    Sosiologi seksi 20

    Interaksi social:
    Kerja sama merupakan bentuk utama dari proses interaksi sosial, karena padadasarnya orang atau kelompok melaksanakan interaksi sosial dalam rangka memenuhikepentingan bersama.Contohnya pada masyarakat pedesaan yang umumnya saling kerjasama untuk kepentingan bersama/sifatnya massal, seperti memperbaiki bendungan perairan, membangun jembatan dll.
    Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan. Di lihat dari pengertian tersebut, kita bisa mengambil contoh bahwa musyawarah adalah salah satu bentuk budaya dalam meredakan pertentangan. Memang pertentangan itu suatu hal yang wajar dalam lingkungan sosial tapi masalahnya bagaimana menyelesaikan pertantangan itu? Oleh sebab itu, ada nya musyawarah untuk meredakan pertentangan tersebut. Mendengarkan dan menggabungkan pendapat yang berbeda dalam bermusyawarah bisa menghasilkan suatu kesepakan yang mufakat. Di Indonesia sendiri, musyawarah sudah menjadi tradisi untuk menyelesaikan masalah, khususnya di lingkungan masyarakat.
    Asimilasi adalah proses yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intesif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran. contohnya ketika sebuah keluarga Indonesia pindah ke Amerika. Walaupun mereka masih berbicara Indonesia pada tiap anggota keluarga namun mau tidak mau mereka pun harus menyesuaikan bahasa di lingkungan baru mereka, yaitu bahasa Inggris. Mungkin beberapa dari mereka menjadi lancar berbahasa Inggris, begitu juga nantinya turunan mereka menjadi billingual dan kemungkinan puluhan taun kemudian ketika mereka sudah mendiami tempatnya begitu lama, lambat laun mereka pun akan semakin jarang berbicara bahasa asli mereka.
    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur – unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur – unsur asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri. contohnya di Indonesia, banyak sekali budaya barat masuk dan ada sebagian diterima namun ada juga beberapa yang tidak diterima karena tidak cocok dengan tradisi adat ketimuran kita. Contoh beberapa makanan barat yang masuk ke Indonesia, ada pizza, fried chicken, humburger, spaghetti dan lain lain. Meskipun begitu banyak restaurant cepat saji atau fast food yang berlebel dari barat namun masih banyak juga rumah rumah makan khas Indonesia yang tentunya menyajikan berbagai masakan Indonesia, seperti rumah makan padang, jawa, sunda dan lainya. Ini menunjukan bahwa memang ada terjadinya akulturasi di Indonesia namun itu tidak mengakibatkan budaya kita sendiri luntur. Budaya kita masih dan akan tetap ada walaupun diserbu beberapa budaya asing yang datang.
    Persaingan adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.contohnya persaingan partai politik mereka bersaing agar di pilih oleh masyarakat, terkadang dari persaingan juga timbul rasa tidak suka sehingga menimbulkan konflik.
    Kontravensi adalah sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan suatu golongan tertentu. Sikap tersembunyi ini bisa berubah menjadi kebencian, akan tetapi tidak menjadi sebuah pertentangan atau konflik. Contoh sikap kita terhadap orang yang tidak disukai, sikap terhadap guru yang tidak disenangi, atau sikap kita terhadap program pemerintah yang tidak sesuai dengan keinginan.
    Pertentangan atau konflik dapat terjadi karena adanya perbedaan paham dan perbedaan kepentingan yang sangat mendasar sehingga menimbulkan jurang pemisah yang mengganggu proses interaksi sosial. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :
    1. adanya perbedaan pendapat mengenai suatu hal yang bersifat mendasar,
    2. adanya benturan kepentingan mengenai suatu objek yang sama, dan
    3. adanya perbedaan sistem nilai dan sistem norma yang dianut.
    Wujud pertentangan atau konflik dapat berbentuk :
    1. konflik antar pribadi, yakni suatu pertentangan yang bersifat perseorangan,
    2. konflik anta kelompok, yakni pertentangan yang terjadi antara dua kelompok,
    3. konflik peranan, yakni suatu pertentangan yang terjadi akibat seseorang atau sekelompok orang berperilaku tidak sama dengan peran seharusnya,
    4. konflik status, yakni suatu pertentangan yang terjadi sebagai akibat dari adanya perbedaan status atau kedudukan dalam masyarakat,
    5. konflik kebudayaan, yakni suatu pertentangan yang terjadi sebagai suatu akibat dari perbedaan kebudayaan

  118. Mellisa Wendy 2012-11-259 says:

    1. Interaksi Sosial Asosiatif

    Pola hubungan interaksi sosial yang bersifat asosiatif dapat tercipta karena adanya
    kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.

    a. Kerja Sama
    Satu tim sepak bola harus bekerja sama untuk dapat menciptakan gol ke gawang
    lawan. Sangat jarang terjadi seorang pemain sepak bola mencetak gol tanpa bantuan
    temannya. Kekompakkan tim sepak bola merupakan salah satu contoh bentuk kerja sama.
    Dari contoh ini dapat dilihat bahwa kerja sama dapat timbul karena adanya orientasi
    perorangan terhadap kelompoknya sendiri (ingin timnya menang) atau kelompok orang
    lain (ingin tim lawan kalah). Kerja sama merupakan bentuk interaksi sosial yang utama.
    Tanpa adanya kerja sama, mustahil manusia mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
    Kerja sama adalah proses saling mendekati dan bekerja sama antarindividu, antara individu
    dan kelompok, atau antarkelompok, dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan dan
    kebutuhan bersama.
    Kerja sama dapat kita temukan pada semua kelompok umur, mulai anak-anak sampai
    orang dewasa. Pada hakikatnya, kerja sama timbul apabila:
    (1) orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama,
    (2) masing-masing pihak menyadari bahwa mereka hanya mungkin memenuhi
    kepentingan-kepentingan mereka tersebut melalui kerja sama.

    b. Akomodasi
    Akomodasi adalah usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan.
    Akomodasi dilakukan dengan tujuan tercapainya kestabilan dan keharmonisan dalam
    kehidupan. Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan
    pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan
    kepribadiannya. Artinya, akomodasi merupakan bentuk penyelesaian tanpa
    mengorbankan salah satu pihak. Adakalanya, pertentangan yang terjadi sulit diatasi
    sehingga membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara. Misalnya, perkelahian antara
    dua orang siswa di sekolah. Guru dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua
    siswa setelah guru mempelajari penyebab terjadinya perkelahian.
    Adapun tujuan akomodasi adalah seperti berikut.
    (1) Mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok
    manusia sebagai akibat perbedaan paham.
    (2) Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara
    temporer.
    (3) Memungkinkan terwujudnya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yang
    hidupnya terpisah sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan.
    (4) Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah,
    misalnya lewat perkawinan campuran.

    c. Asimilasi
    Asimilasi merupakan bentuk proses sosial yang ditandai dengan adanya usahausaha
    mengurangi perbedaan-perbedaan di antara orang-orang atau kelompok manusia.
    Mereka tidak lagi merasa sebagai kelompok yang berbeda sebab mereka lebih
    mengutamakan kepentingan dan tujuan yang akan dicapai bersama. Bila kedua
    kelompok masyarakat telah mengadakan asimilasi, batas antara kedua kelompok
    masyarakat itu dapat hilang dan keduanya berbaur menjadi satu kelompok. Misalnya,
    orang Jawa yang bertransmigrasi ke Papua akan berasimilasi dengan penduduk setempat
    sehingga batas-batas antara kelompok masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu
    dengan lainnya. Banyak di antara mereka yang menikah dengan penduduk setempat.
    Proses asimilasi timbul bila terdapat hal-hal berikut.
    (1) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.
    (2) Orang perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung
    dan intensif untuk waktu lama.
    (3) Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masingmasing
    berubah dan saling menyesuaikan diri.
    Proses asimilasi dapat berlangsung dengan mudah atau dapat juga dihambat. Faktor
    yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah sebagai berikut.
    (1) Toleransi
    (2) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
    (3) Sikap menghargai kehadiran orang asing dan kebudayaannya
    (4) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
    (5) Memiliki persamaan historis dalam unsur-unsur kebudayaan
    (6) Perkawinan campuran antarkelompok yang berbeda
    (7) Adanya musuh bersama dari luar

    Adapun faktor-faktor yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi adalah
    seperti berikut.
    (1) Terisolasi kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
    (2) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi.
    (3) Adanya perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
    (4) Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi
    dibandingkan dengan kebudayaan golongan atau kelompoknya.
    (5) Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri fisik.
    (6) Adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok
    dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan (in-group feeling).
    (7) Apabila golongan minoritas mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang
    berkuasa.
    (8) Munculnya perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan
    pertentangan-pertentangan pribadi.

    d. Akulturasi
    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi percampuran dua
    kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi. Dalam akulturasi,
    sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu,
    sebagian berusaha menolak pengaruh itu. Contoh akulturasi yang mudah ditemui ialah
    dalam perbauran kebudayaan Hindu-Buddha dan kebudayaan Islam dengan
    kebudayaan asli Indonesia. Bentuk-bentuk akulturasi yang masih ditemukan saat ini
    misalnya upacara Sekaten, Gerebeg Maulid, dan lainnya.

    2. Interaksi Sosial Disosiatif
    Disosiatif merupakan kebalikan dari asosiatif. Bila pada proses sosial asosiatif lebih
    menekankan bentuk kerja sama, proses sosial disosiatif lebih ditekankan pada bentuk
    persaingan atau perlawanan.
    Terdapat tiga bentuk interaksi disasosiatif, yaitu persaingan, kontravensi, dan
    pertentangan.

    a. Persaingan
    Persaingan adalah suatu proses sosial yang terjadi di mana individu atau kelompok
    saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidangbidang
    tertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil. Misalnya,
    persaingan antara dua juara kelas di satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak
    dapat bintang sekolah. Kedua juara kelas itu akan belajar dengan sungguh-sungguh
    untuk mencapai gelar tersebut. Persaingan yang terjadi antara dua orang merupakan
    persaingan pribadi. Ada juga persaingan yang bersifat kelompok. Misalnya, persaingan
    antara Persipura Jayapura dan Persib Bandung dalam memperebutkan tempat di putaran
    final Liga Indonesia.
    Persaingan berlangsung dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa
    bentuk persaingan.
    (1) Persaingan ekonomi, contohnya perang iklan menawarkan produk, baik di media
    massa cetak maupun elektronik; persaingan memperoleh pekerjaan.
    (2) Persaingan kebudayaan, contohnya sinetron dan telenovela, peminat film Avatar
    lebih banyak daripada penggemar film Si Unyil, persaingan antara tontonan
    tradisional seperti wayang orang dan film-film di bioskop

    (3) Persaingan kedudukan dan peranan, misalnya persaingan antara para calon gubernur
    dan wakil gubernur dalam pilkada.
    (4) Persaingan ras, misalnya persaingan antara orang kulit putih dan orang kulit hitam
    di Afrika Selatan.

    b. Pertentangan
    Pertentangan adalah suatu proses sosial di mana seseorang atau kelompok dengan
    sadar atau tidak sadar menentang pihak lain yang disertai ancaman atau kekerasan untuk
    mencapai tujuan atau keinginannya. Konflik biasanya terjadi karena adanya perbedaan
    paham dan kepentingan. Hal ini dapat menimbulkan semacam gap (jurang pemisah)
    yang dapat mengganggu interaksi sosial di antara pihak-pihak yang bertikai.
    Pertentangan dapat terjadi pada semua lapisan masyarakat, individu atau kelompok,
    mulai dari lingkungan kecil sampai masyarakat luas. Pertentangan dapat timbul karena:
    (1) perbedaan pendapat, prinsip, aturan antarindividu
    (2) perbedaan adat istiadat, kebudayaan
    (3) perbedaan kepentingan politik, ekonomi, dan sosial
    (4) perubahan sosial, disorganisasi, dan disintegrasi

    c. Kontravensi
    Kontravensi ialah bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan
    pertentangan. Kontravensi ditandai dengan gejala adanya ketidakpuasan terhadap
    seseorang atau sesuatu. Sikap tersebut dapat terlihat jelas atau tersembunyi. Sikap
    tersembunyi tersebut dapat berbuah menjadi kebencian, akan tetapi tidak sampai menjadi
    pertentangan atau pertikaian.
    Menurut sifatnya, bentuk-bentuk kontravensi adalah sebagai berikut.
    (1) Umum: penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes,
    gangguan-gangguan, perbuatan kekerasan, dan mengacaukan rencana pihak lain.

    (2) Sederhana: menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui
    selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian kepada pihak
    lain.
    (3) Intensif: penghasutan, menyebarkan desas-desus, mengecewakan pihak-pihak lain.
    (4) Rahasia: mengumumkan rahasia pihak lain, perbuatan khianat.
    (5) Taktis: mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lain,
    memaksa pihak lain dengan kekerasan, provokasi, dan intimidasi.

  119. Mega Febrina says:

    Nama : Mega Febrina
    NIM : 2011-12-154

    Bentuk interaksi social yang bersifat asosiatif:
    1. Kerjasama
    Merupakan suatu usaha bersama antara individu dan kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama. Kerja sama akan timbul jika orang menyadari bahwa diantara mereka memiliki kepentingan-kepentingan yang sama pada saat yang bersamaan.
    Contoh ketika perayaan 17 agustusan di sebuah desa. Umumnya dalam perayaan hari kemerdekaan sebuah negara, para warga menciptakan berbagai kegiatan untuk memperingati hari tersebut – seperti halnya di Indonesia. Dan salah satu perayaan yang umum ketika 17an adalah Panjat Pinang. Dari permainan Panjat Pinang itu kita bisa jadikan salah satu contoh bentuk kerjasama – untuk menggapai/mengambil beberapa hadiah yang di taruh di atas pinang tentunya kita harus membutuhkan kerjasama karena engga mungkin satu orang bisa langsung manjat ke atas tanpa bantuan yang lain. Maka dari itu,Panjat Pinang adalah salah satu contoh bentuk budaya kerjasama yang terjadi di lingkungan sehari hari.

    2. Akomodasi
    Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan. Di lihat dari pengertian tersebut, kita bisa mengambil contoh bahwa musyawarah adalah salah satu bentuk budaya dalam meredakan pertentangan. Memang pertentangan itu suatu hal yang wajar dalam lingkungan sosial tapi masalahnya bagaimana menyelesaikan pertantangan itu? Oleh sebab itu, ada nya musyawarah untuk meredakan pertentangan tersebut. Mendengarkan dan menggabungkan pendapat yang berbeda dalam bermusyawarah bisa menghasilkan suatu kesepakan yang mufakat. Di Indonesia sendiri, musyawarah sudah menjadi tradisi untuk menyelesaikan masalah, khususnya di lingkungan masyarakat.

    3. Asimilasi
    Asimilasi adalah proses yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intesif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran. Ambilah contoh ketika sebuah keluarga Indonesia pindah ke Amerika. Walaupun mereka masih berbicara Indonesia pada tiap anggota keluarga namun mau tidak mau mereka pun harus menyesuaikan bahasa di lingkungan baru mereka, yaitu bahasa Inggris. Mungkin beberapa dari mereka menjadi lancar berbahasa Inggris, begitu juga nantinya turunan mereka menjadi billingual dan kemungkinan puluhan taun kemudian ketika mereka sudah mendiami tempatnya begitu lama, lambat laun mereka pun akan semakin jarang berbicara bahasa asli mereka.

    4. Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur – unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur – unsur asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
    Ketika berbicara akulturasi banyak sekali yang bisa diambil contoh di Indonesia ini, banyak sekali budaya barat masuk dan ada sebagian diterima namun ada juga beberapa yang tidak diterima karena tidak cocok dengan tradisi adat ketimuran kita. Tarulah contoh beberapa makanan barat yang masuk ke Indonesia, ada pizza, fried chicken, humburger, spaghetti dan lain lain. Meskipun begitu banyak restaurant cepat saji atau fast food yang berlebel dari barat namun masih banyak juga rumah rumah makan khas Indonesia yang tentunya menyajikan berbagai masakan Indonesia, seperti rumah makan padang, jawa, sunda dan lainya. Ini menunjukan bahwa memang ada terjadinya akulturasi di Indonesia namun itu tidak mengakibatkan budaya kita sendiri luntur. Budaya kita masih dan akan tetap ada walaupun diserbu beberapa budaya asing yang datang.

    Bentuk interaksi social yang bersifat asosiatif:
    1. Persaingan
    Suatu proses sosial yang terjadi di mana individu atau kelompok
    saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidangbidang
    tertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil. Misalnya,
    persaingan antara dua juara kelas di satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak
    dapat bintang sekolah. Kedua juara kelas itu akan belajar dengan sungguh-sungguh
    untuk mencapai gelar tersebut. Persaingan yang terjadi antara dua orang merupakan
    persaingan pribadi. Ada juga persaingan yang bersifat kelompok. Misalnya, persaingan
    antara Persipura Jayapura dan Persib Bandung dalam memperebutkan tempat di putaran
    final Liga Indonesia.
    2. Konvlik
    Suatu proses sosial di mana seseorang atau kelompok dengan
    sadar atau tidak sadar menentang pihak lain yang disertai ancaman atau kekerasan untuk
    mencapai tujuan atau keinginannya. Konflik biasanya terjadi karena adanya perbedaan
    paham dan kepentingan. Hal ini dapat menimbulkan semacam gap (jurang pemisah)
    yang dapat mengganggu interaksi sosial di antara pihak-pihak yang bertikai.
    Pertentangan dapat terjadi pada semua lapisan masyarakat, individu atau kelompok,
    mulai dari lingkungan kecil sampai masyarakat luas.
    3. Kontravensi
    Merupakan bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan
    pertentangan. Kontravensi ditandai dengan gejala adanya ketidakpuasan terhadap
    seseorang atau sesuatu. Sikap tersebut dapat terlihat jelas atau tersembunyi. Sikap
    tersembunyi tersebut dapat berbuah menjadi kebencian, akan tetapi tidak sampai menjadi
    pertentangan atau pertikaian.

  120. Lusy says:

    Nama : Lusy
    NIM : 2012-11-192
    Sosiologi seksi 20

    1. Proses Asosiatif (Association Processes)
    Interaksi sosial dengan proses asosiatif bersifat positif, seperti:

    a. Kerja sama
    Kerja sama merupakan suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama dilakukan sejak manusia berinteraksi dengan sesamanya. Kebiasaan dan sikap mau bekerja sama dimulai sejak kanak-kanak, mulai dalam kehidupan keluarga, lalu dalam kelompok sosial yang lebih luas. Bentuk kerja sama antara lain:
    • kerja sama spontan, yaitu kerja sama yang terjadi secara serta-merta
    • kerja sama langsung, yaitu kerja sama sebagai hasil dari perintah atasan kepada bawahan atau penguasa terhadap rakyatnya.
    • kerja sama kontrak, yaitu kerja sama atas dasar syarat-syarat atau ketetapan tertentu, yang disepakati bersama.
    • kerja sama tradisional, yaitu kerja sama sebagian atau unsure tertentu dari system social.

    b. Akomodasi
    Akomodasi adalah proses penyesuaian diri individu atau kelompok manusia yang semula saling bertentangan sebagai upaya untuk mengatasi ketegangan. Bentuk-bentuk akomodasi;
    • Koersi, adalah suatu bentuk yang terjadi melalui pemaksaan kehendak suatu pihak terhadap pihak lain yang lebih lemah.
    • Kompromi, adalah suatu bentuk akomodasi ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan agar tercapai suatu penyelesaian.
    • Arbitrasi, adalah pihak-pihak yang berkonflik tidak dapat menyelesaikan perselisihan dengan kompromi sendiri kemudian mengundang pihak ketiga yang netral ditunjuk oleh badan yang berwenang untuk mrngusahakan penyelesaian.
    • Mediasi, hampir sama dengan proses arbitrasi tetapi pihak ketiga hanya penengah atau juru damai.
    • Konsiliasi, adalah upaya mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. Konsiliasi bersifat lebih lunak dan membuka kesempatan untuk mengadakan asimilasi.
    • Toleransi, adalah bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang resmi. Bisa terjadi secara tidak sadar dan tanpa direncana, karena adanya keinginan untuk menghindarkan diri dari perselisihan yang saling merugikan.
    • Stalemate, terjadi ketika kelompok terlibat pertentangan mempunyai kekuatan seimbang. Keduanya, sadar bahwa tidak mungkin lagi maju atau mundur, sehingga pertentangan akan berhenti dengan sendirinya.
    • Ajudikasi, adalah penyelesaian masalah atau sengketa melalui pengadilan atau jalur hukum.

    c. Asimilasi
    Asimilasi terjadi setelah melalui tahap kerja sama dengan akomodasi. Asimilasi pada dasarnya merupakan perubahan yang dilakukan secara sukarela, yang umum dimulai dari penggunaan bahasa. Asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok. Hasil dari proses asimilasi adalah semakin tipisnya batas individu dalam suatu kelompok atau batas antar kelompok.
    Asimilasi dapat terbentuk dengan tiga syarat sebagai berikut:
    • Terdapat sejumlah kelompok yang memiliki kebudayaan yang berbeda.
    • Terjadi pergaulan antar individu atau kelompok secara intensif dan dalam waktu yang relatif lama.
    • Kebudayaan masing=masing kelompok tersebut saling berubah dan menyasuaikan diri.
    Faktor pendorong asimilasi sebagai berikut:
    • Toleransi di antara sesame kelompok yang berbeda kebudayaan.
    • Kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi.
    • Kesediaan menghormati dan menghargai orang asing dan kebudayaan yang dibawanya.
    • Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat.
    • Persamaan dalam unsure-unsur kebudayaan universal.
    • Perkawinan antara kelompok yang berbeda budaya.
    • Mempunyai musuh yang sama dan menyakini kekuatan-kekuatan masing-masing untuk menghadapi musuh tersebut.
    Sedangkan fator umum penghalang asimilasi antara lain sebagai berikut:
    • Kelompok yang terisolasi atau terasing.
    • Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan baru yang dihadapi.
    • Prasangka negative terhadap pengaruh kebudayaan baru.
    • Perasaan bahwa kebudayaan kelompok tertentu lebih tinggi daripada kelompok lain.
    • Perbedaan ciri-ciri fisik.
    • Perasaan yang kuat bahwa individu terikat pada kebudayaan kelompok yang bersangkutan.
    • Golongan minoritas mengalami gangguan oleh kelompok penguasa.

    d. Akulturasi
    Akulturasi adalah proses penerimaan dan pengolahan unsure-unsur kebudayaan asing menjadi bagian kebudayaan suatu kelompok, tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan yang asli.

    2. Proses Disosiatif (Opposition Processes)
    Proses disosiatif disebut pula proses oposisi. Oposisi dapat diartikan cara yang bertentangan dengan seseorang ataupun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Proses disosiatif dapat dibedakan menjadi tiga bentuk sebagi berikut:

    a. Persaingan (Competition)
    Persaingan merupakan suatu proses ketika ada dua pihak atau lebih saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu. Persaingan terjadi apabila beberapa pihak menginginkan sesuatu yang jumlahnya terbatas atau menjadi pusat perhatian umum.
    Persaingan dilakukandengan norma dan nilai yang diakui bersama dan berlaku pada masyarakat tersebut. Persaingan yang disertai dengan kekerasan, ancaman, atau keinginan untuk merugikan pihak lain dinamakan persaingan tidak sehat. Persaingan memiliki berbagai fungsi berikut ini;
    • Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang sama-sama menuntut dipenuhi, padahal sulit dipenuhi semunya secara serentak.
    • Menyalurkan kepentingan serta nilai-nilai dalam masyarakat terutama kepentingan dan nilai yang menimbulkan konflik.
    • Menyeleksi individu yang pantas memperoleh kedudukan serta peran sesuai dengan kemampuannya.

    b. Kontravensi
    Kontravensi merupakan proses sosial yang ditandai oleh adanya ketidakpastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan yang tidak diungkapkan secara terbuka. Kontravensi adalah sikap menentang secara tersembunyi, agar tidak sampai terjadi perselisihan atau konflik secara terbuka. Bentuk kontravensi;
    • Kontravensi umum,
    • Kontravensi sederhana,
    • Kontravensi intensif,
    • Kontravensi rahasia,
    • Kontravensi taktis.

    c. Pertikaian
    Pertikaian merupakan proses social bentuk lanjut dari kontravensi. Dalam pertikaian perselisihan sudah mulai terbuka. Pertikaian terjadi karena semakin tajamnya perbedaan antara kalangan tertentu dalam masyarakat. Pertikaian muncul apabila individu atau kelompok berusaha memenuhi kebutuhan atau tujuannya dengan jalan menentang pihak lain lewat ancaman atau kekerasan.

    d. Konflik
    Konflik merupakan suatu proses sosial antara dua pihak atau lebih ketika pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuat tidak berdaya. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan yang agaknya sulit untuk didamaikan atau ditemukan kesamaannya. Perbedaan tersebut meliputi: cirri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, dan keyakinan.
    Konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat, karena tidak ada satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik. Baik konflik dalam cakupan kecil maupun besar. Faktor-faktor yang menyebabkan konflik dalam masyarakat:
    • Perbedaan individu
    • Perbedaan latar belakang kebudayaan
    • Perbedaan kepentingan antara individu dan kelompok
    • Perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
    Konflik bisa membawa akibat positif asalkan masalah yang dipertentangkan dan kalangan yang bertentangan memang kontruktif. Konflik merupakan proses diaosiatif yang tajam. Meskipun begitu, sebagai salah satu proses social, konflik dapat berfungsi positif bagi masyarakat. Hasil dan akibat suatu konflik sebagai berikut:
    • Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang mengalami konflik dengan kelompok lain,
    • Keretakan hubungan pada individu antara anggota kelompok,
    • Perubahan kepribadian individu,
    • Kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia,
    Dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

  121. Deedatu Ahmad Durbanu AR says:

     Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:

     Kerja sama : Kerja sama adalah proses saling mendekati dan bekerja sama antarindividu, antara individu dan kelompok, atau antarkelompok, dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan bersama.
    Contoh: Satu tim pemain music drum band harus bekerja sama untuk dapat menciptakan irama music yang harmoni atau indah. Sangat tidak mungkin terjadi seorang pemain musik drum band bermain sendiri tanpa pemain yang lain

     Akomodasi : Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Artinya,akomodasi merupakan bentuk penyelesaian tanpa mengorbankan salah satu pihak
    Contoh : PSSI di sedang terjadi dualisme untuk saat ini PSSI di akomodasi oleg menpora agar tidak merugikan pihak PSSI djohar arifin dan PSSI nayala

     Asimilasi : Asimilasi merupakan bentuk proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha usaha mengurangi perbedaanperbedaan di antara orang-orang atau kelompok manusia.Mereka tidak lagi merasa sebagai kelompok yang berbeda sebab mereka lebih mengutamakan kepentingan dan tujuan yang akan dicapai bersama. Bila kedua kelompok masyarakat telah mengadakan asimilasi, batas antara kedua kelompok masyarakat itu dapathilang dan keduanya berbaur menjadi satu kelompok
    Contoh : suku jawa bertransmigrasi ke pulau kalimantan kemudian orang jawa itu menikah dengan suku dayak. Dengan pernikahan itu terjadilah proses asimilasi antara suku jawa dan suku dayak

     Akulturasi : Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi percampuran duakebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling mempengaruhi.sehingga kedua budaya tersebut terlebur menjadi satu tanpa menghilangkan ciri ciri kebudayaan masing masing.
    Contoh : wayang kulit adalah kesenian kebudayaan hindu oleh sunnan kalijaga wayang kulit dijadikan sarana dakwah tanpa menghilangkan kebudayaan hindu.

     Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:

     Persaingan : Persaingan adalah suatu proses sosial yang terjadi di mana individu atau kelompok saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidang bidang tertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil.
    Contoh : persaingan antara barcelona dan real madrid untuk menjadi juara liga spanyol (kelompok) . persaingan kompetisi antara valentino rossi dan jorge lorenzo di circuit sepang(individu)

     Kontravensi : Kontravensi ialah bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai dengan gejala adanya ketidakpuasan terhadap seseorang atau sesuatu. Sikap tersebut dapat terlihat jelas atau tersembunyi. Sikap tersembunyi tersebut dapat berbuah menjadi kebencian, akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian
    Contoh : Demo protes kenaikan BBM yang dilakukan para mahasiswa di depan gedung DPR/MPR yang berjalan damai

     Konflik : Pertentangan adalah suatu proses sosial di mana seseorang atau kelompok dengan sadar atau tidak sadar menentang pihak lain yang disertai ancaman atau kekerasan untuk mencapai tujuan atau keinginannya. Konflik biasanya terjadi karena adanya perbedaan paham dan kepentingan. Hal ini dapat menimbulkan semacam gap (jurang pemisah) yang dapat mengganggu interaksi sosial di antara pihak-pihak yang bertikai
    Contoh: perang konflik iraq dan AS . perang salib antara tentara romawi dan tentara salahudin alayubi.

    NAMA : DEEDATU AHMAD DURBANU AR
    NIM : 2011-11-095
    FAKULTAS : EKONOMI MANAJEMEN

  122. Amira Annisa Putri says:

    Nama : Amira Annisa Putri
    NIM : 201211236
    Sosiologi : seksi 20

    Bentuk interaksi social yang bersifat asosiatif :
    1. Kerjasama
    Lomba paduan suara
    Aksi : Guru kesenian memberi bimbingan untuk bernyanyi secara benar
    Reaksi : Murid-murid berlatih bersama-sama untuk memenangkan lomba paduan suara.

    (2)Akomodasi
    Akomodasi adalah usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan.
    Akomodasi dilakukan dengan tujuan tercapainya kestabilan dan keharmonisan dalam
    kehidupan. Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan
    pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan
    kepribadiannya. Artinya, akomodasi merupakan bentuk penyelesaian tanpa
    mengorbankan salah satu pihak. Adakalanya, pertentangan yang terjadi sulit diatasi
    sehingga membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara. Misalnya, perkelahian antara
    dua orang siswa di sekolah. Guru dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua
    siswa setelah guru mempelajari penyebab terjadinya perkelahian.
    Adapun tujuan akomodasi adalah seperti berikut.
    (1) Mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok
    manusia sebagai akibat perbedaan paham.
    (2) Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara
    temporer.
    (3) Memungkinkan terwujudnya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yang
    hidupnya terpisah sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan.
    (4) Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah,
    misalnya lewat perkawinan campuran.
    c. Asimilasi
    Asimilasi merupakan bentuk proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha usaha
    mengurangi perbedaan-perbedaan di antara orang-orang atau kelompok manusia.
    Mereka tidak lagi merasa sebagai kelompok yang berbeda sebab mereka lebih
    mengutamakan kepentingan dan tujuan yang akan dicapai bersama. Bila kedua
    kelompok masyarakat telah mengadakan asimilasi, batas antara kedua kelompok
    masyarakat itu dapat hilang dan keduanya berbaur menjadi satu kelompok. Misalnya,
    orang Jawa yang bertransmigrasi ke Papua akan berasimilasi dengan penduduk setempat
    sehingga batas-batas antara kelompok masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu
    dengan lainnya. Banyak di antara mereka yang menikah dengan penduduk setempat.
    Proses asimilasi timbul bila terdapat hal-hal berikut.
    (1) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.
    (2) Orang perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung
    dan intensif untuk waktu lama.
    (3) Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing masing
    berubah dan saling menyesuaikan diri.
    Proses asimilasi dapat berlangsung dengan mudah atau dapat juga dihambat. Faktor
    yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah sebagai berikut.
    (1) Toleransi
    (2) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
    (3) Sikap menghargai kehadiran orang asing dan kebudayaannya
    (4) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
    (5) Memiliki persamaan historis dalam unsur-unsur kebudayaan
    (6) Perkawinan campuran antarkelompok yang berbeda
    (7) Adanya musuh bersama dari luar

    Adapun faktor-faktor yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi adalah
    seperti berikut.
    (1) Terisolasi kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
    (2) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi.
    (3) Adanya perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
    (4) Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi
    dibandingkan dengan kebudayaan golongan atau kelompoknya.
    (5) Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri fisik.
    (6) Adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok
    dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan (in-group feeling).
    (7) Apabila golongan minoritas mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang
    berkuasa.
    (8) Munculnya perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan
    pertentangan-pertentangan pribadi.
    d. Akulturasi
    aksi : di gereja diadakan misa imlek.
    reaksi : banyak umat berpartisipasi dan menyambut gembira terutama bagi umat yang etnis Tionghoa akan merasa dihargai, perayaan ini tak merubah perayaan ekaristi yang diadakan tiap minggu.

    Contoh- Contoh Interaksi Sosial bersifat Disosiatif yaitu :

    1. Persaingan
    Contoh aksinya : suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang saling mengunggulkan produk buatannya.
    Contoh Reaksinya : konsumen yang membuktikan mana produk yang baik atau yang tidak.

    (2) Kontravensi = Pemilihan ketua KELAS
    reaksinya : Seorang yang bernama bernama reini dia gagal menjadi ketua kelas karena ada desas-desus yang berasal dari kandidat lain. reini dikabarkan yang kejadian buruk , contohnya seperti mengambil jajanan dan banyak sekali hal negative yang mebuat tmn2nya sdh tdk percaya padanya.. Desas-desus itu mengenai diri reini yang belum tentu benar merupakan bentuk kontravensi dari pihak lain untuk menggagalkan tujuan agus untuk menjadi ketua kelas.

    c. konflik
    aksi : misalkanya pertandingan bola basket antar sekolah
    reaksi : pada saat pertandingan dimulai ada salah satu pemain yang tidak sengaja menyenggol pemain dari kelompok lain, lalu dengan hal itu kelompok yang bersangkutan tidak senang karena mereka menganggap ada unsur kesengajaan dan karna itulah muncul pertentangan antar 2 kelompok dan menyebabkan terjadinya reaksi yang tidak diinginkan.

  123. Amira Annisa Putri says:

    Nama : Amira Annisa Putri
    NIM : 201211236
    Sosiologi : seksi 20

    Bentuk interaksi social yang bersifat asosiatif :
    1. Kerjasama
    Contoh nya Lomba paduan suara
    Aksi : Guru kesenian memberi bimbingan untuk bernyanyi secara benar
    Reaksi : Murid-murid berlatih bersama-sama untuk memenangkan lomba paduan suara.

     Akomodasi
    Akomodasi adalah usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan.
    Akomodasi dilakukan dengan tujuan tercapainya kestabilan dan keharmonisan dalam
    kehidupan. Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan
    pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan
    kepribadiannya. Artinya, akomodasi merupakan bentuk penyelesaian tanpa
    mengorbankan salah satu pihak. Adakalanya, pertentangan yang terjadi sulit diatasi
    sehingga membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara. Misalnya, perkelahian antara
    dua orang siswa di sekolah. Guru dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua
    siswa setelah guru mempelajari penyebab terjadinya perkelahian.

    Adapun tujuan akomodasi adalah seperti berikut :
    (1) Mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok
    manusia sebagai akibat perbedaan paham.
    (2) Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara
    temporer.
    (3) Memungkinkan terwujudnya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yang
    hidupnya terpisah sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan.
    (4) Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah,
    misalnya lewat perkawinan campuran.
     Asimilasi
    Asimilasi merupakan bentuk proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha usaha
    mengurangi perbedaan-perbedaan di antara orang-orang atau kelompok manusia.
    Mereka tidak lagi merasa sebagai kelompok yang berbeda sebab mereka lebih
    mengutamakan kepentingan dan tujuan yang akan dicapai bersama. Bila kedua
    kelompok masyarakat telah mengadakan asimilasi, batas antara kedua kelompok
    masyarakat itu dapat hilang dan keduanya berbaur menjadi satu kelompok. Misalnya,
    orang Jawa yang bertransmigrasi ke Papua akan berasimilasi dengan penduduk setempat
    sehingga batas-batas antara kelompok masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu
    dengan lainnya. Banyak di antara mereka yang menikah dengan penduduk setempat.
    Proses asimilasi timbul bila terdapat hal-hal berikut.
    (1) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.
    (2) Orang perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung
    dan intensif untuk waktu lama.
    (3) Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing masing
    berubah dan saling menyesuaikan diri.
    Proses asimilasi dapat berlangsung dengan mudah atau dapat juga dihambat. Faktor
    yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah sebagai berikut.
    (1) Toleransi
    (2) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
    (3) Sikap menghargai kehadiran orang asing dan kebudayaannya
    (4) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
    (5) Memiliki persamaan historis dalam unsur-unsur kebudayaan
    (6) Perkawinan campuran antarkelompok yang berbeda
    (7) Adanya musuh bersama dari luar

     Adapun faktor-faktor yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi adalah
    seperti berikut.
    (1) Terisolasi kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
    (2) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi.
    (3) Adanya perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
    (4) Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi
    dibandingkan dengan kebudayaan golongan atau kelompoknya.
    (5) Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri fisik.
    (6) Adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok
    dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan (in-group feeling).
    (7) Apabila golongan minoritas mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang
    berkuasa.
    (8) Munculnya perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan
    pertentangan-pertentangan pribadi.
     Akulturasi
    aksi : di gereja diadakan misa imlek.
    reaksi : banyak umat berpartisipasi dan menyambut gembira terutama bagi umat yang etnis Tionghoa akan merasa dihargai, perayaan ini tak merubah perayaan ekaristi yang diadakan tiap minggu.

    Contoh- Contoh Interaksi Sosial bersifat Disosiatif yaitu :

    1.Persaingan
    Contoh aksinya : suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang saling mengunggulkan produk buatannya.
    Contoh Reaksinya : konsumen yang membuktikan mana produk yang baik atau yang tidak.
    (2) Kontravensi = Pemilihan ketua KELAS
    reaksinya : Seorang yang bernama bernama reini dia gagal menjadi ketua kelas karena ada desas-desus yang berasal dari kandidat lain. reini dikabarkan yang kejadian buruk , contohnya seperti mengambil jajanan dan banyak sekali hal negative yang mebuat tmn2nya sdh tdk percaya padanya.. Desas-desus itu mengenai diri reini yang belum tentu benar merupakan bentuk kontravensi dari pihak lain untuk menggagalkan tujuan agus untuk menjadi ketua kelas.
    (3) Konflik
    aksi : misalkanya pertandingan bola basket antar sekolah
    reaksi : pada saat pertandingan dimulai ada salah satu pemain yang tidak sengaja menyenggol pemain dari kelompok lain, lalu dengan hal itu kelompok yang bersangkutan tidak senang karena mereka menganggap ada unsur kesengajaan dan karna itulah muncul pertentangan antar 2 kelompok dan menyebabkan terjadinya reaksi yang tidak diinginkan.

  124. Nama : Nellalia Ovindra
    NIM : 2012-12-149
    Seksi : 20

    1) Contoh bentuk interaksi social yang bersifat asosiatif :
     Kerjasama
    Kerjasama dapat terlihat jelas ketika seseorang diberikan tugas berkelompok untuk menyelesaikan sebuah persoalan. Seperti contohnya murid-murid sekolah yang diberikan tugas kelompok untuk sebuah pelajaran sekolah, maka mereka akan bekerja sama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh gurunya dengan sebaik mungkin.

     Akomodasi
    Ketika seorang baru memulai suatu pekerjaan yang baru, dia harus dengan segera bersosialisasi dengan keadaan sekitarnya, entah itu dengan tanggung jawab barunya atau dengan karyawan perusahaan barunya tersebut.

     Asimilasi
    Bentuk interaksi social ini tentu saja sering kita temui dan bisa juga diri kita yang menjadi contohnya. Misalkan saja saya adalah orang Jakarta, saya mempunyai seorang teman yang berasal dari jawa, dia memiliki logat bicara daerah Jawa yang sangat kental. Karena kami sering berbicara hampir setiap hari, maka lambat laun ada kata-kata daerah Jawa yang bisa saya lafalkan.

     Akulturasi
    Seperti yang pernah bapak jelaskan bahwa bersendawa ketika makan dianggap tidak sopan bagi orang Jawa, tetapi untuk masyarakat lain (maaf Pak saya lupa untuk daerah mana) bersendawa bisa dianggap bahwa orang yang bersendawa tersebut menghargai makanan yang telah dia makan.

    2) Contoh bentuk interaksi sosial yang bersifat disosiatif :
     Persaingan
    Semua siswa tentu ingin menjadi juara kelas di sekolahannya, tetapi tentu saja hal itu hanya bisa dimiliki oleh salah satu dari mereka. Hal itu tidak menyebabkan mereka untuk saling membenci, malah mereka termotivasi untuk belajar lebih keras lagi.

     Kontravensi
    Saat Miss Indonesia mewakili Indonesia untuk mengikuti ajang pemilihan Miss World, di mana dalam salah satu nilai penjuriannya yaitu harus memakai bikini di hadapan ribuan publik, sempat terjadi sedikit kritikan dari beberapa masyarakat Indonesia karena hal itu dinilai bertentangan dengan nilai budaya Indonesia.

     Konflik
    Saat ada 2 orang wanita dan 1 orang pria yang saling berteman. Ketika pria tersebut akhirnya berpacaran dengan salah seorang wanita itu, padahal teman wanita satunya juga menyukai sang pria namun tidak berani untuk mengungkapkannya. Dan saat wanita tersebut mendengar bahwa temannya telah berpacaran, wanita itu akan menjadi marah karena dia berpikir seharusnya temannya itu tahu kalau dia menyukai pria itu.

  125. Yustina Apriani Sipahutar says:

    CONTOH INTERAKSI SOSIAL

    * ASOSIATIF

    KERJASAMA
    Melaksanakan kegiatan gotong royong di lingkungan tempat tinggal, misalkan membersihkan saluran air untuk mencegah banjir.

    AKOMODASI
    Melakukan musyawarah untuk menyelesaikan pertentangan yang terjadi di masyarakat agar mencapai kesepakatan mufakat.

    ASIMILASI
    Adanya imigran Mexico yang pergi ke USA untuk mencari pekerjaan. Diawal kedatangan, mereka selalu ditolak dan keberadaannya dianggap mengganggu. Penyebabnya masalah bahasa dan dianggap masyarakat yang kumuh. Tapi kini mereka menjadi salah satu etnis yang unggul di Mexico.

    AKULTURASI
    Walaupun beberapa makanan barat masuk ke Indonesia (pizza, burger, spaghetti, dll), namun makanan khas Indonesia (rumah makan khas Padang, Sunda, Manado, dll) juga masih banyak.

    * DISOSIATIF

    PERSAINGAN
    Pada kegiatan ekonomi berbagai cara dilakukan produsen untuk menjual produknya pada konsumen, misalkan : pameran, kredit, layanan antar, dll untuk memperoleh hasil yg kompetitif.

    KONTRAVENSI
    Fitnah atau pencemaran nama baik.

    KONFLIK
    Perang antar negara, misalkan : konflik Palestina & Israel.

    Nama : Yustina Apriani Sipahutar
    NIM : 2012-12-234

  126. desti prawesti says:

    Nama : Desti Prawesti
    NIM : 2012-12-087
    Tugas Interaksi Sosial

    Bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif

    1. Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang-perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
    Contohnya sekelompok mahasiswa yang bergabung untuk membuat acara penggalangan dana bagi korban banjir. Dari acara penggalangan dana bisa kita jadikan sebagai salah satu contoh kerja sama, karena para mhasiswa tersebut bekerja sama demi terkumpulnya dana yang akan disumbangkan ke korban banjir. Atau contoh lainnya, sekelompok warga yang bersama-sama melakukan kerja bakti demi kebersihan desa.
    2. Akomodasi adalah proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
    Contohnya terjadi penggusuran rumah warga di bantaran kali oleh pihak kepolisian dan akibatnya terjadi pertengkaran antara warga dan pihak kepolisian, maka perlu dilakukan suatu musyawarah oleh pihak pemerintah setempat agar masalah bisa diselesaikan.
    3. Asimilasi adalah proses yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda saling bergaul secara intensif dalam waktu yang lama sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah membentuk suatu kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
    Contohnya suami istri asal Inggris menetap di daerah Yogyakarta, pasangan tersebut dan warga setempat saling bergaul dan saling berinteraksi, lambat laun pun pasangan tersebut mengikuti dan memahami kebudayaan Yogyakarta dan warga setempat pun juga memahami kebudayaan Inggris yang dibawa pasangan tersebut. Mereka saling menyesuaikan diri dan akhirnya kebudayaan mereka pun membaur menjadi suatu kebudayaan campuran.
    4. Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur – unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur – unsur asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
    Contoh akulturasi yang di Indonesia ini, banyak sekali budaya barat masuk dan ada sebagian diterima namun ada juga beberapa yang tidak diterima karena tidak cocok dengan tradisi adat ketimuran kita. Tarulah contoh beberapa makanan barat yang masuk ke Indonesia, ada pizza, fried chicken, humburger, spaghetti dan lain lain. Meskipun begitu banyak restaurant cepat saji atau fast food yang berlebel dari barat namun masih banyak juga rumah rumah makan khas Indonesia yang tentunya menyajikan berbagai masakan Indonesia, seperti rumah makan padang, jawa, sunda dan lainya. Ini menunjukan bahwa memang ada terjadinya akulturasi di Indonesia namun itu tidak mengakibatkan budaya kita sendiri luntur. Budaya kita masih dan akan tetap ada walaupun diserbu beberapa budaya asing yang datang.

    Bentuk interaksi sosial yang bersifat disosiatif

    1. Persaingan adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.
    Contohnya dalam suatu ajang pencarian bakat para kontestan saling bersaing untuk menjadi yang terbaik dan menjadi pemenang.
    2. Kontravensi adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang – terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur – unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.
    Contoh kontravensi sederhana, seperti fitnah dan pencemaran nama baik orang atau kelompok. Contoh kontravensi intensif, seperti penghasutan dan penyebaran desas desus.
    3. Konflik adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.
    Contoh :
    ─ Konflik Vietnam berubah menjadi perang.
    ─ Konflik Timur Tengah merupakan contoh konflik yang tidak terkontrol, sehingga timbul kekerasan. hal ini dapat dilihat dalam konflik Israel dan Palestina.
    ─ Konflik Katolik-Protestan di Irlandia Utara memberikan contoh konflik bersejarah lainnya.
    ─ Banyak konflik yang terjadi karena perbedaan ras dan etnis

  127. Berikan contoh Interaksi sosial untuk:
     Bentuk Interaksi social yang bersifat asosiatif:
    • Kerjasama
    Kerjasama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau sekelompok untuk mencapai tujuan bersama. Manusia memang mahluk sosial, mereka selalu membutuhkan satu sama lain.
    Contoh kerjasama:
    Dalam permainan Panjat Pinang kita bisa jadikan salah satu contoh bentuk kerjasama untuk menggapai/mengambil beberapa hadiah yang di taruh di atas pinang tentunya kita harus membutuhkan kerjasama karena tidak mungkin satu orang bisa langsung naik ke atas tanpa bantuan orang lain. Maka dari itu, Panjat Pinang adalah salah satu contoh bentuk budaya kerjasama yang terjadi di lingkungan sehari hari.

    • Akomodasi
    Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
    Contoh Akomodasi:
    Perbedaan paham atau pendapat antarpengurus OSIS di sekolah dalam mengambil keputusan. Pengurus OSIS yang berbeda pendapat akhirnya menyepakati sebuah keputusan dan keputusan ini dapat diterima oleh pihak-pihak yang berbeda pendapat. Kesepakatan ini memungkinkan pihak-pihak yang berbeda pendapat berkerjasama, meskipun masing-masing masih berbeda pendapat. Yang kalian harus selalu ingat adalah bahwa akomodasi tidak pernah dapat menyelesaikan sengketa secara tuntas untuk selamanya.

    • Asimilasi
    Asimilasi adalah proses yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intesif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
    Contoh Asimilasi:
    Ketika sebuah keluarga Indonesia pindah ke Inggris. Walaupun mereka masih berbicara bahasa Indonesia pada tiap anggota keluarga namun mau tidak mau mereka pun harus menyesuaikan bahasa di lingkungan baru mereka, yaitu bahasa Inggris. Mungkin beberapa dari mereka menjadi lancar berbahasa Inggris, begitu juga nantinya turunan mereka menjadi billingual dan kemungkinan puluhan taun kemudian ketika mereka sudah mendiami tempatnya begitu lama, lambat laun mereka pun akan semakin jarang berbicara bahasa asli mereka.

    • Akulturasi
    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur – unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur – unsur asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
    Contoh Akulturasi:
    Candi-candi di Indonesia sebagai wujud percampuran antara seni asli bangsa Indonesia dengan seni Hindu-Budha. Candi merupakan bentuk perwujudan akulturasi budaya bangsa Indonesia dengan India. Candi merupakan hasil bangunan zaman megalitikum yaitu bangunan punden berundak-undak yang mendapat pengaruh Hindu Budha. Candi Borobudur merupakan wujud dari akulturasi antara agama Hindu-Budha di Indonesia.

     Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif:
    • Persaingan
    kompetisi/persaingan adalah proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhannya dengan jalan berlomba untuk mendapatkannya. hal ini terjadi biasanya karena memperebutkan sumber daya yang terbatas.
    Contoh persaingan:
    Dalam suatu pemilihan ketua OSIS para calon ketua OSIS bersaing untuk memenangkannya, aksinya para calon ketua OSIS memaparkan Visi dan Misinya kepada anggota OSIS yang lainnya, reaksinya para anggota OSIS dapat melihat siapa yang paling bagus Visi dan Misi dari para calon tersebut sehingga mereka dapat menentukan siapa yang mereka pilih untuk menjadi ketua OSIS.

    • Kontravensi
    Kontravensi adalah proses sosial dimana individu atau kelompok mengungkapkan ketidak setujuan atau penyangkalan dengan tidak terbuka
    Contoh Kontravensi:
    kontravensi yang terjadi pada rakyat Sumatera dikarenakan pembagian wilayah propinsi, sehingga mendatangkan aksi prote maupun kekerasan dari rakyat untuk menuntut ke DPR agar di beri wilayah propinsi sendiri, aksi itu pun akhirnya menelan satu korban yaitu ketua DPR Sumatera Abdul Aziz Anngkat.

    • Konflik
    Konflik adalah proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha untuk mendpatkan keinginannya dengan jalan menentang pihak lain dengan cara mengancam atau meyingkirkan pihak lain
    Contoh Konflik:
    Karyawan pabrik menuntut pemiliknya untuk menaikan gaji, karena para karyawan merasa gaji yang mereka dapat terlalu kecil dan tidak sesuai dengan tingkat kesejahteraan karyawan. Karyawan berdemo dan mogok kerja demi tercapainya permintaan mereka.

  128. saji says:

    Interaksi sosial Asosiatif
    Pola hubungan Interaksi sosial yang bersifat asosiatif dapat tercipta karena adanya
    kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.
    a. Kerja Sama
    Satu tim sepak bola harus bekerja sama untuk dapat menciptakan gol ke gawang
    lawan. Sangat jarang terjadi seorang pemain sepak bola mencetak gol tanpa bantuan temannya. Kekompakkan tim sepak bola merupakan salah satu contoh bentuk kerja sama. Dari contoh ini dapat dilihat bahwa kerja sama dapat timbul karena adanya orientasi perorangan terhadap kelompoknya sendiri (ingin timnya menang) atau kelompok orang lain (ingin tim lawan kalah). Kerja sama merupakan bentuk Interaksi sosial yang utama.
    Tanpa adanya kerja sama, mustahil manusia mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Kerja sama adalah proses saling mendekati dan bekerja sama antarindividu, antara individu
    dan kelompok, atau antar kelompok, dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan dan
    kebutuhan bersama.Kerja sama dapat kita temukan pada semua kelompok umur, mulai anak-anak sampaiorang dewasa. Pada hakikatnya, kerja sama timbul apabila:
    (1) orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama,
    (2) masing-masing pihak menyadari bahwa mereka hanya mungkin memenuhi
    kepentingan-kepentingan mereka tersebut melalui kerja sama.
    B. Akomodasi
    Akomodasi adalah usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan.Akomodasi dilakukan dengan tujuan tercapainya kestabilan dan keharmonisan dalamkehidupan. Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikanpertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Artinya, akomodasi merupakan bentuk penyelesaian tanpa
    mengorbankan salah satu pihak. Adakalanya, pertentangan yang terjadi sulit diatasi sehingga membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara. Misalnya, perkelahian antara dua orang siswa di sekolah. Guru dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua siswa setelah guru mempelajari penyebab terjadinya perkelahian.Adapun tujuan akomodasi adalah seperti berikut.
    (1) Mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok
    manusia sebagai akibat perbedaan paham.
    (2) Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara
    temporer.
    (3) Memungkinkan terwujudnya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yang hidupnya terpisah sebagai akibat faktor-faktorsosial psikologis dan kebudayaan.
    (4) Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok soaial yang terpisah,
    misalnya lewat perkawinan campuran.
    c. Asimilasi
    Asimilasi merupakan bentuk proses sosial yang ditandai dengan adanya usahausaha
    mengurangi perbedaan-perbedaan di antara orang-orang atau kelompok manusia.
    Mereka tidak lagi merasa sebagai kelompok yang berbeda sebab mereka lebih
    mengutamakan kepentingan dan tujuan yang akan dicapai bersama. Bila kedua
    kelompok masyarakat telah mengadakan asimilasi, batas antara kedua kelompok
    masyarakat itu dapat hilang dan keduanya berbaur menjadi satu kelompok. Misalnya,
    orang Jawa yang bertransmigrasi ke Papua akan berasimilasi dengan penduduk setempat
    sehingga batas-batas antara kelompok masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu
    dengan lainnya. Banyak di antara mereka yang menikah dengan penduduk setempat.
    Proses asimilasi timbul bila terdapat hal-hal berikut.
    (1) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.
    (2) Orang perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung
    dan intensif untuk waktu lama.
    (3) Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masingmasing
    berubah dan saling menyesuaikan diri.
    Proses asimilasi dapat berlangsung dengan mudah atau dapat juga dihambat. Faktor
    yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah sebagai berikut.
    (1) Toleransi
    (2) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
    (3) Sikap menghargai kehadiran orang asing dan kebudayaannya
    (4) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
    (5) Memiliki persamaan historis dalam unsur-unsur kebudayaan
    (6) Perkawinan campuran antarkelompok yang berbeda
    (7) Adanya musuh bersama dari luar
    Adapun faktor-faktor yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi adalah seperti berikut.
    1.Terisolasi kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
    (2) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi
    (3) Adanya perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan d yang ihadapi.
    (4) Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi
    dibandingkan dengan kebudayaan golongan atau kelompoknya.
    (5) Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri fisik.
    (6)Adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok
    dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan (in-group feeling).
    (7)Apabila golongan minoritas mengalami gangguan-gangguan dari golongan berkuasa.
    (8) Munculnya perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-pertentangan pribadi.
    d. Akulturasi
    Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi percampuran duakebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi. Dalam akulturasi,sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, sebagian berusaha menolak pengaruh itu. Contoh akulturasi yang mudah ditemui ialah dalam perbauran kebudayaan Hindu-Buddha dan kebudayaan Islam dengan kebudayaan asli Indonesia. Bentuk-bentuk akulturasi yang masih ditemukan saat ini misalnya upacara Sekaten, Gerebeg Maulid, dan lainnya.

    Bentuk Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif
    Iteraksi sosial Disosiatif
    Disosiatif merupakan kebalikan dariasosiatif . Bila pada proses sosial asosiatif lebih menekankan bentuk kerja sama, proses sosial disosiatif lebih ditekankan pada bentuk persaingan atau perlawanan. Terdapat tiga bentuk interaksi disasosiatif, yaitu persaingan, kontravensi, dan pertentangan.
    a. Persaingan
    Persaingan adalah suatu proses sosial yang terjadi di mana individu atau kelompok saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidangbidang tertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil. Misalnya, persaingan antara dua juara kelas di satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layakdapat bintang sekolah. Kedua juara kelas itu akan belajar dengan sungguh-sungguh
    untuk mencapai gelar tersebut. Persaingan yang terjadi antara dua orang merupakan persaingan pribadi. Ada juga persaingan yang kelompok. Misalnya, persaingan antara Persipura Jayapura dan Persib Bandung dalam memperebutkan tempat di putaran final Liga Indonesia. Persaingan berlangsung dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa bentuk persaingan.
    (1) Persaingan ekonomi, contohnya perang iklan menawarkan produk, baik di media
    massa cetak maupun elektronik; persaingan memperoleh pekerjaan.
    (2) Persaingan kebudayaan, contohnya sinetron dan telenovela, peminat film Avatar lebih banyak daripada penggemar film Si Unyil, persaingan antara tontonan tradisional seperti wayang orang dan film-film di bioskop
    (3)Persaingan kedudukan dan peranan, misalnya persaingan antara para calon gubernur dan wakil gubernur dalam pilkada.
    (4)Persaingan ras, misalnya persaingan antara orang kulit putih dan orang kulit hitam di Afrika Selatan.
    b. Pertentangan
    Pertentangan adalah suatu proses sosial di mana seseorang atau kelompok dengan sadar atau tidak sadar menentang pihak lain yang disertai ancaman atau kekerasan untuk mencapai tujuan atau keinginannya. Konflik biasanya terjadi karena adanya perbedaan paham dan kepentingan. Hal ini dapat menimbulkan semacam gap (jurang pemisah) yang dapat mengganggu interaksi sosial di antara pihak-pihak yang bertikai. Pertentangan dapat terjadi pada semua lapisan masyarakat, individu atau kelompok,mulai dari lingkungan kecil sampai masyarakat luas. Pertentangan dapat timbul karena:
    (1) perbedaan pendapat, prinsip, aturan antarindividu
    (2) perbedaan adat istiadat, kebudayaan
    (3) perbedaan kepentingan politik, ekonomi, dan sosial
    (4) perubahan sosial, disorganisasi, dan disintegrasi

    c. Kontravensi
    Kontravensi ialah bentuk interaksi sosial berada di antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai dengan gejala adanya ketidakpuasan terhadap seseorang atau sesuatu. Sikap tersebut dapat terlihat jelas atau tersembunyi. Sikap tersembunyi tersebut dapat berbuah menjadi kebencian, akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian.
    Menurut sifatnya, bentuk-bentuk kontravensi adalah sebagai berikut.
    (1) Umum: penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes,
    gangguan-gangguan, perbuatan kekerasan, dan mengacaukan rencana pihak lain.
    (2) Sederhana: menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui
    selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian kepada pihak
    lain.
    (3) Intensif: penghasutan, menyebarkan desas-desus, mengecewakan pihak-pihak lain
    (4) Rahasia: mengumumkan rahasia pihak lain, perbuatan khianat.
    (5) Taktis: mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lain,
    memaksa pihak lain dengan kekerasan, provokasi, dan intimidasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>